أول 171 سطر.
Oh, oh, selamat malam.
Aku baru saja mau mengirimkan salam pada seorang teman lama.
Aku yakin metode pembunuhan Martin yang beradab...
jauh lebih efisien, tapi aku tak menyukainya.
Aku benci kekejaman.
Itulah kenapa dalam acara ini...
kami menggunakan penikaman, penembakan, dan pencekikan...
hanya bila benar-benar perlu sekali untuk direncanakan...
atau saat hasrat datang ke kita.
Drama malam ini berawal di sebuah museum.
Dan judulnya adalah Vas Cheney.
Itu saja yang ingin kuberitahukan ke kalian.
Kalian harus cari tahu sisanya sendiri.
Chyrus Collection
Aku tak mau membicarakan ini lebih jauh lagi.
Aku minta kau tinggalkan museum ini sore ini.
Mr. Koether, pekerjaan yang sudah kulakukan di sini sebagai asistenmu...
bisa saja dilakukan oleh seorang anak yang cukup cerdas.
Meninggalkan tempat ini sebenarnya bukan hal yang sulit.
Akan tetapi, kau agak senang melupakan pesangonku.
Bila kau ingin mengajukan persoalan soal uang, Lyle...
aku dengan senang hati akan membahasnya dengan Dewan.
Aku sudah siap sepenuhnya untuk membicarakan tentang catatanmu...
selama tiga bulan kau di sini.
Kau bahkan tak sanggup untuk datang kira-kira tepat waktu.
Empat hari cuti bulan kemarin, dengan tanpa alasan sama sekali.
Itu musim semi, Mr. Koether. Meski aku ragu apa kau tahu akan hal itu.
Aku minta kau keluar dari gedung ini mulai pukul 3:00.
Ya, pak.
- Bagaimana hasilnya, Lyle? - Sudah berakhir dan juga aku.
Oh, tidak, apa yang akan kau lakukan?
Kau yang memberiku pekerjaan ini, kau punya suatu saran yang lain?
Lepaskan aku.
Mr. Endicott!
Nona Cheney, tak ada yang memberitahuku kau di museum.
Frances dan aku baru saja sampai.
Sekarang, bukankah kau terlihat bahagia, bila aku boleh berkata begitu?
Tentu saja kau boleh berkata begitu.
Semua orang bohong padaku dan menggangguku. Aku sebaliknya jadi kesal, kalau mereka tidak.
Tapi satu-satunya hal bahagia soal penampilanku...
itu mungkin setelan pakaianku.
Andai kau mengenalku lebih lama, Mr. Endicott...
kau akan tahu setelan pakaian ini hampir setua seperti dirimu.
Masih sangat cantik, dan begitu pula pemiliknya.
- Tapi sekarang, bukankah ini tambahan sebuah sentuhan warna? - Astaga.
- Ini dia. - Baik sekali dirimu, Mr. Endicott.
- Terima kasih. - Sekarang, kau takkan kabur bawa...
salah satu harta museum di kotak ini, kan?
Bukan, ini...ini karya kecil terakhirku sendiri.
Frances, kenapa kau tak pergi melaksanakan pekerjaanmu?
Aku takkan membutuhkanmu sementara waktu.
Sekarang, kau tahu, ini benar-benar bagus sekali.
Ya, kau telah buat ini di sini dengan baik.
Ya.
Tentu saja ini...
hanya hobi, tapi...
setidaknya tak ada yang bisa mengatakan aku benar-benar membuang-buang waktuku...
mengobrol ke sana kemari di rumah tua itu di desa.
- Ini dia, Herbert. - Selamat sore, Martha.
Sungguh kejutan menyenangkan. Aku tidak mengharapkanmu sampai hari Rabu.
Ini satu-satunya hari aku bisa datang.
Kau sudah mengurus persoalan itu, seperti yang aku minta padamu?
Oh, ya, aku akan mengurusnya sekarang juga, Mr. Koether.
Nona Cheney, begitu menyenangkan melihatmu kembali.
- Sampai jumpa, Mr. Endicott. - Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Kau mau menemuiku dalam hal apa?
Martha, aku akan pergi ke pantai.
- Kau sungguh-sungguh? - Besok lusa.
Martha, itu akan jadi awal perjalananku yang menyenangkan...
bila aku bisa beritahukan pada Dewan Komisaris bahwa aku pada akhirnya...
- berhasil menyelesaikan pembelian Vas Cheney. - Sekarang, kau masih tidak menyerah?
Tidak, Herbert, kau tahu aku tak pernah bisa menjualnya.
Itu barang terakhir ayahku, dan aku akan mempertahankannya selama aku hidup...
dan itu akan jadi waktu yang sangat, sangat lama.
- Tapi, Martha, kau selalu menjanjikan... - Tidak, Herbert...
itu final.
Jadi, kau akan pergi ke pantai? Frances akan meninggalkanku juga.
Jadi aku harus sanggup tanpa Frances.
Ini kemungkinan akan jadi kunjungan terakhirku, untuk sementara waktu.
Jadi bertindaklah seperti seorang kurator, Herbert.
Aku ingin lihat patung-patung China itu...
Tak ada penjelasan, tak ada sama sekali. Dia begitu saja memecatmu.
Sayang, aku kecewa.
Apa itu yang dimiliki kita? Kita hanya punya ketidakberuntungan yang merugikan?
Orang lain jadi menikah, menyimpan uang, dan mempunyai bayi.
Berpikir itulah yang terbaik dari segala kemungkinan di dunia.
Kenapa tidak sekali saja...
sekali saja sesuatu bisa diupayakan untukku?
Akankah mereka biarkanmu tinggal di apartemenmu sampai aku dapat bayaranku?
Aku tak mau terima lagi uang darimu.
- Buatlah surat, Nona Waring. - Apa?
Tentang rekomendasi.
Setidaknya kau bisa mengetiknya, kupikir...
meski kurator yang terhormat kita itu tak mau merasa berterima kasih.
- Aku harus bilang apa? - Tinggal tulis jenis surat keinginan yang bagus.
Lyle Endicott bekerja di sini di Museum Seni Manhattan...
sebagai asistenku sampai 12 Mei...
selama waktu itu, dia jadi seorang karyawan yang sangat bisa diandalkan.
Aku harap kau tak keberatan atas kedatanganku padamu.
Tapi, kau tahu, aku secara finansial tidak dalam posisi bisa mempekerjakan seseorang sepertimu.
Bisa jadi ada kompensasi lain dalam kasusku.
Kau tahu, aku bisa lanjutkan penelitianku di sini di perpustakaan mengagumkanmu.
Boleh aku?
- Terima kasih, Mr. Endicott. - Panggil aku Lyle.
- Aku... - Sekarang, dengar, bila aku jadi merawatmu...
kau hampir tak mungkin ke mana-mana memanggilku mister, sekarang, kan?
Baik sekali dirimu dan Herbert memikirkan aku...
tapi kau tahu waktu Frances pergi, hanya akan ada Bella, juru masak...
dan aku tak berdaya semenjak penyakitku tahun kemarin. Aku...
- aku tak bisa ke mana-mana sama sekali. - Berarti kau sangat butuh orang di rumah...
sekarang, iya, kan?
akankah kau bersedia menjalani masa percobaan dasar?
- Kira-kira, satu bulan? - Tentu saja.
Aku tahu aku takkan berubah pikiran.
Berarti mari merayakan kesepakatan kita, Lyle.
Kau mau secangkir teh lagi, sayang?
Duduk di sini bergosip denganmu itu takkan buat suatu pekerjaan terselesaikan.
Dan aku harusnya ada di studioku sudah sejam lalu.
Kita pastinya jangan biarkan bakat jadi disia-siakan, sekarang, ya, kan?
- Ini dia. - Oh, tidak.
Lyle.
- Ini dia. - Oh, tidak, tolong.
- Sampai. - Benar-benar.
Sekarang, kau terus ke atas untuk memulai pekerjaan...
dan aku akan lakukan segala persiapan soal makan siangnya.
Kau tak seharusnya repot-repot soal hal-hal seperti itu.
Kenapa tidak? Aku menikmati melakukan hal-hal untukmu. Ini dia.
Oh, Lyle.
Taruh itu di suatu tempat. Aku akan balas itu nanti.
Oke.
Aku ingin sekali mendapatkan Vas Cheney. Meski aku mengerti hingga saat ini
kau menolak mempertimbangkan tawaran
untuk menjual vasnya, aku berharap itu memungkinkan buatmu mengubah keputusanmu.
Ya, tuan?
Bella, bisa kau bereskan minuman tehnya Nona Cheney?
Ya, tuan.
Tapi, Bella, ini tidaklah berarti...
satu cangkir, dan kau jarang sekali memecahkan sesuatu.
- Nona Cheney, aku tidak memecahkannya. - Sekarang, seperti yang Mr. Endicott bilang:
"Itu tidak pecah waktu aku minum tehku dari sana, dan...
"kau satu-satunya orang yang pegang bakinya sejak saat itu."
Bila kau yang pecahkan cangkirnya Nona Cheney tak ada salahnya mengakuinya...
tapi jangan coba-coba menyalahkan orang lain.
Kau anggap aku pembohong, tuan?
Aku hendak bilang waktu orang seusiamu, dan rentan untuk memecahkan...
Bella, aku tahu kau lelah. Kau punya terlalu banyak untuk dikerjakan semenjak Frances pergi.
Jadi kenapa kau tak pergi untuk bersantai sementara waktu.
Tak pernah terpikir waktu akan tiba saat anda tak mau mempercayaiku, Nona Cheney.
Aku bisa mengerti aku tak dibutuhkan di rumah ini.
Bella, tunggu. Bella.
Aku takut kita telah menyakiti perasaannya.
Aku benci harus mengkhawatirkanmu tentang ini, tapi...
sejumlah hal yang terjadi akhir-akhir ini...
Bella bersamaku sudah 18, hampir 20 tahun. Aku...
aku tak mungkin bisa berbuat tanpanya.
- Aku harap dia bakal tinggal bersamaku selama aku hidup. - Aku hanya berpikir barangkali...
dia mungkin butuh sedikit liburan.
Kenapa kau tak beritahu dia untuk ambil cuti beberapa minggu?
Aku yakin aku bisa merawatmu.
Jadi, di sinilah tempat sang seniman menciptakan maha karyanya?
Tempatnya bagus untuk kerja. Tenang, kedap suara.
Waktu ada di lift bawah, aku merasa terpisah dari dunia lain.
Kau simpan vasnya di sini?
- Vas apa? - Vas. Hanya ada satu, kan?
Aku tak mau membicarakan...
Aku tak mau membicarakan hal itu.
Semua orang selalu bertanya padaku hal itu. Aku pikir kau akan jadi beda dari yang lain.
Sepertinya disayangkan membuat karya seni yang indah disembunyikan...
di tempat tak ada yang bisa mengapresiasinya.
Itu vasku dan aku akan lakukan seperti yang aku mau.
Semua orang selalu memberitahuku apa yang harus aku lakukan.
No comments yet. Be the first to leave one.