أول 189 سطر.
Pernyataan Hak Cipta
Penonton di bawah umur dimohon untuk menonton setelah mendapat izin dari orang tua atau wali. Seluruh konten dalam film ini dibuat melalui produksi virtual komputer. Tolong jangan meniru adegan-adegan dalam kehidupan nyata.
Cahaya dari jendela menembus malam.
Perjalanan di jalur abadi panjang.
Delapan tikungan dan sembilan belokan gunung sudah sepi.
Makhluk hidup mempertanyakan penderitaan dunia duniawi di atas sebotol anggur.
Tulis tentang Nirwana dan kelahiran kembali.
Aku akan menembus gelombang biru dengan tubuhku.
Langit luas dan perkasa, jadi apa jika aku lahir biasa?
Kapan prinsip ketidakpedulian berubah menjadi kekerasan?
Badai melanda di kedalaman tebing.
Gunakan pikiranmu pada hidup dan mati dalam mimpimu.
Tarik pedang, tanyakan bintang-bintang abadi.
Dunia duniawi mengalami banyak perubahan.
Dunia dan alam semesta akan memberikan kebenaran yang menusuk.
Ambil dunia, telan segalanya di bawah langit.
Rasakan semua liku-liku kehidupan dalam sekejap.
Aku menantang cahaya, melayang ke langit.
Teruslah menulis bab baru untuk semua makhluk dari tiga dunia.
Kematian dan kultivasi abadi hanya dipisahkan oleh kehendak.
Lepaskan tubuh yang tidak berarti ini untuk menjadi bersinar.
Pasir dari laut melampaui batas terjauh.
Hati muda ditempa oleh cobaan dan kesulitan.
Dengan tegas aku menjadi abadi, mengapa aku ragu untuk melawan Langit?
Pemberontak Abadi
Diadaptasi dari novel Pemberontak Abadi karya Ergen, penulis situs Qidian dari Yuewen
SEBELUMNYA
Aku mau pinjam identitasmu.
Lancang!
Aku pemimpin kota.
Ini rumahku.
Aku lahir di sini,
aku juga mau mati di sini.
Bajingan dari Wilayah Salju,
ayo!
Hari ini aku mati pun,
mau mati
sebagai pelindung Aliansi Empat Sekte.
Daun yang gugur kembali ke akarnya.
Setahun lagi aku akan mencapai Ranah Transformasi Jiwa.
Aku lahir di Negara Zhao,
tentu harus kembali ke Negara Zhao
dan mengakhiri masalah kehidupan.
Tranformasi Jiwa
Episode 62
(Kalau berjalan 40 ribu mil lagi ke arah timur,)
(Ini juga semacam bentuk berlalunya waktu.)
Di sini ada kuil terbengkalai.
Malam ini kita istirahat di sini saja.
- Boleh. - Ayo.
Tidur semalam saja.
Sialan.
Cuacanya buruk sekali.
Tidak ada biksu di kuil, tetapi masih ada ketenangan.
Orang awam mengganggu ketenangan di halaman.
Apakah kau merasa orang-orang ini merusak konsepsi malam berhujan?
(Dia bisa langsung mengetahui identitasku,)
(tetapi aku tidak bisa mengetahui tingkat kultivasinya.)
Mo Zhi
Jangan gugup.
Aku Mo Zhi.
Siapa kau?
Aku hanya orang dari pegunungan
yang tidak punya nama.
Panggil aku Zeng Niu saja.
Saudara Zeng Niu,
lebih baik kita diskusikan ilmu di malam berhujan ini saja
agar tidak menyia-nyiakan konsepsi ini,
bagaimana?
Kultivasi Saudara Zeng Niu benar-benar menakjubkan.
Kalau aku tidak salah lihat,
seharusnya sudah sampai tahap konsepsi mengunci jiwa
dan ada harapan untuk meningkat.
Mengunci jiwa apanya?
Mungkinkah dia gila?
Kau benar.
Kata gila
kau gunakan dengan sangat baik.
Kalau tidak gila,
akan sulit untuk memahami prinsip langit.
Kalau tidak gila,
siapa yang mau mencari ilmu keabadian?
Inilah yang disebut
pertemuan
yang ditakdirkan.
Ini...
Apa-apaan?
Aku tidak mengerti sama sekali.
Apakah Saudara Zeng mengerti?
Aku tidak mengerti misteri di balik ucapan Saudara Mo.
Namun, aku rasa
penggunaan kata gila tidak tepat,
lebih tepat disebut obsesi.
Bagus.
Bagus sekali.
Kalau orang-orang seperti kita tidak memiliki obsesi,
pasti tidak akan bisa berhasil
memenuhi takdir prinsip langit yang cacat itu.
Tadi
kita sudah bicara sampai mana?
Dia benar-benar gila.
Iya.
Sikapnya gila.
Dasar.
Aneh-aneh saja.
Sudahlah.
Lupakan saja.
Aku Mo Zhi.
Siapa namamu?
Zeng Niu.
Indahnya malam berhujan
ada pada konsepsinya
dan sifatnya yang berketerusan.
Inilah keindahan malam berhujan
dan cita rasa hidup.
Menurut Saudara Mo,
apa itu kehidupan?
Manusia fana sering bilang,
menyalakan api.
Aku rasa api
pasti adalah kehidupan.
Kalau begitu,
apa itu kematian?
Siapa namamu?
Namanya Zeng Niu.
Dia sudah bilang berkali-kali.
Iya.
Iya, aku pun sudah ingat.
Sejak aku memahami prinsip langit,
daya ingatku semakin buruk.
Saudara Zeng Niu,
maafkan aku.
Aku ingin bertanya.
Konsepsi apa yang Saudara pahami?
Kau tunjukkan konsepsimu di sini,
apakah tidak takut aku mempelajarinya diam-diam?
Kau memiliki tujuan yang lebih tinggi,
bagaimana mungkin memedulikan konsepsiku yang kecil ini?
Saudara Mo Zhi terlalu rendah hati.
Konsepsi
tidak ada yang kuat atau lemah.
Walaupun konsepsi tidak ada yang kuat atau lemah,
tetapi tingkatan ada yang tinggi dan rendah.
Hanya ada dua cara untuk memperoleh konsepsi.
Pertama dengan meniru konsepsi orang lain,
kedua memanfaatkan prinsip langit untuk memahami konsepsi sendiri.
Walaupun kedua cara itu tetap bisa mentransformasi jiwa,
tetapi perbedaan tingkatannya sangat jauh.
Kekuatan dan potensi dari cara pertama
jauh tidak sebanding dengan cara kedua.
Orang yang bisa memahami konsepsi sendiri
sangat langka.
Untuk mencapai Ranah Transformasi Jiwa,
mereka terpaksa menggunakan cara itu.
Namun, kau berbeda.
Saudara Zeng Niu,
kelak kau pasti bisa mencapai prestasi besar.
Benar.
Ini adalah konsepsi lupa.
Hari ini ada air tidak berakar yang turun.
Air dalam genangan ini adalah kehidupan.
Saat air tidak berakar hilang,
air dalam genangan ini adalah kematian.
Saat di sini ada patung dewa,
kuil ini adalah kehidupan.
Sekarang patung dewanya hilang,
kuil ini adalah kematian.
Dalam malam berhujan hari ini,
aku tidak melihat langit,
tidak melihat tanah,
juga tidak melihat hujan.
Yang kulihat adalah kehidupan hujan ini.
Saudara Zeng Niu,
kalau kau mengerti, berarti mengerti,
kalau kau tidak mengerti, berarti tidak mengerti.
Sampai jumpa.
(Aku sudah memikirkan hidup dan mati selama puluhan tahun,)
(aku mau mencapai Ranah Transformasi Jiwa di sini.)
(Sekarang klonku sudah mencapai Ranah Jiwa Sejati puncak,)
(tetapi tubuh asliku terkekang oleh kondisi ekstrem)
(dan masih terhenti di Ranah Pembentukan Inti akhir.)
(Kalau mau mencapai Ranah Transformasi Jiwa,)
(klon dan tubuh asliku hanya bisa bergabung sebentar.)
(lebih baik ambil kesempatan ini untuk berlatih terpisah.)
Karena meniru jalan Dewa Tinggi Kuno,
harus melepas semua kekuatan dahulu.
Biar kubantu.
Sudah jatuh ke Ranah Pembangunan Fondasi.
Lanjutkan.
No comments yet. Be the first to leave one.