أول 153 سطر.
The Return of Superman episode 133,
"Para Ayah yang Melompat Melalui Waktu".
Si kembar pergi ke pedesaan.
Mereka jatuh cinta pada pemandangan indah Chungju.
Wow.
- Wow. - Wow.
Disini sangat indah.
- Sangat indah. - Sangat indah.
Jalanannya indah.
Jalanannya indah.
Ayo kita bergandengan tangan.
Kalian ingat So Eul?
Tidak.
- Ada kebun kecil So Eul. - Kebun kecil.
Apa yang akan kau tanam?
Ingus ku.
Aku juga.
Saat Bum Soo membawa anak-anaknya sebelumnya, rasanya seperti...
itu menjadi tempat kecilnya sendiri. Jadi aku ingin mengunjunginya.
Sebelum aku menikah, aku tidak mengerti kenapa di hari Minggu...
orang-orang pergi ke peternakan atau kebun.
Kenapa kalian pergi ke sana di akhir pekan?
Tapi sekarang aku sudah menjadi ayah dua putra,
aku sadar menghabiskan waktu di ladang benar-benar penting.
- Dimana kebun So Eul... - Kebun So Eul...
Dimana kebun So Eul dan Da Eul?
Ini tanaman jagung.
Nantinya, mereka akan memanen jagung.
Bukankah menakjubkan?
- Dimana? - Bukan main!
- Dimana? - Apa?
- Dimana? - Lihat.
Seluas lapangan sepak bola.
Sangat menyenangkan.
- Masuklah. - Astaga.
- Kalian bersenang-senanglah. - Ayah, masuklah.
Tidak, Ayah tak akan masuk.
Aku akan memancing.
Ayah kemarilah.
Dan mungkin makan sup ikan...
- di malam hari. - Ayah, kemarilah. Jangan bicara terus.
- Sup lele... - Ayah tak mau masuk.
dengan sujebi.
Ayah, ada tempat tidurnya.
Ada tempat tidur?
Apa ini? Sangat bagus!
Ayah, berbaringlah.
Ayo berbaring.
- Ayah. - Sangat bagus.
Kalian bicaralah pada Ayah jika kalian marah padaku.
- Seo Eon? - Bukan, bukan Seo Eon.
Tidak ada orang disini.
Siapa yang kalian inginkan ada di sini?
Da Eul dan So Eul.
- Da Eul dan So Eul? - Iya.
Nanti kita kembali lagi bersama mereka.
Oh, apa ini?
- Apa itu? - Apa ini?
Kalian tahu apa ini?
Coba tebak. Bukankah terlihat seperti robot?
Aku sudah lama tak melihat ini.
Kalian tidak tahu ini, kan?
Kaset ini masih ada?
Ketika aku masih muda, aku biasanya membawa ini di bahu ku.
Ayah.
Untuk mendengar lagu.
Kita sekarang ada di Chungju.
Lagu apa yang cocok dengan hari cerah begini?
Lagu ceria mungkin bagus juga,
tapi yang ku sarankan, lebih tepatnya...
lagu yang tenang, damai bersama dengan sup lele.
Aku akan memutar Deulgukhwa "After Love", lagu yang direkam...
dalam kaset saat aku SMP.
Ayah, lucu.
- Lucu? - Iya.
- Sekali lagi. - Apa?
Ini lagu sedih.
- Lucu. - Lucu?
Inilah sebabnya albumku tidak laku.
- Lagu. - Apa? Lagu?
Apa ini?
Udaranya sangat segar,
dan disini sangat menyenangkan.
Ada banyak tanah yang ku suka.
Semoga kalian suka tanahnya juga. Ya?
Aku tak tahu baik itu keluarga Si An atau keluarga si kembar,
siapa pun yang datang berikutnya, silahkan mendengarkan kaset kami...
dan temukan kotak yang kami kubur.
Silahkan temukan kotak harta karun yang berguna untuk kalian yang kami kubur.
dan semoga itu bisa membantu...
saat kalian berada disini.
Kami akan menguburnya...
Pohon blueberi.
Lima langkah...
- dari pohon blueberi. - Dia bilang pohon blueberi.
- Menuju paviliun. - Lima langkah.
Ini akan dikubur lima langkah menuju paviliun.
- Benarkan? - Iya.
- Kami menyayangi kalian! - Kami menyayangi kalian!
Ya.
Katakan kami menyayangi mereka juga.
Bagus.
Bagaimana kalau kita mencarinya?
Oke. Semangat.
Ayo berharap keberuntungan bersama-sama.
Satu, dua, tiga.
- Semangat! Bagus. - Semangat!
Bersiaplah, bersama Ayah kita akan mencarinya.
Lihatlah, betapa bergayanya dirimu.
- Ayah. - Iya?
Pohon blueberi itu yang bagaimana?
- Pohon blueberi? - Iya.
- Ayo kita pergi mencarinya bersama-sama. - Siapa ini?
Hari bercocok tanam si kembar dimulai.
- Seo Eon, apa sempit? - Iya.
Disinilah tempat kita akan bekerja.
- Kalian ingin menanam inguskan? - Iya.
Tanamlah ingusnya.
Bukan. Semangka.
- Kau ingin menanam semangka? - Iya.
Ini selada.
Ini yang Ayah makan setiap hari.
Inilah yang So Eul dan Da Eul tanam.
- Boleh aku menyentuhnya? - Boleh.
Lihat ini.
Ini pohon blueberi.
Seo Jun.
Kita harus menemukan harta karun itu.
Berapa banyak langkah dari pohon blueberi?
Lima langkah.
So Eul dan Da Eul menyembunyikan kotak harta karun.
Apa si kembar akan mampu menemukannya?
Saat itu, musik trot diputar.
Lagu apa itu?
Ayah, tak muncul.
Satu, dua, tiga, empat, lima.
Akhirnya mereka mulai menggali harta karun.
Ayah, sulit kan?
Tidak. Aku sedang menggali.
Apa belum muncul?
Belum.
Kau bisa melakukannya, Ayah si kembar.
Semangat, Ayah!
Ku rasa sebentar lagi muncul.
Meurutmu sebentar lagi?
- Apa? - Apa?
Menurutmu sebentar lagi?
Apa kau lihat? Tidak kan?
Ayo gali lagi.
Inilah yang disebut menggali.
Tunggu.
- Satu, dua... - Mereka tidak menyerah.
Dia melangkah lima langkah lebih kecil saat ini.
No comments yet. Be the first to leave one.