أول 200 سطر.
Relax and Enjoy
Aku berbisik, "aku terlalu muda."
Lalu "Aku terlalu tua,"
"Karena itu aku melempar uang koin..."
"...untuk tahu jika aku jatuh cinta."/ Siapa itu?
Itu Yates./ Siapa Yates?
Hanya penyair Irlandia...
Aku tak peduli siapa dia.
Ketidaktahuanmu begitu menular!
Tunggu dulu...
Demi Tuhan...
Hannah, sayangku...
Kerja bagus!
Lanjutkan. Aku mau dengar sisa puisinya.
Cinta adalah hal yang keji...
Tak ada yang cukup bijak untuk mengetahuinya.
Dia akan memikirkan cinta hingga bintang telah tampak di angkasa.
Menjijikkan.
Di mangkuknya./ Hei, kau mau ini?
Aku akan coba semuanya dua kali.
Ini. Ambil kembaliannya./ Terima kasih.
Fenton Dillane, astaga!/ Irving, apa kabar?
Baik.
Bagaimana keluargamu? Si kecil Lou?
Si kecil Lou sudah bukan anak kecil lagi.
Dia sudah 3 tahun dan sangat merepotkan.
Matahari California membuatmu lunak.
Di San Francisco ternyata tidak secerah itu.
Benarkah?
Jangan bilang padaku kau fansnya Nets sekarang...
Ayolah, Knicks selamanya!
Aku harus berikan Phil waktu untuk membangun tim.
Senang melihatmu lagi.
Hei, bung, senang melihatmu juga.
Jangan pergi terlalu lama, mengerti?
Biar aku saja dari sini./ Kau yakin?/Ya.
Sangat menyengat./ Itu artinya sudah mati.
Ibu?/ Baiklah.
Itu Fenton.
Fenton, ini kejutan.
Ibu tak mengira... Kau pulang!
Ya. Aku yang baru.
Apa kabar, kawan?
John.
Terima kasih John.
Kau pikir aku takkan pulang untuk kabar terbaru?
Ibu tidak yakin.
Astaga, ikan laut.
Jika ada yang didekat oven, bisa tolong matikan itu?
Apa kabar, kawan?
Semuanya aman di San Fran?
Berapa lama kita tak bertemu, setahun?
Ya, kurasa begitu./ Ya.
Apa kau menjual ganja kepada Ibuku?
Hanya sedikit.
Dia menghisap ganja?/ Ya...
Tidak... Tidak sering. Kadang-kadang.
Dengar, The Georgian mengundang orang-orang besok malam.
Pesta Georgia seperti biasa./ Ya.
Fenton, kemari dan sapalah adikmu, dan aku mau kau bertemu seseorang.
Aku segera ke sana.
Astaga...
Layla.
Selamat datang dirumah, Kakak.
Fenton, ini teman Ibu, Ahmed.
Senang bertemu denganmu./ Baiklah. Halo.
Layla, bisa kau berbaik hati dan bukakan botol anggur lagi?
Ya. Tak masalah.
Layla, biar aku bantu kau dengan itu.
Aku bisa...
Apa yang terjadi?
Apa?/ Siapa pria itu?
Dia temannya Ibu.
Mereka bertemu di kelompok Studies of The Far East di Met.
Apa, mereka pergi ke museum dan melihat keramik dari Khyber Pass...
Jika kau tak suka dengan kehadirannya,
Lain kali beri kabar jika kau ingin berkunjung.
Wow.
Apa mereka.../ Bercinta?
Astaga, Layla!
Kuharap begitu.
Tapi Ibu bukan Ayah, jadi kurasa tidak.
Kau sangat baik pulang ke rumah untuk ini.
Untuk apa?
Kau jelaskan kepadaku.
Apa, kembali untuk ayah?
Aku menulis sesuatu, dan aku tak yakin ingin menerbitkannya.
Apa yang terjadi, Fenton?
Ini tidak bekerja seperti itu.
Kau tak bisa pergi begitu saja...
...kemudian pulang dan berharap semua akan baik-baik saja.
Karena kau pergi untuk waktu yang lama.
Kau juga akan pergi jika setiap orang New York dengan blog atau kolum...
...membandingkanmu dengan kumpulan orang bajingan atau Alec Baldwin.
Mereka beraksi untuk "apa," Fenton, bukan "siapa."
Jika kau pergi seperti itu lagi...
Aku akan membunuhmu.
Aku serius. Aku akan membunuhmu.
Baiklah. Takkan pernah lagi. Aku janji.
Layla, apa yang kau pelajari di universitas?
Banyak hal.
Serius, selain empat tahun masa pengangguranku.
Lay, apa kau masih berkencan dengan orang berambut merah itu?
Siapa namanya, Dick?/ Yang pakai kawat gigi dan berkuncir?
Kuncir rambut?/ Persetan dengan kalian.
Siapa yang kau kencani sekarang?
Aku kembali untuk Jessie.
Fenton...
...kenapa tidak kita hisap mariyuana ungu yang indah ini...
...yang sudah kau bawakan, John.
Bu.../ Apa?
Kau harus menerima ini.
Apapun itu, kau harus aku faktanya jika ini benar-benar luar biasa.
Ya.
Biar aku yang angkat.
Halo?
Serius?
Kami sedang makan malam, dasar bajingan!
Siapa "bajingan" itu?
Wartawan yang menanyakan jika ada yang mau kukatakan soal ayahku.
Senang kau kembali.
Bu, apa kau baik-baik saja?
Aku? Aku baik.
Maksudmu mariyuana.
Itu membantuku tenang.
Aku tak bicara soal itu.
Tidak, aku hanya... Kau tahu, soal ayah.
Dia! Tak masalah.
Aku akan menemui dia besok.
Itu alasanmu kembali.
Ya, tentu. Kau tahu, untuk ayah.
Aku sedang mengerjakan sesuatu dan aku butuh saran darinya.
Senang kau sudah pulang.
Kau terlihat kurus.
Sejauh ini, Fenton, bab ini...
Wow! Ini sangat bagus.
Aku suka ceritamu, "Pesta Ulang Tahun."
Benarkah? Itu membuatku diasingkan.
Aku serius.
Dan novel ini melanjutkan dari apa yang kau tinggalkan.
Aku merasa mengenal orang-orang ini. Jika mereka nyata.
Dan setelah perbaikan cerita, ini pastinya akan sangat laku.
Karena kita melakukannya seperti salah satu memoar...
...dimana kita tak yakin jika apa yang kita baca benar terjadi atau tidak.
Tapi James, ini fiksi./ Tentu saja.
Kapan menurutmu kau bisa menyelesaikannya?
Kau pulang!
Lihat ini.
Halaman depan.
Para jurnalis tak peduli saat aku menang National Book Award, tapi...
Apa wanita yang barusan dari sini,
Apa dia juga yang mengalami kecelakaan?
Benar.
Dia penulis yang bagus.
Ini bisa jadi pelajaran untukmu dan adikmu.
Selalu gunakan sabuk pengaman.
Jika ayah tak memakai sabuk pengaman,
Kau akan berdiri di samping batu nisan ayah sekarang.
Kenapa kau tidak meninggalkan ibu sejak dulu?
Ayah tak bisa tinggalkan ibumu. Ibumu mengerti.
Ini memalukan.
Aku tahu. Untuk kita semua.
Kau tak tahu separuhnya.
Meski mungkin kau tahu.
Ini bertentangan dengan citra publikmu.
Tak hanya itu,
Orang tua gadis lainnya menuntut ayah dan universitas.
Para gadis-gadis ini datang kepadaku,
Ibumu pasti akan mengerti...
Simpan itu di celanamu, Ayah. Jangan salahkan Ibu!
Tidak, aku tidak menyalahkan dia.
Ayah hanya bilang itu tak sepenuhnya salahku.
Apa yang...
Kau menulis?
Ya, aku mau bicara denganmu soal penerbit ini...
Omong-omong, para bajingan itu hanya menunggu untuk merusak ceritamu.
Mereka harus melakukan itu untukmu.
Mereka mau merusak ceritamu sejak dari pertama.
Itulah yang terjadi. Dasar bajingan.
Selebihnya, ayah senang kau pulang untuk ini.
Kau menghilang dari peredaran sangat lama.
Ayah terlihat tampan di sini.
Itu fotoku yang sangat bagus.
Aku bertemu Ayah hari ini.
Jika kita berpikir rasional, kita bisa tinggalkan dia membusuk di sana.
Kau pernah melihat ayah menangis?
Tidak. Itu tak biasa. Kenapa?
Entahlah, hanya berpikir.
Jangan berpikir.
Kita sudah tahu dia bajingan./ Cukup.
Terserahlah.
Aku pergi ke The Georgian malam ini.
Benarkah?
Ya. Dia mengadakan pesta.
Kenapa kau tidak ikut?
Kupikir kau benci dia?
Itu benar.
Apa?
Bukan apa-apa.
Itu cara kami melakukannya di Tbilisi./Dimana itu?
No comments yet. Be the first to leave one.