Into the Inferno

Into the Inferno

تنزيل الترجمة Indonesian

معلومات الإصدار

Into the Inferno 2016 NF WEBRip x264-DEFLATE
تعليق من tedi
Retail NF | 1:47:21

الوسوم

webdl
نشرت في: 2026-07-14
تنزيلات: 10
ضعاف السمع: No

معاينة ترجمة Indonesian

أول 200 سطر.

DOKUMENTER NETFLIX

KEPULAUAN VANUATU, PULAU AMBRYM

Kami berada di Kepulauan Vanuatu,

gugusan pulau vulkanis di Samudra Pasifik

sekitar 1.600 kilometer di timur Australia bagian utara.

Di bawah, Desa Endu di Pulau Ambrym.

Setahun lalu, sebagian besar desa itu hancur

akibat badai tropis berkekuatan dahsyat.

Namun, desa ini juga mengalami longsoran dari waktu ke waktu

akibat letusan gunung berapi.

Meski diselingi oleh malapetaka,

sepertinya waktu tidak berhasil mengendalikan masyarakat di sana.

Kami bertemu Kepala Desa Mael Moses,

di sini beserta anggota keluarga besarnya.

Ini Clive Oppenheimer,

vulkanolog dari Universitas Cambridge,

yang mengajak kami ke tempat ini.

Bapak Mael Moses adalah Kepala Desa Endu yang indah ini,

beberapa kilometer saja dari kawah gunung berapi.

Anda mengunjungi kawah dan melihat magma di dalamnya,

api yang mengamuk.

Ya.

Bagaimana perasaan Anda saat itu?

Saya merasa sangat takut melihat api.

KEPALA DESA ENDU

Kedua, saya merasa tidak berada di Pulau Ambrym.

Saya kira ada di tempat lain.

Satu hal lagi,

saya merasa...

api itu sangat kuat.

Paham?

Apakah roh-roh hidup dalam api?

Itu yang kami percaya. Roh-roh ada dalam api.

Api membara melalui roh-roh itu.

Kami percaya bahwa api membara melalui roh.

Saya membaca berita bahwa ada letusan besar di tahun 1968

dan ada upacara yang dilakukan untuk menghentikan letusannya.

Lalu selama tiga tahun setelahnya, wisatawan tidak diizinkan

untuk mengunjungi kawah

karena kemungkinan penyebab letusan itu adalah para wisatawan.

Benarkah...

Itu yang kami percayai karena menurut kami roh-roh

di gunung berapi...

ketika melihat Anda, mereka tidak mengenal Anda. Paham?

Namun, saat melihat salah satu dari kami, mereka kenal...

Karena kami punya hubungan dengan gunung berapi,

mereka akan diam.

Terkadang kami melarang wisatawan naik ke sana. Paham?

Karena kalian orang asing bagi roh-roh di gunung berapi.

Saya pernah memimpikan gunung berapi. Saya melihat orang-orang di dalam apinya.

Banyak orang, wanita dan pria.

Mereka memasak makanan di sana.

Jadi, itu membuat saya percaya bahwa ada seseorang...

ada roh-roh di sana.

Apakah batu yang meleleh bagian dari roh?

Lahar mengungkapkan kemarahan jin

yang hidup dalam api, di gunung berapi itu.

Jadi, apa nenek moyang tinggal di bawah gunung berapi?

Ya, kami percaya siapa pun yang mati di sini pergi ke gunung berapi

dan gunung berapi itu telah menjadi desa mereka,

tempat kami bisa bicara dengan mereka dan sebaliknya.

- Anda bisa bicara dengan gunung berapi? - Tidak, karena

saya tidak terhubung dengannya.

Namun, salah satu saudara saya bisa.

Dia bicara dengan gunung.

Ayahnya...

Ketika ayahnya mendaki gunung berapi,

jika dia ingin merokok, dia cukup berseru

dan api akan turun,

lalu ia mengambil api itu untuk menyalakan rokok atau pipa atau semacamnya.

Jika saudaramu bicara dengan gunung,

apa dia boleh memberitahumu perkataan gunung itu?

- Atau hanya rahasia? - Tidak, itu rahasia baginya. Ya.

- Apa Anda tanya rahasianya? - Saya tahu beberapa.

Namun, Kepala Desa Mael Moses mengkhawatirkan

punahnya budaya kuno mereka.

Dia meminta kami mengikutinya ke tempat upacara di hutan.

Dahulu kala, suku kami kanibal.

Ketika melihat seseorang, mereka akan menyerang

dan membunuhnya untuk mengambil dagingnya.

Begini cara mereka melakukannya.

Tariannya sudah hampir dilupakan.

Orang-orang melupakan inti sari tarian.

Ya.

Tarian khusus yang akan kita saksikan sore ini,

hanya keluargaku yang akan menampilkannya.

Ini tarian yang lebih gembira. Tarian paling gembira.

Setelah kami melalui penderitaan panjang,

kami senang bisa kembali, menari,

dan mengekspresikan diri.

Sepuluh tahun lalu saya meneliti di sini dengan rekan,

para ilmuwan dari Vanuatu.

Menurut Anda, apakah aneh jika orang datang ke sini untuk bekerja,

meneliti cara kerja gunung berapi, bagaimana itu meletus?

Saya sangat terkejut mendengar kalian sangat tertarik

dengan gunung berapi.

Saya selalu bertanya-tanya,

"Mengapa mereka ingin melakukan sesuatu dengan api itu?"

Paham?

Saat melihat ini, naik helikopter kemarin,

saya bertanya-tanya, "Mengapa orang ini...

mau melakukan sesuatu dengan gunung itu?"

Ya, saya tak tahu mengapa kalian tertarik dengan gunung api.

Bisa dibilang, bagi saya film ini dimulai sepuluh tahun lalu di Antarktika.

Saya membuat film tentang ilmuwan di benua ini,

dan saya diajak ke Gunung Erebus, gunung berapi aktif,

salah satu dari tiga di dunia

tempat kita bisa melihat langsung ke magma dari dalam bumi.

Magma adalah batu leleh yang dipanaskan sehingga lahar bisa dikeluarkan.

Di Erebus, 3.810 meter di atas permukaan laut,

saya bertemu dengan suku vulkanolog yang asing dan mengagumkan,

beberapa di antara mereka mengalami mabuk ketinggian.

Sedekat ini dengan magma mendidih, yang sering meletup,

kami diberi penjelasan tentang cara menghadapinya.

Satu hal yang sangat penting untuk diingat ketika berada di kawah

adalah danau lahar bisa meletus kapan saja.

Jika demikian, sangat penting untuk fokus ke arah danau lahar

PEMBUATAN FILM ENCOUNTERS AT THE END OF THE WORLD

dan mewaspadai letupan yang naik ke udara,

dan mencoba mengetahui letupan mana yang mungkin mendatangimu,

lalu menyingkir.

Jangan sampai berpaling dari kawah

atau lari atau berjongkok.

Perhatikan danau lahar, lihat ke atas,

dan menyingkir.

Yang membuatku terkesan adalah melihat para ilmuwan ini

mendaki lereng gunung berapi dengan membawa beban berat.

Suhu di pagi ini

minus 32 derajat Celsius.

Wajahku membeku.

Salah satu dari mereka menonjol.

Meski ada danau lahar fantastis di sana,

dengan energi dahsyat,

kami masih harus membawa generator bensin tua

sampai ke tepi kawah.

Man Versus Machine, bab 53.

Profesor Clive Oppenheimer di Erebus.

Tangan di saku.

Menunggunya mulai dengan spontan.

Mungkin perlu menunggu lama.

Pernah lihat dua pria berciuman di puncak Erebus?

Saya suka bekerja dengan Harry.

- Tak apa? Terima kasih. - Indah.

Saya cepat akrab dengannya.

Di salah satu hari awal pertemuan kami,

dia bersikeras untuk mewawancaraiku di depan kameranya.

Ayo matikan di sini. Baik.

Apa kau menganggap gunung berapi hanya sebagai hal yang merusak?

Tidak.

Sesuatu yang lain.

Keberadaannya bermanfaat

dan tanah yang kita jalani tidak permanen.

Apa yang kita lakukan itu fana,

karya manusia itu fana,

seni maupun sains itu fana.

Ada tujuan dari kerak bumi yang bergerak

dan aku suka gunung berapi karena mengetahui bahwa hidup kita,

hidup manusia, hewan,

hanya bisa hidup dan bertahan

karena gunung api menghasilkan atmosfer yang kita perlukan.

Apa kau tahu ada beragam jenis gunung berapi dan letusan?

Aku tahu sudah lama kau membuat film La Soufrière de Guadeloupe

yang sangat…

Apa kau merasakan perbedaannya dalam hal aktivitas di sini?

Ya, La Soufrière sangat bergejolak.

DARI FILM WERNER HERZOG, LA SOUFRIÈRE

Pada tahun 1976,

pertama kali aku memfilmkan gunung api.

Lokasinya di Pulau Guadeloupe di Karibia.

Gunung itu bisa meletus kapan saja

dan 70.000 orang segera dievakuasi.

Rasa takut mencekam

karena kenangan atas sebuah peristiwa malapetaka dahsyat.

Diketahui bahwa, pada tahun 1902,

di pulau tetangga, Martinik, Gunung Pelée meletus.

Sinyal yang dikeluarkan La Soufrière di Guadeloupe

hampir sama dengan yang terjadi di sana.

Itu diukur pada tahun 1902.

Semua orang takut gunung akan meletus

dengan kekuatan yang sangat besar,

jauh lebih kuat dari bom atom Hiroshima.

Jadi, aku tidak tertarik dengan gunung berapi.

Aku tertarik pada satu pria yang menolak dievakuasi.

Sikapnya berbeda terhadap kematian.

Tujuh puluh lima ribu orang dievakuasi,

tapi dia tetap tinggal.

Aku menemukannya sedang tidur.

Ia tidur. Aku harus membangunkannya di depan kamera.

Yang luar biasa, dia sangat filosofis.

Petani kulit hitam miskin.

Kurasa, setelah beberapa saat,

dia tidak merasa nyaman lagi dengan kehadiran kami,

lalu dia duduk dan mulai mengikat tali sepatu tenisnya yang usang.

Lalu, tiba-tiba, dia menyanyikan lagu di depan kamera,

saat itu aku tahu.

Jadi, sebaiknya kami pergi.

SEPULUH TAHUN SETELAH PERTEMUAN DI GUNUNG EREBUS

Kita bertemu di Antarktika

di pembuatan film Encounters at the End of the World

dan aku tahu sedikit tentangmu.

التعليقات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left