أول 200 سطر.
"Episode 19"
Sebentar saja.
Tetap di sini sebentar.
Ini bisa menenangkanku.
Kenapa kamu gelisah?
Tugaskulah untuk mencari tahu.
Kamu membutuhkan bantuan.
Aku sudah selesai. Ayo pergi.
Ibu melarangku menemui Ayah,
tapi aku tidak tahan melihatnya diganggu lagi.
Ada apa lagi?
Kang Ha Young menyiramkan air panas kepada Ibu.
Bisa-bisanya Ayah memilih wanita seperti itu?
Aku ingin Ayah menegasinya
agar dia tidak mengulanginya.
Jika kamu dikeluarkan dari program audisi,
apa rencanamu?
Sejak kapan Ayah peduli dengan urusanku?
Anak nakal.
Semua orang tua peduli dengan anak-anak mereka.
Ayah tidak menganggapku sebagai putri Ayah.
Perlakukan saja aku
seperti biasanya.
Aku sudah memperingatkanmu
untuk tidak mengganggunya.
Ini karena putrimu lagi?
Jika hanya ini yang kamu lakukan,
kamu tidak akan bisa menjadi istriku
meski telah mengandung anakku.
Pimpinan Jung.
Ini peringatan terakhir dariku.
Jangan mengganggunya lagi!
Apa kubilang?
Kamu mendengarnya, bukan?
Walau aku mengandung anaknya, kami tidak akan menikah.
Mungkin dia mengatakannya karena marah.
Itu sebabnya kamu harus diam saja. Jangan mencari masalah.
Orang seperti itu tidak akan tidur denganku.
Jika aku mengaku keguguran,
dia tidak akan berpikir panjang sebelum meninggalkanku.
Itu sebabnya kamu harus mengikuti kemauannya sekarang.
Hanya itu cara menciptakan peluang.
Apa peluang itu akan datang?
Kita harus menciptakannya bagaimanapun caranya.
Hei.
Kamu terlalu banyak mengubah alur cerita.
Meskipun kamu penggemar Lara,
jangan biarkan itu memengaruhi cerita.
Kami memutuskan itu setelah berdiskusi.
Itu akan menambah ketegangan. Jangan khawatir.
Lara dan Bum Woo sama-sama pemula.
Kamu memberi mereka adegan yang begitu sulit.
Aku cukup mengharapkan yang terbaik.
Kamu terkenal.
Kamu hanya memperhatikan Lara dan Bum Woo.
Para artis lain menjadi tidak senang.
Abaikan saja mereka.
Dia sungguh tidak peka.
Aku sudah menceritakan ketidakadilan yang dahulu kuterima,
tapi dia malah tertipu oleh Lara.
Ada apa dengannya?
"Neuropsikiatri"
Kenyang sekali.
Hei! Do Na.
Apa?
Berhenti mencari informasi dan pergi saja ke rumah sakit.
Apa maksudmu?
Kamu mencari itu karena suasana hatimu cepat berubah, bukan?
Perubahan suasana hati? Aku?
Ya. Kamu selalu punya kecenderungan seperti itu.
Kamu pasti gila./- Apa kamu temanku?
Astaga.
Lalu kenapa kamu mencari tentang neuropsikiatri?
Cukup bicaranya. Tidur saja.
Baiklah.
Rundingkanlah dengan keluargamu.
Aku yatim piatu.
Aku diserahkan ke panti asuhan tanpa catatan apa pun.
Mulai sekarang, anggap aku kakakmu.
Aku cukup
menganggapmu sebagai sutradara.
Baiklah, mari kita lakukan.
Ya, terima kasih./- Ya.
Omong-omong, aku akan syuting adegan Su Jeong dan Pimpinan Jin,
jadi, kamu mengurus syuting adegan restoran.
Tapi...
Aku harus mengatur atmosfernya Su Jeong.
Jadi, aku ingin kita bertukar tempat.
Tapi itu adegan yang sulit. Aku tidak yakin apa bisa...
Di mana kepercayaan dirimu?
Ayo pergi.
Halo./- Halo.
Gil Joon./- Ya, Do Na.
Aku.../- Ada apa?
Kamu tidak suka musiknya?
Bukan itu.
Tolong bersikap baiklah kepada Jung Sung Ah.
Kalian kenal dekat?
Tidak juga.
Kudengar sebagian orang bisa merilis album
walau sudah dikeluarkan dari program audisi.
Dia tidak cukup bagus untuk itu.
Bagaimanapun, bersikap baiklah kepadanya.
Baik.
Apa
nama ayahmu
Kim Tae Seok?
Benar?
Ya.
Kamu Kyung Su?
Siapa kamu?
Kyung...
Kyung Su?
Ini ibu, Kyung Su.
Maafkan ibu.
Kyung Su.
Kyung Su, ibu...
Maafkan ibu. Tolong maafkan ibu.
Jika ibu meninggalkanku,
seharusnya ibu kembali walau sekali.
Semua ini salah ibu!
Maaf. Maafkan ibu.
Kerja bagus.
Kurangi pemotongan video untuk memaksimalkan emosinya.
Akan kuperiksa lagi hasil penyuntingan akhirnya.
Baik.
Selamat bekerja./- Terima kasih.
Pria idamanku adalah orang seperti Sutradara Shin.
Halo, Semuanya.
Aku membawakan kudapan untukmu.
Sudah kubilang aku sedang diet. Kenapa membawakan makanan terus?
Tapi aku tidak bisa membelikanmu bunga.
Untuk apa membelikanku bunga?
Hei, kamu mau ke mana?
Aku akan berterus terang.
Tidak dengar. Pergilah! Cepat!
Young Hee./- Aku tidak mendengar apa pun.
Young Hee.
Young Hee!
Kyung Su?
Maaf, Do Na.
Ini ibu, Kyung Su.
Kenapa sikapmu seperti ini?/- Aku lelah.
Aku sudah bilang berulang kali, tapi tidak ada perubahan.
Aku harus beristirahat.
Kenapa kamu selalu mengabaikanku?
Kapan aku pernah mengabaikanmu?
Lalu ini kamu sebut apa?
Apa kamu sungguh mencintaiku saat menikahiku?
Kukira begitu.
Tapi aku mulai ragu.
Ragu?
Jelas mustahil
untuk kita saling jatuh cinta pada pandangan pertama.
Orang tua kita memang mengatur pernikahan ini,
tapi kukira aku bisa mencintaimu suatu hari nanti.
Perlahan aku
mulai meragukannya.
Kamu mau minum-minum?
Ya.
Kamu bertengkar dengan Hye Mi?
Tidak.
Jangan berbohong.
Ibu sudah bisa melihatnya.
Kami hanya berselisih paham. Anggap saja Ibu tidak tahu apa-apa.
Ada apa?
Ibu melihat Joon Ho masuk ruang baca dengan minuman alkohol.
Sudah ibu katakan.
Ada hal yang harus kamu tahan untuk hidup bersama pengusaha.
Aku kecewa karena dia tidak menganggapku sama sekali.
Kamu tidak akan bisa hidup dengannya jika kecewa karena itu.
Dia tegas dengan pendiriannya.
Ibu memang ibunya, tapi ibu pun terkadang sulit berbicara dengannya.
Jangan harap bisa mengubah itu jika ibu saja tidak bisa.
Kamu hanya harus beradaptasi dengan cara hidupnya.
Ibu.
Kenapa harus aku yang selalu mengalah?
Berani sekali berkata seperti itu.
Kamu harus patuh pada semua ucapan ibu.
Kenapa membantah ibu?
Ayah mertuamu akan murka jika tahu.
Jadi, atasilah masalah ini dengan tenang.
Hei, Sung Ah.
Sung Ah.
Apa?
Sepertinya ada tamu.
Siapa yang bertamu selarut ini?
Baru saja ada yang mengetuk pintu.
Itu angin.
Keluar dan periksalah. Ibu takut.
Astaga, menjengkelkan sekali.
Astaga.
Siapa?
Hye Mi.
Kenapa kamu datang selarut ini?
Kamu tidak pindah rupanya.
Aku butuh uang untuk pindah.
Astaga.
Kenapa pakaianmu tipis sekali di cuaca dingin ini?
Kakak kenapa? Tidak kusangka Kakak kemari.
No comments yet. Be the first to leave one.