أول 200 سطر.
Semuanya, fokus! - Apa?
Terlihat sangat kecil. - Hari apa ini?
Hari Kemerdekaan Nasional. - Ini Hari Kemerdekaan Nasional.
Hari saat Korea memulihkan kedaulatan nasionalnya.
Ini Hari Kemerdekaan Nasional. - Benar.
Untuk menandai hari jadi ke-81,
mari kita berterima kasih
kepada para martir patriotik kita. - Tentu saja.
Kita harus berterima kasih. - Semuanya, berdiri.
Kita harus berterima kasih.
Perhatian!
Beri hormat.
Terima kasih! - Terima kasih!
"Kami tidak akan pernah melupakan pengorbanan mulia demi negara"
Semua, biarkan kami bergabung! - Makin besar.
Mari berkumpul bersama. - Apa yang terjadi?
Apa yang terjadi? - Astaga.
Ayolah. - Je Seong.
Berat badannya bertambah. - Selamat datang.
Jayalah... - Je Seong...
Korea! - Korea!
Komedi Korea
selamanya! - Selamanya!
Je Seong, berat badanmu bertambah. - Berat badannya bertambah banyak.
Lihat wajahnya. - Berat badanmu bertambah banyak.
Teman-Teman, pelan-pelan. - Berat badannya bertambah banyak.
Teman-Teman. - Pelan-pelan.
Hari ini Hari Kemerdekaan Nasional.
Kalian pindah dari mana?
Kami dari SMA Tawa Besar dari Video Pendek.
Aku sering
berpakaian terbuka di videoku. Aku Hwang Je Seong.
Kamu berpakaian terbuka?
Aku melakukan itu di videoku. - Dia berpakaian terbuka?
Kalau begitu... - Kamu harus menurunkan berat badan.
Diamlah karena kamu jelek. - Ho Yeon, bagaimana denganmu?
Senang bertemu kalian semua.
Aku kucing liar acara ragam.
Aku Nam Ho Yeon.
"Nam Ho Yeon, kucing liar acara ragam"
Butuh tiga tahun bagiku untuk kembali ke sini.
Kucing liar.
Sudah tiga tahun?
Dia kucing liar. - Ho Yeon...
Sudah tiga tahun? - Ya.
Kurasa ini giliranku.
Tunggu, berat badan Beom turun.
Tenang. Aku masih energik. - Dia menjadi tampan.
Warna kulitku yang tergelap di antara semua komedian Korea.
Aku Kwak Beom.
Kukira dia memakai riasan. - Ini giliranku.
Aku satu-satunya pria dengan satu slogan,
yaitu "bagus".
Woo Il datang.
Bagus.
Aku Woo Il.
"Im Woo Il, 'bagus'"
Karena hari ini
hari yang menyenangkan,
orang-orang terlucu di Korea pindah ke sekolah kita.
Benar. - Kami selalu memberimu kebahagiaan.
Je Seong, dilihat sekilas pun, kamu jelas tidak terlihat sehat.
Maksudku... - Apa yang terjadi?
Je Seong, kamu kembali.
Rahangmu kini tidak terlihat.
Kamu pernah datang ke acara ini. - Apa katamu?
Aku tidak bisa melihat rahangmu.
Aku sekitar 8 kg lebih berat daripada saat itu.
Dia bilang tidak pernah sebahagia ini.
Aku bertemu dengannya sebelum kita memulai syuting.
Namun, kamu tidak terlihat sehat.
"Dia menemukan kebahagiaan sejati dengan mengorbankan kesehatannya"
Dia bahagia. Itu yang penting. - Benar.
Benar. Maksudku, aku baik-baik saja.
Kelihatannya - Orang bisa salah paham.
kelenjar getah beningmu bengkak.
Jika seperti itu, seharusnya aku tidak syuting acara ini.
Aku akan ke dokter.
Kamu seperti mengidap hiperlipidemia.
Astaga, yang benar saja.
Tidak. - Kamu sudah
memeriksakan diri untuk diabetes? - Benar.
Belum.
Kamu harus diperiksa. - Aku akan melakukannya tahun ini.
Kamu harus diperiksa. - Benar.
Senang bertemu lagi. - Senang berjumpa lagi.
Senang bertemu denganmu lagi. - Woo Il, kamu kesal?
Ada apa, Woo Il? - Dia memang tampak kesal.
Begini, - Kenapa dia memelototi kita?
aku datang ke acara ini sebagai salah satu anggota
menggantikan Hee Chul. - Dia duduk di sini.
Aku duduk di sana dan bekerja cukup baik hari itu.
Aku juga menyanyikan ini. "Pa, para, para, pa, pa, pa"
Kenapa aku tidak ingat? - Aku tidak ingat itu.
Aku tidak ingat. - Kenapa?
"Bernyanyi keras"
"Saat lilin padam, kenangan mereka juga menjadi gelap"
Jadi, aku sedikit berharap. - Begitu rupanya.
Kamu berharap akan direkrut. - Namun, setelah beberapa waktu,
aku melihat Shin Young duduk di sini.
Dia menarik lebih banyak perhatian daripada kamu.
Menarik lebih banyak perhatian. - Klip lama Shin Young
ramai dibicarakan lagi. - Tidak ada yang bisa kulakukan.
Menurutmu kenapa - Ya?
Shin Young terpilih untuk acara ini sementara kamu tidak?
Aku menonton episode tentang dia. - Ya.
Aku tidak melihat alasan kenapa harus terpilih dibanding dia.
Dia sehebat itu? - Astaga.
Karena dia bekerja dengan baik,
aku tidak bisa menemukan alasan kenapa harus terpilih.
Tidak, itu tidak benar. Kurasa...
Woo Il berbohong. - Apa?
Woo Il bilang ada alasan lain untuk itu.
Apa alasannya? - Ada apa?
Dia membicarakan semacam keanggotaan...
Itu terdengar seperti teori konspirasi.
Keanggotaan apa? - Teori konspirasi apa?
Kita punya sistem keanggotaan? - Beri tahu mereka kisahnya.
Sebenarnya, Ho Dong pernah menyakiti perasaanku.
Aku tidak pernah menyakiti perasaanmu.
Benar. Pelaku lupa, korbannya ingat.
Benar sekali. - Pelaku tidak pernah ingat.
Lebih dari satu dekade lalu,
di acara ragam KBS. - Baiklah.
Aku juga tampil di acara itu.
Saat Ho Dong menjadi anggota tetap,
aku hanya memainkan peran kecil, seperti pemain tumbal.
Astaga. - Benar.
"Invisible Man"? - Tidak, awalnya...
Ya, itu "Invisible Man". - Begitu rupanya.
Astaga. Bagaimana kamu tahu? - Judulnya "Invisible Man".
Soo Geun bahkan ingat... - Dia bahkan tidak ingat itu.
Aku tidak terlihat saat itu. - Ho Dong tidak ingat itu.
Kamu menganggapku tidak terlihat. - Ho Dong tidak ingat itu.
Itu acara ragam yang sangat dinantikan
di KBS. - Benar.
Suatu hari, aku pulang. - Kamu pulang.
Aku tidak tahu ada pertemuan tim hari itu.
Komedian seniorku meneleponku saat aku di rumah.
Acara kumpul tim penting bagi tim acara ragam.
Dia bertanya di mana aku.
Kubilang aku di rumah.
Dia bilang ada di pertemuan tim
dan sebutkan beberapa hal lainnya. - Kamu tidak tahu soal itu?
Kudengar seseorang di sampingnya berkata, "Berikan."
"Berikan." - Apa yang dia katakan?
Apa artinya? - "Berikan ponselnya."
Begitu rupanya. - "Berikan ponselnya."
"Berikan ponselnya." - "Biarkan aku bicara dengannya."
Kamu bisa mendengar suaraku? - Ya.
Ho Dong mengambil alih panggilan dan berkata,
"Berandal! Di mana kamu sekarang?"
Tanpa penjelasan,
dia hanya membentakku, menanyakan keberadaanku.
Kubilang aku di rumah.
Dia bilang, "Hei, kami sedang berkumpul."
"Ikatan tim itu penting." - Benar.
"Persatuan tim adalah yang utama saat membuat acara TV."
"Jadi, jangan lewatkan pertemuan tim pertama kita."
"Bagaimana bisa kamu pulang?"
Itu yang dia katakan.
"Jadi, di mana kamu sekarang?"
Kupikir aku harus ke sana. - Benar.
Aku bangun dan mulai bersiap sambil berbicara di telepon.
Kubilang aku di dekat Hongdae.
Dia bilang, "Benarkah?"
"Itu cukup jauh dari sini."
Di mana makan malam tim diadakan? - Di Gangnam.
Kenapa kamu menyuruhnya datang? - Kami berada di Gangnam.
Kubilang, "Aku harus ganti baju. Jika naik taksi,
kurasa aku akan tiba di sana dalam satu jam."
Dia bilang, "Lama sekali."
Dia sangat tidak sabar.
Aku sudah... Aku ingin pergi. - Dia sangat tidak sabar.
Itu telepon pertama kami. - Itu nada bicaranya yang biasa.
"Lama sekali." - Aku sangat ingin
mengobrol berdua dengannya.
Tentu saja. - Ini mengharukan.
Karena kukira dia tak mengharapkan kehadiranku, aku tetap di rumah.
Pekan depan, konsepnya berubah,
Astaga. - lalu aku
dipecat dari acara itu. - Dia ingin bersama tim.
Aku meninggalkan tim.
Aku tidak bisa menghentikannya. - Kamu gagal masuk timnya.
Dia menekankan pentingnya persatuan tim.
Tepat setelah ceramah itu,
aku dipecat pekan depannya. - Kamu seharusnya datang.
Dia tidak ikut makan malam tim. - Setelah itu terjadi,
aku berniat membencinya. - Namun?
Namun, acara itu dibatalkan bahkan sebelum aku mulai membencinya.
Jadi, aku tidak bisa membencinya seperti seharusnya.
Kamu tidak bisa membencinya. - Aku hanya sedikit membencinya.
Je Seong, kamu juga pernah ke sini.
Kukira kamu memutuskan untuk tidak menemui Ho Yeon lagi.
Kamu benar-benar marah ke Ho Yeon saat kalian di sini bersama.
"Kamu punya bukti?"
"Ya, aku saksinya"
"Mataku masih mengingatnya. Kudengar dengan telingaku sendiri"
"Kenapa dia bersikap seperti preman di acara TV?"
"Dia lepas kendali dengan tatapan seperti anjing petarung"
No comments yet. Be the first to leave one.