أول 200 سطر.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"Episode 49"
Apa dia memenangkan uang saat main janggi?
Kenapa ini berat sekali?
Astaga.
Ini tongkat.
Ini seperti yang dipakai
oleh orang buta.
Astaga.
Aku memintamu memotong ujung taogenya,
tapi kamu memotong kacangnya.
Apa yang bisa kulakukan dengan itu?
Maaf. Aku memikirkan hal lain.
Kamu sedang apa?
Kamu sedang apa dengan ponsel di depan wajahmu?
Aku pasti lelah. Penglihatanku buram.
Perlu kubantu melihat? - Tidak, tidak perlu.
Kamu harus pergi menemui dokter mata besok.
Kamu harus memeriksakan penglihatanmu lagi,
dan mendapatkan kacamata baru.
Penglihatanmu mungkin sudah melemah.
Kamu konyol saat kamu sudah cukup tua.
Tolong masukkan benangnya untukku.
Penglihatanku buram.
Ini dia.
Sedang apa kamu?
Kamu tidak bisa melihat ini?
Aku bisa melihatnya.
Lalu apa yang kamu lakukan?
Aku pasti lelah. Tanganku gemetaran.
Bagaimana bisa kamu terjatuh dan melukai dahimu
di rumahmu sendiri?
Apa-apaan ini?
Kurasa aku mengantuk.
Meski kamu mengantuk,
bagaimana bisa kamu terjatuh dan melukai dahimu?
Sayang.
Sayang.
Kamu harus bangun sekarang.
Bangun, Sayang.
Ada apa?
Apa ini?
Kenapa ini ada padamu?
Bukankah ini tongkat yang digunakan orang buta?
Kenapa ada di sakumu?
Katakan kepadaku.
Kenapa ada di sakumu?
Jangan terkejut.
Aku
tidak bisa melihat dengan jelas.
Kamu
tidak bisa melihat dengan jelas?
Ini degenerasi pigmen retina.
Jarak pandangku mulai menyempit.
Karena itu,
aku berlatih berjalan dengan tongkat.
Jarak pandangku menyempit, tapi aku masih bisa melihat.
Aku juga bisa melihat wajahmu dengan jelas.
Ini tidak mengganggu kehidupanku sehari-hari.
Ini untuk saat keadaan memburuk.
Karena itulah, aku berlatih menggunakan tongkat.
Jangan terkejut. Aku baik-baik saja.
Jika kamu baik-baik saja,
kenapa kamu memotong kacangnya dari taogenya
dan menabrak benda di depanmu, lalu melukai dahimu?
Itu karena...
Kamu seharusnya memberitahuku jika itu terjadi.
Bisa-bisanya kamu hanya berlatih berjalan menggunakan tongkat.
Apa aku benar-benar istrimu?
Maafkan aku.
Aku tidak mau kamu terluka sejak awal.
Apa aku bukan siapa-siapa?
Aku seharusnya menjadi orang pertama yang tahu.
Teganya kamu menyembunyikannya dariku. Teganya.
Kamu jahat.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Apa yang akan kita lakukan sekarang?
Apa itu? Apakah itu suara ibumu menangis?
Jangan khawatir.
Kami akan masuk.
Ayah, apa Ibu...
Ibu pasti amat terkejut.
Apa?
Kalian berdua sudah tahu soal mata ayah kalian?
Aku menyuruh mereka
tidak memberitahumu, jadi, jangan salahkan mereka.
Aku istrimu.
Istri yang tidur satu selimut bersamamu selama bertahun-tahun.
Seharusnya aku orang pertama yang tahu.
Teganya kamu menyembunyikannya dariku. Teganya.
Tolong tenang. Ibu bisa pingsan kalau begini.
Mana mungkin ibu bisa tenang?
Ibu tidak tahu mata suami Ibu menjadi seburuk ini.
Ibu makan dengan lahap dan tidur dengan nyenyak
seperti orang bodoh.
Teganya kamu melakukan ini.
Ada apa?
Kenapa Ibu menangis? Ada apa?
Apa?
Kamu juga tahu mata ayahmu sakit?
Apa?
Itu...
Aku hanya tahu karena kebetulan...
Dasar anak nakal.
Kamu seharusnya memberi tahu ibu begitu mengetahuinya.
Beraninya kamu membuat ibu tampak bodoh.
Ibu, tolong tenang.
Kami takut ini terlalu sulit untuk Ibu hadapi.
Pada akhirnya, ibu akan tahu juga. Jika tahu lebih awal,
ibu tidak akan membiarkan ayah kalian keluar sendirian
dan akan melakukan sesuatu.
Maafkan aku.
Aku tahu Ibu akan melakukan ini jika mengetahuinya.
Maafkan aku.
Lupakan saja. Jadi?
Sekarang bagaimana?
Jika dia pergi ke rumah sakit dan dioperasi,
apakah akan membaik?
Tidak ada pengobatan yang mereka ketahui sekarang.
Tidak ada pengobatan?
Dong Jin, katakan kepada ibu.
Apa perkataan ayahmu benar?
Maafkan aku, Bu.
Astaga.
Ibu.
Yun Shil, ambil sedatif.
Ibu.
Ibu. - Tidak.
Tidak. - Ibu.
Tidak.
Tidak, Sayang.
Tidak, Sayang.
Apa yang harus kita lakukan?
Ibu amat stres karena aku baru-baru ini,
dan sekarang mengetahui soal Ayah.
Aku amat kasihan kepada ibumu.
Hatiku juga hancur melihat mereka seperti itu.
Tidak ada juga yang bisa kulakukan.
Tolong sewa seseorang untuk melelang rumah.
Rumah? - Ya.
Jika mendapatkan perusahaan dan rumahnya kembali,
kami bisa kembali ke keadaan sebelumnya.
Kemungkinan Pak Lee Dong Jin kembali menjabat sebagai CEO
sedang dibahas secara bebas oleh anggota dewan.
Kita harus kembali ke keadaan kita semula,
saat kita tidak punya masalah
dan memulainya dari awal.
Astaga.
Astaga.
Bisa-bisanya ada stiker merah ini di seluruh rumah ibu?
Kamu tahu apa arti rumah ini bagi ibu?
Sayang.
Bagaimana aku bisa hidup sekarang?
Tenanglah, Bu.
Kata orang, semua keluarga yang berbisnis akan melalui cobaan.
Jika bisa melalui hal ini, kita akan baik-baik saja, jangan cemas.
Mana mungkin ibu tidak cemas?
Rumah ini akan dilelang
dan kita akan berakhir di jalanan.
Mana bisa kita bertahan dalam udara dingin ini?
Jangan konyol.
Aku tahu ini buruk, tapi Hyo Sang tidak akan memperburuknya.
Astaga.
Minumlah air dan tenanglah.
Ibu tidak menaruh semua uang Ibu
di bank sebagai jaminan, bukan?
Ibu pasti punya simpanan rumah untuk kita tinggali
dan uang untuk kita hidup untuk sementara.
Bukan begitu, Ibu?
Kata orang keluarga kaya bisa hidup tiga tahun setelah bangkrut.
Kita tidak akan kehilangan segalanya tanpa bisa berbuat apa-apa, bukan?
Entahlah.
Ibu belum pernah bangkrut.
Ini kali pertama ibu bangkrut,
jadi, ibu tidak tahu apa yang terjadi sama sekali.
Gawat.
Astaga.
Astaga.
Astaga.
Kenapa kamu minum sebanyak ini?
Bagaimana? - Bagaimana?
Keadaannya
tampak buruk.
Apa maksudmu?
Pemegang saham besar, bank, dan anggota dewan,
berpaling dari kita, seolah-olah mereka saling berkubu.
Kurasa mereka memutuskan bersekongkol melawanku.
Tapi kamu tidak bisa diam dan menerimanya begitu saja.
Kamu harus melakukan sesuatu.
Aku mengadakan rapat dengan pegawai seharian,
dan kami tidak bisa memikirkan apa pun.
Tidak ada jalan keluar.
Tapi kamu tidak boleh menyerah dan minum setiap malam begini.
Temui pemegang saham dan anggota dewan,
lalu yakini mereka atau memohonlah.
Kamu harus melakukan apa pun yang kamu bisa.
Bisa-bisanya kamu hanya minum setiap hari seperti ini?
Hei!
Beraninya kamu mengajari dia!
No comments yet. Be the first to leave one.