Danur: The Last Chapter

Danur: The Last Chapter

تنزيل الترجمة Indonesian

معلومات الإصدار

[𝗖𝗼𝗳𝗳𝗲𝗲𝗣𝗿𝗶𝘀𝗼𝗻] 𝗗𝗔𝗡𝗨𝗥 - 𝗧𝗛𝗘 𝗟𝗔𝗦𝗧 𝗖𝗛𝗔𝗣𝗧𝗘𝗥 (𝟮𝟬𝟮𝟲) 𝗡𝗙𝗫 𝗪𝗘𝗕
تعليق من Coffee_Prison
𝐑𝐄𝐓𝐀𝐈𝐋 𝐍𝐄𝐓𝐅𝐋𝐈𝐗 >> 𝟎𝟏:𝟑𝟕:𝟑𝟑 || ડ౿ᥣɑოɑ𝗍 𝖬౿𐓣𝗈𐓣𝗍𝗈𐓣

الوسوم

webdl
official_release
netflix_synced
نشرت في: 2026-07-30
تنزيلات: 239
ضعاف السمع: No

معاينة ترجمة Indonesian

أول 200 سطر.

Selamat ulang tahun, Risa.

Tahun ini,

aku cuma mau teman

supaya enggak sendirian lagi.

Aku boleh ikut main?

- Risa! - Risa!

Aku enggak bohong! Teman-teman aku beneran ada!

Risa!

Risa, kamu sudah besar.

Hari ini kita tidak bermain bersama lagi, Risa?

Sekarang aku sedang tidak bisa bermain dengan kalian.

Peter! William! Janshen! Hans! Hendrick!

Aku tahu, ya, itu ulah kalian!

Aku capek sama kalian!

Aku udah enggak mau peduli lagi, ya, sama kalian!

Aku udah enggak mau melihat kalian lagi!

Tidak baik kamu terus hidup bersama kami, Risa.

Benar, Risa.

Kalau tidak ada aku dan teman-teman,

kamu tidak akan diganggu perempuan-perempuan jelek lagi.

Kami akan selalu sayang kepadamu, Risa.

Kami tidak akan pernah melupakanmu, Risa.

Terima kasih untuk mainan yang kamu berikan selama ini.

Percayalah.

Ini yang terbaik untukmu, Risa.

Jaga dirimu baik-baik, Risa.

KISAH RISA SARASWATI

Selamat ulang tahun.

Selamat ulang tahun.

Selamat ulang tahun.

Selamat ulang tahun, Riri.

Selamat ulang tahun, Riri.

Berdoa dulu!

Ini buat kamu.

Terima kasih.

Ri.

Sebenarnya masih ada satu hadiah lagi yang mau aku kasih.

Riri…

Maukah kamu menikah denganku?

Kak Laras.

Selamat ya, Riri.

Makasih, Kak.

Saya ada hadiah untuk kamu.

Saya melihat kamu menari sejak kecil.

Kamu sangat berbakat.

Masih banyak kesempatan untukmu bersinar di atas panggung.

Pernikahan akan menghancurkan mimpimu, Riri.

Maksudnya?

Kak Laras?

Teteh masih enggak nyangka.

Dimas bisa seromantis itu.

Bagus lagi pilihan cincinnya.

Cocok sama kamu.

Cantik, ya, Teh?

Ya, kebesaran, sih.

Bisa dikecilin ini.

Ini nih

adik Teteh yang suka main boneka-bonekaan,

sekarang udah mau jadi istri!

Emangnya kamu bisa bangun pagi, masak, bikin sarapan buat suami?

Enak aja, bisa, Teh!

Teh.

Teteh benar enggak apa-apa

kalau Riri nikah duluan?

Enggak apa-apa.

Lagian Dimas juga udah mapan.

Ya, daripada nunggu lama,

terus nanti

sama-sama sibuk,

LDR…

Ujung-ujungnya putus kaya Teteh.

Kok gitu sih, Teh, ngomongnya?

Riri benar enggak enak sama Teteh.

Teteh enggak apa-apa.

Yang penting itu kamunya yakin.

Lagian, zaman sekarang

enggak harus yang lebih tua nikah duluan.

Kamu nangis gitu, sih?

Mau nikah kok mellow?

Enggak.

Harusnya tuh yang sedih Teteh.

Rumah jadi sepi.

Enggak ada lagi nanti yang,

"Teh! Ini Riri mana?

Teh, di mana?"

Ya udah.

Riri mau tidur di sini aja malam ini.

Nemenin Teteh aja.

Halah, bilang aja kamu yang kolokan. Udah, sana. Sempit.

Enggak, Teteh kan kangen sama Riri.

Dasar.

Ma?

Mang Asep?

Aku mau cerita.

Sekarang,

Riri udah mau nikah.

Aku dilangkahi.

Peter.

William.

Janshen.

Hans.

Hendrick.

Kangen banget sama kalian.

Boleh, Ma, enggak apa-apa. Aku ikut aja.

Nanti dibahas kalau orangnya udah ada, ya.

Ini orangnya datang.

Pas lagi diomongin.

Ri, Uwak Eti sama Tante Erni mau ke sini,

mau bahas soal persiapan nikah.

Kamu sama Dimas ikutan, ya.

Banyak atuh yang harus dibahas.

Ada langkahan, ada siraman,

terus keluarganya Dimas teh mau bikin acara lamaran teu?

Ri?

Riri.

Sebaiknya selama persiapan nikah

sok atuh dikurangi sedikit latihannya…

Astagfirullahaladzim! Riri!

Ma, maaf.

Udah, Teteh aja.

Hati-hati atuh.

Awas kena beling.

Nanti mau Teteh jemput jam berapa, Ri?

Enggak usah, Teh. Nanti Dimas aja yang jemput.

Kamu hati-hati, ya, Ri.

- Jangan capek-capek. - Iya.

Astaga, Riri.

Halo? Dimas?

Iya, ini Riri handphone -nya ketinggalan di mobil.

Ya udah, nanti aku sampaiin, ya.

Ri?

Ri?

Jangan!

Jangan!

Jangan!

Buka!

Buka!

Tolong!

Tolong!

Tolong, buka!

Buka, tolong!

Tolong! Buka!

Buka!

Teh?

Teteh ngapain di sini?

Perasaan Teteh enggak enak, Ri.

Kamu hati-hati, ya?

Teteh ke sini mau antar handphone kamu.

Tadi Dimas kirim nge- chat sama telepon…

Tan, tahu tempat buat ngecilin cincin enggak?

Kamu dilamar?

Adik aku yang dilamar.

Dilangkahin.

Harga diri atuh, Risa.

Siapa?

Hendrick!

Hans?

Hendrick?

Aku tadi lihat kamu.

Hans?

Hendrick?

Dia masih belum bisa melihat kita, ya?

Buka!

Buka!

Tolong!

Tolong!

Buka!

Riri…

Riri…

Siapa?

Siapa?

Namaku…

Canting.

Ri?

Kamu belum selesai?

Riri?

Ri?

Riri!

Biarkan dia menari.

Kamu tak bisa menghentikanku.

Ri!

Kamu ngapain di sini?

Aku jemput kamu.

Loh, Riri.

Ini kamu kenapa?

Riri!

Ri!

Riri!

Hei.

Ri.

Ri, aku enggak pernah lihat kamu nari kaya tadi.

Terus tadi kamu ngomong pakai Bahasa Sunda

yang aku enggak ngerti maksudnya apa.

Udah gitu, tangan kamu memar lagi.

Kamu kenapa, Ri?

Kamu marah?

Ya sudah, aku minta maaf ya kalau…

Aku khawatir.

Riri.

Kok ninggalin?

Danur: The Last Chapter subtitles in other languages

التعليقات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left