أول 200 سطر.
SMP Teikou
Klub bola basket SMP Teikou.
Dalam catatan cemerlang prestasi mereka,
terdapat lima pemain berbakat yang kehebatannya hanya bisa ditemukan setiap sepuluh tahun sekali,
yaitu "Kiseki no Sedai".
Ryota Kise.
Shintaro Midorima.
Daiki Aomine.
Atsushi Murasakibara.
Seijuro Akashi.
Dan yang jadi ancaman bagi mereka, SMA Seirin.
Dengan bayangan dan cahayanya.
pukul berapa sekarang? mari bergegas
what time is it? dassou
karena sepertinya kita terlalu santai
mattarishi sugitenda
tepuk tanganmu tanpa ragu
kassai nomi kuraou
somebody punky funky love, whoo!
somebody punky funky love, whoo!
somebody punky funky love, whoo!
somebody punky funky love, whoo!
ZainuddinAri
mempersembahkan
'kan kuciptakan berbagai irama cinta
I can makin' many love sensation
walau dengan getaran yang tak sempurna ini
fukanzen na vibration
bersyukurlah atas cinta yang sederhana
otegaruna renai ni kansha
dan lepaskan kecemburuan yang sakiti hati
mushizu ga zenryoku shissou
let's go!
let's go!
kebohongan hanya 'kan sebabkan kepiluan
makka na uso mo massao
apa yang sebaiknya kulakukan dalam keseharian ini?
whatcha' gonna do na hibi wo tell me why?
let's go!
let's go!
langit memang sewajarnya berwarna pilu
massao na sora wa mattou
ingin selalu kuulangi kesalahan yang sama
shippai kurikaeshitai ne
seumur hidupku hanya diisi dengan keragu-raguan
pinkiri no jinsei my life enryo gachi
namun permulaan yang sebenarnya kuinginkan
oshiteshirubeshi pin no kaikan
adalah permulaan yang murni
junsui na style
gapailah puncak, di dunia tanpa belas kasihan ini
teppen toraji yo wa tsune ni mujyou
tentukan baik dan buruknya masa depan dengan tanganmu sendiri
mirai no yoshi ashi wa onore de kimero
tentukan baik dan buruknya masa depan dengan tanganmu sendiri
mirai no yoshi ashi wa onore de kimero
jangan biarkan kemenangan alihkan tujuanmu
shoppai ecstasy wakime mo furan
jangan biarkan kemenangan alihkan tujuanmu
shoppai ecstasy wakime mo furan
takkan kubiarkan dirimu tersakiti lebih dari ini
kokora de ikkai kizutsukete
wahai orang yang kukasihi
aishite jibun wo
wahai orang yang kukasihi
aishite jibun wo
Memangnya kapan dan siapa yang jadi lembek?
Takkan kubiarkan!
Perubahan momentum yang serupa dengan milik Aomine!
Bahkan Emperor Eye milik Akashi?
Vanishing Drive?
Shot tanpa tanding yang bahkan tak mampu dihentikan oleh Murasakibara itu
berhasil dihentikan!
Cahaya Sejati
Quarter 58
Kise tak terhentikan!
Baik defense dan offense-nya tak tertandingi!
Mereka langsung memimpin 13 angka!
Kaijou
Seirin
Ini sih, seperti melawan kelima orang Kiseki no Sedai sekaligus!
Ini gawat. Kami sama sekali tak berkutik!
Ditambah lagi, ini baru tiga menit?
Mengingat berapa lama batas waktu Perfect Copy miliknya,
berarti dia masih akan terus bermain seperti ini selama dua menit ke depan?
Ah, capeknya.
Sekarang aku mau istirahat dulu.
Sudah kuduga, meniru gerakan mereka semua memang melelahkan.
Lagi pula, aku juga tak boleh langsung kelelahan di awal permainan.
Pertandingannya juga masih baru dimulai.
Jadi, aku harus simpan bagian menyenangkannya untuk nanti, ya.
Tapi ya, setidaknya tujuan kami tercapai.
Sekarang kami yang pimpin pertandingan!
Ini benar-benar gawat!
Ya ampun, belum apa-apa mereka sudah dikalahkan.
Tapi, di sisi lain,
memang, Perfect Copy-nya Kisechin luar biasa.
Meski dia berniat menyimpannya untuk akhir pertandingan,
tetap saja batas waktunya sisa dua menit.
Cepat atau lambat, mereka bakalan tersusul kembali, 'kan?
Tidak. Situasinya takkan berubah semudah itu.
Dalam pertandingan, ada yang disebut dengan aliran pertandingan.
Karena taktik kejutannya berhasil, maka efeknya akan bertahan lama.
Dan menurutku, itulah yang diincar oleh Kaijou.
Sial, padahal kami harus manfaatkan setiap detik untuk perkecil selisih.
Jangan dipikirkan, Hyuuga!
Ya!
Kagami!
Melakukan full drive dilanjutkan dengan fadeaway? Jadi ingat pertandingan dulu, ya.
Tapi...
Mereka berkali-kali gagal menyerang.
Jadi, ini maksud perkataanmu sebelumnya, ya.
Ya. Mereka semua jadi tergesa-gesa.
Menurutku, sebenarnya Seirin berniat untuk langsung memimpin di awal pertandingan.
Tapi, di luar dugaan, mereka malah jadi korban serangan kejutan.
Bukan hanya gagal memimpin, mereka justru tertinggal jauh di awal pertandingan.
Mereka ingin perkecil selisih secepat mungkin.
Tapi, tergesa-gesa membuat serangan mereka mudah ditebak, sehingga mengundang kegagalan.
Kalau terus begini, maka mereka akan kesulitan mencetak angka.
Pergantian pemain.
Furihata.
Ini giliranmu.
Izuki!
Tenang. Tenang. Tetap tenang.
Bukankah aku memang inginkan ini terjadi?
Mungkin bukan masalah bagi Kagami dan Kuroko yang selalu turun bermain,
tapi sesekali, kami juga ingin ikut bermain.
Hari yang kutunggu akhirnya tiba!
Tak apa-apa!
Tenangkan diri-
Suasana di lapangan, benar-benar jauh berbeda!
Kuroko dan para kakak kelas, selalu bermain dalam suasana seperti ini?
Tolong, ya. Jaga si nomor punggung 4.
Jangan-jangan, dia ini senjata rahasia yang mereka sembunyikan?
Sepertinya bukan, deh.
Aku tak tahu apa yang direncanakan oleh pelatih, tapi berjuanglah, Furi!
Berjuanglah? Bahasa Inggris? Apa itu? Enak, ya?
Ayo berjuang, Furihata. Eh?
Saking gugupnya, dia sampai tak lihat Kuroko.
Apa dia baik-baik saja, ya?
Dasar, kenapa yang diturunkan anak kelas satu yang gemetaran seperti ini?
Percuma! Seram!
Pelatih itu turunkan point guard kelas satu mereka dalam situasi seperti ini, ya?
Apa yang sebenarnya dia rencanakan?
Ayo!
Tenang, dong!
Bertahanlah, Furi!
Ya, setidaknya...
Terima kasih, ya!
Celaka! Si bocah tak terlihat itu!
Maaf, bisa tolong tunggu sebentar? Karena sepertinya dia masih gugup.
Ha? Bodoh amat.
Furihata!
Tenang saja. Saat pertandingan pertamaku, aku tersandung hingga hidungku mimisan.
Kuroko.
Yang benar?
Benar, kok.
Pelatih, tak apa-apa, nih? Soalnya dia itu benar-benar pengecut.
Justru karena itulah dia diturunkan. Bukankah begitu?
Menjadi pengecut bukanlah hal yang buruk.
Karena ada hal yang hanya bisa dilakukan oleh seorang pengecut.
Benar. Ya, lihat saja.
Dia masih gemetaran.
Lagi pula, sekalipun tak sedang merasa gugup, kurasa dia juga takkan terlalu berguna.
Hoi!
Itu Kagami!
Dia mau lakukan one-on-one?
Berikutnya aku takkan meleset! Ayo bertanding, Kise!
Kuterima tantanganmu!
Kagami, berhenti!
Te-Te-Te-Tenanglah!
Ha? Apa?
Kau yang seharusnya tenang!
Kenapa? Takut, ya?
Berisik! Mula-mula kami perbaiki dulu situasinya!
Ini...
Suasana Seirin mulai berubah.
Berbeda dari sebelumnya, mereka bermain dengan lebih hati-hati.
Begitu rupanya.
Tujuannya perlambat tempo permainan, ya.
Ditambah lagi, yang mereka lakukan bukanlah hal yang sia-sia.
Saat Kagami berniat hadapi Kise, sebenarnya Kobori dan Hayakawa sudah bersiap-siap.
Sekalipun dia mampu lewati Kise, mereka berdua bisa langsung mencegatnya.
Tapi, dia...
Pelatih, jangan-jangan...
Ya!
Seorang pengecut, bisa dibilang jauh lebih berhati-hati dari orang lain!
Dengan kata lain, mereka takkan menyerang secara sembarangan.
Tak ada pemain yang lebih cocok untuk ubah tempo permainan dibanding dirinya.
Maaf, setelah turun, apa yang sebaiknya kulakukan?
Tak ada. Lakukan saja seperti biasanya.
Gunakan waktu sesukamu, untuk bermain seperti biasanya,
dan bermainlah dengan tempo permainanmu sendiri.
Tapi, kau tak boleh hanya bermain dengan hati-hati, lo.
Sudah jelas, sih, tapi, kau juga harus incar garis finis!
Meski begitu, bagaimana caranya?
Bodoh. Kau ini bicara apa, sih?
Kau punya rekan satu tim, 'kan!
Jangan menahan diri, dan manfaatkan mereka sesukamu!
Kaijou
No comments yet. Be the first to leave one.