أول 175 سطر.
Suasana di studio kami cerah hari ini.
- Jisook RAINBOW disini. - Jisook di sini!
Akhirnya, kami memiliki seorang gadis di sini.
Apa maksudmu? Aku seorang gadis, juga.
Kau seperti saudara kami.
Dimana ini? Apakah ini pasar bunga?
- Ini adalah pasar bunga. - Wow.
- Oh, astaga. - Begitu cantik.
Wow.
Yang cantik, aku atau bunga?
Aku harusnya mengatakannya duluan.
Seong Jae mencuri start nya.
Ngomong-ngomong mengapa kita kesini?
Musim semi telah tiba.
Aku melihat bunga di atap sekarat,
jadi terlihat berantakan.
Aku pergi ke sana untuk membuat atap terlihat lebih menarik.
Yang ini cantik. warnanya kuning lemon.
Kau lebih cantik.
Oh, ya ampun. Apa yang masuk ke dalam dirimu?
Aku bertanya-tanya dari mana aroma ini berasal.
Ada herbal di sini.
- Apa yang dia lakukan? - Dia berencana untuk menggodanya.
Astaga. Apa itu?
Ada gulma di sana.
Ku kira aku harus mengambilnya.
Aku suka yang satu ini.
- Wow - Apa ini?
- Oh, astaga. Ini cantik. - Bukankah ini disebut bunga bel?
Ini bunga bel.
Ku pikir ini cocok untukmu.
Apa karena aku membunyikan bel di hatimu?
Bukan, karena aku ingin kau menjadi budakku.
Itu lucu.
Ini berry Natal.
Oh, apa ini mawar?
- Ini perangkap lalat. - Aku suka itu.
- Cobalah masukkan jarimu kedalamnya. - Aku tidak mau memasukkan jariku ke dalamnya.
Bagaimana caranya dia menangkap serangga?
Bukan nya kau tahu?
Ketika serangga duduk di sini, dia tergelincir ke bawah...
- menangis "Tolong aku!", dan mati. - Benarkah?
- Kalau begitu tolong berikan aku ini 3. - Oke.
Ya ampun, itu cantik.
- Sejak kita berada di taman bunga, - Ya.
- Bagaimana kalau membuat sebuah iklan... - Ya.
Dengan latar belakang bunga?
Biarkan aku yang memfilmkan mu.
- Aku akan mencoba yang terbaik. - Oke.
Siap.
Cue.
Oh, astaga. Ini bunga.
Seong Jae.
Lebih cantik mana, bunga atau aku?
Astaga.
Ayo kita pulang sekarang.
- Wow. - Mereka membeli banyak.
Oke, bawa ini.
Tidak seharusnya aku beristirahat hanya karena aku seorang gadis.
Menangkapnya.
Wow, hanya dengan begini ini sudah kelihatan berbeda.
Haruskah kita hanya meninggalkannya seperti ini?
Ayolah. Mengapa?
Oh, astaga.
Apa kau tahu bagaimana melakukannya?
Cukup menuangkan tanah, menanam bunganya dan...
menyiramnya.
Aku akan mengajarkanmu.
Pertama, kita harus menaruh kerikil dulu.
Setelah itu, taruh tanah diatasnya.
- Kemudian, kau tekan seperti ini. - Oh..
Kurasa ini kegagalan.
Yah...
Hey, semua kelopaknya berjatuhan.
Kau harus berhati-hati.
Aku tidak bermaksud untuk melakukannya.
Itu sebenarnya lebih sulit dari yang kita pikirkan.
Benar.
Coba sungkurkan satu.
Aku dengar itu muncul keluar ketika aku meremasnya.
Hei, semuanya jatuh.
Aku akan mengatur tanaman berdekatan.
- Aku tidak berpikir itu benar. - Tidak terlihat benar.
Aku mendapatkannya sekarang.
Seong Jae, aku bilang aku mendapatkannya.
Ini putriku.
Seong Jae, ini putriku.
Aku tidak punya anak perempuan seperti mereka.
Lalu apa dia Rose Yuk?
Kita perlu cukup banyak pot bunga.
Kau benar.
- Tunggu. - Apa itu?
Haruskah kita menanam satu disana?
Yang menakutkan?
Ada air di dalamnya.
Ini dia.
- Ini jus pencernaan. - Benarkah?
Hey!
Kau mencoba membunuh putriku.
- Ini selesai, kan? - Iya.
Tidak seharusnya aku menyakiti Rose, kan?
Ayolah, seharusnya tidak.
Kita taruh di sini untuk melindunginya.
Seong Jae, sebenarnya tidak terlihat begitu buruk.
- Ini adalah bunga Su Yeong. - Bukan.
Ini Seong Jae, tanaman karnivora.
Aku akan menanam yang cantik-cantik.
- Hydrangea. - Astaga. Ini terlalu rapat.
Mengapa dia melakukannya seperti itu?
Apa yang terjadi?
Apa yang kau maksud dengan "Apa yang terjadi?"
- Mengapa mereka bersandar? - Dia menanam segala sesuatu di sana.
Kau ingin menanam itu juga?
Apa kau tidak berpikir itu tampak seperti sesuatu sekarang?
- Itu masalah. - Astaga.
Bagaimana menanam tanamannya?
Joy, sepertinya harus ada ruang diantara tanaman.
- Benar. - Mereka harus membaca petunjuk.
Ini bukan karangan bunga.
- Oh, astaga. - Ya ampun.
Hanya saja berapa banyak bunga yang dia tanam?
Kupikir itu tampak seperti sesuatu sekarang.
Aku selesai.
Kau harus menanam lebih banyak. Ada sisa 2 lagi.
Tidak, aku punya rencana sendiri.
Apa rencanamu? Biarkan aku mengetahuinya.
Aku sedang mempertimbangkan harmoni warna.
- Ini sangat pengap. - Itu terlalu banyak.
Ini sangat sulit.
Seekor burung gagak yang mengaok.
Baiklah. Mungkin kita harus mengubah interior.
Satu, dua.
- Apa kau baik-baik saja? - Apa kau hanya menamparku?
Sabar.
Warna bunga buatan telah memudar.
Benarkah? Buang saja.
Buang. Dan ini juga.
- Dia berani. - Ayo buang saja.
Ayo kita membuangnya.
Joy, kita membuang potnya juga ?
Ini belah. Lihat.
Pecah menjadi 2 bagian.
Yang ini cantik.
Yang satu itu cantik.
Ini terlalu kusam. Buang saja.
- Benarkan? - Iya.
- Apa kita selesai? - Iya.
Ini adalah karangan yang kau tanam.
Ini bukan karangan bunga.
Ayo kita taruh tanaman buyung di sini untuk melindungi bunga.
Aku harap tanaman buyung akan melindungi bungaku.
Tali sepatu nya lepas..
- Bagus. - Dimana...
- Oh, jangan. Dia berjalan pergi. - Dimana...
Dia pasti malu.
Joy tidak tahu apa yang terjadi, kan?
- Dia tidak tahu. - Mengapa kau tertawa?
Apa yang kau tertawakan?
- Mengapa kau tertawa? - Tidak apa-apa. Sesuatu membuatku terbahak-bahak.
Apa itu?
Aku bermaksud untuk berjalan diam-diam, dan mengikat tali sepatu nya.
Tapi ia berjalan pergi.
Joy tidak tahu.
Kau melihat cara dia menginjak lilin terakhir kali.
Aku ingat bagaimana dia menyukainya ketika seorang pria menggigit tiket parkir,
dan melakukannya untuk menunjukkan padanya. Tapi dia bahkan tidak menyadarinya.
Joy bukan tipe orang yang jual mahal.
Dia tidak pintar.
Aku melihat gergaji tukang kebun disini.
- Ini lepas. Dia harus mencoba lagi. - Dimana?
- Sekarang waktunya. - Apa dia akan melakukannya?
Kita bisa menggunakan alat yang lain.
Aku akan mengumpulkan bunganya dulu.
Aku harap aku bisa mengikat tali sepatunya.
- Aku juga. Aku frustasi. - Aku frustrasi, juga.
No comments yet. Be the first to leave one.