أول 154 سطر.
Episode 54
Manusia Fana
Ayah.
Jangan!
Ayo makan.
Cepat makan.
Ayah,
Ibu,
aku sangat merindukan kalian.
Sangat rindu.
(Aura Jahatnya sudah dipadatkan menjadi mutiara.)
(Sepertinya sebelumnya aku tidak bisa terus memadatkan Aura Jahat)
(karena kondisi pikiranku tidak mencukupi.)
Zeng Daniu
Kau yang ukir ini?
Keren sekali.
Ada apa?
Oh iya.
Aku datang untuk memberimu ini.
Dengan begini, kau akan tahu
saat ada tamu.
Ini untukmu.
Terima kasih, Paman.
Paman,
namaku Daniu.
Aku dari toko besi di seberang.
Ingatlah untuk datang bermain denganku.
Ayah,
Ibu,
cepat lihat.
Ayah Zeng Daniu
Ibu Zeng Daniu
Ini dari paman di seberang.
Ayo,
coba Ayah lihat.
Ukirannya indah sekali.
Dasar bocah yang tidak pengertian.
- Sakit! - Ayo.
Anak Muda,
maaf.
Anakku tidak pengertian.
Berapa harga barang ini?
Itu hadiah untuknya.
Hanya sepotong kayu.
Kau baru datang ke sini, 'kan?
Toko di seberang
sudah lama kosong.
Anak Muda,
kalau kau tidak keberatan,
ayo makan di rumah kami.
Kami punya arak buah buatan sendiri,
jauh lebih baik dari yang ada di restoran.
Baik,
terima kasih.
Untuk apa berterima kasih?
Ke depannya,
kita bertetangga.
Ayo.
Aku bawa kau masuk.
(Sejak aku puasa biji-bijian pada Ranah Pembangunan Fondasi,)
(aku sudah bertahun-tahun tidak makan.)
Apakah
kau tidak suka?
Anak Muda,
kami hanya punya makanan sederhana seperti ini.
Maaf.
Rasanya sangat enak.
Ayo,
makan lauk.
Kau baru datang ke sini
dan masih asing dengan tempat ini.
Kalau kau punya kesulitan,
beri tahu kami saja.
Kita bertetangga,
bisa saling bantu.
Kalau kau mau beli keperluan sehari-hari,
pergi ke toko Keluarga Li di bagian timur.
Barang-barang mereka bagus
dan harganya terjangkau.
Barang-barang
di toko Keluarga Xu mahal,
tetapi orang-orangnya cukup baik.
Aku dengar
baru-baru ini tuan muda mereka jadi sukses
dan bekerja untuk pangeran.
Keterampilan membuat arak ini
diturunkan dari leluhur kami.
Cicipilah.
Lezat.
Ayo,
minum lagi.
Ayo, bersulang.
Makan yang banyak.
Ayo bersulang.
Setahun Kemudian
Paman Wang,
ini hewan apa?
Cangkangnya seperti kura-kura,
tetapi kepalanya tidak.
Ini adalah makhluk bernama Zhong Gu.
Walaupun terlihat lamban,
sebenarnya ia sangat ganas
dan sangat kuat.
Kedengarannya hebat sekali.
Sepuluh Hari Kemudian
Paman Wang,
aku datang mengantarkan arak.
Ini Laba-Laba Api.
Sifatnya ganas
dan kedelapan kakinya sangat tajam.
Jangan sampai terluka.
Ukiran kayu menarik sekali.
Ayah,
aku tidak mau menempa besi.
Aku juga mau belajar mengukir kayu.
Kau mau kupukul?
Kau bahkan belum pandai menggunakan palu untuk menempa besi,
malah mau belajar keterampilan sulit dari Paman Wang?
Dasar bocah.
Sakit!
(aku telah menghabiskan setahun penuh di jalan ini.)
(aku belum bisa mengukir kultivator Ranah Transformasi Jiwa ke atas.)
(Namun, aku sudah mengukir banyak kenanganku.)
(juga monster ganas yang pernah kulawan dengan susah payah.)
Lihat ini.
Bagus sekali.
Iya.
Bagus sekali.
Bagus.
Sungguh terlihat nyata.
Lihat.
Aku tidak pernah lihat.
Semuanya bilang bagus,
tetapi mengapa tidak ada yang beli?
Tuan Muda Xu pulang untuk mengunjungi keluarganya.
Tuan Muda Xu bekerja untuk raja.
Sekarang dia sangat hebat.
Ayo lihat.
Daniu,
lepaskan aku dahulu, oke?
Tuan Muda Xu,
lihatlah ukiran kayu ini.
Pasti tidak kalah dari ukiran Tukang Kayu Zhou.
Bagaimana?
Belilah beberapa.
Xu Tao
Jangan jual terlalu mahal.
Saat memegang ukiran kayu ini,
ada semacam perasaan aneh.
Biasanya aku hanya melihatnya dan tidak menyentuhnya.
Maaf.
Tidak apa-apa.
Tuan,
ini ukiran hewan apa?
No comments yet. Be the first to leave one.