أول 186 سطر.
BISIKAN PARA DEWA
DIADAPTASI DARI NOVEL ASLI NETEASE,
"YU JIAO JI" KARYA JIU LU FEI XIANG
EPISODE 1
(untuk bertugas mereformasi para pelanggar aturan.)
(Di wilayah ahli-ahli siluman di seluruh dunia,)
(ada larangan jatuh cinta dengan Dewa Bumi.)
(dianggap sebagai hukum oleh Lembah Wanhua yang terkuat)
Aku bebas!
(setiap kata yang dia ucapkan dengan jelas.)
(Aku hanya mau hidup beberapa hari dengan bebas.)
Chang Yi.
Apa kau pikir aku akan memercayaimu
seperti yang kulakukan dulu?
Sekarang kau ada dalam genggamanku,
aku bisa katakan dengan tegas
kalau selain aku,
sampai ke ujung Bumi,
di mana pun di dunia ini,
aku tak akan memberimu kebebasan.
(Bagaimana dia dan aku bisa sampai seperti ini?)
Herba Zhuyu.
Ubume, kau akhirnya muncul.
Aku sudah lama menunggumu.
Jangan melawan.
Menyerah saja.
Ini melelahkan.
Seorang ahli siluman?
Kau sendirian
mau menangkapku?
Ji Yun He.
Dalam seni bela diri, kau bukan tandingannya.
Pancing dia masuk formasi.
Aku lupa memberitahumu.
Aku tadi mengambil telur burung.
Yin!
Kembalikan Yin padaku!
Cobalah tangkap aku dulu.
Apa yang kau tunggu?
Ubume melanggar hukum langit.
Peri Shun De mau menangkapnya.
Jika dia kabur,
apa Lembah Wanhua bisa menanggung hukumannya?
Utusan Zhang, ada aturan di lembah kita.
Belum ada perintah dari Tim Penjinak,
jadi Pasukan Tempur tak bisa bertindak.
Aku...
Itu dia.
Qu Xiao Xing, tangkap dia!
Dia sudah tak berkutik.
Apa yang kalian lakukan?
Kalian akan melukai kulit dan bulunya.
Peri Shun De bilang
bagian terpenting dari Ubume adalah kulit dan bulunya.
Kau...
Apa kau tak menginginkan Yin lagi?
Dasar berengsek.
Bukankah kau mencari herba Zhuyu
untuk membantunya kultivasi?
Apa pedulimu?
Jika kau berani menyakiti Yin,
aku tak akan memaafkanmu.
Sungguh ibu yang penyayang.
Kau hampir membuatku terharu.
Sayangnya,
anak burung ini bukan Yin.
Apa yang kau bicarakan?
Menurut Gulungan Langit,
120 tahun yang lalu,
hutan belantara di Barat Daya
terbakar selama tiga bulan.
Yin sudah mati saat itu.
Anak burung ini
sebenarnya anak burung Guanguan.
Kau mencuri anak burung lain.
Diam kau!
Aku tahu kau mau memberikan anak burung ini
cintamu pada Yin.
Kau hanya membohongi dirimu sendiri.
Kau juga tahu sakitnya berpisah dari orang yang kau cintai.
Kenapa kau membiarkannya menderita juga?
Ubume.
Hentikan ini sekarang.
Jangan menambah dosa lagi
untukmu dan Yin.
Dosa?
Dosa-dosaku tak bisa dibatalkan lagi.
Aku tahu.
Kau menyalahkan dirimu.
Api itu muncul karena kau menantang Bifang.
Kau pikir kau penyebab kematian Yin.
Itu sebabnya kau tak bisa mengikhlaskan.
Apa aku benar?
Setelah anakku lahir,
dia bahkan tak bisa melihat dunia ini dengan baik.
Dia mati karena aku.
Dia tak akan memaafkanku.
Dia juga tak seharusnya memaafkanku.
Satu-satunya orang yang tak memaafkanmu
adalah dirimu sendiri.
Aku meminjam ini dari Hakim Kehidupan.
Lihatlah sendiri.
Ibu.
Bukankah biasanya kau sangat suka burung?
Ayah membelikanmu satu.
Apa kau senang?
Apa kau tak menyukainya, Yin?
Aku suka.
Tapi burung milik langit.
Burung yang bebas adalah yang paling bahagia.
Aku tak mau ia terkurung.
Ayo kita lepaskan.
Baiklah. Kami akan mendengarkanmu.
Bagus!
Setelah Yin diselamatkan oleh Dewa Agung,
dia memasuki Kolam Huaxian dan pergi ke Alam Bawah
untuk mengalami Alam Manusia.
Seperti ucapannya tadi,
burung yang bebas adalah yang paling bahagia.
Jadi,
jangan biarkan obsesi menahanmu.
Ikhlaskan
dan biarkan dia pergi.
Nak.
Maafkan aku.
Aku memisahkanmu dan keluargamu begitu lama.
Ini semua salahku.
Takdir kita bersama
berakhir hari ini.
Tidak masalah apa alasannya.
Mengambil yang bukan milikmu itu salah.
Karena kau tak pernah menyakitinya,
asalkan kau bertobat dengan tulus,
serahkan inti silumanmu,
dan menerima hukumanmu di Wastu Guru Besar,
kau akan punya bisa menebus kesalahan.
Penjaga.
Bawa dia kembali ke Lembah Wanhua.
Antarkan dia ke Wastu Guru Besar keesokannya.
Yun He, kau benar-benar hebat.
Aku mau mempelajari cara penjinakan silumanmu juga.
Keterampilan penjinakan siluman adalah rahasia besar.
Bagaimana aku bisa mengungkapkannya begitu saja?
Jika kau memang mau mempelajarinya,
kita semua punya aturan yang sama.
Kau harus memberiku batu siluman.
Yun He.
Kau mau batu siluman dariku?
Kudengar jika kau memakai bulu burung Guanguan,
kau tak akan pernah bingung.
Ini mendatangiku sendiri.
Aku bisa memberikannya pada Peri Shun De.
Utusan Zhang.
Burung ini masih muda.
Dia tak melakukan kesalahan apa pun.
Sebaiknya kembalikan pada klan kita.
Dia adalah putra peri rendahan di Alam Bawah.
Kehormatan baginya untuk melayani Peri Shun De.
Kau Ji Yun He, 'kan?
Kau cukup mampu.
Ambillah ini.
Itu cukup untukmu.
Segel Putih Pembungkam.
Wastu Guru Besar memimpin semua ahli siluman di dunia.
Sulit untuk mendapatkan segel ini.
Aku tak mengira kau begitu murah hati.
Kau...
Sayangnya, tugas seorang ahli siluman
adalah menjinakkan siluman dan menyingkirkan kejahatan,
bukan menyenangkan para pelayan Peri Shun De.
Aku tak tahu tentang segel.
Aku hanya bisa menggunakannya, bukan menghapusnya.
Kau harus minta Peri Shun De untuk menghapusnya.
Xiao Xing.
Anak burung ini tak bersalah.
Bawalah pulang ke rumahnya
agar bisa hidup damai.
Yun He.
Peri Shun De adalah satu-satunya saudari Dewa Surgawi.
Dia diajari dan disukai oleh Guru Besar.
Apa pun yang terjadi,
Utusan Zhang tetap dekat dengan Peri Shun De.
Sebesar apa pun kau membencinya,
kau seharusnya tak menyinggung perasaannya.
Menahan segala sesuatu
itu menyakitkan pikiran dan tubuhmu.
No comments yet. Be the first to leave one.