أول 200 سطر.
Sayang,
kumohon padamu,
jangan lupakan aku.
Jaga putri kita,
janji!
Ingat, Massamba,
kekuatan kaummu.
Melalui doa leluhurmu,
kau akan menyimpan kekuatanmu.
A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G
Turun, temui ibumu.
Ayo, lari!
Berhenti!
Getahnya tidak pernah secoklat ini.
Banyak sukrosanya. Pengepresannya bagus.
Aku tidak pernah punya kualitas seperti ini.
Cicero.
Kau mendengar sesuatu?
Mmh. Tidak, Tuan.
Mmh.
Panen dua minggu lagi.
Ketahuilah, ini bukan saatnya bermalas-malasan dalam bekerja.
Aku mengandalkanmu.
Ayo.
Cicero...
Cicero.
Cicero.
Cicero.
Cicero.
Paling pengecut di antara suku fetisis...
Kau meninggalkan kami, kan?
Kami harus menggorok lehermu.
Anjing putih!
"Aku... Colette..."
Bagus.
"Aku akan... Aku akan."
"Aku akan menjadi..."
Ada apa denganmu?
Ruba memberiku arahan.
Jalan lintasan mengarah ke barat daya.
Dia bergabung dengan Fi-boumi-diam-yi-dogue.
Kita bisa melarikan diri.
Fi-boumi-diam-yi-dogue tidak ada.
Bisa kau mendengarku?
Semua orang yang pergi ke sana mati.
Lanjutkan.
"Aku akan menjadi seorang penjahit."
Pada pelarian pertamanya,
budak yang melarikan diri akan ditandai dengan bunga lili.
Jika dia mengulang lagi...
Telinga dan uratnya akan dipotong.
Kupikir kau lebih pintar.
Kenapa kau lakukan ini pada dirimu sendiri?
Malagasi...
Jangan pernah mencoba melarikan diri.
Oh, Wolof,
kau memaksaku melakukan ini.
Cicero, beritahu mereka peraturan ketiga.
Pelarian yang ketiga,
akan menjadi kematian.
Kode ini,
Ini adalah hukum.
Tidak ada eksekusi.
Tapi pastikan hal itu tidak terjadi lagi.
Mati!
Tenang, aku di sini.
Dengarkan aku.
Tetaplah bersamaku.
Hei, hei, hei!
Jangan khawatir. Aku akan mengusirnya.
Aku akan baik-baik saja.
Apa yang kau inginkan?
Roh, aku melihatmu.
Keluar dari gubukku!
Apa yang kau dengar, Ayah?
Mame Ngessou.
Dia sudah pergi?
Itu bukan suatu kebetulan!
Dia mengambil rupa ibumu.
Ayah, dia bisa menolong kita.
Biarkan dia masuk.
Kau punya kekuatan, semua orang akan mengikuti.
Kita akan membunuh Tuan-Tuan kita... Kita akan membunuh mereka semua.
- Ayah, kumohon... - Diamlah.
Katanya.
Hentikan, Colette!
Hmm?
Namaku Mati, bukan Colette.
Bukan Colette.
Namamu Colette.
Kau mempelajari bahasa mereka,
dan kau akan menjadi penjahit, jauh dari sini.
Kau tidak akan dicambuk atau diperkosa.
Dan suatu hari,
kau akan merdeka.
Percayalah.
Berapa ton gula?
Rata-rata delapan, Yang Mulia.
Keluarga Bourgoing berjumlah dua belas.
Belilah kincir air, seperti yang mereka lakukan.
Untuk mempertahankan pabriknya.
Aku membeli alat penghancur tebu, seperti yang ada di Amerika.
Kita akan segera melampaui keluarga Bourgoing.
Berapa banyak budak yang melarikan diri?
Sangat sedikit.
Di tanahku, aku hanya punya tiga bunga lili
dan dua telinga yang terputus.
Sistemku bekerja.
Kita lihat saja nanti.
Panggil budakmu.
Ah, Cicero.
Gubernur baru memberi penghormatan pada kita dengan kunjungan segera setelah kedatangannya.
Dia mau bertemu denganmu.
Jadi kau budak yang bicara bahasa kami?
Maukah kau membantuku memahami rekan-rekanmu dengan lebih baik?
Ya.
Menurut pendapatmu, haruskah orang kulit hitam bebas?
Kami orang kulit hitam diciptakan
pada hari kelima penciptaan.
Saat yang sama dengan penciptaan binatang.
Kau adalah Tuan kami,
kau diciptakan pada hari keenam.
Jadi, kami punya kewajiban melayanimu.
Sungguh fasih!
Benar kan?
Jelaskan padaku.
Kenapa budak yang terlatih bekerja di ladang?
Bukankah seharusnya dia menjadi budak di rumah?
Cicero memainkan peran penting dalam mengatur panen.
Dan kemudian, yang paling penting, adalah
mengetahui keadaan pikiran teman-temannya.
Itu sangat berharga bagiku, sangat berharga.
Raja Prancis menugaskanku ke sini untuk mencegah pelarian budak.
Bisa kau menjelaskan kenapa begitu banyak budak yang melarikan diri?
Aku tidak tahu.
Ayolah, kau pasti mendengar sesuatu.
Bicaralah tanpa rasa takut, Cicero.
Ayo.
Mungkin
kerja keras atau kelelahan.
Bukannya kau harus bekerja seperti binatang.
Jawab aku, binatang!
Jangan lihat!
Jangan dengar, negro!
Cicero!
Tinggalkan ruangan ini.
Mohon maaf atas kesalahannya.
Lelaki berkulit hitam yang kurang ajar, itu bertentangan dengan kodrat.
Dia terlatih?
- Aku mengajarinya semuanya. - Honneur.
Oh, biarkan dia melanjutkan.
Aku tumbuh di sini, di antara para budak.
Aku menyadari ada yang mencoba berdiri.
Cicero sudah membuat keajaiban-keajaiban hebat.
Dia meyakinkanku.
Orang kulit hitam juga termasuk ras manusia.
Kau kenal Nyonya La Victoire?
Pemburu budak yang melarikan diri.
Siapa yang tidak mengenalnya?
Kau tahu, seperti aku, mereka mendekati orang kulit hitam.
Tapi dia tidak sependapat denganmu.
Aku tidak tahu sampai sejauh mana tingkat humanismenya.
Oh, jangan ucapkan kata-kata itu.
Aku sudah terlalu sering mendengar di salon yang terkena penyakit Pencerahan.
Penyakitnya adalah kebutaanmu.
- Sudah cukup. - Kau lelaki dari masa lalu dan...
Honneur.
Beraninya kau?
Anak laki-laki memperhatikan ayah mereka dan meniru mereka.
Tanahmu milik kerajaan.
Kau hanya punya konsesi.
Kita kembali.
Di bawah kepemimpinanku, tidak akan ada lagi pekerja lepas di Isle-de-France.
Kuharap budakmu itu berperilaku lebih baik daripada anakmu.
Akan kuantar kau.
Kau hanya memikirkan dirimu sendiri!
Tanpa mempedulikan akibatnya.
Ah, kau pasti bangga.
Lihat aku.
Lihat aku!
Pergi cari Cicero.
Mulai malam ini, semuanya akan berubah.
Mulai sekarang, kau tidak akan punya kontak sedikit pun.
Aku mencabut semua hak istimewamu.
Kau akan memotong buluh.
Kau tidak akan tinggal lagi dengan putrimu.
Dia akan di sini, di bawah atapku.
- Kumohon, Tuan. - Diam.
Pergilah dari hadapanku.
Marius.
Temani dia ke gubuknya.
Kembali dengan Colette.
Tolong jangan lakukan ini pada putriku.
Aku akan membunuhnya jika kau bersikeras.
Colette. Tuan memanggilmu.
Ayah?
Mati!
Mati!
Mati!
Mati!
No comments yet. Be the first to leave one.