Carolin Kebekus: The Last Christmas Special

Carolin Kebekus: The Last Christmas Special

تنزيل الترجمة Indonesian

معلومات الإصدار

Carolin Kebekus The Last Christmas Special 2021 1080p NF WEB-DL DDP5 1 x264-TEPES
تعليق من Putra14
Netflix Retail.

الوسوم

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
1080
نشرت في: 2021-12-08
تنزيلات: 23
ضعاف السمع: No

معاينة ترجمة Indonesian

أول 200 سطر.

KOMEDI SPESIAL NETFLIX

Terima kasih banyak!

Terima kasih.

Terima kasih, Semuanya!

Selamat datang! Senang kalian bisa hadir.

Dan di tengah musim Natal.

Aku sangat menghargainya.

Kalian bisa saja berada

di suatu pesta Natal

dan tergeletak di muntahan kalian, tetapi tidak.

Kalian malah datang menemuiku di gereja.

Damai menyertaimu.

Ini bukan…

Periode sebelum Natal adalah masa yang sangat spesial, bukan?

Sangat spesial, campuran unik antara

renungan dan stres.

Bisa dibilang stres renungan.

Tetapi itu ulah kalian sendiri.

Karena kalian selalu merasa,

"Semua harus selesai sebelum Natal. Aku ingin semua beres."

"Tidak, itu harus beres sebelum Natal. Pokoknya harus selesai."

Daftar tugasmu, tetapi juga konflik pribadimu.

Semua harus selesai sebelum Natal.

Seolah-olah dunia akan kiamat setelah Natal.

Harus beres.

Pamanku yang pedagang selalu diberi tahu,

"Kerjakan kamar mandi, tetapi harus beres sebelum Natal."

Dia selalu berkata, "Ya, tentu sebelum Natal. Hanya bukan tahun ini."

Namun, ini waktu spesial dan antisipasi pun spesial, bukan?

Dan untuk meningkatkan antisipasi ini,

ada kalender adven, bukan?

Jadi, tiap hari kau bisa panik sedikit demi sedikit alih-alih sekaligus.

Supaya kau bisa membaginya dengan baik.

Saat ini ada banyak sekali kalender adven.

Ada dari kalian yang membuatnya? Kau pernah membuatnya?

Ada yang membuatnya di bulan Agustus. Mereka tidak bilang.

Tepat sebelum Natal mereka berkata,

"Ya, tentu saja aku membuatnya bersama keluarga."

Untuk anak-anak, untuk orang tuanya, dan anjingnya.

Membuatmu berpikir, "Psikopat macam apa kau ini?"

Tetapi aku paham… Ah, ada yang tunjuk tangan. Benar, 'kan?

Aku paham jika kalian melakukannya untuk pasangan. Itu manis.

Kau melakukannya, setidaknya di tahun pertama hubungan kalian.

Memang di tujuh pintu pertama

kau punya ide bagus, 'kan?

Kau berkata, "Aku kekasih yang hebat."

"Ide-ideku super kreatif."

Tetapi setelah pintu ketujuh…

Mulai sulit.

Lalu kau pikir, "Ya."

"Wafer cokelat Hanuta lagi."

"Dan satu lagi!"

Oh, dia alergi kacang. "Masa bodoh, satu lagi!"

Dahulu aku juga punya pacar. Umurku masih 16 tahun.

Aku membuatkan pacarku saat itu

sebuah kalender adven dari kantong roti lapis.

Dalam beberapa kantong ada huruf-huruf

yang kalau disusun berbunyi, "Aku cinta padamu."

Ya. Aku baik sekali.

Tetapi juga amat, sangat bodoh.

Karena ada dua masalah.

Masalah pertama.

Setelah, "Aku ci…"

Kelanjutannya lumayan jelas.

Apa lagi selain itu?

Aku ci…pika-cipiki di sofa?

Aku cicipi piza.

Aku punya ci…ta-cita menindik pusarku?

Masalah kedua adalah

aku sadar di tanggal 9 Desember bahwa, ah, tidak.

Dia bukan lelaki yang tepat.

Itu masalahnya. Dan di usia 16, semua terjadi begitu cepat, 'kan?

Peralihan dari, "Oh, Tuhan, aku dimabuk cinta!"

ke, "Ih, siapa pula itu?"

cepat sekali.

Jadi, setelah, "Aku cinta,"

kutulis saja,

"Natal."

Hadiah untuknya bertuliskan,

"Aku cinta Natal."

Ya.

Ya, aku selalu ingin mengatakannya.

Oh, ya, dan kami putus.

Putus cinta khas anak 16 tahun.

Kau tidak bisa mengirim pesan, tetapi teleponnya saja tidak kujawab.

Sekarang istilahnya, "Aku mencampakkannya."

Kudengar sekarang disebut "mencampakkan".

Bukan putus lagi, tetapi "mencampakkan".

Terdengar keren, 'kan?

"Mencampakkan." Seolah kau menaruhnya dalam keranjang,

lalu seperti Gadis Berkerudung Merah ,

kau tutup dengan serbet kotak-kotak,

dan kau campakkan di rumah ibunya.

Tidak, bukan itu yang kubayangkan.

Baru-baru ini kubaca

bahwa kalender adven sama dengan kalender biasa. Alat untuk menghitung.

Dan dahulu,

kalender adven dibuat dengan garis kapur.

Dua puluh empat garis kapur

digambar di dinding, dan anak-anak boleh menghapus satu setiap hari.

Itulah kalender adven.

Anak-anak pasti melompat gembira dari kasur bulu mereka

pada jam lima pagi sebelum menggali ladang yang beku.

Kau membayangkan saat ini, 'kan?

Dengan anak-anak manja ini.

"Ibu, kalender advenku tahun ini seperti apa?"

"Apel? Playmobil?"

"Tidak, Nak. Tahun ini ada yang spesial untukmu."

"Kau boleh menghapus satu garis di dinding setiap hari."

"Nikmatilah."

"Apa aku boleh menyimpan spons ini, Bu?"

"Tidak"

"Mumpung begitu, sekalian saja gosok lantai dapur."

Tetapi setidaknya kalender adven kita lebih baik, 'kan?

Waktu kecil, kita punya yang keren.

Tidak ada kalender bergambar yang konyol.

Ada temanku yang hanya punya satu dengan gambar. Kasihan dia.

Tetapi kita punya yang berisi cokelat.

Setiap hari ada cokelat di dalam.

Dalam pikiranku jadi tertanam bahwa itu cokelat terbaik di dunia.

Yang terbaik.

Kini aku sadar. Tidak.

Itu cokelat paling menjijikkan di seluruh dunia, 'kan?

Kalau dicoba lagi sekarang, pasti kalian pikir, "Ih!"

"Rasanya seperti knalpot."

"Rasanya seperti kertas aluminium."

Seperti itu baunya. "Ih, kenapa?"

Kurasa rasanya hanya enak saat kita masih anak-anak

karena kita tak boleh makan cokelat.

Indra perasamu belum berkembang baik.

Tentu rasanya menjijikkan. Ada petroleum di dalamnya, 'kan?

Di dalam cetakan-cetakan plastik kecil ini.

Petroleum yang membuatmu teler.

Memakan petroleum hampir sama dengan menghirup lem.

Bisa dibilang, dahulu anak-anak digerakkan bahan bakar fosil.

Zaman sekarang, ada bermacam kalender adven, bukan?

Ada kalender adven berisi kaus kaki.

Berisi LEGO, Playmobil, perhiasan.

Kosmetik. Mereka lumayan bagus.

Parfum, anak anjing, dinosaurus, dan…

mainan seks.

Kalian tahu… Oh, ya.

Kalian tahu ini? Baiklah.

Kau mendapatkan mainan seks setiap hari

di balik pintu. Tetapi aku selalu berpikir,

"Apakah itu keren?"

Saat kau bangun di pagi hari

dan membuka matamu, iler di bantal berbau napas pagi yang menjijikkan.

Hal pertama yang kau lakukan, "Aku akan membuka pintu ini

dan lihat benda apa yang akan kupakai memanjakan tubuh hari ini."

Dan kau dapat sumbat pantat di hari Santo Nikolas.

Di hari Santo Nikolas, selalu ada yang besar di dalam.

Kau takut dengan kalender adven mainan seks

karena kau sudah melihatnya sejak tanggal satu Desember.

"Oh, Tuhan. Apa itu?"

Dan kalian tahu semua orang yang membeli kalender itu

akan menjejalkan benda itu dalam tubuh mereka malam ini.

Pengalaman hebat.

Bagus, tidak semua. Mereka yang tahu akan menunggu pelumas

yang ada dalam pintu nomor delapan.

Dan kalau kau punya banyak kalender adven dalam keluarga,

kau harus berhati-hati agar tidak tercampur.

Atau nanti bisa jadi, "Hei, Sayang, dildo itu dari pintu nomor delapan, ya?"

"Hei, maaf, tetapi itu menyakitkan."

"Ya, Sayang, itu T-Rex dari kalender adven anak-anak."

"Ah, oke. Kalau begitu, kukembalikan saja pada mereka."

Tetapi bagiku, kalender mainan seks ini menjemukan.

Entah mengapa.

Mungkin itu untuk orang yang terlalu pemalu.

Untuk orang yang pemalu, tetapi juga bertanggung jawab.

Namun, ada yang berkata,

"Biasanya aku tidak suka menjejalkan benda besar dalam tubuhku,

tetapi itu ada di dalam kalender."

"Kita membelinya, kita membayarnya,

dan ini hari Santo Nikolas. Jadi, kita harus merayakannya."

"Apa boleh buat?"

Aku tidak menyukainya, tetapi ada temanku yang sangat menantikannya.

Berharap diberikan pacarnya.

Dia tidak mau beli sendiri, harus sebagai hadiah.

Dia pikir itu hebat, dan di suatu hari Natal, pacarnya pulang dan berkata,

"Sayang, aku punya kalender adven spesial."

Dan dia berkata, "Mantap."

Pacarnya berkata, "Ini yang kita butuhkan

untuk membumbui hubungan kita

dan sedikit energi dalam hidup kita."

Itu akan jadi alasanku memutuskan seseorang,

kalau mereka memakai kata "energi".

"Aku ingin sedikit energi dalam…" Terima kasih, usai sudah.

Dia sudah berpikir, "Oh, Tuhan, apa yang dia bawa?"

"Apa itu? Keluarkan."

"Sesuatu yang bersimpul? Borgol, bola kegel?"

Dan yang dia keluarkan adalah kalender adven

berisi teh.

Ya. Menggairahkan.

Sangat menggairahkan.

"Ini campuran liar."

"Pepermin balsem lemon gila."

"Ah, waktu seduh lima menit? Ya, kuseduh selama lima menit, ya."

"Oh, teh penenang."

"Oh, Tuhan, ya. Cumbu aku dengan Early Grey. Cumbu aku, Earl."

Carolin Kebekus: The Last Christmas Special subtitles in other languages

التعليقات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left