Time and Water

Time and Water

تنزيل الترجمة Indonesian

معلومات الإصدار

Time And Water 2026 DSNP WEB H264-SuckMyNonFict
تعليق من tedi
Retail ADSNP | 1:33:01 Resync for DSNP

الوسوم

webdl
نشرت في: 2026-08-06
تنزيلات: 4
ضعاف السمع: No

معاينة ترجمة Indonesian

أول 200 سطر.

UNTUK MEREKA YANG KUSAYANGI

JIKA KAU TEMUKAN KAPSUL WAKTU INI, MOHON TEKAN PUTAR

Halo.

Halo.

Halo.

Aku harap ini bisa menjangkaumu.

Kita tak akan pernah bertemu karena kita hidup di masa berbeda.

Aku tak bisa mengirimkanmu gletser…

tapi setidaknya bisa mengirimkanmu ini.

Kapsul ini bisa saja berisi ular dari Amazon.

Ular boa di bahuku ini milik paman favoritku, John.

Lima belas tahun kemudian, dia undang aku untuk membantunya meneliti kebiasaan kawin

anakonda raksasa di Venezuela.

Seharusnya aku ada di sini,

tapi rencana ini bertentangan dengan kehidupan asmaraku sendiri.

Jadi aku tetap berada di habitatku di Islandia ini,

menulis puisi dan fiksi ilmiah.

Buku Andri Snær Magnason, The Story of the Blue Planet,

menarik perhatian yang signifikan.

Mungkin ini novel Islandia paling politis yang aku baca dalam waktu yang lama.

Hulda!

Ada lidah gletser, lihat.

Aduh!

Gletser ada di sana.

Di sana!

Yang pertama kukirimkan adalah kisah yang biasa kuceritakan kepada anak-anakku.

Mengenai rumah kami.

Awalnya, terdapat kehampaan.

Lalu, api bertemu es.

Dari kekacauan, bangkitlah Audumbla, sapi yang terbuat dari embun beku dan salju.

Ratusan gletser keluar dari tubuhnya…

yang mengukir gunung dan lembah.

Dari ambingnya mengalir empat sungai yang menutrisi dunia.

Esnya membuat rumah di sini, di Islandia,

dan Islandia menjadi rumah bagi kami semua.

Ribuan tahun kami tinggal bersama es.

Senyum!

Islandia?

- Ini benar? - Ya.

Bagus.

Islandia.

Tapi itu hanya awal,

dan kau akan butuh banyak kisah.

Bisa menangkap Cahaya Utara!

Wah.

Lihat, mereka bergerak.

Wah! Mereka menghilang.

Ada di sana sekarang.

Entah berapa usiamu saat menerima ini.

Usiaku 53 tahun, dan saat ini tahun 2026.

Seperti inilah Islandia saat ini.

Belum pernah lihat sesuatu seindah ini.

- Bagaimana menurut kalian? - Luar biasa.

Ini jalan yang indah.

- Andri, kau bersama kami? - Ya.

Kecintaanku pada tempat ini berasal dari mereka yang membesarkanku…

orang tuaku…

serta kakek dan nenekku.

Kami keluarga pertama dan terakhir.

Kakek Jón menjadi yang terakhir dalam generasi 1.000 tahun

yang lahir di peternakan ini.

Nenek Dísa selalu menjadi yang pertama tertawa.

Dan Nenek Hulda…

perempuan pertama yang terbang di Islandia.

Kakek Árni, salah satu yang pertama menelusuri gletser Islandia.

Tapi aku jadi yang pertama untuk berpisah dengan sesuatu…

yang kami kira tak akan hilang.

Ini tahun 2019.

Anak bungsuku dari empat bersaudara, Hulda, berulang tahun ke-11.

Wah!

Dan nenek terakhirku, juga bernama Hulda, masih hidup.

Ekspektasi untukmu tinggi, Hulda.

Kami bernama Hulda.

Nenek Hulda telah menikah dengan Kakek Árni selama 60 tahun.

Sekarang, hal-hal yang paling mereka cintai di dunia ini mulai mati.

Gletser Godaland Gletser Eyjafjalla - Gletser Lembah Rawa

Gletser Panjang - Gletser Kuil

Gletser Vatna

Pada 2014, Gletser Ok jadi yang pertama mati karena perubahan iklim.

Pemakamannya akan diadakan di bulan Agustus.

Pemakaman seperti ini yang pertama di dunia.

Pemakaman untuk sebuah gletser terasa seperti tak nyata.

Seolah rasa akan rumah mulai menghilang.

Sudah lama sekali aku menyimpan kisah-kisah gletser

dari kakek dan nenekku.

Tiba-tiba kini aku melihatnya dari perspektif baru.

Aku terdorong untuk mengumpulkan semua kisahnya,

merasa mungkin bisa berguna untuk masa depan.

Ini aku bagikan kisah favoritku

tentang bagaimana kakek dan nenek jatuh cinta di atas es.

Ini rekaman mereka.

Ini mereka saat berbulan madu pada tahun 1956.

Dan ini mereka pada tahun 2004…

2010…

dan 2017.

Dari kecil, aku selalu ingin pergi ke gunung.

Anehnya, pada musim semi, aku mulai mencium aroma gletser.

Apa itu aroma gletser?

- Aku tak bisa menjelaskannya. - Sesuatu yang istimewa.

Aromanya begitu menyegarkan.

Kapan kalian bertemu?

Saat mendaki gunung.

Aku langsung menyukainya.

Dulu aku suka bilang kepada ibuku,

"Andai saja aku laki-laki, bisa melakukan ini dan itu."

Bisa bertualang.

Aku mau melakukan apa pun.

Árni bilang kepadaku, "Kami mau ke gletser Vatnajökull."

Dan aku bilang, "Boleh aku ikut?"

Pemain ski lokal bertanya apa aku gila, bawa perempuan naik ke Vatnajökull.

Sangat edan!

Gletser terbesar adalah Vatnajökull,

menutupi sekitar seperduabelas permukaan Islandia

dan merupakan gletser terbesar di Eropa.

Perjalanan ke Vatnajökull sangatlah berisiko

dan hanya bisa ditempuh petualang sangat berpengalaman dengan peralatan memadai.

Kami berada di sana selama satu minggu.

Sejak saat itu kami tak pernah berpisah.

Kami menikah hari Jumat,

dan keesokan paginya pergi untuk perjalanan tiga minggu.

Setelah itu, kami sering naik ke Gletser Vatnajökull

dengan Perkumpulan Gletser Islandia.

Ini adalah awal dari survei.

Ini pengukuran yang sama yang mereka lakukan hari ini.

Tak pernah kedinginan?

Tidak pernah.

Kami baru menikah!

Kau merasa gletser adalah rumah keduamu?

Ya.

Rasanya berbeda saat berada di atas gletser.

Semuanya putih.

Tanpa batas.

Berapa usia kalian?

- Aku lupa segalanya. - Menjelang 95 tahun, Árni-ku.

- Sembilan puluh lima? - Ya.

- Kau mengingatnya untukku. - Ya, tentu saja.

Kau selalu begitu.

Entah bagaimana caranya aku melalui kehidupan

jika dia tak bersamaku.

Aku ingin kau mengenal gletser seperti kakek dan nenekku.

Seperti aku.

Seperti ini suara gletser.

Tak terlalu terlihat, tapi ia bergerak.

Saat salju terus menumpuk setiap tahunnya…

es mulai menjadi berat dan mulai bergerak karena beratnya sendiri.

Gerakan itu yang mendefinisikan gletser.

Es yang menjadi hidup.

Kehidupan gletser berlangsung dalam skala waktu geologis,

selama berabad-abad dan milenium, alih-alih bulan dan tahun.

Biru adalah warna dari es yang sudah tua.

Semakin biru warnanya, semakin tua usianya.

Selama curah salju musim dingin melebihi pencairan salju musim panas,

gletser akan terus mengalir.

Siklus ini membawa kehidupan ke daratan.

Kakek dan nenekku mengira gletser akan selalu ada.

Aku pun begitu.

Tapi pada suatu hari di tahun 2014, ada berita ini.

Gletser Ok berada di pegunungan di Islandia Barat.

Selalu dikenal sebagai gletser terkecil Islandia,

tapi tidak akan dianggap gletser lagi

karena ahli gletser, Oddur Sigurðsson sedang menuju ke puncak gunung

untuk mengeluarkan akta kematian untuk gletser itu.

Penyebab kematiannya adalah panas musim panas yang ekstrem.

Gletser Ok baru berusia 700 tahun pada saat kematiannya.

Seperti balita jika dibandingkan gletser lain.

Sekitar tahun 1900, luasnya sekitar 15 kilometer persegi.

Tapi pada 15 tahun terakhir,

ukurannya menyusut lebih cepat dari yang aku bayangkan.

Penyusutannya cepat sekali.

Ia tak bergerak lagi, karena itu disebut sebagai es mati.

Aku ingin tahu apa kematian gletser

terasa begitu bersejarah bagimu seperti halnya bagiku.

Bagiku rasanya seperti runtuhnya cakrawala.

Masa depan yang telah diperingatkan tak lagi jauh.

Sudah tiba.

Waktu sudah habis.

Pertama kali aku merasa seperti ini, aku mengambil kamera,

dan tanpa kusadari, aku mulai membuat kapsul waktu ini untukmu.

Ini tahun 1997, kekasihku, Magga,

baru saja melahirkan anak pertama kami, Hlynur.

Ini pertama kalinya Hlynur mandi bersama ibunya.

Indah, ya?

Pada saat bersamaan, kakekku yang satunya, Jón,

memberi tahu kami bahwa kemungkinan dia sekarat…

jadi kami pun bergegas ke rumahnya di dekat laut.

Di sini, empat generasi pun berbaring di atas rumput.

Pewaris takhta.

Pria tertua dengan putra tertuanya serta putra tertuanya dengan putra tertuanya.

Yang tertua dari mereka semua.

Lihat betapa kerennya dia.

Aku tak siap untuk ucapkan selamat tinggal.

Sebelumnya di musim panas itu, aku menerima pekerjaan di Arsip Nasional,

institusi yang menyimpan catatan tertua di Islandia.

Setiap arsip seperti portal yang mengirimku ke masa lain.

Aku menelusuri literatur Edda sampai ke tahun 1220,

saat mitos dewa-dewi serta kosmos pertama kali ditranskripsikan.

Kitab Pemukiman membawaku ke tahun 874, saat manusia pertama menetap di Islandia.

Kini aku berada di tahun 1862, dalam cerita rakyat mengenai peri.

Seorang peri telah memikat seorang penggembala ke dalam rumahnya di bebatuan.

Lalu aku mendarat di ruang keluarga perempuan tua yang lahir pada tahun 1918.

التعليقات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left