أول 200 سطر.
- Hai, Jurgen. - Kamu bertengkar lagi dengan pacarmu?
Maksudmu?
Alya, ini bukan sepedamu.
Sial!
Terima kasih.
Terima kasih, Jurgen.
Baiklah.
Aku hampir lupa.
Tolong kasih ke Dona, Putrimu. Tapi jangan simpan di kulkas.
Ya?
Cokelat.
Sampai jumpa, Jurgen.
Sampai jumpa, terima kasih.
Kok kamu masih di rumah sih, Bim?
Ini udah jam berapa?
Aku kan kemarin udah beliin tuner digital.
Maksudnya baik lho, ngebantu.
Ini kenapa kita merayakan hari jadi yang ketiga.
Kamu laki-laki paling fokus yang pernah aku kenal.
Aku bisa apa tanpa kamu?
Kamu perempuan paling seksi, paling perhatian
yang bibirnya lebih enak dari cokelat mana pun yang aku tahu.
Jadi...
Yang gak seksi, tapi perhatian ada?
Yang seksi banyak sih.
Tapi gak perhatian.
Baiklah...
Aku tak bisa...
Sorry, ya. Kepalaku penuh.
Aku harus manggung di Libra.
Senar gitar mati, belum diganti lagi.
Anniversary kita...
Sorry, ya.
Tapi, bukannya kemarin kamu baru jual case,
yang apa tuh, hard, hard case?
Kan uangnya udah aku pake bayar semua tagihan asuransi kita.
Ya, udah. Sekarang, kamu cepetan ke Libra.
Nanti pulang masakan aku akan bikin kamu segar.
Okay.
Okay.
Yang ini jangan diabisin sekarang. Nanti terusin nanti.
Okay.
Tenang, Al.
Tahun ini Chipmunk gak akan telat kayak tahun lalu.
Sebenernya sih, Jo dan Cip tahun lalu
itu tidak telat. Tapi datang-datang tegleng.
Kamar 203 sudah aman, ya?
Cho!
Jadi, beneran aman nih ya?
Haduh!
Lo bilang gue ditarik jadi manajer hotel di sini kolusi?
Wine yang udah dua bulan lo blusukan cari, ada di gue.
Dan, itu...
Bir cowok lo yang selama ini lo gak mau beliin,
semua aman terkendali.
Sebenernya ada alasannya sih kenapa gue gak mau beliin.
Lagian kalo denger dari suara kaki lo,
lo masih di hotel. Berarti lo masih di Interlaken kan?
Ali, Ali.
Kalo lo gagal jadi chocolatier,
mendingan lo daftar aja jadi sekretariat negara.
Terus gue ngurusin negara gitu? Ah, cemen.
Ngurusin elo, ngurusin Din, ngurusin Bima sama juggling shift kerja,
nah, itu baru tuh advance.
Karena saya hanya bisa bicara bahasa Thailand untuk minta diskon
pakaian di pasar Chatuchak.
Jadi, kita bicara dalam bahasa Inggris, ya.
Baiklah.
Patung ini dibuat oleh Arnold Huggler pada tahun 1969.
Didanai oleh seluruh wanita di Brienz.
Untuk menghormati cerita pendek romantis
tentang gadis nelayan yang tewas diterjang badai
saat ingin berjumpa kekasihnya.
Cerita cinta yang konyol.
Maaf.
Saya rasa ada yang salah dengan sarapan saya.
Silakan memotret di sini. Saya akan segera kembali.
Hei, hei! Rollie!
Kuliah, jangan dianaktiriin dong.
Udah dikirim jauh-jauh, naik hajinya ke Swiss.
Jadi ahli cokelat yang mabrur.
Toko cokelat keluarga lo udah nunggu tuh di Jakarta.
Ya, ya udah cepetan ke sini, nanti telor asin lo gue embargo ya.
Aku sudah beri tahu. Aku tidak mau turis dari Tiongkok.
Kamu rasis?
Tidak, aku bukan rasis. Aku sedang tidak ingin saja.
Aku pikir itu baik untukmu.
Kamu bisa ambil upahku.
Aku pergi dulu.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Selalu siap untukmu, Nona.
Chip, kamu tahun ini jangan sampe ketinggalan kereta lagi ya
kayak tahun lalu.
Kecuali kamu mau direbus sama Alya.
Ya, jangan lupa bahan Rawon.
- Klewuk. - Kluwak, sayang.
Dan nanti kalo kamu ketemu sama Bima,
jangan sampe kamu usik tentang musiknya dia.
Tega banget kamu, terus nanti aku having fun-nya gimana?
Chip, ini malam mereka.
Ya, ya, okay.
Ya, udah. Jangan lupa kereta sama luwak.
Kluwak.
- Al. - Hei.
Jangan lihat.
Di luar winter, di sini panas banget kayaknya.
Din.
Apa sih, Al?
Sama gue pake malu.
Gue doang gitu.
Nyebelin banget sih ah.
Lo tuh yee. Biasanya juga telat.
Sekarang malah datang kecepetan.
Kalo misalnya gue telat, gue salah, gue sih ngerti, Al.
Tapi kalo gue kecepetan, gue masih salah...
Aneh, ya.
Kamu tahu apa kata orang?
Di jalan, menyetir terlalu pelan sama bahayanya dengan mengebut.
Gak ada serunya dong
kalo misalnya semua pas-pas aja gitu, terlalu predictable.
Lo kan tahu kalo jalanan gue jalanan
- offroad - Ya, ya, ya, bukan jalanan umum.
Nah, tu lo tau.
- Siap melayanimu, Nona. - Terima kasih.
- Bima belum pulang nih? - Belum.
Eh, lo kalo mau minum ambil sendiri ya.
Ya, ya, ntar gue ambil.
Apaan sih?
Gak. Gue cuma ngeliat lo ngurusin begituan.
Al.
Lo kan tukang masak yang jago.
Harusnya lo bisa dong nilai bahan makanan yang bagus kayak gimana.
Kok bisa
tiga tahun lo masih sama daging yang sama?
- Bima maksud lo? - Iya. Ya, iyalah.
Tukang masak yang brilian lagi.
Bima itu...
- The best. - The best?
Gimana lo bisa tau gak ada pembandingnya kok?
Lo cuma sama dia doang.
Kalo ada pembandingnya baru lo bisa bilang the best.
Lo gak pernah coba yang lain.
Daripada elo.
Celap celup kiri kanan baliknya sama Cho juga.
Itu namanya buang-buang waktu, Din.
Buang-buang masa depan.
Haduh, mulut lo kayak blender.
Kan katanya tukang masak.
Karena itu.
Dengan bentukan lo kayak gini, Al.
Astaga.
Lo seharusnya bisa dapat daging yang kualitasnya tuh bagus.
Wagyu, ah, Kobe deh lo bisa dapet, bukan wagyu.
Lo milihnya, apa, empal.
Terserah sih kalo empal mau dibelain.
Ya terus lo apa gitu?
Kalo gue sih masuknya ke buah-buahan.
- Sayang. - Eh, empal.
Hai.
Hmm, bau rokok.
Masih mending bau rokok
daripada bau parfum yang lain.
Hei, Rockstar! Ada gue di sini.
Lo nyapa gue aja gak lo.
Bau rokok dia.
Eh. Bimbo!
Lo kenapa gak mainin lagu lo sendiri aja sih di tangga Thun.
Kalo di situ keren.
Daripada lo cuman jadi corong orang, bau rokok.
- Thank you. - Nah, tuh.
Kalo cuma mau ngamen, di Blok M juga bisa,
gue ngapain terbang ke sini.
Ya, emang bukan elo yang harus terbang, Bimbo.
Yang harus terbang itu integritas lo.
Sekali berarti, sesudah itu mati.
Chairil Anwar tuh buat lo.
Ini maksudnya apa ya?
Stand by buat manggung di bier haus malam ini.
Lo main di Bier Haus?
Nah tuh keren tuh. Ini Bier Haus yang kita omongin di...
Udah, iya.
Terus gak ngomong gitu sama aku?
Itu masih stand by, Yang.
Aku kan lebih belain dinner kita.
Belain?
Kamu belain dinner kita?
Terus iya gitu, kalo kamu dikabarin akan main malam ini, kamu gak datang?
Kamu akan tampil malam ini.
Hari ini aku gak serta merta dapet shift malam gitu aja.
Aku pecah shift aku jadi dua, Bim.
Buat kita, buat anniversa...
Yang begini ini nih...
Begini gimana?
Aku yang childish jadinya?
Aku yang gak bisa diajak ngomong gitu maksudnya?
Yang lebih milih nungguin neck gitar
- yang rusak dibanding aku yang sakit... - Kamu cuma diare, Al.
Dan udah ke dokter, lagi tidur juga.
Ah udahlah, ini udah ratusan kali kita bahas.
Dari kapan kamu bikin vlog?
No comments yet. Be the first to leave one.