أول 200 سطر.
Menjadi seorang perempuan itu seperti sebuah tarian.
Suatu gerakan dengan keanggunan alami.
Mengalir di antara kekuatan,
keberanian, dan emosi.
Setiap kali tubuh bergerak,
kisah kebebasan yang mendalam diungkapkan.
Karena keperempuanan
bukanlah suatu kelemahan.
Itulah kekuatan yang mampu menahan diri.
Tahu cara memilih waktu yang tepat
untuk menyalakan.
Itu adalah suatu eksistensi.
Kebahagiaan jiwa
yang ingin bebas.
Suatu bentuk feminitas
yang tidak perlu menjelaskan
dirinya sendiri.
Selama aku menari,
bergerak,
selama dunia masih berputar
aku akan bergerak bersamanya.
Ini...
Adalah mimpiku.
Kau punya tisu?
Berpakaianlah, cepat.
Esta,
kita butuh ini sekarang.
Kumohon.
Oke.
Esta!
Aku sudah mengirim email.
Ini batas waktunya.
Aku sudah mengatakannya berulang kali.
Ya, Pak.
Aku akan mengerjakannya sekarang. Tunggu sebentar.
- Halo? - Halo, Esta?
Apa status proyek kerangka kerja kita?
Aku sedang mengerjakannya, Bu. Maaf.
Hah?
Kita membicarakannya minggu lalu.
Seharusnya sudah selesai sekarang.
Ah, ya.
Aku akan mengerjakannya sekarang, Bu.
Maaf atas keterlambatannya.
Baiklah, baiklah.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa, terima kasih.
Esta.
Esta!
Bestie!
Hey!
- Halo! - Hai.
Selamat ulang tahun, sayang!
Di mana Alfie?
Kalian bertengkar?
Dia bilang masih ada yang harus diselesaikannya.
Jadi, tidak ada perayaan?
Masih banyak bulan mendatang.
Kau luar biasa.
Kenapa kau menyuruhku datang ke sini, bestie?
Tidak apa-apa, temani aku saja.
Ya Tuhan!
Dulu waktu kuliah, aku hampir menagih uang sewamu.
Kau sering sekali menginap di rumah orang.
Kau mungkin tidur di sini sejuta kali.
Apa yang kau tonton?
Ini?
Kelas tari tiang.
Lihat, bestie.
Bagus kan?
Kau tahu, dari menonton ini berkali-kali,
aku juga mau mendaftar.
Tapi aku bahkan tidak tahu cara menari.
Bagaimana denganmu? Cobalah.
Bukankah kau seorang penari saat kuliah?
Ya,
dulu.
Cobalah ini. Aku yakin ini akan mudah bagimu.
Lihat.
Dahsyat!
Menyajikan penampilan!
Aku menerima keluhan dari klienmu.
Apa aku harus selalu menyelamatkanmu?
Maafkan aku, sayang.
Aku bicara dengan Pak Cruz.
Pak Cruz?
Kenapa?
Yah,
kusarankan kau dipindahkan ke tim lain untuk saat ini.
Kupikir kau akan dapat manfaat lebih
jika kau menangani sedikit proyek lebih dulu.
Ada lebih sedikit kesalahan.
Jadi aku juga bisa mengerjakan
promosimu dengan atasan.
Kau memindahkanku?
Bukan seperti itu.
Maksudku...
Itu baru dibahas.
Belum final, tapi…
Dia tampaknya setuju dengan gagasan itu.
Tapi kuharap
kau berkonsultasi denganku lebih dulu.
Bisa tolong
jangan transfer aku dulu?
Biar aku ambil keputusan untuk diriku lebih dulu.
Benar.
Esta sudah melakukan yang terbaik.
Sayang,
Aku hanya tidak mau kau berjuang pada akhirnya.
Pekerjaan ini bisa menjamin masa depanmu
lebih baik dari apa yang kau lakukan.
Aku tidak bisa hanya duduk diam
sementara kau merusak kesempatanmu
pada kehidupan yang lebih baik.
Aku masih punya berkas yang harus diurus.
Alfie sangat rewel.
Apa waktunya datang bulan?
Biarkan saja.
Dia mungkin stres karena pekerjaan.
Itu kenapa dia seperti itu.
Oh, tidak!
Aku akan meninjunya karena itu.
Habiskan itu.
Oh, sudah habis.
Jangan pikirkan itu lagi, oke?
Ayolah. Aku sudah terbiasa.
Oh!
Jika bukan karena Pak Alfie,
dia tidak akan bisa masuk ke sini.
Sebagai pekerja magang, aku dulu bagus.
Tugasnya sangat mendasar!
Dan sekarang,
dia akan dipindahkan
- ke Tim Dua. - Hmm?
Ya, karena dia tidak bisa mengimbangi penjualan kita.
Benar.
Setidaknya di sana,
- dia tidak akan punya pesaing, kan? - Tepat sekali!
Dia selalu terlambat memenuhi tenggat waktu, kan?
- Benar sekali. - Hei! Pelankan suaramu!
Hei, Bu!
Sudah kubilang, kau terlalu berisik,
Dia ada di situ.
Hei, jangan berisik sekali.
Hai, Bu.
Kami dengar kau pindah ke tim dua?
Ya, Bu.
Kami akan merindukanmu.
- Kami akan merindukanmu. - Benar?
Kau ya! Kalau kita ditegur, mati kita!
Kau mabuk?
Terjadi sesuatu di tempat kerja?
Tidak terlalu.
Bos baru mengajak keluar.
Kau tahu, aku tidak bisa bilang tidak.
Kau mau aku membuatmu bahagia?
Kau mabuk, sayang.
Tidurlah. Ayo.
Berbaringlah.
Baumu seperti alkohol, sayang!
- Tak apa, sayang. - Hentikan.
- Wow! - Hebat sekali kau, pelatih!
Ya!
Bagaimana cara melakukannya?
Bagus sekali.
- Woohoo! - Bagus!
Bagus, pelatih!
Ya?
Wah! Bagus, pelatih!
Bagus, pelatih.
Hai!
Aku melihatmu tadi.
Kau yang bertanya di studio?
Oh, tidak.
Tidak, tidak.
Aku hanya penasaran,
jadi aku mampir ke sini.
Tidak apa-apa.
Kau mau menari?
Kami menawarkan kelas tari tiang.
Aku akan memikirkannya lebih dulu.
Kenapa? Sibuk dengan pekerjaan?
Kau tahu, banyak muridku yang seperti itu.
Budak perusahaan di siang hari,
tapi penari yang berjiwa bebas di malam hari.
Studionya punya jadwal yang fleksibel.
Hanya saja, aku agak malu.
Sepertinya
aku tidak bisa melakukannya.
Kenapa kau bilang kau tidak bisa?
Kau bahkan belum mencobanya.
Kau tahu, jangan menahan diri.
Kuharap bisa bertemu kau di salah satu kelasku.
Ngomong-ngomong, aku Athena.
Esta.
Datang saja jika kau sudah memutuskan.
Oke.
Oh?
- Kau mau pergi? - Ya, sampai jumpa.
Aku akan pergi ke suatu tempat. Kau tetap di sini.
Oke.
No comments yet. Be the first to leave one.