أول 200 سطر.
Ciumannya.
Pelukannya.
Setiap gerakan tubuhnya yang menempel pada tubuhku.
Membuatku merasa seperti di surga.
Aku lupa segalanya.
Dia penuh gairah.
Penuh nafsu.
Dia membakarku.
Aku tersapu oleh gelombang hasratnya.
Dia memuaskan dahagaku.
Membasahi jiwaku yang tandus.
Saat itu, tubuh kami menyatu.
Daging kami terbakar.
Dan dalam panasnya api, kami pun terbakar.
Membakar seluruh keberadaan.
Saat kau berada di saat terlemah,
kau tidak akan merasakan apa pun.
Tapi kesenangannya,
nafsunya,
emosi yang tak terlukiskan,
meresap ke dalam jiwaku.
- Rasanya seperti dirasuki. - Aku bertahan beberapa hari.
- Kau akan melakukan apa saja... - untuk mencapai ini.
Suatu ujian ekstrem atas ketangguhanku.
Tak peduli rintangannya, tak peduli di mana kau berada, dan apa yang terjadi.
Dalam kesetiaanku, dalam cintaku.
Bahkan di ambang
kematian.
A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G
Kena!
Oh kau!
Kau pikir kau bisa lolos, kan?
Inilah momen terindah dalam hidupku.
Mimpi yang menjadi kenyataan,
menikahi perempuan yang paling kucintai.
Ayolah, kau terlalu dramatis.
Tentu saja beda sekarang kita sudah menandatangani kontrak
yang menyatakan kau milikku, dan aku milikmu.
Janji?
Hanya kaulah yang akan kucintai.
Aku akan mati jika kau meninggalkanku demi orang lain.
Dan aku akan membunuh siapa pun yang mencoba merebutmu dariku.
Kuharap kau merasakan hal yang sama.
Tentu saja.
Kaulah orang pertama dan terakhir yang akan menganggapku sebagai milikmu.
Setelah waktu seksi di ranjang.
Sekarang waktunya Playtime.
Hei, ada banyak sekali game-nya.
Kelihatannya menarik!
Ajari aku!
Ini mudah.
Hei! Aku dapat scatter!
Kau menang?
Ya!
Wah, hebat sekali!
Tapi bagaimana kau mendapatkan hadiahmu?
Tenang aja.
Sangat mudah menguangkannya.
Biar kucoba.
Wah, kita menang lagi!
Kau akan kembali melaut?
Aku perlu menabung uang.
Sulit bergantung pada toko kecil kita.
Sayang.
Sayang.
Hey.
Kemari.
Sayang.
Aku melakukan ini untuk kita.
Aku mengerti.
Jangan khawatir.
Setiap kali aku pulang ke rumah.
Aku akan membuatmu hamil.
Sampai kita punya tiga anak.
Saat kita punya tiga, aku akan menetap.
Aku tidak akan ke luar negeri lagi.
Jangan sampai aku memergokimu mengeluarkan bijimu demi perempuan lain.
Kalau tidak, aku akan memotongnya.
Aku akan onani di depan tembok.
Tapi berjanjilah kau akan melakukan hal yang sama.
Pastikan kau mengenakan celana dalam yang tidak bisa dilepas, oke?
Simon.
Simon.
Hai, Simon.
Masih terlalu pagi kau menggangguku.
Aku memimpikanmu tadi malam.
Aku tidak peduli.
Aku sudah menikah.
Itu hanya seks.
Aku tidak berencana membawamu pergi dari
istrimu.
Hentikan itu.
Jika kau sangek,
gosokkan saja ke dinding.
Kesempatannya ada di sini,
kenapa tidak mengambilnya?
Biar orang lain mengambilnya.
Kau tidak akan dapat apa pun dariku.
Tubuhku hanya untuk istriku.
Dia pikir dia bisa merayuku.
Tak peduli seberapa keras dia mencoba menggodaku, aku tak akan menurutinya.
Tapi akui saja, Luthgarda memang gila, tapi dia seksi kan?
Apa ada yang lebih seksi dari istriku?
Sayang. Aku sedang memasak!
Sayang.
Hmm?
Aku jadi ereksi.
Kau bergairah padanya, ya kan?
Tentu saja tidak!
Aku bernafsu padamu.
Ayolah.
Benarkah?
Aku tidak pernah bergairah saat kesal.
Dan aku merasa terganggu setiap kali dia ada di dekatku.
Bukan nafsu.
Benarkah?
Aku merasa terganggu saat perempuan menggodaku.
Dan saat aku kesal
aku tidak bisa ngaceng.
Sayang...
Aku sedang tidak mood.
Nanti saja ya?
Tentu saja, sayang.
Hanya saja istriku sangat seksi.
Sulit untuk menahannya.
Maaf, sayang.
Hey.
Kenapa kau minta maaf?
Seharusnya akulah yang minta maaf.
Terkadang, waktuku tidak tepat.
Oh, telurku terbakar!
Hentikan itu!
Oh sayang, apa yang terjadi?
Sialan.
Mereka tidak mau memperbarui kontrakku.
Aku tidak bisa kembali ke kapal lagi.
Mereka bilang aku menghilang tanpa kabar.
Padahal aku sudah beritahu agensi!
Kukatakan pada mereka
kita baru menikah,
tapi aku akan kembali.
Tapi agensi terkutuk itu,
tidak bilang apa pun.
Sayang, tenanglah.
Tidak apa-apa.
- Kita masih bersama. - Tidak, ini tidak baik-baik saja, sayang.
Bagaimana dengan masa depan kita?
Jika kita punya anak
apa yang akan terjadi pada mereka?
Aku belum menabung, sayang.
Jangan pikirkan itu.
Yang penting kita bersama.
Kita tidak lapar, kan?
Ini akhir bulan lagi.
Kita harus melunasi utang.
Kau mau kusuapi?
Kemari.
Cuaca mulai panas.
Aku merasa bersemangat.
Kau mau ini, sayang?
Aku keluar sebentar ya, sayang.
Saat aku kesal... aku tidak bisa ngaceng.
Oke, oke, dik.
Tapi aku perlu bicara dengan Simon dulu, oke?
Aku akan segera memberi kabar.
- Aku tunggu hari Senin, oke? - Mhm.
- Pastikan untuk menyiapkan dokumenmu. - Mhm.
- Terima kasih. - Tentu.
- Jaga dirimu. - Oke.
Jangan pergi ke luar negeri.
Aku ditawari pekerjaan layak di Dubai.
Gajinya bagus.
Kita bisa menabung dengan cepat.
Aku yang akan mencari uang.
Bagaimana?
Aku akan melamar ke agensi lain, ke perusahaan lain.
Lalu, apa? Kita akan menunggu saja?
Sampai kapan, Simon?
Jangan ke Dubai.
Begitu kuberikan persyaratanku, aku bisa langsung pergi.
Kita tidak perlu menunggu berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Kau meremehkanku?
Sayang, tidak.
Saat kita menikah, kita berjanji untuk tetap bersama dalam suka dan duka.
Kita akan hadapi masalah bersama-sama.
Kita akan menemukan solusinya.
Bukan hanya kau.
Bukan berarti aku meremehkan dirimu.
Aku punya kesempatan, kita terima saja.
Bagaimana dengan kita?
Aku tidak mau kau pergi.
Aku juga berpikiran sama saat kau bilang akan kembali ke laut.
Apa yang akan terjadi pada kita?
Aku tidak mau jauh darimu.
Tapi sayang, aku mengerti ini untuk kita.
Biarkan aku pergi.
Bagaimana dengan hubungan kita?
Kita akan berpisah, tapi tidak akan ada yang berubah.
Tidak akan ada yang berubah.
Lepaskan sepatumu, tinggalkan di situ.
No comments yet. Be the first to leave one.