أول 200 سطر.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Ra-ra tinggal di sana rupanya.
Apa ini?
Kau mengikutiku?
Aku tahu kau ada di depan toko sambil melihatku.
Imajinasimu bermasalah.
Aku hanya kebetulan lewat.
Ada toko roti lapis dekat rumah sakit.
Apakah ada orang yang mencarimu
atau kau melarikan diri dari suatu alasan?
Semacam itu?
Kau terlalu curiga.
Jangan buat orang normal terlihat aneh
dan katakan alasanmu ke sini.
Aku mau pulang.
Aku tinggal di sini.
Apa kita pernah bertemu?
Atau kau melarikan diri dari suatu alasan?
Dia membuatku kesal.
Aku hanya ingin melakukannya.
- Apa hubunganmu dengan pasien? - Korban kecelakaan.
Aku tak apa-apa. Bisa jangan mendesakku?
Sikapnya sangat kaku.
Dia aneh.
Karena ini hari pertama kerja…
Apa? Tidak butuh pengajar?
Gipsku sudah dilepas
dan tanganku juga sudah pulih.
Karena pekerjaanku dibatalkan,
aku tak butuh orang untuk menggantikan lagi.
Apa kau tak bisa lakukan sesuatu?
Kalau aku tak jadi bekerja,
aku sangat kesulitan.
Aku sudah memberi tahu semua orang.
Juga meminjam uang.
Aku diterima sebagai guru piano.
Kau diterima kerja?
Lain kali aku yang traktir. Aku bayar saat gajian.
Itu masalahmu.
Aku lebih kesulitan jika mempekerjakan guru lagi.
KURSUS PIANO SOMANG
Baiklah.
Aku bisa cari kerja lagi besok.
Tapi jujur ini menyedihkan.
Aku malu sekali.
Kenapa harus di hari aku bertemu Jun?
Aku sedih.
SALON KECANTIKAN NONA JIN
Bagaimana ini?
Kenapa belum datang juga?
Astaga!
- Jun. - Di mana?
Aku masih di jalan.
- Terjadi sesuatu? - Tidak. Aku…
Aku pulang ke rumah lagi karena sepatuku tak nyaman.
Begitu rupanya.
Kau suka main petak umpet?
Apa?
Petak umpet?
Tidak. Aku benci bersembunyi.
Tapi kenapa di sini?
Astaga! Aku terkejut!
Bikin kaget saja.
Kau berulah lagi?
Ada apa?
Jadi, sebenarnya aku…
batal jadi guru kursus.
Aku akan cari tempat lain. Jadi, jangan abaikan aku. Mengerti?
Hei!
Dasar bocah mengejutkan itu.
Tidak bisa diberi tahu.
RA-RA
Astaga.
Apa ini?
Jun.
Ini kamarku?
Kau membuatkanku kamar?
Menginaplah jika kau merindukan Mimi.
Cantik sekali.
Jun, terima kasih banyak!
Mimi!
Jun jago membuatnya, ya?
Selain tampan, dia meminjamiku uang,
dan membuatkanku rumah. Lihat!
Katakan itu dalam hati saja.
Aku membuatnya bukan karena pujian, tapi karena butuh.
Bukan demi kau, tapi demi aku.
Aku tahu. Aku begitu agar tak salah paham.
Permisi.
Jun.
Kau membelikanku ini juga? Agar aku bisa bermain?
Bukan aku.
- Benarkah? - Ya.
Lalu dari siapa?
Apa kalian tahu siapa pengirimnya?
Coba aku lihat.
Namanya susah sekali.
"Dodosolsollalasol"?
- Kami permisi. - Hati-hati di jalan.
Setelah aku ke sini,
sebulan kemudian, aku mengajaknya bertemu
tapi pesanku tak dibalas.
Bagaimana dia tahu aku di sini?
Tunggu di sini.
Tunggu, Pak.
Piano itu dikirim dari mana?
DODOSOLSOLLALASOL MENINGGALKAN KOMENTAR
"Aku mengirim sebuah hadiah kecil. Semoga jadi penyemangatmu."
Siapa kau sebenarnya?
BERTERIMA KASIHLAH DUA PEKAN LAGI
Terima kasih. Aku pakai dengan baik, Twinkle Twinkle Little Star.
Aku akan menggendongmu saat kita bertemu nanti.
Tidak, aku akan menggendongmu keliling dunia tiga kali.
Tidak! Keliling dunia sepuluh kali!
Terima kasih.
Kau memang tak biasa.
Ada orang tak dikenal memberimu piano.
Benar. Tapi aku penasaran dengan orang
bernama Domisolsol itu.
Aku bilang namanya Dodosolsollalasol.
Twinkle twinkle little star
Do, do, sol, sol, la, la, sol
Terserah.
Kau harus mengajakku kalau mau bertemu orang itu.
Aku juga.
- Aku sangat penasaran. - Aku penasaran.
Sakit.
Baiklah.
Lalu apa maksud ucapanmu
membuka tempat kursus di rumah Jun?
Bagaimana jika kau membuka kursus piano?
Kau cerdas juga. Ide bagus!
Uang sewa aku bayar separuhnya.
Kau tak punya uang.
Aku bisa dapat uang dari kursus piano.
Tak ada uang sewa.
- Serius? - Ya.
Kau mau mencobanya?
Ya. Tunggu.
Aku beri nama apa, ya?
Cinta Piano?
Tidak. Bintang Piano?
Tidak. Mozart…
Tidak juga. Muse…
Muse…
LaLa Land.
Bagaimana?
EPISODE 4
- "LaLa Land"? - "LaLa Land"?
LaLa Piano Land.
Kau buka tempat kursus dengan satu piano?
Aneh, 'kan? Aku juga kepikiran
dan ingin beli piano lagi.
Kenapa cemas sekarang? Pikirkan saja saat muridmu sudah banyak.
Ucapan tak masuk akal dari orang tak punya uang.
Kau dengar, 'kan?
Aku tak bilang mau beli. Aku cuma cemas.
Piano memang mahal, tapi cemas itu gratis.
Benar. Kau harus hidup penuh kecemasan.
Sering-sering lakukan karena gratis.
Plang namanya? Mau aku rekomendasikan?
Jun mau membuatkannya. Ada gambar pianonya juga.
Apa? Jun yang buat plangnya?
Ya. Dia sebenarnya ahli apa, ya?
Hampir semuanya jago.
Tak usah memikirkan calon suamiku.
Siapa yang calon suamimu?
Kau tak lihat wajahnya saat dengar itu?
Kau ini memang masalah!
Ibu calon mertuanya. Kenapa begitu?
Siapa maksudmu mertua?
- Kenapa bahas mertua-menantu… - Aku tak dengar.
- Mertua dengan menantu itu… - Tidak!
- Kau masih kecil! - Aku akan menikah dengan Jun.
Dokter Cha, ada apa?
Soal janji makan malam kita,
kapan kau ada waktu?
Aku lupa.
Pekan ini aku agak sibuk.
Kau selalu sibuk.
Dok, begini saja…
Aku akan buka tempat kursus piano.
Kau bisa datang saat pembukaan?
Tempat kursus?
Aku punya sebuah piano dan akan mulai pekerjaan baru.
Begitu.
Hari ini tak buka.
Hari ini tutup…
Apa aku bisa memangkas sedikit?
Tidak akan lama.
Astaga. Tentu saja bisa.
- Duduk di sini. - Terima kasih.
Maaf.
Apa tanganmu selalu gemetar?
Tentu tidak.
Penata rambut tak buka salon jika punya penyakit itu.
Bisa memotong telinga dan menusuk mata pelanggan.
Tenang saja. Begini-begini
aku dari Cheongdam-dong, Seoul.
Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.