معلومات الإصدار

Arjun S O Vyjayanthi 2025 WEBRip id
تعليق من Kudalumping
Durasi: 02:21:51

الوسوم

webdl
نشرت في: 2025-05-25
تنزيلات: 100
ضعاف السمع: No

معاينة ترجمة Indonesian

أول 200 سطر.

Selama sembilan bulan ibu menarik napas, bayi pun bernapas.

Ibu makan makanan, bayi pun dapat gizi.

Kehidupan di dalam kehidupan... Itu indahnya menjadi seorang ibu.

Tapi aku bukan seorang ibu yang hanya peduli pada bayi,

aku juga seorang polisi yang harus melindungi masyarakat.

Selama sepuluh tahun karirku,

aku sudah melakukan sejumlah operasi semacam itu.

Ada banyak kejadian di mana aku harus menghadapi peluru.

Situasi yang mengancam jiwa yang tidak bisa kuhindari.

Tapi setiap kali aku menghadapi kematian,

satu-satunya wajah yang kulihat di hadapanku

adalah anakku, Arjun.

- Halo, Pak. - Apa kabar?

Apa yang membawamu ke sini? Kenapa membawa anakmu ke tempat seperti ini?

Selama 364 hari dalam setahun, dia mendengar apa yang kubilang.

Kecuali hari ini, saat dia harus mengucapkan selamat pada ibunya.

Ini hari ulang tahun ibunya. Dia mau mengucapkan selamat ulang tahun, aku tidak bisa menolaknya.

Aku bisa mendengar mereka berteriak.

Tapi suaraku tidak sampai ke mereka.

Beberapa saat lagi, saat kupikir aku akan berhenti bernapas,

saat itulah aku merasakan tangannya.

Ibu... Ibu...

Ibu...

Ayah...

Ibu...

Beberapa jam setelah kejadian itu,

pertempuran pecah untuk menguasai Pantai Barat.

Nawab yang memerintah Mumbai saat itu

harus menghadapi pemberontakan prajuritnya sendiri.

Sementara semua orang ditangkap,

Pathan yang memulai serangan tidak tertangkap.

Jadi, Nawab menawan putra-putra Pathan.

Ini aku.

Lepaskan anak-anakku.

Mereka yang menentang atau menantang Nawab

akan dikubur di sumur yang sama. Hidup-hidup...

Hey...

Keberanian yang kau tunjukkan saat kau memberontak padaku

kuburlah dalam sumur dan bangkitlah.

Aku akan membiarkanmu hidup.

Bang Pathan, aku mau bangkit bersamamu.

Tapi sekarang... aku harus membunuhmu agar bisa bangkit.

Aku tidak punya pilihan lain. Maafkan aku, temanku.

Merokok berbahaya untuk kesehatan.

Baiklah, sebelum aku menjadi malaikat,

biarkan aku menikmati rokok bersama teman-temanku untuk terakhir kalinya.

Habis sudah rokokku. Sekarang saatnya menghabiskan teman-temanku.

Seorang ayah bangkit dari ketinggian sembilan meter demi putra-putranya.

Anakku ini menyeberangi hutan demi ibunya.

Selamat ulang tahun Ibu!

Ini adalah kisah mereka berdua.

Bom itu pasti meledak?

Aku berpengalaman dua puluh lima tahun dengan bahan peledak.

Ledakan itu akan menghancurkan setengah kompleks pengadilan.

Kita akan baik-baik saja, kan?

Aku tidak tahu tempat latihan bom yang kusiapkan?

Kau melihat lelaki bermotor dan bicara di telepon?

Semua orang yang mendekatinya akan pergi.

Kenapa harus membunuh banyak orang hanya demi satu orang?

Kita tidak bisa mendekatinya satu kilometer pun di daerahnya.

Karena dia sekarang ada di depan publik, kita punya kesempatan.

Dia datang.

- Ada banyak keamanan untuk satu orang? - Dia adalah keamanan seluruh Vizag.

Dia keluar dari mobil. Ledakkan.

Ayo. Ledakkan.

Kenapa kau menatapnya? Tekan.

Dia satu-satunya orang yang kuharap tidak akan kutemui lagi.

Ada sebuah pabrik di lahan seluas 40 hektar di luar kota Bhuvaneshwar.

Orang yang menempatinya memberiku kontrak untuk menghancurkannya.

Menduduki tanah itu mudah, Sahoo.

Pasang papan, bangun gudang, dan selesai.

Pabrik itu punya 400 pekerja saat kami tiba.

Untuk mengancam 400 orang,

setidaknya empat harus dibunuh, kan?

Tanah dan darah entah bagaimana terhubung.

Kecuali darah merembes ke tanah, kepemilikan tidak akan berpindah tangan.

Semua pertempuran dalam sejarah diperjuangkan untuk hal yang sama.

Ayo, kita hancurkan.

Aku tidak tahu saat itu

ledakan dahsyat datang mengetuk pintu kami.

Aku sudah kubilang aku punya 25 tahun pengalaman dengan bahan peledak?

Tapi ledakan dari kepalan tangan

itu sesuatu yang belum pernah kulihat.

Dia tidak bersenjata.

Dia tidak memberi kami kesempatan menggunakan senjata melawannya.

Silakan duduk.

Siapa kau?

Apa yang kau inginkan?

Ambilkan aku teh.

Aku menyaksikan Pradhan, menghitung 800 crores,

dengan panik mencari uang receh di sakunya untuk memesan teh.

Berikan aku satu teh.

Satu saja cukup. Sepuluh rupee saja yang kupunya.

Tak apa. Ambil saja.

Begitu kau sampai di sana, dibutuhkan enam gelas untuk membuat satu gelas.

Pemilik pabrik mengirimmu?

Para pekerja mempekerjakanmu dengan dana mereka?

Aku di sini untuk orang

yang membuat teh yang menakjubkan ini.

Kau datang untuk lelaki penjual teh itu?

- Apa hubungan kalian? - Kami tidak ada hubungan apa-apa.

Itu tanggung jawabku.

Dia pernah dipanggil Ganjai Srinu.

Karena rasa hormatnya yang besar, dia pindah ke tempat baru ini

dan mencari nafkah dengan menjual teh.

Dia menelepon mengatakan dia tidak mampu mengelola pengeluaran.

Aku bertanya, apa bisnisnya terpuruk.

Ia bilang ia menghadapi tantangan yang tidak terduga.

Jadi, itu yang membuatmu ke sini?

Sebelum gelasku kosong,

tempat ini seharusnya kosong.

Keesokan harinya, para pekerja tiba di pabrik.

Tapi membiarkan gerbangnya terbuka.

Mengingat pertempuran yang terjadi hari itu.

Kau bisa memeriksa saksi.

Yang Mulia, mereka bilang pembunuhan itu terjadi di gedung pengadilan.

Ada orang, polisi, pengacara dan lainnya.

Hakim yang terhormat juga hadir di pengadilan saat itu.

Lalu bagaimana mungkin tidak ada seorang pun yang menyaksikan pembunuhan itu selain Ibu?

Kenapa?

Paidithalli dibunuh tepat di depan mataku, Yang Mulia.

Ada banyak saksi lain.

Tapi, berkata kebenaran membutuhkan keberanian.

Mereka tidak punya.

Baik saat aku bertugas atau tidak,

bahkan jika orang yang mati adalah musuh dan pembunuhnya adalah kerabat,

saat aku menyaksikan terjadinya kejahatan,

tidak mungkin aku diam saja.

Yang Mulia, pembunuhan itu terjadi sekitar jam empat sore.

Tapi pada hari terjadinya kejahatan tersebut,

Bu Vaijayanti meninggalkan pengadilan pada jam 15.30

menurut pernyataan yang diberikan oleh sopirnya, Simhachalam.

Itu saja, Yang Mulia.

Yang Mulia, sopir tersebut diintimidasi sehingga membuat pernyataan tidak benar.

Izinkan aku memeriksa saksi.

Sekarang sidang ditunda.

Kasus ini dijadwalkan ulang tanggal 5 bulan depan.

Apa ini, Bu?

Dia melihat arlojinya, dan hakim menjadwalkan ulang.

Jika membunuh seseorang bisa dibenarkan untuk membela diri,

kenapa hakim tidak bisa menunda kasus tersebut seumur hidupnya?

Siapa perempuan yang menyeret lelaki terkenal itu ke pengadilan?

Vaijaanti IP S, mantan Komisaris polisi Vizag.

Ibunya.

Oh, kau di sini! Kupikir aku harus pergi ke tempatmu melakukan pembayaran.

Apa yang kami minta kau lakukan? Dan apa yang kau lakukan?

Kau mau kasus tersebut dijadwalkan ulang.

Lalu kenapa kau berdebat atas kemauanmu sendiri?

Bagaimana kita bisa memenangkan kasus ini jika aku tidak membuktikan dia bohong, Pak?

Aku memintamu membantuku memenangkan kasus tersebut?

Kenapa kau membutuhkan pengacara jika kau tidak mau menang?

Dia harus memenangkan kasus ini.

Kau akan meminta penundaan.

Bila kau meminta penundaan, Ibu akan datang ke pengadilan.

Kasus tersebut harus dijadwalkan ulang tiap minggu.

Arjun harus menemui ibunya.

Dia datang. Ledakkan

Kita tidak punya kesempatan lagi jika kita melewatkannya, ledakkan.

Di mana kau tersesat? Tekan tombolnya.

Hei, di mana mobil yang akan meledak?

Mau ke mana? Berhenti.

Aku mengembalikan semua uang muka yang diberikan Mahamkali.

Aku akan kembali ke Barampur malam ini.

Jangan telepon aku lagi.

Pergi dan beritahu orang itu, Mahamkali yang mengirimmu ke sini,

kepalanya akan menjadi orang terakhir yang akan kubantai.

A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G

- Oh, begitu? Aku akan mengirim anak buahku. - Kau sudah selesai jalan-jalan?

Kenapa kau terlambat?

Hakim menunda kami di pengadilan, Chitra.

Kudengar kau memeriksa jam tanganmu dan dia menunda rapatnya.

Jadi, kenapa kau terlambat?

Hei, siapa yang menyiarkan siaran langsung di sini?

Bukan kami.

Apa yang kau lihat?

Kau pasti bercanda.

Aku mendengar ada pengacara muda yang bertanya tentangmu.

- Siapa paman itu? - Bagaimana penampilannya?

- Bagaimana aku tahu, Chitra? - Jangan katakan apa pun lagi. Bersiaplah.

Kita terlambat ke pesta pernikahan.

- Kau seperti ini untuk menghadiri pernikahan? Bersiaplah. - Ya, tentu saja.

- Bersiaplah. - Bagaimana denganmu?

- Hah? - Kau datang seperti ini?

Tidak, aku juga akan bersiap.

Bagaimana penampilanku?

Hmm?

Kelihatannya keren, Bujji.

Ngomong-ngomong, jam berapa pernikahannya?

Jam 4 pagi.

Apa?

Pernikahan diadakan jam 4 pagi,

kenapa kau terburu-buru dari jam 7 malam?

- Kita melakukan pemotretan pra-pernikahan? - Mm-hmm!

- Sangeet? - Mm-hmm!

- Bagaimana kalau pesta lajang? - Mm-hmm!

Tunggu, Bujji.

Tapi pernikahannya tetap terjadi, kan?

Maksudmu yang di kantor pendaftaran?

Itu penyelesaian properti yang harus diselesaikan dengan tanda tangan?

Itu adalah pernikahan.

Arjun S/O Vyjayanthi subtitles in other languages

التعليقات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left