أول 200 سطر.
WASPADA
AKSES KE BASEMEN
Hei, ini wilayah terbatas.
Hai. Ya, aku tahu. Aku dipanggil kemari.
Ada kabel yang rusak.
Tak ada yang laporkan kepadaku. Tunjukkan perintah kerjamu.
Ya. Sebentar.
Ini dia.
Bukan masalah pribadi.
Kurasa cukup sekian. Kerja yang bagus, Semua.
Marty, aku senang sekali dengan hasilnya.
Selamat.
Tahan itu.
Terima kasih.
Terima kasih telah menekannya, Bob.
Lampunya menyala, tapi mungkin saja rusak.
Diam.
Ingat, Sayang...
AKTIF KABEL
Astaga. Bob, kau tekan tombol apa?
Tn. Bagwell, pastikan lift lainnya tetap dikunci dan kosong.
Baik, Pak.
Tak ada jalan lain atau pintu,
untuk keluar atau masuk kecuali lewat panel akses.
- Benar? - Ya, Pak.
Baik, ada 13 penumpang
di dalam lift ekspres di bawah lantai 30.
Bom sudah memutuskan kabel.
Pengebom minta $3 juta atau rem darurat diledakkan.
- Berapa waktu kita? - Dia beri waktu satu jam.
Berarti sisa waktunya 23 menit.
Ada lagi yang bisa mencegah lift ini jatuh?
Basemen.
Kita mau hindari kejadian itu, Petugas Traven.
Para penumpang tak bisa dikeluarkan saja?
Ini lift ekspres.
Cuma bisa keluar atau masuk lewat akses panel.
Pintunya juga dihubungkan untuk memicu bom,
berarti pelaku ini gila tapi tak bodoh.
Pak, Harry bersedia memeriksa bom.
- Ya, benar. - Baik. Kalian berdua periksa.
Panel akses terdekat ada di lantai 32 di lobi.
Beri laporan saja. Kita belum akan beraksi.
Worthy dan Briggs, amankan wilayah. Dilarang keluar atau masuk.
Yang lain, pastikan evakuasi gedung. Cepat!
Kita akan naik tangga.
- Cepat, tapi awasi langkah. - Dua puluh sembilan.
Turun terus sampai lobi. Ayo, Semua.
Tiga puluh.
Tiga puluh satu.
Tiga puluh dua.
DARURAT DENAH KELUAR 2
- Halo? - Apa yang terjadi?
- Ayolah! Keluarkan kami dari sini! - Halo!
Tolong! Kumohon, keluarkan kami dari sini!
Kumohon!
Kumohon! Keluarkan kami dari sini!
Siapa di atas? Apa yang terjadi?
Tuan dan Nyonya, ini Kepolisian LA.
- Syukurlah. - Sedang apa kau di atas?
Ada kerusakan lift, jadi harap tenang.
Hei, ayolah! Kalian menunggu apa?
Kami akan segera mengeluarkan kalian.
Apa aku berbohong?
Kenapa mengirim polisi? Bukankah seharusnya teknisi perbaikan?
Bagaimana menurutmu?
- Kau ahlinya. Aku cuma bekerja. - Tampak cukup teliti.
Orang yang kita kenal?
Aku tak mengenali karyanya, tapi dia profesional.
- Sudah mendekati batas waktu. - Aku tak suka.
Bisa apa? Mac suruh tunggu, kita tunggu.
Baik, kuis mendadak. Bandara. Pria bersenjata dengan satu sandera.
Dia jadikan tameng. Hampir mendekati pesawat.
Jarakmu 30,5 meter.
Jack.
Tembak sandera.
- Apa? - Untuk menyingkirkannya.
Lukai saja dan pelaku tak bisa membawanya ke pesawat. Sasaran jelas.
Kau benar-benar gila, kau tahu? "Tembak sandera."
Harry, ini salah. Dia akan tetap ledakkan.
- Apa? - Entahlah. Firasat.
Saat ini Mac lebih tinggi dari firasatmu, jadi kita tunggu.
Ini sudah terlalu lama.
Menurutmu berapa bobot lift itu?
Jack, ayolah.
Mungkin kita bisa lakukan sesuatu mengenai para sandera.
Kita tak akan menembak mereka, bukan?
Hei, mau ke mana? Apa yang terjadi?
Jangan pergi! Jangan tinggalkan kami di sini!
ATAP/53
Tidak, kita singkirkan mereka saja.
- Kau yakin akan bertahan? - Yakin.
Enam menit.
Aku tak bisa dapat tambahan waktu. Dia tak mau bicara!
Aku butuh uangnya sekarang juga!
Katakan lagi, Harry. Kenapa aku menerima pekerjaan ini?
Ayolah. Tiga puluh tahun lagi,
kau akan dapat pensiun kecil dan arloji emas murahan.
Bagus.
- Astaga, di sini panas. - Tak ada udara.
- Pintunya tak bisa dibongkar saja? - Aku tak bisa bernapas.
Jangan macam-macam dengan Ayah.
AKTIF -REM
Biasanya sudah jatuh sekarang.
Dia lebih awal. Bajingan itu lebih awal!
Mac, kami butuh bantuan di sini sekarang!
Tolong buka pintunya! Aku tak mau mati!
Tolong selamatkan kami!
Buka pintunya! Kumohon!
Buka pintunya!
- Tolong aku! - Kami akan keluarkan kalian!
- Ulurkan tanganmu! - Begitu. Ayo.
- Tak apa-apa. Ulurkan tanganmu. - Tarik aku.
- Hati-hati kepalamu. - Tolong aku.
- Aku menangkapmu. - Tenanglah.
- Kau tak apa-apa. - Terima kasih.
- Bawa dia. - Siapa berikutnya?
Terima kasih.
Kau sudah selamat, Bu.
- Ada apa ini? - Tolong kami! Cepat!
- Cepat, cepat! Ayo! - Ayo cepat!
Ayo.
Astaga!
- Tolong keluarkan aku! - Hati-hati kepalamu.
- Ayo, Nyonya! Ayo! - Tidak.
Ayolah! Tangkap tanganku!
- Ayo! Cepat! Liftnya akan jatuh! - Tidak!
Aku tak bisa!
Maju selangkah saja, ulurkan, dan pegang tanganku.
Ayolah! Ayo!
- Astaga! Jangan lepaskan aku! - Kau tak apa-apa.
Sepatuku!
Menyenangkan bagimu?
Hebat. Bagaimana bagimu, Sayang?
- Lift jatuh. - Bagus. Senang mengetahuinya.
- Jammu lambat? - Tidak. Dia lebih awal.
- Masih ada sisa tiga menit. - Kenapa dia lakukan itu?
Dia kehilangan $3 jutanya.
Entahlah. Mungkin tak bisa menahan diri terlalu lama.
Masalah umum di antara pria paruh baya. Kudengar begitu.
Dia ada di sini.
Dia mungkin meledakkannya dari Pacoima.
Tidak. Dia tahu kita merencanakan sesuatu. Dia di dekat sini.
Dia tak akan memojokkan dirinya dalam gedung yang kita evakuasi.
Ayolah.
Dia mau di sini, tapi mau tetap bisa bergerak, bukan?
Lift.
Lift penumpang dihentikan. Sudah diperiksa.
Bagaimana dengan lift barang?
- Tamu misterius harap mendaftar. - Apa?
Jack!
Berengsek.
Cepat ke pinggir!
Sial! Sial!
Bangun! Cepat bangun!
Kurasa tak ada yang akan memberiku tiga juta demi menebusmu.
Tunggu!
Kuis mendadak, Jagoan. Teroris menyandera polisi.
Lilitan dinamit di dadanya cukup
untuk membelah gedung. Apa yang kau lakukan?
Ada 50 polisi menunggumu di basemen.
Penempatan mengapit standar, ya?
Mungkin kita turun di lantai tiga.
Mereka akan mengira begitu.
Aku mau lokasi tembakan tadi! Briggs! Di mana Jack dan Harry?
Letnan, ada pergerakan di lift barang.
Di lantai tiga. Ayo bergerak!
Akhir jalur. Hari ini sudah sangat mengecewakan.
Kenapa? Tak jadi membunuh semuanya?
Suatu saat nanti, kau akan berharap kita tak pernah bertemu.
Aku sudah berharap begitu.
Aku berkuasa di sini. Jika kujatuhkan ini,
temanmu akan dipungut dengan spons.
- Kau sudah siap mati, Teman? - Persetan kau.
Dalam 200 tahun, sudah berubah dari
"Sayang nyawaku cuma satu untuk dikorbankan demi negara,"
menjadi "persetan?"
- Silakan. Jatuhkan. Lakukan. - Diam, Harry.
Kita punya keberanian yang sangat besar.
Menyerahlah. Kau tak bisa ke mana-mana!
Tembak sandera.
Ucapkan selamat tinggal, Harry.
Bajingan!
Jangan bergerak!
Jangan bergerak!
Menyerahlah! Kau tak punya pilihan!
Melalui dedikasi dan keberanian, kedua petugas berikut ini
melakukan penyelamatan terhadap 13 warga kota ini.
Berkat mereka, satu-satunya korban jiwa adalah teroris itu sendiri.
Kau menembakku. Sulit dipercaya.
Kau diberi medali karena menembakku, Berengsek.
Harry, kau yang menyuruhku.
Anggota Kepolisian Los Angeles.
Petugas Harry Temple.
- Selamat. - Terima kasih.
Petugas Jack Traven.
Bagus, Jack. Bagus.
- Ini dia. - Harry, Temanku.
- Indah. Bersulang untukku. - Baiklah.
- Membuatku merasa senang. - Ini dia.
No comments yet. Be the first to leave one.