أول 200 سطر.
Sialan.
Ahjussi.
Punya korek?
Terima kasih.
Ya, beres.
Oke.
Kau mestinya lebih jeli.
Bisanya bajingan itu menipumu? Hati-hatilah.
Kau tolol.
Aku tidak sadar bila sedang tertipu.
Jangan mengungkitnya, itu membuatku marah.
Bodohnya kau, 5000 dolar itu tak sedikit.
Cukup.
Bukankah 5.000 cukup buat bayar kuliah?
Kubilang jangan membicarakannya, jangan sebut angka 5000.
Baiklah.
- Siapapun bisa berbuat salah. - Ini membuatku gila.
Kau bilang sejumlah orang di Balai Kota tertipu juga?
- Ya. - Tidakkah kau merasa pelakunya sama?
- Maksudmu? - Bisa jadi seoarang pemuda bandel...
memperdaya sejumlah PNS.
Mungkin seseorang yang kalian kenal.
Atas dasar apa kau berpendapat begitu?
Kau tanya dia setelah kau menangkapnya.
Brengsek kau.
Hei.
Perlukah kutangkap dia untukmu?
Itulah teman, kan?
Yakin kau bisa menangkapnya?
Ada apa?
Nomor HP-nya.
Kau masih punya?
Ya.
Abeoji.
Aku minta maaf. Mestinya aku datang dari dulu.
Bisakah kau makan?
Kudengar kau sakit gigi.
- Keadaanya membaik. - Ya.
Lama tak bersua, Kenapa tak mau menemui anakmu?
Abeoji.
Ini aku, Jung Do.
Anakmu.
Abeoji.
Kenapa tak bicara apapun?
Kau bisa bicara.
Kenapa tak mau bicara?
Halo?
Hi.
Mereka sedang apa?
Tidak ada apapun.
Mereka sedang bisnis disini.
Mereka sedang bekerja.
Ngomong-ngomong.
Apa ayahmu masih membisu?
- Ya - Aaihhh, dulunya dia ember.
Dia pasti sangat sakit hati.
Lalu, kau mau apa sekarang?
Akan kurencanakan sesuatu setelah kuselesaikan masalahku.
Kau sedang apa? Punya kerjaan?
Sebenarnya tidak.
Kenalanku memintaku melakukan beberapa hal.
Siapa?
Jaga hubunganmu dengan teman-teman militermu.
Harusnya kau tak jadi narapidana.
Aku tak bisa kembali ke militer, sebab aku mantan napi.
Karena itu, aku cuma berhubungan dengan teman napiku.
Jadi,
Kau berencana masuk penjara lagi?
Maksudmu begitu?
Dia di sini.
Tangkap dia.
Jung Do.
Kau tahu, gimana aku melewati semua ini?
Tak masalah mantan napi.
Yang paling kubenci, mendengar alasan klasik...
Seperti, mereka tak ada pilihan lain atau mereka tak bisa membantu.
Jika aku memperdulikan itu.
Aku tak bisa memenjarankanmu.
- Kau anak sahabat karibku. - Diamlah!
Bajingan itu.
Dia merampok rumah wanita kaya di Seongbuk-dong.
Dia butuh untuk operasi istrinya.
Aku juga kasihan.
Tak seorangpun di dunia ini,
Yang benar-benar jahat.
Jung Do.
Hiduplah dengan benar.
Bila kau menipu lagi, kutangkap kau.
Tak akan kulepaskan.
Demi ayamhu.
Biarkan aku memandumu menuju altar.
Tidak menggiringmu ke penjara.
- Diam, Brengsek. - Lepaskan aku.
Aish.
Ayo pergi.
- Jangan bergerak. - Sialan.
Mi Joo.
Bisakah carikan aku mobil second?
Terserah berapa lama kau duduk disitu,
Pajak-mu takkan berkurang.
Tolong.
- Hentikan, Pak. - Tolong dikurangi.
Bagaimana bisa?
Tolong.
- Sedikit saja, tolong? - Datanglah lagi besok.
Tolong dikurangi.
Hei.
Kami panggil polisi bila kau tak berhenti.
Maukah menguranginya?
Kenapa aku mesti menguranginya?
Pergilah, Kepala botak.
Kau bilang apa?
Tolong diskonnya.
- Aish - Selamat datang.
Hi.
Halo.
Kau sedang apa?
Duduk. Duduk.
Kalian membuatku tak nyaman.
Kau masih kerja di sini?
Kau nampak hebat.
Usaha akuntansi pajakmu pasti lancar.
Aahh, hanya cukup buat hidup.
Sebaiknya kau resign..
Dan mulai dengan usahamu.
Hidupku jauh lebih baik, dengan binisku sendiri.
Kau tak perlu menjilat bos-mu.
Istriku akan membunuhku jika kulakukan itu.
Cukup bertahan disini dan dapat pensiunan.
Ada perlu apa kemari?
Aku berencana makan dengan Pak Baek.
Pak Baek dari Divisi 1 sedang di lapangan.
Dia kembali setelah kita semua pulang.
Yang kumadsud Baek Sung Il Divisi 3.
Sung Il.
Ya?
Hi.
Kudengar kau memukul seseorang beberapa waktu lalu.
Benarkah?
Kenapa kau tak bergegas mengabariku?
Ada solusi untuk itu.
Apa?
Bagaimana Anda bisa mengurusnya...
Ikut saja. Kau akan tahu.
Orang kaya seperti ratu semut.
Anggota-anggota parlemen seperti semut jantan.
Jadi, menurutmu kau siapa?
Kau siapanya?
Ahh...
Semut besar?
Kau semut prajurit, Kau seorang PNS.
Kau penjaga rumah, rumahnya itu Negara.
Lindungi juga ratu semutnya.
Kau, Baek Sung Il Si semut prajurit.
Kenapa menyerang ratu semut?
Apa?
Misal, ada tunggakan pajak 50 juta dolar.
50 juta dolar bukan masalah besar.
Semut pekerja menghasilkan 2.000 dolar per bulan.
Pajak penghasilan dan Asuransi Nasional naik hingga 300%,
Itu diambil dari gaji bulanan mereka.
Dengan jumlah pekerja sekitar 16.666 orang,
Kau bisa mendapat 50 juta dengan cepat.
Mereka tak punya pilihan.
Mereka mendapatkan gajinya setelah dipotong.
Tidak ada cara buat mengelak.
Kau mengerti maksudku?
Jadi para pekerjalah yang terus mengisi...
Kasnya.
Kau naikkan pajak, mereka cuma bisa mengeluh,
Tentang besarnya kewajiban pajak tiap bulan.
Mengumpulkan 50, 100 atau bahkan 1.000 juta...
Gampang sekali.
Seperti sepotong kue, dengan semut pekerja.
Perpajakan mesti seimbang.
Tak benar membebani para buruh.
Kami sudah pesan tempat.
Itulah nasib semut pekerja.
Para buruh di belakang setir dan membayar pajak,
Sehingga politisi bisa menabur benih.
Orang kaya bisa menggerakkan ekonomi.
Lalu, PNS sepertimu bisa mencari nafkah.
Ahh... Aku tak setuju tapi tak apalah.
Kemana tujuan kita?
Aku minta maaf membuat Anda menunggu.
Kau kenal, kan?
Siapa ya. Hai.
Aku tak tahu, ternyata akuntan pajakku teman dari Kepala Baek.
Apa dunia ini terlalu sempit.
Masuklah. Ayo makan.
Sung Il. Masuklah dulu.
- Ayolah. - Ngak...
Masuklah. Ayo.
Duduklah.
Janganlah terlalu serius.
Jika ada sesuatu di antara kalian, kau abaikan saja.
Kau benar, kenapa mesti diambil hati?
Ayo akhiri.
- Dia benar. - Kita tak mau kau diskors.
Kau perlu memasukkan anakmu ke universitas.
No comments yet. Be the first to leave one.