أول 200 سطر.
"Episode 47"
Halo, Pak. Anda mau ke mana?
Beri tahu aku.
Kenapa kamu kabur? - Itu karena...
Aku tidak bisa mengembalikan uangmu.
Apa kamu berniat menipuku sejak awal?
Jawab aku!
Apa kamu berniat menipuku sejak awal?
Tidak.
Aku tidak berniat untuk menipumu.
Melihat uang itu membuatku gila.
Aku tidak pernah menyentuh uang sebesar itu.
Aku tidak sempat memikirkanmu. Aku ingin hidup.
Aku hampir tidak mampu membiayai hidupku dengan bekerja sebulan.
Meski tidak menonton di bioskop atau membeli kopi,
aku tidak bisa menabung hingga sebanyak itu.
Kue pemberianmu adalah kue pertama yang aku coba.
Aku bermaksud melunasi utangku dengan 30.000 dolar itu.
Tapi dengan uang itu,
aku bisa pergi ke daerah pinggir kota
dan membuka toko kecil.
Itu yang tebersit di pikiranku
Lalu kenapa kamu tidak pergi?
Aku melunasi utangku.
Aku bahkan tertangkap sebelum lari.
Pukul aku. Pukullah aku sampai marahmu hilang.
Aku berhak untuk dihajar.
Seharusnya kamu memberitahuku.
Aku tidak tahu nomormu.
Aku menggigil seperti anjing di depan taman seharian.
Kamu tidak boleh mempermainkan hatiku.
Akan kukembalikan uangnya bagaimanapun juga.
Aku tidak butuh.
30.000 dolar yang kecil itu.
Ambillah dan jangan muncul lagi.
Aku tidak mau menemui orang seperti dirimu lagi.
Aku tidak berniat untuk menipumu. Percayalah.
Aku punya alasan.
Alasan apa?
Sebenarnya, aku...
Halo?
Ada apa?
Apa? Rumah sakit?
Baiklah, aku segera ke sana.
Ya ampun! Astaga!
Taksi!
Bu! - Ji Ha.
Apa yang terjadi? Kenapa dengan anak-anakku?
Entahlah.
Aku memberinya susu formula, tapi mereka muntah terus.
Dokter, ada apa?
Apa mereka akan baik-baik saja?
Kurasa itu gangguan pencernaan akut. Aku akan memeriksanya dahulu.
Karena kamu sudah datang, aku akan pergi.
Aku meninggalkan anak-anak lain.
Silakan. Terima kasih.
Pertama, tepuk-tepuk punggungnya agar mereka bisa berserdawa.
Ibu sudah datang.
Ayahnya, lakukan hal yang sama.
Lakukanlah dengan lembut.
Suamimu tidak biasa membantumu, ya?
Ya.
Panggilan Anda sedang dialihkan ke kotak suara...
Dia tidak mengangkatnya.
Kata mereka, dia pulang lebih awal. Apa terjadi sesuatu?
Ini belum pernah terjadi. Aneh.
Kamu pasti kaget.
Tentang alasan yang kumaksud tadi...
Tidak perlu menjelaskannya, bukan?
Seperti inilah aku.
Entah kenapa aku terus berutang kepadamu
sejak pertama kita bertemu.
Kurasa kamu berutang kepadaku di kehidupan kita sebelumnya.
Kamulah orang pertama yang mempercayaiku.
Aku tahu keadaanmu.
Aku tahu caramu memperoleh uang sebanyak itu.
Kamu pasti menabung sambil mengorbankan
makananmu atau membeli barang-barang bagus.
Aku pasti akan mengembalikan
uang yang begitu berharga itu.
Tolong beri aku waktu.
Aku pulang. - Kamu pulang larut.
Dari mana saja kamu? Kamu tidak menjawab telepon.
Apa semuanya baik-baik saja?
Aku bukan anak kecil.
Aku punya urusan pribadi.
Kamu masih anak-anak bagi ayah.
Kamu sudah makan malam? Mau ayah siapkan?
Aku sudah makan.
Aku naik dahulu. - Ya.
Sepertinya dia baik-baik saja. Tidurlah.
Aku iri kepadamu.
Aku ingin membelai wajahnya seperti kamu.
Milikilah properti Se Bang di atas namamu
dan tabunglah uang untuk dirimu sendiri.
Kamu harus punya uang cadangan.
Kamu pernah tidak punya uang untuk diri sendiri.
Jangan hidup seperti itu lagi.
Kamu tidak tahu apa yang akan terjadi kelak.
Apa maksud Ibu?
Kamu tahu seperti apa rasanya mengelola bisnis sendiri.
Bisa ada kegagalan atau kamu terlibat peristiwa buruk.
Aku akan meninggalkannya saat itu terjadi.
Aku tidak akan bersama dia jika terlalu berat.
Astaga.
Kamu pernah menikah dengannya. Tidak perlu berusaha memikatnya
dengan hal-hal ini.
Bibi.
Hei.
Jangan bercerai lagi dan menikahi orang lain.
Hiduplah bahagia bersamanya.
Jaga ucapanmu.
Aku sudah berhati-hati dengan ucapanku.
Jika kukatakan yang sesungguhnya, itu akan menyakiti
banyak orang termasuk Jae Soon.
Dia bicara apa?
Abaikan. Dia selalu merusak suasana dengan omongannya.
Perlukah kamu melakukan itu kepada keponakan yang akan menikah?
Aku sangat membencimu.
Bibi. Setelah aku menikah, hanya ada Bibi dan Ibu.
Baik-baiklah kepadanya.
Dia selalu mencemaskan Bibi. Apa Bibi tidak kasihan?
Astaga. Kamu menceramahi bibi?
Hati-hati jika tidak mau diceramahi keponakanmu.
Ibu mengasuh Dal Pa dan Bibi masih tinggal di rumahnya.
Kenapa Bibi sungguh tidak tahu malu?
Kalian berdua mengeroyokku.
Kamu yang berbicara tidak perlu.
Jika Bibi menyusahkan Ibu, aku tidak akan diam saja.
Mulut Bibi selalu menyebabkan masalah.
Berdiri.
Bukankah itu keterlaluan?
Apa salahku?
Kamu tahu ibuku tertekan oleh Bibi.
Tapi dia lebih tua darimu.
Jangan kurang ajar kepadanya.
Ibumu pantas menerimanya. Jangan salahkan kami.
Cukup, Bibi.
Astaga. Dengar dia.
Katanya, "Cukup."
Dahulu dia tidak memedulikan ibunya, tapi kini membelanya.
Dia pikir siapa yang sudah mengasuhnya?
Orang bilang, kita tidak boleh mengasuh anak orang lain.
Ternyata inilah sebabnya.
Tunggulah di sini dan kembalilah saat rasa marah Bibi mereda.
Baiklah.
Jaga ucapan Ibu mulai sekarang.
Baik.
Hati-hati dengan mobil dan jangan lupa makan.
Benarkah dia keponakanmu?
Kenapa kamu kemari lagi?
Kamu tidak memberiku nomormu.
Aku terpaksa datang.
Leherku sakit karena menatap jendelamu begitu lama.
Benarkah dia keponakanmu?
Apa kamu memacarinya?
Sudah kubilang kita tidak perlu berbicara lagi.
Ayo kita pergi dan bicara.
Lepaskan.
Aku akan langsung menuju kantor.
Lepaskan! Tidak ada yang ingin kubicarakan!
Ikut aku.
Lepaskan kataku!
Hei!
Sial.
Astaga, lepaskan!
Tidak! Jangan pukul dia, Dal Pa!
Dia bisa meminta uang kepadamu jika kamu memukulnya.
Sia-sia saja memukulnya.
Sedang apa kamu? Siapa kamu?
Cepat pergi.
Hai. Kamu keponakan Mal Nyeon.
Aku bukan orang jahat.
Pergilah.
Sampai jumpa lagi.
Siapa dia?
Bukan siapa-siapa.
Kenapa dia mengira aku keponakan Ibu?
Ibu masih melakukan ini dengan pria?
Namaku Shin Joong Nyeon. Usiaku 64 tahun.
Aku sudah pensiun
sekitar enam tahun lalu.
Jika kamu seorang pria paruh baya,
kamu harus membuat makananmu sendiri. Jika tidak,
istrimu akan mengomelimu.
Sulit untuk bekerja di usia 60-an tahun.
Jika tidak mau diusir dari rumah,
buatlah makananmu sendiri dan cucilah piringmu setelahnya.
Istrimu akan cukup bahagia dengan itu.
Bekerja di dapur tidak mengurangi kejantananmu.
Jika mengurangi, apa boleh buat.
Berdasarkan pengalamanku,
nasi goreng kimchi adalah yang paling mudah dibuat.
Kamu butuh kimchi, nasi, kornet,
dan penggorengan. Hanya itu.
Pertama-tama,
potong-potong
kimchinya.
Astaga.
Ini sebabnya aku menaruh alas plastik di lantai.
No comments yet. Be the first to leave one.