أول 200 سطر.
Senang bertemu denganmu, aku Wi Mae-Ri.
Senang bertemu denganmu, aku Jung-In.
Kau orang brengsek yang sopan itu!
Jadi...
...apakah pergelangan tanganmu sudah lebih baik sekarang?
Tenang saja.
Aku tidak bermaksud meminta uang darimu waktu itu, kau tahu kan?
Selain itu, amplop yang kau berikan padaku berisi KRW 2,000,000...
...itu terlalu banyak.
Aku selalu membawanya bersamaku karena aku merasa tidak nyaman untuk menggunakannya.
Jadi, ini. Aku kembalikan.
Ada pasal kerahasiaan dalam surat pernyataan pelepasan tuntutan yang kau tandatangani,
jadi lupakan apa yang terjadi hari itu.
Kalau begitu... bolehkah aku bertanya?
...kenapa kau menyetujui pernikahan ini?
Jika aku harus mengatakannya...
-...Aku akan mengatakan itu adalah keputusan bisnis. -Apakah pernikahan itu sebuah bisnis?
Apakah pernikahan itu semacam lelucon bagimu?
-Jangan terlalu memikirkannya. -Tentu saja, tidak akan.
Lagipula, aku tidak punya niat untuk memilihmu setelah 100 hari berakhir.
Baiklah ... aku dapat melihat kita berdua berbagi pandangan yang sama tentang pernikahan ini.
Maaf?
Apakah itu sebabnya kau bersikeras untuk bekerja sebagai bagian dari kesepakatan itu?
Ya, di dunia ini tidak ada istilah "makan siang gratis".
-Aku suka apa yang kau katakan. -Yah, aku tidak mengatakan itu supaya kau menyukaiku.
Silakan pergi ke kantor sekarang.
Aku akan berganti baju dulu, dan aku akan menemuimu di sana.
-Apakah ini sebuah perusahaan produksi drama? -Ya.
Wi Mae-Ri, kau akan bekerja di sini sebagai asisten pribadiku mulai dari sekarang.
Dan karena aku sendiri yang akan menangani jadwalnya,
tidak ada yang perlu kau khawatirkan.
Jadi, apa kewajibanku disini?
Direktur, semuanya telah disiapkan untuk rapat.
Halo.
Baik kalau begitu.
Aku akan benar-benar menghargainya jika kau tidak meninggalkan ruangan ini.
Para staffku tidak pernah masuk ke kantor pribadiku, jadi kau tidak akan bertemu siapapun.
-Kau mengerti itu, kan? -Ya.
Itulah yang sebenarnya ku rasakan. Aku merasa juga tidak nyaman denganmu.
Sepertinya kita sudah mengerti satu sama lain.
Jadi, mari kita lakukan yang terbaik untuk 100 hari ke depan.
Baik kalau begitu.
Dasar brengsek.
Hallyu drama produser.
Direktur A&R Jepang yang terkenal
Lulusan program MBA Amerika... Manajer pendanaan?
Tidak heran dia menilai pernikahan sebagai sebuah bisnis.
Seo-Joon, Apa kabar? Aku baru melihat berita di artikel.
-Dimana direktur? -Ahhh...Dia sedang rapat saat ini.
Apakah kau mau minum teh sambil menunggu direktur?
Aku lebih suka air mineral daripada teh. Ah, tentu saja...Mohon tunggu sebentar.
-Aku tidak minum apapun selain air pegunungan. -Maaf?
-Air pegunungan? -Sudahlah.
Ah, ya.
Maaf, tapi...
-...Apakah kau tidak keberatan memberikan tanda tangan untukku? -Ya.
Aku benar-benar penggemar setiamu.
-Siapa namamu? -Wi Mae-Ri.
-Wi... Mae... -Hei Seo-Joon!
-Oh, kau datang? -Hei, Ada apa denganmu?
Tepat waktu dan segalanya sekarang.
Ehhh...Oh, my!
-Seo-Joon, kau memang seorang fashionista. -Terima kasih.
Siapa itu?
Dia gadis yang mengambil gambarmu ketika di hotel.
Dan dia mendapat tandatangan yang lain rupanya.
-Aku lihat semuanya di sini begitu awal. -Oh, kau datang?
Direktur! Gadis itu...
-Tidak apa-apa, silakan kembali kerja. -Ya, Direktur.
Direktur, itu dia, kan?
Ada kesalahpahaman pada hari itu, jadi tolong jangan pikiran lagi.
Membawa seseorang di sini untuk bekerja tetapi tidak membiarkan dia melakukan apa pun.
Lalu kenapa kau lakukan.
Ini begitu membosankan.
-Aku akan keluar untuk makan, kau juga harus melakukan hal yang sama. -Ya.
Jadi, naskah itu seperti ini.
Ahhh...Dan ini adalah bagaimana caranya menulis proposal.
Menarik.
Jadi, tidak ada pekerjaan yang bisa kulakukan?
-Kalau begitu kau boleh pergi untuk hari ini. -Apa?
-Tapi ini masih 1:30 pm. -Aku pergi juga, Ada rapat yang harus dihadiri.
Ya, ibu?
Aku sedang dalam perjalanan sekarang.
Mengapa aku begitu lelah padahal aku tidak melakukan apa-apa?
Hei, Mea-Ri, apa yang kau lakukan di sini begitu awal?
Aku tidak tahu.
Dia tidak memberiku pekerjaan yang harus dilakukan, dan dia menyuruhku untuk pergi lebih awal.
Dia benar-benar meremehkan aku. -Benarkah?
Ahhh...Mungkin dia berpikir kau pasti lelah karena ini hari pertamamu.
Jadi, Mae-Ri...
Bagaimana rasanya bertemu Jung-In untuk pertama kalinya?
-Dia seperti seorang pangeran, bukan? -Pangeran apa?
-Lebih mirip seorang yang brengsek maksudmu. -Apa maksudmu brengsek?
Ayah, tidak peduli bagaimana aku memandangnya, ada sesuatu yang aneh tentang orang itu.
-Yang aneh? -Biar kupikir sebentar.
Mengapa seorang pria yang begitu kaya dan tampan menerima pernikahan seperti ini?
Nah, jika kau berhenti dan berpikir tentang hal itu, agak sedikit aneh.
Selain itu, bahkan tidak terlihat seperti dia ingin menikahiku.
-Hei, apa maksudmu? -Tidak, maksudku adalah ...
-Ada sesuatu dengan pria itu! -Apa maksudmu?
Aku sudah berpikir tentang hal itu untuk sementara waktu,
-dan tidak peduli aku memandangnya... -Tidak peduli kau memandangnya, Apa?
Dia gay! -Apa?!
Kau dapat melihat gayanya dan bisnisnya seperti pendekatan untuk penikahan.
Itu dia! Dia pasti takut untuk memberitahu ayahnya.
-Hei, Mae-Ri, kau sedang menulis novel disini? -Baik.
Tapi tetap saja orang itu aneh.
Hei, sudah hampir jam 5, bukankah kau akan pergi melihat orang itu?
Kenapa aku harus?
-Aku hanya akan menonton drama dan bersenang-senang. -Apa yang kau katakan?
Hei, ini hari pertama dari 100 hari.
"9 a.m sampai 5 p.m dengan Jung-In, dan 5 p.m sampai 10 p.m dengan pria itu, dan kau tidak akan pergi?
-Tentu saja, aku akan menemui orang yang kucintai. -Apa-apaan ini?
Karena sekarang kau telah menyebutnya, aku jadi merasa benar-benar ingin menemuinya.
-Aku kira sebaiknya aku meneleponnya. -Hei.. Hei!
Ku mohon angkatlah.
Yah, cintaku pasti masih tidur sekarang karena dia seorang musisi dan sebagainya.
-Ini mencurigakan. -Apa itu?
Terakhir kali dia berada di rumah kita, kau mengatakan dia bukan pacarmu.
Itu karena aku takut aku akan mendapat masalah denganmu.
Berhenti memberiku alasan yang tidak jelas dan mulailah menjelaskan dengan jelas.
-Seperti apa? -Bagaimana kalian bertemu misalnya?
-Bagaimana kau jatuh cinta? -Ah, itu...
Ayah.
Apa?
Kau tahu bagaimana di dalam drama mereka mengatakan bahwa cinta itu seperti kecelakaan mobil.
Yah, begitulah itu dengan kami.
Dia datang dalam hidupku...
...tiba-tiba dan tanpa peringatan apapun, seperti kecelakaan mobil.
Maaf.
Maaf, apa kau baik-baik saja?
Dia seperti seorang pria yang ada di negeri ajaib, semacam dunia baru yang menyejukkan.
setiap kali dia bernyanyi di panggung,
seseorang yang tidak hanya terlihat keren di atas panggung,
tetapi kehidupan sehari-harinya tampak seperti sesuatu yang diambil dari potret.
Apa kau punya kondisioner?
Ahhh...Bagaimana bisa aku tidak mencintai seseorang seperti itu?
-Tapi masalahnya, apakah dia juga mencintaimu? -Hah?
Ahhh...Tentu saja!
Dia bahkan mengatakan bahwa dia menyukai bekas lukaku yang seperti Harry Potter.
Hei! Jadi, jika memang itu orang yang kau cintai, bagaimana bisa kau tidak memiliki foto-fotonya?
Ah, itu...
Ada .. di sana .. Itu fotonya, tidak bisakah kau lihat?
-Lalu bagaimana bisa dia tidak pernah menunjukkan wajahnya? -Apa maksudmu?
Jika dia mencintaimu, dia harus datang ke sini dan menyatakan cintanya untukmu padaku!
Itu karena aku mencegahnya. Dia siap untuk berlutut dan semuanya.
-Jadi, apakah dia hanya akan menerima situasi ini dengan tenang? -Apa maksudmu tenang?
Dia tidak bisa berhenti minum, bagaimana sedihnya dia. Kau tidak tahu berapa banyak dia menderita.
Hanya saja aku membujuknya untuk memahamimu.
Aku tidak bisa berpikir, Aku harus bertemu orang ini sekarang.
Ayah! Jika kau bertemu dengannya dan membuatnya merasa buruk ...
-... Aku membatalkan kesepakatan 100 hari. -Ahhh ... Oke .. oke.
Aku tidak yakin apakah kau benar-benar menyukai orang itu sekarang,
-Tapi kau pasti akan menyukai Jung-In pada akhirnya! -Itu benar.
-Jika kau ingin menjaga kesepakatan ini, tinggalkan aku sendiri. -Baiklah.
Tapi tetap saja, sebagai ayahmu, aku setidaknya harus tahu dia pria seperti apa, dan di mana dia tinggal!
Tidak ada yang perlu kau ketahui, ayah.
-Ahhh ... aku lebih baik pergi melihat Moo-Gyul sekarang. -Hei, ini sudah malam, pergi ke mana?
-Selamat tinggal, ayah! -Mae-Ri!
Cinta itu seperti kecelakaan mobil?
-Apakah kau menulis novel fiksi sekarang. -Yah, aku jurusan sastra Korea.
Bagaimanapun, seperti yang kau lihat, semuanya ditambahkan dengan baik tanpa modifikasi apapun,
-Jadi jika ayahku kebetulan meneleponmu... -Apa yang kamu bicarakan?
Kau bilang kita tidak ada hubungannya lagi satu sama lain.
Ahhh..Hal ini tidak mungkin akan terjadi...
... Aku hanya mengatakan jika saja.. ..hanya jika hal itu terjadi.
Dan satu hal lagi, aku harus tinggal di sini setiap malam hari mulai dari sekarang.
Lupakan.
Tapi sebagai gantinya aku akan membayar sewa di tempat ini selama tiga bulan.
Apa itu?
Aku bilang aku datang dengan beberapa uang gratis beberapa waktu yang lalu.
Lupakan saja.
Tapi aku merasa tidak nyaman membawa ini.
Mari kita memanfaatkannya dengan baik bersama-sama, ya?
Pada awalnya itu hanya gambar, lalu kau memintaku untuk meminjam namaku selama 100 hari,
-Dan sekarang kau ingin pindah ke rumahku? -Aku minta maaf, hanya saja aku tidak punya pilihan.
Itu sebabnya, aku katakan tidak lagi.
Hei, mengapa kau begitu negatif?
Moo-Kyul, kumohon!
Hei ... Kau terlihat seperti kucing di Shrek..
Lupakan.
Bantu aku sekali lagi, ya? Ayolah, Moo-Kyul.
-Kang Moo-Kyul... -Hei, nak!
Oh ya, bibi, Kau datang?
-Pacarmu? -Bukan sama sekali ...!
Tidak apa-apa, semua orang seperti itu sekarang!
Mengapa hidup sendirian bila kau bisa hidup dengan pacarmu.
-Tapi, aku benar-benar hidup sendiri. -Oke, baik.
Kau belum lupa untuk deposit yang jatuh tempo minggu ini, kan?
Ah, tentu saja.
Bagus, karena jika kau terlambat aku akan mengeluarkan barang-barangnya kali ini.
Jadi, lebih baik kau tidak terlambat.
Selamat tinggal..
-Silakan ambillah. -Tenang saja.
Di mana kau akan mendapatkan uang untuk deposit?
-Gunakan uang ini, ya? -Aku bilang, tenang saja.
-Apa yang kau lakukan? -Ini akan melelahkan jika dilakukan sendiri,
Jadi aku akan membantumu.
Hei, dan berapa lama kau akan terus mengikutiku?
Aku bilang aku akan membantumu.
No comments yet. Be the first to leave one.