أول 194 سطر.
Aku Mutta Nanba, 32 tahun.
Akhirnya aku berhasil masuk ujian seleksi astronot babak ketiga.
Ujiannya akan diadakan di dalam boks tertutup.
Tiba-tiba, kami ditanyai pertanyaan yang aneh.
Nah, jam berapakah sekarang?
Jam berapa ini? Waktunya sarapan!
Sepertinya yang lainnya menggunakan perhitungan yang sama.
Mutta Nanba
Tiga pagi
Kalian tak perlu lakukan semua itu.
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Ah
Berbeda dari biasanya, Feel So Good
Aku tak tahu apa yang terjadi
Feel So Good
Aku tak pernah mengerti apa yang terjadi di sekitarku
Tak ada yang membuatku tertarik
Penuh tanda tanya
Feel So Moon
Ku berdansa denganmu di gurun yang bercahayakan sinar rembulan
Aku takkan kalah pada kelinci dan terbang tinggi
Aku akan terbang tinggi
#12 Namaku Serika Itou
#12 Namaku Serika Itou
Jarimu sedang apa?
Sempoa.
Hah?
Oh.
Yang benar saja?
Kau hanya berlagak, 'kan?
Berisik.
Pasti jam 3 pagi.
Sudah diperiksa dua kali.
Apa?
Begini,
aku tahu sisa waktu yang kalian tak ketahui
Apa itu?
Jarak perjalanan bus.
Karena pertanyaan ini bagian dari ujian,
pasti ada petunjuk selama perjalanan
+60 minutes Lampu mati 10:00-4 AM, besok paginya Penjelasan +30 menit Sekarang jam 5:30 Kitamura
yang bisa membuktikan jawaban yang masuk akal.
Selain pembauran itu...
Petunjuk.
Tak ada yang kuingat.
Semuanya mengacu pada bus itu.
Kami tak tahu berapa jam kami tidur.
Meski kami perkirakan semuanya dengan tepat sampai lampu mati,
tapi kami tidur setelah itu.
Oh, aku ada pertanyaan.
Apa ada yang masih terjaga selama itu?
Apa?
Bagaimana kau bisa tahu jarak tempuh busnya?
Aku sudah periksa odometernya saat aku naik dan turun dari bus itu.
Dengan memperkirakan kecepatan rata-ratanya 45 km/jam,
kita turun dari bus sekitar jam 2 pagi.
Jadi sekarang jam 3 pagi.
Tunggu!
Dari mana 45 menitnya?
Dengan mempertimbangkan lama perjalanan, kita pasti lewat jalan tol!
Tidak.
Aku bisa rasakan.
Jalan tol itu tak ada lampu merah atau persimpangan.
Kita bisa dengar seberapa cepat dari pergerakan mesinnya,
jadi aku bisa perkirakan kecepatan mobilnya, bahkan dengan mata tertutup sekali pun.
Eh?
Hebat.
Jadi masalah ini membutuhkan ahli mobil seperti Nanba.
Bukan apa-apa.
Aku terkesan kau sudah memeriksa odometernya.
Hal itu tak pernah kusadari.
Tidak, kau terlalu berlebihan.
Kalau begitu kita atur jam 3 pagi.
Sial.
Oh, begitu.
Odometernya.
Bagus, Nanba.
Tadi itu hebat sekali!
Lagi-lagi.
Aku melakukannya lagi.
Lalu, satu kata yang muncul dalam pikiranku.
Keadilan!
Setelah mengoceh di TV Amerika,
aku berbohong lagi agar terlihat hebat di depan Serika!
Ini gara-gara pengaruh buruk Ozzy.
Ozzy sialan. Ini gara-gara kau!
Mutta.
Keberuntungan itu kau sendiri yang buat.
Aku hanya mengarang cerita tanpa berpikir dulu.
Bisa gawat sekali kalau kuberi tahu yang sebenarnya.
Sebenarnya, mungkin JAXA juga sudah tahu.
Untuk mendukung cerita itu, aku pura-pura menghitung.
Memang benar kami keluar dari bus sekitar jam 2 pagi, dan sekarang jam 3 pagi.
Tapi aku tak pernah lihat odometernya.
Aku hanya...
Sudah kuduga.
...memeriksa rambut palsu sopirnya saja.
Dan pada saat itu,
tak sengaja aku melirik
jam yang ada di bus.
Oh, sekarang jam 2 pagi.
Sepertinya yang bisa kukataan, aku ini memang beruntung.
Ya, beri tahu aku, Ozzy.
Apa aku pantas dapat pujian?
Aku yakin kau main Kotak Rubik itu, Tomii.
Meski setelah lampu mati?
Ya,
aku suka lakukan itu malam hari sebelum tidur.
Aku memainkan Kotak Rubik saat membaca.
Baiklah.
Bisakah kauperkirakan berapa lama waktunya?
Ya,
aku bisa buat kesimpulan dari jumlah halaman yang kubaca dan jumlah potongan Rubik yang kuselesaikan.
Jadi aku yakin
kalau sekarang jam 3 pagi.
Luar biasa, Tomii.
Apa ada yang keberatan?
Ti-Tidak.
Ya, tak apa-apa.
Mission Control.
Jawaban tim A adalah "baru jam 3 pagi lewat."
Baiklah.
Ketiga tim sudah menjawab, jadi akan kuumumkan jawaban yang benar.
Jawabannya yang benar adalah, eh...
Sekarang...
Jam 3:08 pagi!
Kita benar!
Bagus.
Hebat, Nanba!
Su-Sudahlah, itu hanya kebetulan.
Tak mungkin!
Itu lebih dari sekadar kebetulan.
Tim A dan B benar!
Tim C beda dua jam.
Kenji.
Aku takkan kalah dengan timmu.
Kita benar!
Pertanyaan pertama itu membuatku bingung.
Aku malah suka.
Benarkah?
Aku sangat khawatir.
Baiklah,
jadi sekarang ini jam 3 pagi.
Kita tidur di sini.
Jadi kita lanjutkan besok.
Baiklah, selamat malam, semuanya!
Selamat tidur.
Nanba sangat jeli.
Hmm.
Nanba adalah salah satu orang yang menyadari sekrup longgarnya Hoshika.
Sudah, hentikan.
Oh?
Siapa dua orang lagi?
Aku sangat mengagumimu, Nanba.
Itou
dan Makabe.
Ada yang perutnya keroncongan.
Ah, semua orang bisa mendengarku.
Ada lagi.
Ah, mungkin Furuya.
Hentikan, Nanba!
Maaf, teman-teman.
Keras sekali, Kak.
Berhentilah.
Hentikan, Nanba!
Ayah!
Hah? Oh.
Bisa tunggu sebentar, Serika?
Ayah sudah bilang tunggu tadi!
Oh? Benarkah?
Arti namamu?
Ya, ini untuk sekolah.
Kami disuruh menceritakan arti nama kami di depan kelas.
Apa artinya "Serika"?
Artinya...
Ya.
Artinya...
Ayah rasa tak ada.
Hah?
Ayah tak mahir dalam hal seperti itu.
Jadi namamu itu...
Hah?
"25 November.
Aku tak tahu cuacanya seperti apa.
Kami sudah masuk ke dalam boks tertutup.
Perutku keroncongan sepanjang malam.
Tapi semua orang mengira itu suara perut Nanba.
Maaf, Nanba.
Aku juga akan butuh bantuanmu lagi."
Selamat pagi, semuanya.
Sekarang sudah jam 8 pagi.
Bangunlah.
Sudah pagi?
No comments yet. Be the first to leave one.