أول 200 سطر.
"Park Ju Mi, Choi Myung Gil"
"Kim Min Jun, Han Da Gam"
"Jeon No Min, Yoon Hae Young"
"Gee Young San, Yoo Jung Hoo"
"Lee Da Yeon, Kim Chae Eun, Hwang Mi Na"
"Durian's Affair"
"Semua orang, organisasi, lokasi, dan kejadian"
"Dalam drama ini hanyalah fiksi"
"Adegan dengan hewan direkam sesuai panduan"
Ada apa?
Kurasa
Eon mungkin...
Eon?
Kenapa?
So Jeo.
Kamu membuat ibu khawatir.
Kurasa dia...
"Episode Tiga"
Eon.
Sayangku.
Mereka pergi memanggil tabib.
Buka matamu.
Kenapa tanganmu dingin sekali?
Apa yang terjadi denganmu, Sayang?
Apa yang terjadi?
Katakan.
- Kapan ini terjadi? - Aku tidak tahu.
Apa maksudmu? Jika kamu tidak tahu apa yang terjadi, siapa yang tahu?
Apa yang kamu lakukan kepada suamimu?
Sayang...
Anakku, ibu mohon.
- Ambilkan air hangat. Cepat! - Baik, Nyonya.
Apa yang harus kita lakukan?
Ibu mohon...
Mari kita pijat kakinya.
Eon.
Ibu tidak bisa hidup jika kehilanganmu seperti ini.
Tolong buka matamu.
Apa dia bangun saat kamu bangun?
Kupikir dia sedang tidur.
Kamu bahkan tidak melihatnya?
Kamu seharusnya memeriksa apakah dia tertidur lelap.
Kamu baru bangun tidur?
Aku bangun terlambat, jadi...
Bodoh sekali.
Kenapa kamu membiarkan ini terjadi? Kalian pengantin baru.
Astaga.
Dia baik-baik saja tadi.
Sampai kapan?
Sampai kapan dia sehat?
Sampai semalam.
Ada empedu beruang di salah satu laci di kamar ibu.
Cepat.
Ibu tidak bisa hidup jika kehilanganmu seperti ini.
Ibu sungguh tidak bisa hidup.
Buddha yang murah hati. Semua dewa langit dan bumi.
Kumohon.
Kamu harus minum ini, Nona.
Kamu ingin mengikuti suamimu?
Andai saja
aku bisa.
Kumohon, Nona.
Apa yang harus kita lakukan?
Apa yang akan kamu lakukan?
Bagaimana aku bisa melewati ini?
Sayang.
Kamu di sana?
Kamu mengawasiku?
Aku akan pergi setelah memberi hormat malam.
Apa itu perpisahan terakhirmu?
Dosa apa yang kulakukan pada kehidupan lampau
hingga aku harus terus hidup dengan hati yang hancur ini
setelah kehilangan anakku?
Haruskah ibu bunuh diri dan mengikutimu?
Eon...
Lihat dirimu.
Kamu membuat suamimu terbunuh kurang dari tiga bulan usai menikah.
Namun, kamu malah bersantai dengan mandi air panas.
Kamu akan tidur seperti bayi.
- Di mana Deung Myung? - Dia pergi menemui Ohyiji.
Bukankah kamu punya orang lain?
Jika ada, temuilah dia.
Buddha yang maha pengampun.
Tolong ambil nyawaku juga,
atau biarkan aku
melihat suamiku dalam mimpiku.
Meski hanya sekali.
Aku harus mendengar alasannya.
Setidaknya aku harus mengucapkan perpisahan yang layak.
Tolong suruh dia berhenti, Nyonya.
Bagaimana jika terjadi hal buruk?
Entah dia mati atau hidup...
Itu takdirnya.
Kumohon, Nona.
Aku khawatir kamu akan pingsan.
Keluar.
Setidaknya minumlah sedikit.
Ini tidak berguna.
Kurang ajar. Jaga ucapanmu!
Jangan bicara seperti itu!
Tolong maafkan aku.
Jika ada yang mati, aku yang akan mati.
Kamu pikir kamu siapa?
Beraninya kamu!
Apa dia membuat suaminya terbunuh karena dia sekejam itu?
So Jeo.
Berhenti.
Berhenti sekarang juga!
So Jeo.
Ibu bilang berhenti!
Apa yang kamu lakukan?
Memangnya kamu mayat?
Keluar sekarang juga.
So Jeo!
Keluar dari sana. Kumohon!
Apa kita sudah mati?
Kita pasti sudah mati.
Kita pasti
di api penyucian sekarang.
Apa kata Paman Chi Jung tadi?
Apa para wanita itu masih di rumah Paman?
Ya, paman tidak tahu ada apa. Mereka tidak mau bangun.
Dokter bilang mereka pingsan karena kelelahan.
- Kamu akan segera pergi, bukan? - Ya.
Masuklah.
Paman Chi Gam baru saja keluar.
Ya, aku melihatnya.
Ohyiji? Dia di kamar bibi.
Dia terus mencoba menjilat wajahnya.
Kamu mengenali wajahnya?
Mungkin penggemar berat?
Mustahil mengenal setiap penggemar.
Itu pasti semacam kostum.
Maksudmu, mereka berpakaian sebagai hantu? Hantu perawan?
Belakangan ada banyak orang unik yang berbuat sesuka hati mereka.
Dia memakai ekstensi rambut, bukan?
Bibi pikir juga begitu, tapi itu rambut aslinya.
Entahlah.
Bibi harap
mereka tidak menyelinap masuk dengan niat buruk.
Sepertinya bukan begitu.
Kudengar dokter bilang mereka pingsan karena kelelahan.
Yang di kamar itu tampak sangat muda.
Ohyiji.
Paman Deung Myung membelikan camilan untukmu.
Paman Deung Myung lebih baik daripada ayahmu.
Kamar tamu.
Baik, Bu.
Kamu mau minum?
Aku sudah minum di rumah.
Untuk kakap merah muda, jangan beli jika itu kecil.
Baik, Bu.
Dia akan sempurna di "Korean Ghost Stories".
Cobalah.
Enak sekali, bukan?
Kamu sudah bangun.
Tidak apa-apa. Kamu di rumah pamanku sekarang.
Sayang.
Sayang!
Kamu mengenalnya?
Tidak.
Kamu mau ke kamar mandi?
- Ibu... - Dia ada di ruang tamu.
Aku akan melepas ini untukmu.
Ini hanya infus.
Dokter bilang kamu pingsan karena kelelahan.
Ibumu pingsan lagi.
Ikut aku.
Kamu tidak bisa turun dari ranjang sendiri?
Ada apa dengannya?
Kamu berjalan dengan baik di vila.
Kamu mengenalku?
Itu
jelas Dol Soe.
Duduklah di sofa.
Dengar, aku ingin kamu menjelaskan apa yang terjadi.
Bagaimana kamu bisa masuk ke vila kami?
Apa kamu penggemar dan penguntitnya?
Aku akan pergi.
Kamu tidak ikut makan siang?
Aku sudah makan.
Aku...
Sayang!
Sadarlah, ya?
Sebaiknya jaga ucapanmu.
Siapa yang kamu maksud dengan "sayang"?
Bahkan jika kamu tidak ingat aku,
apa kamu...
Kamu tidak mengenalinya?
Bukankah itu ponsel Paman Chi Gam?
Astaga. Dia lupa membawa ponselnya.
Jaga diri kalian.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Eon!
Kamu tidak boleh pergi.
Kurasa kamu salah orang.
Kamu tidak tahu siapa aku?
Dan Deung Myung.
Dan Deung Myung?
Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.