My Next Life as a Villainess: All Routes Lead to Doom!

My Next Life as a Villainess: All Routes Lead to Doom!

乙女ゲームの破滅フラグしかない悪役令嬢に転生してしまった…

تنزيل الترجمة Indonesian

الموسم 2

معلومات الإصدار

My Next Life as a Villainess All Routes Lead to Doom! X episode 02
تعليق من MarBot
retail from iQIYI.

الوسوم

other
نشرت في: 2021-07-12
تنزيلات: 28
ضعاف السمع: No

معاينة ترجمة Indonesian

أول 174 سطر.

Pangeran Geordo!

Ada apa?

I-Ini gawat!

Kamu lebih cocok merangkak di lantai!

Kenapa semuanya malah jadi begini!

(Aku Bereinkarnasi ke Gim Otome sebagai Antagonis yang Hanya Memiliki Akhir Mengenaskan .... X)

Pemerannya terluka?

Dia memang hanya keseleo, tapi dia tidak akan bisa pentas di panggung.

Merepotkan juga.

Padahal sebentar lagi pertunjukannya.

Memangnya perannya apa?

Mbak jahat yang suka merundung si protagonis.

Itu peran yang cukup penting.

Kita harus mencari penggantinya, ya.

Anu, menurutku Nona Catarina bisa menjadi penggantinya!

Eh? Kenapa kamu mendadak mengusulkan hal itu, Frey?

Menurutku juga begitu.

Kenapa kamu juga ikut-ikutan, Ginger?

Sebenarnya aku juga merasa kalau hanya kamu yang cocok memerankannya, Nona Catarina.

Iya, benar!

Kamu pasti bisa memerankannya, Nona Catarina!

Tidak, itu mustahil!

Mana bisa aku memerankan tokoh!

Dan juga, aku bukan anggota OSIS ....

Tidak apa-apa. Anggota yang lain juga tidak keberatan kalau kamu ikut, Nona Catarina!

Aku mohon, Nona Catarina!

Geordo mungkin akan bilang kalau itu mustahil buatku.

Dialognya tidak sebanyak itu, kok. Jadi, tenang saja.

Mari kita berjuang bersama, Nona Catarina.

Mari kita meriahkan festival sekolah bersama!

Kenapa malah jadi begini?

Padahal kita baru membubarkan rapatnya beberapa hari lalu!

Ya.

Padahal kita baru menghindari akhir mengenaskan dan berencana menikmati sisa hidup kita.

Pangeran berhati kejam itu benar- benar senang melibatkan kita.

Kita tidak bisa disamakan dengan orang- orang hebat yang bisa berbagai hal.

Mustahil kita bisa berakting.

Pertunjukan ini ditulis dan disutradarai oleh Sophia.

Dia bekerja keras setiap hari untuk membuat karya romansa terbaik abad ini.

Benar.

Ini bukan waktunya untuk ragu.

Aku juga harus berusaha demi Sophia!

Percuma! Aku tidak pede bisa mengingat dialognya!

Kalau sudah begini ....

Untuk jaga-jaga saja, akan kutulis di notes!

Kisahnya berdasarkan dongeng yang diketahui semua orang di dunia ini.

Ceritanya cukup mirip dengan Cinderella di duniaku sebelumnya, ya.

Hiks, hiks.

Marianne seorang putri bangsawan, diperlakukan seperti pelayan oleh ibu dan kakak tirinya.

Nih, nih.

Noh, noh.

Marianne adalah gadis yang baik, periang, dan populer.

Dia juga sering membagikan sayuran pada warga desa.

Ini!

Hore!

Suatu hari, diadakan pesta dansa di kastel.

Sono, sono.

Hiiiks.

Ibu dan kakak tirinya pergi ke sana, meninggalkan Marianne sendirian di rumah.

Lalu, para warga desa menghadiahkan gaun buatan mereka.

Untukmu.

"Gunakanlah gaun ini untuk datang ke pesta dansa."

Wah!

Benar, benar. Cerita ini tidak seperti Cinderella yang memakai sihir, ya.

Tetapi, para warga desa lupa menyiapkan sepatu.

Sepatu bagus yang tersisa hanyalah sepatu berkebun.

Tapi, Marianne tertawa dengan riang.

"Tidak apa-apa. Sepatunya akan tertutup gaun jadi tidak masalah!"

Pemikirannya yang unik dan senyumnya itulah yang menjadi daya tarik Marianne.

Bukan sepatu kaca, tapi sepatu berkebun, ya.

Menarik juga.

Mbak, kamu sedang apa?

Ten-Tentu saja aku sedang menghafal dialogku.

Naskah ini cukup menarik karena menunjukkan ide-ide Sophia sebagai penulisnya, ya!

Yah, terutama protagonisnya yang digambarkan sesuai preferensi Nona Sophia.

Nona Catarina, apa kamu bisa melakukannya?

Ya. Kamu sendiri bagaimana, Maria?

Memerankan protagonis pasti sulit, ya.

Aku sudah berlatih dengan keras.

Aku hanya perlu berusaha pada saat pertunjukan.

Kamu memang hebat, Maria. Aku mengandalkanmu.

Tidak.

Aku senang rasanya bisa satu panggung denganmu, Nona Catarina.

Dan juga, karena bisa meminjam barang berharga milikmu, Nona Catarina.

Tidak usah seperti itu.

Aku yang sungkan karena harus meminjamkan sepatu tua itu.

Nona Catarina!

Jika ada yang bisa aku bantu,

jangan sungkan dan bilang padaku, aku pasti akan membantumu!

Terima kasih. Mari berusaha!

Tuan Keith memerankan warga desa.

Ya, aku menantikannya.

Catarina hanya bantu-bantu di belakang layar, ya.

Sayang sekali.

Ah, jangan bercanda seperti itu.

Kalau anak itu ikut berperan, dia pasti akan mengacaukannya.

Sophia, bersikaplah seperti biasa.

Kakanda.

Baik!

Kamu akan tampil mengenakan itu, Catarina?

Hm? Iya, apa ada yang aneh?

Aku tidak ingin kamu masuk angin.

Terima kasih banyak.

Pertunjukan akan segera dimulai!

Gawat! Aku mendadak gugup begini.

Mbak,

silakan dimakan.

Kamu lapar, 'kan?

Terima kasih.

Enaknya!

Sip.

Teman-teman semua sudah berlatih keras demi hari ini, ya.

Aku harus berusaha untuk tidak membebani mereka.

Fiuh. Hari ini kastel pun terlihat indah.

Andaikan suatu saat nanti aku bisa mengunjunginya.

Marianne, hari ini pun kamu bekerja keras, ya.

Kebetulan sekali. Silakan, sayuran hari ini.

Bagilah dengan yang lain.

Se-Seperti biasa, terima kasih, ya.

Sibuknya aku ....

Nona Catarina, ayo kita masuk.

Ya!

Uwaah, gawat!

Aku lupa semua dialogku!

Catarina?

Oh, bukankah itu Catarina?

Ah, apa maksudnya ini?

Masih ada debu di sebelah sini, Marianne!

Kamu ini benar-benar payah.

Catharina, kamu beri tahu juga dia.

Selanjutnya dialogku ....

Eng ....

Kok hilang?

Di mana? Di mana notesku?

Walah, kok di sana, sih!

Nona Catarina?

Kalau begitu, kita kesampingkan dulu soal Marianne.

Mari kita latihan berdansa untuk pesta dansa nanti.

Kamu memerlukan itu, 'kan?

Mari kita dekati selagi berdansa.

Ah, Mary ....

Eh? Setahuku tidak ada adegan seperti itu.

Yah, biarlah. Aku akan memainkan Waltz.

Pangeran Alan! Ambilkan notesku! Notesku!

Hm? Apa?

Not?

Ah, notnya jangan sampai ada yang salah, ya.

Serahkan saja padaku!

Percuma! Dia tidak paham aku minta diambilkan.

Pangeran Alan ini bebal sekali!

Kalau sudah begini ....

Mary!

Ya!

Nona Catarina, aku harus segera turun dari panggung.

Aduh!

Aku dan Nona Sophia akan memberimu petunjuk, jadi tolong bertahanlah!

Kalau begitu, aku akan mencari gaun untuk pesta dansa nanti.

Mbakyu, bolehkah aku juga ikut ke pesta dansa?

Kalau tidak salah, ini adalah adegan kejam mbaknya Marianne ....

Nona Catarina ....

Gimana, nih!

Ayo kita kabur sekarang juga!

Tidak, kita harus minta maaf dulu sebelum turun panggung!

Kita harus memikirkan rencana!

Kita berhasil menghindari akhir mengenaskan hingga sejauh ini!

Padahal kita masih sangat ingat ...

... semua dialog Catarina si antagonis, ya!

Tapi, itu sama sekali tidak berguna.

Ah! Antagonis!

... Jadi, seperti itulah.

Aku paham situasinya.

Kita akan istirahat sebentar.

Tapi, pertunjukannya masih berjalan.

Apa boleh buat. Kita tutup tirainya saja.

My Next Life as a Villainess: All Routes Lead to Doom! subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for My Next Life as a Villainess: All Routes Lead to Doom!

التعليقات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left