أول 176 سطر.
Hari ini, Mars V akan meluncurkan pesawat luar angkasa Artemis,
yang akan digunakan setelah Hibito dan krunya mendarat di bulan.
Dan dua hari lagi,
Mares I akan mengirim Hibito ke luar angkasa.
Semoga nanti tetap secerah ini.
Mu!
Ada lokakarya mulai sekarang.
Ya.
Semoga besok akan cerah!
Bagus!
Pasti cerah!
Seven Days
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Space Brothers
Sebelum kegelisahanku
berakhir
menjadi kebahagiaanku
Aku datang pada dirimu
dan kita pun bersatu
Halo Halo
Terbanglah
Di dunia ini kita bermimpi
dan terus berdansa
Di antara cahaya dan bayangan
kita terus berubah
sehingga angin tak berhenti
Meski masa depan samar dan tak dapat dipercaya
kita
tak sendiri
tak sendiri
#29 Malam Sebelum Peluncuran
#29 Malam Sebelum Peluncuran
Baik, baik, baik.
Harap tetap tenang, anak-anak.
Sekarang waktunya mendengarkan aku bicara.
Yang di sana! Ssst!
Oke.
Roket Mares V yang akan digunakan dalam peluncuran nanti bisa membawa beban sekitar 143 ton.
Roket Mares I yang akan digunakan dua hari lagi untuk membawa astronot dapat membawa beban 25 ton.
Di zaman Apollo, roket Saturn digunakan untuk mengirim orang dan kargo secara terus-menerus.
Apa ada yang tahu kenapa ini berubah untuk program Orion?
Sepertinya tak ada yang tahu.
Ya, aku tahu.
Kau benar tahu?
Rambutmu 'kan mohawk.
Aku tahu, kok.
Tujuan program Apollo adalah membawa manusia ke bulan.
Tapi sekarang, kita mengirim banyak material untuk pembangunan markas Bulan.
Jadi kita perlu roket yang lebih besar
Saturn V
Saturn V
dari Saturn V supaya berhasil.
Harga penelitian dan pengembangan roket seperti itu sangatlah mahal,
jadi akan lebih ekonomis kalau memakai dua roket yang terpisah.
Dan, bisa sayang kalau mengirim roket yang besar
saat mengantarkan kargo ke Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Dengan mengembangkan roket yang ukurannya berbeda,
Mares I yang lebih kecil digunakan untuk perjalanan ke ISS,
sementara kedua roket diluncurkan
untuk perjalanan ke bulan atau ke Mars.
Dan alat-alatnya dapat dihubungkan sebelum berangkat.
Singkatnya, hal itu untuk memberikan perbedaan.
Siapa anak ini?
Dia merebut waktuku untuk bicara.
Dan juga, aku penasaran.
Kenapa Mares V dikirim sebelum Mares I?
Memang begitulah tahapannya!
Lalu, apa yang terjadi pada Mares II, III, dan IV?
Begini, bocah.
Kalau kau mau tahu jawabannya,
pulanglah dan lihatlah di Wikipedia!
Baik, anak-anak,
waktunya sudah dekat.
Perhatikan terus monitornya.
Sebentar lagi meluncur.
Roket tak bernama terbesar dalam sejarah.
Mares V.
10.
9.
8.
7.
6.
Mesin utama menyala.
5.
4.
Kami mengandalkanmu, V.
3.
2.
1.
Liftoff!
Bagus!
Oke, oke!
SRB dilepas.
Tahap pertama dilepas.
Melepas lapisan selanjutnya.
Baiklah, Artemis sudah mulai terlihat.
Pantai Cocoa
Pantai Cocoa
Apo, liftoff!
Beruntungnya Apo.
Aku juga ingin main dengan Serika.
Artemis berhasil mengorbit.
Jadi sekarang kita tinggal menunggu Mares I meluncur, Mu.
Rasanya waktu cepat berlalu.
Aku penasaran apa yang dirasakan Hibito.
Mungkin sama.
Sejujurnya,
aku tak pernah memberikan Hibito
dukungan apa pun.
Setelah berumur sembilan belas tahun,
aku meninggalkan mimpiku menjadi astronot sebagai impian yang mustahil.
Tapi Hibito tak pernah menyerah.
Aku terus beri tahu dia kalau itu terlalu sulit,
dia juga harusnya melupakan itu.
Waktu aku masih kecil,
aku selalu jadi yang lebih tertarik dan penasaran.
Ah, kepiting, Apo!
Lihat ini!
Ah, sekarang aku ingin makan kepiting.
Ah, lobster juga boleh.
Tapi sekarang kau sudah berhasil lewati ujian terakhir,
dan besok, Hibito akan pergi ke luar angkasa.
Ya.
Mungkin itu sebabnya
rasa tertarik itu mulai kembali lagi.
Mutta.
Hoi, ini Ibu.
Hoi!
Ada apa?
Entah kenapa, Ibu tak bisa tidur.
Ayah mana?
Dia di kamar.
Tidur, mungkin.
Tenang saja, Bu.
Hibito itu lebih gelisah daripada kita,
tapi sekarang, pasti dia sedang mendengkur.
Hibito itu benar-benar akan ke luar angkasa, ya?
Ibu baru sadar apa yang sedang terjadi?
Lalu, soal Mares I ini...
Bisakah kita percaya pada benda ini?
Dia kurus sekali.
Kelihatannya tak bisa diandalkan.
Dia tak kurus kalau dilihat dari dekat.
Apa nanti terbangnya lurus?
Ya.
Tapi Ibu tak pernah lihat petasan roket yang terbang lurus.
Dia terbang zig-zag,
atau tak bergerak sama sekali.
Ah, ini 'kan NASA, Bu. NASA.
Roketnya tak mungkin diam.
Benar juga.
Ini 'kan NASA.
N-A-S-A.
NASA, 'kan?
Selamat tidur.
Bahkan Ibu pun khawatir.
No comments yet. Be the first to leave one.