أول 200 سطر.
English Subtitles By Ian MacDougall
A GENTLE BREEZE IN THE VILLAGE
SD dan SMP kami berada dalam satu bangunan.
Kami seperti keluarga.
Kami ada ber-enam.
Eh salah, tujuh, termasuk kamu.
Ini adalah ruang kelas SMP.
Minggir.
Ini adalah Katsuyo. Dia Kelas 3.
Selamat datang O-sa-wa...
Hiro...
...umi?
Hiromi.
Ibuki setahun dibawahku. Dia Kelas 7.
Ya ampun!
Kenapa?
Vasnya bocor!
Aku akan ambil yang lain.
Atsuko di Kelas 7 juga.
Kalian masuklah ke ruang kalian. Belnya sudah berbunyi.
Ayo Sa-chan.
- Aku mau lihat Osawa! - Belnya sudah berbunyi.
Dan itu adalah Kotaro, Adikku, Kelas 6...
...dan...
- Ayo! - Ya ampun!
Oh, Sachiko!
Cepat! Anak barunya sudah datang!
Ambil kain pelnya!
Sachiko, kalau mau pipis...
...kamu berjanji akan bilang, kan?
Sachiko baru masuk Sekolah di bulan April. Dia Kelas 1.
Inilah kami semua.
Bukan, bukan.
Aku lupa dengan diriku sendiri.
Namaku Migita Soyo. Aku Kelas 8, sama sepertimu.
"Namaku Migita Soyo".
"Aku Kelas 8, sama sepertimu".
"Sama sepertimu?"
Mungkin "sama denganmu"...
Sachiko pipis lagi?
Jadi, Osawa, mengapa kamu tak memperkenalkan diri?
Hooo...
Dia tampan!
Aku Osawa.
Hanya itu?
Osawa Hiromi.
Dia Kelas 8.
Dia baru pindah dari Tokyo.
Dia terlihat lebih tua dari Kelas 8!
Dia mengenakan arloji!
Migita.
Dia setingkat denganmu, jadi dia akan duduk di sebelahmu.
Halo.
Halo.
Kamu selalu jadi satu-satunya siswi di angkatanmu.
Pelajaran IPA sudah selesai.
Bagus.
Osawa! Osawa! Osawa Hiromi!
Itu tidak sopan!
Pak Guru, apa kita akan mengadakan acara penyambutan?
Ya, boleh juga.
Dengan hotpot*?
Jenis apa?
Kare!
Jangan sungkan jika ingin tambah.
Makananya sudah dingin.
Satu dapur menangani satu sekolahan ini.
Ini, makanan penutupnya.
Ada apa?
Tanganmu bersih?
Ini bau air seni.
Kamu duduk di sana, di sebelah Kotaro.
Rasa kagumku...
...mendadak sirna.
Apa ada toko di sini?
Tokonya Ibuki!
Tokonya menjual permen, sabun... Semuanya!
Oh, toko seperti itu.
Ayahnya Atsuko punya toko pangkas rambut.
Kamu tahu tidak?
Aku bisa meniru gorila dan monyet.
Bagaimana dengan Dokter? Rumah Sakitnya ada di mana?
Kalau itu, kamu harus pergi ke kota.
Apa? Tak ada Dokter di sini?
Kami semua sehat di desa ini!
Kami tak butuh Dokter!
Ada apa, Soyo-chan?
Tak apa-apa. Mungkin orang Tokyo terlalu lemah saja.
Soyo-chan, pipis.
Baiklah. Ayo kembali ke Sekolah.
Hei, ayo main sepakbola kapan-kapan.
Ini ada yang lebih bagus...
Apa?
- Ini! - Aduh, aduh, aduh! Aku nyerah!
Jangan menyiksa Adikku!
TOILET
Soyo-chan?
Tak apa-apa. Aku di sini.
Kamu harus belajar ke toilet sendirian.
Ya.
Soyo!
Soyo!
Hei, sana bantu Ibumu.
Aku baru saja tertidur.
Mungkin beberapa semangka.
Berapa semuanya?
700 Yen.
Selamat siang, Pak Taura.
Ambil yang itu.
Semangka Pak Taura lebih manis ketimbang semangka dari kota.
Dia bilang menggosok semangka di wajah bisa membuat kulit jadi cantik.
Dia penjual yang baik.
Semua orang di Sekolah melakukannya.
Putrinya kembali, setelah pergi selama lima belas tahun.
Oh, yang kawin lari itu.
Suaminya meninggalkan dia, dan asmanya kembali kambuh.
Dia tak punya pilihan lain selain kembali ke sini.
Ayahnya mengeluh karena hal itu.
Hari ini suasana hatinya lebih baik dari biasanya.
Jauh di dalam lubuk hatinya, Ia senang putrinya kembali pulang.
Dia seorang diri dan sudah tua.
Soyo-chan, aku sudah siap.
Jangan menghalangi.
Maaf, Yah.
Makan semangkanya dulu.
Aku berangkat.
Hati-hati di jalan.
Aku berangkat.
Selamat bersenang-senang!
Terima kasih.
Kita harus mengajak Osawa juga.
Ya, kita tak boleh membuatnya merasa kesepian.
Mengapa kamu tak suka padanya, Soyo?
Bukannya aku tak menyukainya...
Aku akan mengajaknya.
Aku juga!
Untuk apa kalian ke rumah Pak Taura?
Dia adalah cucunya Pak Taura.
Cucunya Pak Taura?
Kamu tidak tahu?
Heee...
Ternyata dia cucunya Pak Taura...
Entah mengapa hal itu membuatnya terasa dekat.
Dia bilang akan ikut!
Dia sedang tiduran di beranda.
Aku akan minta Ayahku membelikannya.
Aku akan menemanimu.
Sungguh?
Aku telat bangun.
Apa kamu kelelahan?
Lihat. Dia membawa bunga.
Benar juga.
Tapi kelihatannya tidak cocok.
Bagaimana kalau lewat sini?
Ke mana arahnya?
Pantai.
Jadi lewat situ lebih cepat?
Tidak, lewat sana lebih cepat.
Pemandangannya lebih bagus lewat sini.
Aku akan lewat sini.
Mengapa?
Dia pergi.
Bagaimana?
Aku tak melihatnya.
Dia berjalan cepat sekali.
Sudah lama kita tak lewat jalan ini.
Apa sudah ada limat tahun sejak dia melompat?
Maksudmu wanita yang banyak hutangnya itu?
Siapa yang melompat?
Bukan siapa-siapa.
Katsuyo! Lekukkan kedua tanganmu di belakang telinga.
Melompat ke mana?
Kamu bisa dengar bukitnya meraung.
Ya! Dengarkanlah, Katsuyo.
Sekarang berhenti. Kamu dengar? Raungannya juga berhenti.
Lalu saat berjalan kembali, raungannya terdengar lagi.
Ya, raungannya mengikuti kita.
Ada apa, Sachiko?
Ada orang di sana.
Apa maksudmu?
Mendatangi kita.
Soyo, cepat!
Tunggu aku!
Cepat!
Cepat!
Hantu!
Hantunya menarik kakiku!
Ayo!
Ini.
Terima kasih.
Saat makan siang, Pak Matsuda memberikan layanan spesial hanya kepada Bu Watanabe.
Aku tak pernah memperhatikannya.
Kita semua dapat sesendok, tapi Pak Matsuda memberikan Bu Watanabe dua sendok.
Aku yang mengumpulkan semua remis-remis ini.
Bagus.
Aku bisa membawakannya.
Aku akan lewat sini.
Mengapa?
Lagi?
Untuk melihat hantunya.
No comments yet. Be the first to leave one.