The Deaths of Ian Stone

The Deaths of Ian Stone

تنزيل الترجمة Indonesian

معلومات الإصدار

The Deaths Of Ian Stone[After Dark HorrorFest 2007]DvDrip[Eng]-aXXo
تعليق من Lyon Gonevistha

الوسوم

DVD
DVDRip
dvdrip
dvdr
نشرت في: 2011-10-08
تنزيلات: 67
ضعاف السمع: Yes

معاينة ترجمة Indonesian

أول 200 سطر.

Ayo!

Apa?

Apa? Apakah kau becanda?

Tembakan bagus!

Oh, apakah kau buta?

Ada apa, bung. Aku memberimu kesempatan.

Omong kosong. Kalian berdua hanya bertahan.

Aku pikir tembakan ku masih di saat waktu belum habis.

Ya, benar.

Hei!

Ayolah. Masih ada waktu 2 detik lagi.

Papan skor rusak. Waktu yang resmi ada di lapangan es.

Permainan sudah berakhir.

Konyol.

Hai.

Hei, Jenny.

Aku mulai khawatir..

kau belum keluar juga dari gedung.

Aku juga pikir begitu.

Aku hampir melakukan itu.

Apakah kau baik-baik saja?

Ya. Selain keinginan mendadak untuk memotong pergelangan tanganku,

Aku pikir aku akan sibuk sampai hari Senin.

Maafkan aku.

Mm, tidak apa-apa.

Aku akan baik-baik saja.

Hei.

Kau ingin ikut?

- Ya. - Ya.

- Ya. - Ayo kita pergi.

Baiklah.

Apa yang sedang kau pikirkan?

Aku hanya merasa tidak puas keadaan pada saat...

Detik detik terakhir.

Ian.

Itu hanya pertandingan. Aku tahu, itu pertandingan.

Tapi...

Ini tidak ada gunanya. Semuanya sudah berakhir.

Ayolah. Bicaralah tentang itu.

Kau tahu bagaimana itu.

Kau pernah merasa..

rasanya semua serba salah?

Ya, kadang-kadang.

Itu hari ini. Itulah hari ini.

Apa yang terjadi?

Nah, kau melihat papan skor berhenti, kan?

Ya. Semua orang melihat nya.

Itulah yang aku katakan. Itu seharusnya tidak terjadi.

Eh, itu saja. Hari ini jadi...

Sesuatu begitu saja jadi kacau. Itu tidak benar bila terjadi sepanjang hari.

Sayang.

Sayang, kau kelihatannya sedang sedikit kesal.

Aku tahu. Aku memang sedang kesal.

Kau tahu tidak, aku yakin aku bisa membuat mu melupakan semua itu.

Aku harus pergi.

telepon ku nanti, ya?

Hei, aku benar suka padamu.

Aku pernah mendengar nya.

Selamat malam.

Selamat malam.

Bye.

Hei!

Ah, ayolah.

Tidak!

Halo.

Halo.

Ian.

Kau harus meneliti

lembaran kerja yang aku kirim kan?

Lembaran kerja.

Ya.

Aku sebenarnya baru saja mau melakukan nya ...

nanti.

Marcus ingin Client Bios nya

untuk presentasi pada jam 6:00.

Terima kasih banyak.

Hei.

Kau baik-baik saja?

Ya. aku.. minta maaf.

Aku baru saja ke internet. Hai.

Hai.

Kembali ngerokok lagi, ya?

Tidak Tidak, aku benar-benar sudah berhenti kemarin.

Bagus buat mu.

Langkah kecil.

Siap untuk mendengar kabar buruk?

He- eh.

Bagian Penawaran mau laporan mendetail dari ini.

Maaf.

Ya.

Tolong bantu aku.

Apa pun.

Bunuh aku sekarang.

Tapi kemudian aku tidak dapat untuk menyampaikan ini pada mu

dan biasanya ini membuat mu merasa berada di neraka.

Itulah hebatnya aku.

Yah, kurasa aku akan kehilangan.. wajah kecil tampan mu, yang tadinya bisa kulihat tiap hari.

Kau jadi pulang ke rumah untuk bertemu orang tua mu?

Ya.

Nah, kau kelihatan nya tidak bersemangat.

Yah, aku bisa melakukannya tanpa adanya ibu ku setiap tahun.

Kenapa kau tidak menikah dan kemudian punya tiga anak seperti saudara saudara perempuan mu

- Tolong aku. - Apa pun.

Tembak aku jika aku berubah menjadi seperti saudara perempuan ku.

Ya, tapi, kalau begitu, maka aku tidak akan bisa melihat wajah kecil tampan mu lagi.

Hei, lakukan yang terbaik, Carl.

bertahan dan jaga supaya kau tetap tenang.

- Dia makin parah. - Kalau begitu, telpon.

- Ya, ya, longgarkan kerah bajunya. - bertahan lah dan tetap diam sebisamu.

Bagus. Tetap sadar. Bertahanlah dan tarik napas.

Apakah ada yang tahu siapa dia?

Dia semakin parah.

Sepertinya dia mengalami serangan jantung atau mungkin yang lain.

Ini cuma aku.

Maaf, Medea.

- Mmm, aku begitu lelah. - Ya.

Mmm. Aku hanya mau langsung pulang kemudian tidur.

Kau baik-baik saja?

Ya. Ya, aku baik-baik saja.

Apakah kau ingat dry cleaning ku?

- Sial! - Ian, aku sudah mengingatkan kau dua kali.

Aku tahu. Maafkan aku.

- Maafkan aku. - Bodoh.

Dan aku membelikanmu hadiah.

- Masa? - Mm-hmm.

Kau tidak pantas menerimanya.

Apakah kau mau sekarang?

Atau nanti?

Kalau begitu nanti saja.

Nanti boleh juga.

Baiklah, kalau begitu, kau harus janji bahwa kau akan suka pada ini.

Aku janji sepenuh hati sampai mati

- Tusukan jarum di matamu . - Di mata ku.

Ini berat. Berapa harganya ini?

- Hanya seharga tabungan seumur hidup ku. - Oh, bagus.

- Buka! - Baiklah.

Indah nya, Sayang.

Kau selalu terlambat. Aku pikir kau pasti suka itu

Aku begitu. Aku menyukainya. Ini bagus.

Ada timer di atasnya dan segala macam yang lain.

Ada banyak fungsi lainnya.

Itu kata wanita di toko itu.

Ada apa?

Tidak apa apa. Tidak apa-apa. Aku menyukainya.

Ada apa?

Aku ..

Aku melihat orang meninggal hari ini.

Apa?

Saat perjalanan pulang kerja, tepat di depan ku.

Dan kau tahu tidak, aku baru saja sebelumnya bersama orang itu di lift?

- Oh, Tuhan. - Ya.

Dan ada orang lain

berada di sisi nya.

pada permulaan sepertinya dia mau menolong, pikirku.

Tapi kemudian, eh ...

Apa?

Aku tidak tahu.

Aku tidak tahu. Aku rasa Aku tidak tahu apa sebenarnya yang kulihat.

Anehnya, orang yang menolong itu

mengingatkan ku pada wasit hockey

yang dulu mengerjai ku.

Kau tak pernah menceritakan pada ku kau bermain hoki.

Tentu saja aku sudah kasih tahu. Anggota team perguruan tinggi.

Aku sudah bilang satu juta kali.

Tidak, kau benar tidak mengatakan nya.

Tidak, aku benar benar sudah menceritakan.

Aku akan ambil buku perpisahan ku.

Ini dia. Nomor 17.

Ya.

Nomor 17 sungguh menggemaskan, tapi itu bukan kau.

Ya?

Itu seharusnya aku.

Baiklah. Jadi aku tidak pernah bermain hockey.

Masalahnya, aku mengingat sesuatu yang tidak pernah terjadi.

Mungkin sesuatu terjadi pada ku, kau tahu tidak?

Aku tidak tahu. Apakah kau berpikir ada sesuatu yang terjadi pada mu?

Tidak, maksudku, aku merasa baik-baik saja.

Tapi kau harus mengakui, punya ingatan yang tak pernah terjadi ...

Ayolah. Bukankah itu mengartikan menurut mu itu aneh kan?

Tidak ada yang aneh pernah terjadi pada mu.

Aku serius, Medea. Kau tidak berpikir ini sedikit gila?

Ian, kau bicara kepada seorang gadis yang orang tua nya sendiri menyebut dia seorang penyihir

- Yang membunuh anak-anaknya sendiri. - Ya.

Maafkan aku jika ada beberapa hal membuatku..

menjadi sedikit gila.

Sesuatu yang tidak normal.

Ian, aku mau tidur.

Kau harusnya ikut juga.

Dia tahu.

Ini sudah terlambat.

Ian, kau akan terlambat.

Bajingan!

Suatu hari, kau harusnya benar-benar mencoba untuk bangun tepat waktu.

Dan tidak mengambil risiko untuk dipecat?

Bagaimana itu bisa menyenangkan?

Stop! Hentikan bus nya! Hentikan bus nya!

Hentikan bus nya, kumohon. Maaf.

- Maafkan aku. Maafkan aku. - Tidak, aku mau bicara dengan mu.

- Aku tidak punya uang. Aku tak punya sepeser pun. - Dengar.. Tolong, Ian..Ian ..

Kumohon! Jika kau tidak mau mendengarkan ku, kau akan dibunuh.

التعليقات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left