أول 200 سطر.
"Bimbingan orang tua disarankan untuk pemirsa di bawah 12 tahun"
"Satu jam sebelum kekacauan"
"Pagi hari yang damai di rumah si kembar"
"Ada apa dengan rambut mereka?"
Gaya rambut baru mereka terlihat tidak asing.
Mereka pernah terbangun dengan potongan rambut mangkuk.
"Mereka telah mempertahankannya sebagai kebiasaan tahunan"
Ini potongan rambut mangkuk kedua mereka.
Tadinya poni mereka lebih lurus.
Potongan rambut mangkuk yang ketiga terlihat nakal.
Tahun ini, mereka terlihat sedikit lebih dewasa.
Ibu./- Ya?
Tolong bukakan ini, Bu./- Bolehkah kami
makan roti cokelat?
Sebentar lagi waktunya makan./- Sedikit saja.
"Dia meminta dengan sungguh-sungguh"
Aku hanya akan makan sedikit saja.
Aku juga.
Sedikit saja, ya?
"Mereka mendapat persetujuan"
Mari kita bagi. Aku juga mau sesuap.
Kalian harus pastikan untuk makan saat waktunya makan.
Kalian berdua, mengerti?/- Baiklah.
"Seo Jun makan sesuap"
"Melahap"
"Ini dia"
"Dia menjadi tergila-gila pada roti itu"
"Bagi Seo Eon, ini sangat istimewa"
Dia tidak sengaja menemukannya di Vietnam.
"Dia kali pertama memakannya di Vietnam"
Seo Eon jatuh cinta pada roti cokelat.
Roti itu bahkan hadir di mimpinya.
Sejak saat itu, rasa sukanya pada roti cokelat tidak berubah.
"Menjilat"
Ayo makan sekarang, Seo Eon.
"Dia merespons panggilan ibunya"
"Tapi dia malah ke kamar tidur?"
Seo Eon.
Berhentilah makan dan kemari.
"Rotiku bisa beristirahat di tempat tidurku"
Terima kasih makanannya./- Baiklah.
Campurlah semuanya lebih dahulu...
"Mengambil suapan besar"
Dekatkan lagi kepalamu untuk menyuap.
Aku mau buang air kecil./- Baiklah. Pergilah.
Ini panas./- Tiup lebih dahulu.
"Langkah kaki Seo Eon sangat terburu-buru"
"Kenapa toiletnya dilewat?"
"Kimchi yang manis dan gurih ditambah roti cokelat"
Habiskan makananmu sebelum pergi.
Terima kasih makanannya.
"Sekitar 30 menit yang lalu"
"Apa ada permainan seru untuk dilakukan?"
"Apa kamu mau berbuat nakal?"
"Aku harus segera kembali untuk roti cokelatku"
Baiklah. Makan kimchinya sekarang.
The Return of Superman, episode 202.
"Hubungan Manis Kita".
"Mereka terpaku pada kartun setelah makan"
Jangan nakal, ya?
"Jangan khawatir, Bu"'
"Waktu 48 jam tanpa ibu mereka dimulai"
"Astaga. Berisik sekali"
"Sekitar 5 menit sebelum kekacauan"
Ayah akan biarkan udaranya keluar,
jadi, jangan tutup jendelanya.
Baiklah.
Berhentilah menonton TV.
Kalian terus menontonnya sejak Ibu belum pergi.
"Kalau begitu, bagaimana sebaiknya aku bermain sekarang?"
Berhenti menonton TV.
"Dia memilih bermain dengan mainan"
Seo Eon menemukan roti cokelat milik Seo Jun.
"Benar. Aku juga punya"
Waktunya roti cokelat.
"Roti cokelatku sayang"
Tapi ke mana perginya roti cokelat Seo Eon?
"Rotinya telah menghilang tanpa jejak"
Ayah.
Roti cokelat Seo Eon telah menghilang.
Di mana roti cokelatku?
"Ke mana kamu pergi?"
Hanya tersisa milik Seo Jun.
"Roti cokelat Seo Jun"
Ekspresinya menutupi sebuah maksud tersembunyi.
Roti cokelatnya menghilang.
Tidak ada yang memasuki rumah.
Pelaku yang mungkin hanyalah ayahnya atau Seo Jun.
Siapa yang makan roti cokelatku?
Bukan aku.
"Kamu tidak memakannya?"
"Aku memang makan sesuap"
Kamu kehilangan sesuatu, Seo Eon?
Roti cokelatku.
Roti cokelat?
Di mana kamu menaruhnya?
Tadinya ada di kamar tidur, tapi sekarang hilang.
Kamar tidur?
Seo Jun, bantu dia mencarinya.
Tidak mau.
Apa?/- Tidak mau.
"Kenapa dia menolak membantu?"
Tetap saja kamu harus membantunya.
Tidak mau.
"Seo Jun muncul di TKP"
"Tampaknya sesuatu melintas di pikirannya"
Hei, Seo Eon.
Apa rotimu masih baru?
"Menggeleng"
Apa sudah sisa?
"Harusnya kamu tahu karena kita mendapatkannya bersama"
"Tiba-tiba Seo Jun mengambil rotinya sendiri"
Ini.
"Ini"
"Apa yang terjadi?"
"Apa yang terjadi dengan si pembuat ulah hari ini?"
Kamu sudah mencoba mencari ke seluruh ruangan, Seo Eon?
Ya.
"Tapi rotinya masih tetap hilang"
"Kalau begitu, mungkin..."
Apa Ayah yakin tidak memakannya?
Ayah? Kamu pikir ayah yang makan rotimu?
Coba pikirkan, Seo Eon.
"Apa Hwi Jae pelakunya?"
Jika benar ayah yang makan rotimu,
maka ayah rela melakukan apa saja yang kamu inginkan hari ini.
Bukan ayah pelakunya.
Sungguh?
Tentu saja.
Paman di kamar bermain sedang mengunyah sesuatu.
"Apa?"
Ketiga juru kamera juga menjadi tersangka.
"Berjalan cepat"
Buka mulut Paman.
"Buka mulut Paman"
"Mengintip ke dalam"
"Detektif forensik ini menggunakan kelima indranya"
"Aku tidak melihat ada tanda-tanda cokelat"
Apa Paman makan roti cokelatku?
Paman tidak memakannya.
"Dia memasuki tenda untuk mencari"
Paman sungguh tidak memakannya.
Buka mulut Paman.
"Mengendus"
"Ada yang berbau familier"
"Melebar"
Aku mencium bau cumi-cumi kering.
Apa Paman makan cumi-cumi kering?
Ya.
Tebakanmu benar.
"Detektif Seo Eon, sang ahli mengendus"
"Juru kamera terakhir"
"Dia mengendus"
"Aroma ini..."
Apa itu jus mangga?/- Ya.
Katanya dia habis minum jus mangga.
"Kemampuan menciumnya yang terbaik"
Jika tidak ada satu pun dari mereka yang memakannya,
ke mana perginya roti itu?
Di sini juga tidak ada.
"Kerja sama tim"
"Seo Eon mulai lelah"
Aku menemukannya.
Apa?/- Aku menemukannya.
"Dia menemukannya"
Apa?/- Aku menemukannya.
Di mana?
Di dalam kulkas.
"Ini pertemuan kembali dengan roti yang emosional"
Sampaikan terima kasih kepadanya. Kamu harus memeluknya.
Terima kasih.
"Terima kasih"
Tos. Bagus.
"Kasus hilangnya roti terpecahkan"
Tapi kenapa ini bisa ada di kulkas?
Ayah tidak tahu.
Ibu yang memberikannya kepada kami.
Mungkin Ibu yang memasukkannya.
Boleh kutelepon Ibu?
Tentu. Mau menelepon Ibu?
"Roti ini memang enak"
Halo? Seo Jun?
Ibu.
Ya, Seo Eon?
Apa Ibu yang memasukkan roti cokelat ke kulkas?
Ya. Tadi,
ibu yang memasukkannya agar tidak leleh
atau jadi hancur.
Ibu memasukkannya ke kulkas agar tidak leleh.
"Dia menemukan roti itu di atas tempat tidur"
"Seperti inilah akhirnya roti itu berada di kulkas"
Ibu.
Terima kasih sudah menyimpannya.
"Dia menangis"
Aku sayang Ibu.
Ibu juga sayang kepadamu, Seo Eon.
Tiga bersaudara mengunjungi Pasar Nambu Jeonju.
Ini panas. Hati-hati.
Hidangan ini tidak ada yang dibumbui.
Jangan lupa masukkan acar udangnya.
No comments yet. Be the first to leave one.