أول 134 سطر.
Ujian latihan para kandidat astronot selanjutnya adalah Comeback Competition.
Itu adalah kontes di mana kami harus menyelesaikan tugas
mulai dari membuat sistem pembentangan parasut sampai ke rover.
Kita bisa buat rodanya dari spons!
Apa?
Aku tak pernah memikirkan itu!
Selanjutnya soal parasut.
Soal parasutnya, akan kuberi satu bantuan kecil.
Pak Pico mengundangku untuk minum-minum dengannya.
Pico mengundangmu?
Ya, entah kenapa hanya aku saja.
Lima hari lagi.
Aku tinggal menghabiskan waktu lima hari lagi.
Hibito dan astronot lainnya akan kembali dengan Orion lima hari lagi.
Saat parasutnya terbentang
aku akan terbebas.
Kau malah duluan, dasar tak sabaran.
Mana mungkin aku suka orang ini?
Hanya saja, dia itu sangat berpikir positif soal kegagalan.
Dan itu...
Ingat?
Kalau gagal total,
kegagalan fatal pun masih ada artinya.
Kegagalan fatal pun
masih ada artinya.
Suatu saat nanti, aku akan menjadi pemimpin penerbangan,
menyampaikan instruksi pada astronot Vince.
Dan Vince akan menaiki pesawat yang dibuat Pico.
Nah, ayo berdiri!
Waktunya membuat tanda janji.
Tanda janji adalah simbol bagi kami bertiga agar selalu mengarah ke luar angkasa.
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Kau selalu ada di dalam hatiku
Tapi kau tak bicara sepatah kata pun, tersenyum pun tidak
Selama ini kita selalu bersama
Kita ini memang bebal, tapi kita percaya
Semua waktu yang kuhabiskan bersamamu
Terasa bagaikan mimpi
Kita menghubungkan bintang-bintang dan melukis gambar
Ke dalam lubuk hati kita
Biarkan saja hati kita bergetar bergelora
Gunakan saja langit sebagai kanvas
Dan jadikan gambar yang kekal
#59 Tanda Janji
#59 Tanda Janji
Kau sedang cari apa dari tadi?
Kenang-kenanganku.
Ini bukan urusanmu.
Hah? Aku taruh di mana, ya?
Di kantongmu itu ada berapa sampah, sih?
Kau ini pernah dengar yang namanya tas, tidak?
Oh, ada.
Ini dia.
Kau masih menyimpan benda itu?
Hah? Punyamu sudah tak ada?
Apa itu?
Hei, itu apa?
Hei, hei!
Pertambangan itu akan mengadakan seminar lagi.
Hari Minggu ini.
Kau sudah tak datang yang kemarin, Vince.
Pastikan kau ikut yang ini.
Ayahmu telah menelepon Bapak.
Beliau meminta Bapak untuk meyakinkan putranya untuk ikut seminar itu.
Ayah menelepon?
Kau paham, 'kan?
Kerjakan kalau disuruh, Vince.
Jangan susahkan kami para orang dewasa.
Rick.
Pico, soal rapat hari ini...
Hah?
Pico, wajahmu kenapa?
Ah, kau jatuh terpeleset, ya?
Tanahnya memang licin, sih.
Bukan.
Ini gara-gara ayahku.
Maaf, Rick.
Aku tak bisa ikut rapat roket hari ini.
Aku harus bantu-bantu Ayah.
O-Oh, begitu.
Tapi hari Minggu kau bebas, 'kan?
Bantu aku membeli bahan-bahan roketnya, ya!
Kakekku bisa mengantar kita.
Maaf,
tapi hari Minggu, di pertambangan ada seminar.
Kalau aku tak ikut,
mataku yang sebelah sini juga bonyok nanti.
Vince bilang dia juga bakal ikut.
Begitu.
Maaf, Rick.
Tak apa-apa.
Aduh!
Kau jatuh melulu, Rick.
Pasti sakit.
Kau tersandung karena tak lihat jalan, Rick.
Begitu juga masa depanmu.
Kau harus realistis saat memilih karier.
Kau paham?
Kau harus tentukan yang benar seperti mereka berdua.
Mereka berdua?
Pico dan Vince.
Mereka memutuskan untuk sekolah teknik.
Kita tak butuh ini lagi, 'kan?
Ya.
Tunggu dulu, kalian!
Apa kalian bercanda?
Waktunya tanda janji kita.
Maaf, Rick.
Maaf.
Tapi kami tak bisa lagi.
Rick,
pergi ke luar angkasa itu mimpi yang terlalu tinggi bagi kita.
No comments yet. Be the first to leave one.