أول 200 سطر.
"Sirop pati"
"Lengket"
"Kenapa aku di sana?"
"Ya ampun, kamu..."
Mereka sungguh tidak masuk akal.
Namamu sudah dibersihkan
karena pelaku sebenarnya sudah muncul.
Kenapa mereka masih memberimu nilai minus?
Mereka bilang aku menyelinap ke ruang guru
dan mencoba mencuri.
Semua karena berandal itu.
Siapa gerangan dia?
Dia bedebah.
Sampai besok.
Eun Ho.
Jangan terlalu khawatir.
Baiklah.
Sampai jumpa./- Sampai jumpa.
Sampai besok./- Sampai jumpa.
Berhenti!
Akhirnya kami menangkapnya.
Baiklah.
"School 2017, Curigai Temanmu"
Kamu bercanda?
Aku serius.
Aku hanya...
Aku menirunya karena berpikir itu keren.
Dia mengatakan yang sebenarnya.
Dia bersama teman-temannya
ketika insiden itu terjadi.
Sulit dipercaya.
Apa lagi ini?
Aku mendapatinya melempar telur di kantin.
Dia mengaku berusaha meniru pelaku itu.
Aku yakin ini kejahatan tiruan.
Berikan mereka
nilai minus.
Sulit dipercaya anak-anak badung merajalela
di sekolah ini.
Karena kepala sekolah mereka
adalah anak badung.
Hentikan.
Meskipun kamu benar.
Halo?
Ya, Direktur Hyun.
Itu...
Maafkan aku.
Ya.
Aku akan segera berkunjung.
Kenapa? Dia bilang tidak akan diam saja?
Apa dia menyuruhmu mengundurkan diri
jika tidak menangkap si pelaku?
Diam saja.
Pergi dari sini. Keluar.
Pergi.
Ikut aku.
Kita harus menangkap pelakunya.
Eun Ho.
Kepala Sekolah memanggilmu.
Kenapa?
Kami bisa menjadi sahabat jika terus begini.
Kaki tangan?
Bapak hanya membahas kemungkinannya.
Kenapa menerbangkan pesawat nirawak dan membuat kehebohan?
Jelas kamu akan disalahkan jika dia tetap diam.
Sungguh bukan aku.
Terserah.
Jadi...
Bapak ingin memberi kalian satu kesempatan besar.
Anonimitas.
Apa pun yang terjadi, Bapak akan menjaminnya.
Jangan khawatirkan apa pun,
fokuslah pada melaporkan.
Mereka akan memberikan nilai plus bagi yang melaporkan.
Ini konyol.
Kalian akan diberikan
lima nilai plus per laporan.
Menyembunyikan kesalahan teman
bukanlah sesuatu yang harus kalian lakukan.
Kalian justru harus melaporkannya.
Itulah cara untuk loyal kepada teman kalian.
Mengerti?
Apa?/- Apa maksudnya?
Astaga./- Konyol.
Astaga./- Tidak bisa kupercaya.
Ini tidak benar.
Poin kalian akan diumumkan setiap dua hari.
Dua pekan dari sekarang,
kami akan mengumumkan 10 murid
dengan nilai minus terbanyak.
Jika ada murid yang menerima terlalu banyak nilai minus,
mereka akan diskors atau dikeluarkan
sesuai dengan peraturan sekolah
Astaga.
Kepala Sekolah sangat tidak masuk akal.
Dia mau kita mengadu jika ingin bertahan.
Dia menyuruh kita melaporkan seseorang
jika tidak mau mendapat nilai minus.
Bagaimana menurutmu, Ketua?
Kita bisa memilih untuk tidak melapor.
Dia benar./- Benar.
Kamu percaya kepadaku, bukan?
Mana bisa aku memercayainya?
Sekolah ini gila.
Mereka sudah keterlaluan.
Kupikir ini kesalahanku.
Apa?
Bapak mau aku menangkap pelakunya?
Katamu ingin menghapus semua nilai minusmu.
Kalau begitu, bawa pelakunya.
Jadi, semua ini
tentang menangkap Murid X?
Katanya jika kita mengamati satu sama lain dengan cermat,
mereka akan menemukan orang yang mencurigakan.
Sulit dipercaya dia memikirkan itu.
Jadi, dia mau kita menangkap Murid X sendiri.
Jika tidak menghapus semua nilai minusku,
aku tidak akan bisa kuliah,
apalagi ke Hanguk.
Kamu bisa ke Hanguk.
Sungguh?
Benarkah aku bisa ke Hanguk?
Permisi...
Dia baris enam. Apa masih bisa?
Dia peringkat 280.
Jika kamu menjadi juara ketiga dalam kontes ini
dan menyerahkan rapor serta portofoliomu,
kemungkinan diterimanya besar.
Raporku...
Permisi...
"Daftar Murid yang Diterima"
Apa tidak masalah jika dia punya nilai minus?
Dia menerima nilai minus lebih dari bayanganmu.
Itu bisa menjadi masalah.
Akan kuhapuskan semuanya.
Akan kuhapus semuanya dengan menangkap X
dan memastikan diriku diterima di Hanguk.
Ayo lakukan itu.
Kyung Woo!
Hei, Kyung Woo!
Kamu sungguh tidak melihatnya?
Jelas dia ke atap pada hari itu.
Kamu sebegitu ingin menemukan dia?
Kamu akan melakukan apa jika menemukannya?
Akan kuadukan dia.
Tapi dia yang menyelamatkanmu.
Kamu benar soal itu.
Tapi sekarang aku gelisah.
Aku harus menangkapnya.
Jika tidak,
aku tidak akan bisa kuliah
dan hidupku akan hancur.
Kenapa kita hancur jika tidak kuliah
di negara ini?
Aku juga heran.
Omong-omong,
apa mungkin dia menipuku?
Karena aku mudah diatasi?
Pasti dia takut.
Pasti dia
tidak sempat memikirkan orang lain
karena sudah kewalahan dengan situasinya sendiri.
Cara bicaramu
seperti si pelaku saja.
Aku tidak mau mengadukan orang,
tapi aku bisa pura-pura tidak tahu saat melakukannya.
Kenapa sekolah kita tidak mengajari hal-hal seperti ini?
Pengadu?
"Ra Eun Ho"
Eun Ho.
Eun Ho.
"Dae Hwi dan Tae Woon tidak ada di aula"
Kenapa kamu sekaget itu?
Tidak.
Tidak apa-apa.
Tapi...
Ada apa?
Apa kata Kepala Sekolah?
Kamu sudah membersihkan namamu?
Apa? Begitulah.
Tapi...
Dia mau kita menangkap pelakunya apa pun yang terjadi.
Pelaku sebenarnya
pasti gelisah sekarang.
Tentu saja.
Dia tidak akan selamat setelah perbuatannya itu.
Aku...
Jangan sungkan bilang kepadaku
jika butuh bantuan.
Baiklah.
Bantuan apanya.
Hari itu?
Hari itu,
bapak mengizinkan Dae Hwi pergi
mengambil spanduk ulang tahun sekolah.
Tae Woon...
Tae Woon...
Dia ada di UKS karena tidak enak badan.
Bapak juga menemuinya di sana.
Dia sudah sehat sekarang?
No comments yet. Be the first to leave one.