أول 200 سطر.
Film ini mengambil cerita seputar Ilmu Kejiwaan, apa bila ada kesamaan karakter,
nama dan cara diagnosa, itu hanya kebetulan semata.
Tahanan 1587, Jang Jae Beom, keluar.
Jae Beom bebas!
Episode 1
Jang Jae Beom!
Jang Jae Beom!
Jang Jae Beom, semangat!
Jang Jae Beom!
Jang Jae Beom!
Jang Jae Beom!
Lagi!
Lagi!
Lagi!
Lagi!
Lagi!
Lagi!
Pak Penulis! Pak Penulis!
Pak Penulis!
Pak Penulis!
Pak Penulis! Pak Penulis!
- Mati kau! Mati! - Hyung...
Rupanya si bodoh.
Kasus penyerangan terhadap penulis buku terkenal, Jang Jae Yul...
akan mulai disidangkan hari ini.
Jang Jae Yul meminta para Hakim untuk mempertimbangkan penangguhan hukuman...
terhadap kakak-nya, dia beralasan kakak-nya tertekan selama di Penjara...
tapi para Hakim menolak penjelasan itu, karena kakaknya di duga bisa melukai orang lain.
Para Jaksa dikabarkan akan memberikan tuntutan selama 30 tahun Penjara.
Penulis, Jang Jae Yul sendiri, rencananya menunda jadwal rilis buku terbarunya...
Sebenarnya dia itu penulis atau artis?
Sepertinya orang ini hanya memanfaatkan wajahnya saja untuk mencari keuntungan.
- Kita berharap Jang Yae Jul segera... - Apa-apaan ini?
Menyebalkan sekali.
Bukunya tidak jadi keluar? Padahal sudah lama aku menunggunya.
Dia kok tidak memikirkan perasaan penggemarnya.
Kau ini sedang apa?
Kau baru pindah, tapi sudah rusuh begini.
Kenapa suara TV nya keras sekali, orang masih pada tidur! Kau ini!
Baiklah. Nanti aku berubah.
Kenapa kau mengambil makananku?
Hei, kenapa mangkuknya ditaruh di sini? Apa kau pikir, aku yang akan bereskan?
Aku ini seniormu, bukan pembantu-mu!
Kalau kau sejorok ini, sebaiknya kau tinggal sendiri saja!
Rumah ini kotor sekali!
Soo Kwang! Kakak sudah pulang!
Hei!
Jangan ganggu dia!
Dia sudah 4 hari tidak berhenti menangis, karena baru saja ditinggal pacarnya.
- Soo Kwang! - Aku bilang jangan ganggu dia!
Hae Soo!!
Soo Kwang? Apa kau tidak dengar?
Hah...
Dia menggunakan semua tissue ini untuk mengelap air matanya.
Sungguh.
Dia terus memanggil nama pacarnya.
Sebaiknya jangan ganggu dia. Biar kita sama-sama tenang.
Namanya juga cinta, kalau jodoh pasti kembali.
"Buku Kumpulan Cinta" karangannya Jang Jae Yul.
Hei!
Setelah menghabiskan begitu banyak tissue, kau masih membaca buku seperti ini?
Kakak baca dulu, baru tahu.
Isinya bagus ya?
Dasar bocah, ya sudah aku pinjam dulu. Kau bereskan kamarmu.
26 bulan setelah itu.
Sudah terkunci.
Tae Woong barusan menelpon. Dia bilang, dia sedang mencari tempat tinggal.
Sepertinya, aku akan mulai tinggal bersamanya.
Lain kali, bangunkan aku pakai tangan ya.
Bukan dengan cara membuka jendela dan memutar musik keras-keras.
Baiklah.
Kalau dilihat dari jawabanmu, sepertinya kau sudah tidak ingin aku ada di sini ya?
Hari ini aku ada acara di televisi.
Bukuku? Bagaimana hasilnya?
Hei brengsek, bangun kau. Dokternya sudah di sini, kau masih belum mau bangun?
- Hei! - Apa yang anda lakukan?
- Sadar! - Dia berlagak, sebenarnya dia tidak tidur.
Dia sudah buat malu keluargaku! Mana ada pria yang operasi kelaminnya?
Hei! Kau masih belum mau bangun?
Dokter! Jangan biarkan dia di sini!
Dia sebenarnya pria, tapi setelah di operasi, sekarang dia mengaku sebagai wanita.
Dia ini pria! Tapi dia suka sesama jenis!
Tolong panggilkan Psikiater! Masukan saja dia ke rumah sakit jiwa!
- Panggil Psikiater! - Psikiaternya sudah ada di sini.
- Apa? - Kenapa bicaramu jadi tidak sopan begitu?
Setelah dia diobati, kalau kau mau dia ditangani oleh Psikiater, kau harus isi formulirnya dulu.
Dia tidak perlu penanganan!
Dia waria, 3 tahun yang lalu dia sudah menjalani operasi kelamin. Kami bertemu 2 tahun yang lalu.
Keluarganya bilang dia sudah gila dan setelah itu menghajarnya habis-habisan.
Mereka beranggapan dia sudah dirasuki oleh roh jahat, karena itulah mereka memukulinya.
Dan sekarang, 3 anggota keluarganya memukulinya lagi secara bergantian.
Kalau terus dibiarkan seperti ini, lama-lama dia bisa mati.
Segera pindahkan dia ke ruang Psikiatri.
Bujuk keluarganya untuk membawa mereka ke unit Psikiatri kita.
Benar katamu, kalau dibiarkan seperti ini terus, lama-lama dia bisa mati.
Benar. Aku akan bujuk mereka.
Kalau ada pasien seperti ini, apa yang harus kita lakukan?
Kau,
Kita harus memeriksa rekam masa lalunya.
Terutama masa kecil, remaja, dan peran orang tua yang menyebab...
Apa kau sengaja ingin terlihat seperti anak magang?
Kalau menurutmu apa?
Kakaknya yang harus diperiksa. Memangnya wanita itu salah apa?
Saat melakukan operasi kelamin, dia tidak memiliki penyakit kejiwaan selain penyimpangan identitas.
Dokter yang mengoperasinya sudah memastikannya sebelum melakukan operasi itu.
Benar. Gay itu bukan masalah kejiwaan, ini hanya masalah pilihan saja.
Semua Psikiater di dunia sudah menghapus gay dari daftar penyakit kejiwaan.
Berikan padaku.
Memangnya kau pikir aku tidak tahu?
Tapi biasanya, kalau ada orang yang dipukuli terus seperti itu, dia akan kabur.
Tapi orang itu tetap bertahan. Apa kalian tidak merasa aneh?
Tadi, dia tetap tidur seperti sudah tidak punya harapan dan kekuatan.
Itulah yang harus kita dalami, apakah dia memiliki masalah kejiwaan atau tidak?
- Iya, anda benar./- Kalau begitu, kita harus menangani dia atau tidak?
- Harus./- Kalau sudah tahu, kenapa kalian masih di sini?
Pergi sana.
Senior? Kau mengirimiku SMS apa?
Untuk apa aku ikut di acara itu?
Hae Soo. Hari ini banyak pasien yang ingin konsultasi denganku.
Senior, apa kau ingin meniduri semua pasien-pasien itu?
Kau ini! Masa' aku meniduri mereka diatas ranjang rumah sakit?
Kalau bisa 'pun, paling aku hanya bisa melakukannya di kursi.
Lalu, kenapa kau menelponku?
Hae Soo, tolong aku sekali ini saja ya.
Aku baru bertemu dengan Istriku lagi, setelah kami berpisah selama 2 tahun.
2 jam lagi, dia sudah mau pergi.
Masa', aku menyuruhnya pergi begitu saja?
Aku 'kan mau memberinya kenang-kenangan.
Kau saja yang ke acara itu.
Yang Soo Min, Yang Soo Min!
Yang Soo Min!
Yang Soo Min!
Sayang.
Kau tidak jadi ke acara itu?
Hae Soo bilang dia yang akan ke sana.
Ini baru pertama kalinya ya kita bercinta di siang hari seperti ini.
Hari ini, aku tidak akan memberimu ampun.
Hyungnim!
Kenapa buru-buru 'sih?
Sejak kapan kau kasar begini?
Hari ini aku mau gaya guguk ah!
Dia mengidap penyakit *Tourrete.
*Penyakit jiwa yang menyebabkan orang bersuara dan bertindak tidak terkendali.
Semacam penyimpangan urat syaraf.
Tunggu sebentar ya.
Yang Soo Min!
Permisi.
Yang Soo Min. Yang Soo Min!
Maaf Dokter, dia tidak mau dirawat di rumah sakit.
Jangan, itu bahaya! Bu!
Ibu!
Yang Soo Min!
Oh, sayang.
Tolong aku lah.
Ini acara langsung, kami sudah menyiapkan panggung dan tamu undangannya.
Ji Hae Soo.
Hei, Ji Hae Soo!
Baiklah. Aku akan ke sana, karena aku mencintaimu.
Di studio mana?
Baiklah.
Senior! Bagaimana?
- Dia mau datang. - Syukurlah!
Jangan. Kita masih harus latihan dulu.
Kalau begitu, kita jangan lama-lama.
- Apa-apaan ini? - Siapa kau?
Ya ampun.
Bagaimana ini?
Maaf. Sepertinya aku salah ruangan.
Apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian tidak mengatur ruangannya?
Aku tidak punya nama panggilan.
Selamat!
Terima kasih.
Kamera ke tiga!
Semuanya siap di posisi kalian!
Hae Soo sudah sampai.
Aku bawa dia kemari ya.
Oh, Unni!
Unni!
Unni, kau tahu Penulis Jang Jae Yeol, kan?
Dulu aku mengidolakan dia, tapi sekarang tidak lagi.
Kenapa isi bukunya jadi cinta terus ya? Padahal dulu isinya tegang sekali.
Dulu dia sering membahas mutilasi, mengubur orang hidup-hidup, dia pasti gila.
Senior bilang kau mengidap penyakit ketakutan akan seks dan laki-laki.
Sebenarnya penyakitku yang paling parah itu... selalu merasa tidak aman dan sulit berhubungan.
Tapi kalau kau melihatnya langsung, kau pasti akan merasa berbeda.
Dia tampan sekali!
Jangan berlebihan ah.
Masa' dia seganteng itu?
Unni, kau jadi penasaran kan?
Iya.
Halo, saya Lee Min Young.
Ini Psikiater, Ji Hae Soo, yang akan menjadi bintang tamu bersama anda.
Halo, saya Ji Hae Soo. Mohon kerja samanya.
Aku yang seharusnya bilang begitu.
Senior! Aku fans-mu.
- Tolong tanda-tangani ini. - Kau tidak boleh ke sini.
- Tolong, satu kali saja ya!/- Nanti ya, kami sedang bicara nih.
Maaf ya.
Cepat keluar.
Aku dengar Psikiater nya pria.
No comments yet. Be the first to leave one.