أول 200 سطر.
Apa dia pasien?
Dia saksi potensial dalam kasus pembunuhan.
Aku baru menerima pesan tentang orang mati itu.
Corvus corone.
Burung gagak.
Nama aslinya Lazar Kiss.
Menurutmu pria ini ada di Wina?
Agen kami diperintahkan untuk melacaknya.
Tampaknya dia terlalu dekat.
Aku ingin mengajakmu keluar malam ini.
Max, kita sudah membahas ini.
Clara bertunangan lagi.
Dia akan menikah.
Astaga!
Itu ditujukan kepadamu, Inspektur.
Tangan Hitam.
Tujuan mereka adalah menyatukan semua negara Balkan...
...di bawah bendera Serbia.
Kau punya alamat untuk mahasiswa ini?
Hollandstrasse.
Pembawa pesan kematian ini, siapa yang ingin dia bunuh?
"Ciuman Iblis, Bagian Dua"
Kami menemukan senjata, dan amunisi.
Tersembunyi.
Apa yang membawamu ke apartemen itu?
Seorang saksi, di teater Serbia.
Seorang informan menyuruhku menemuinya di sana.
Ini catatannya.
Siapa informan ini?
Tak pernah muncul, tapi saksi lain muncul.
Dia mendengar seorang pemuda, seorang mahasiswa...
...memuja Tangan Hitam.
Apa yang kau lakukan, mengikuti petunjuk, menanyai saksi?
Sudah kutegaskan, ini bukan kasusmu lagi!
Kau memintaku membawa...
...semua bukti yang ada, hanya itu yang kulakukan, Pak.
Kita tak butuh polisi Leopoldstadt...
...mencampuri penyelidikan ini!
Situasinya rumit, Rheinhardt.
Menurutku...
...Inspektur Rheinhardt sudah membantu kita.
Aehrenthal. Kementerian Dalam Negeri.
Aku yang memimpin di sini.
Pak.
Informan ini, siapa pun dia, terus berusaha...
...menghubungiku.
Mungkin aku bisa membantu.
Tapi saat ini aku tak tahu apa-apa.
Pemerintah ini...
...berencana membuat pernyataan dominasi kita di Balkan.
Pernyataan?
Hanya itu yang perlu kau tahu, Rheinhardt.
Kita akan menyingkirkan, untuk selamanya...
...ancaman Serbia bagi kedaulatan kita.
Kiss jelas disewa oleh orang-orang yang menentang kita.
Kumohon, biarkan aku bekerja.
Biarkan aku menemukan Kiss.
Dia akan kembali mengambil senjata.
Aku sudah selangkah lebih dekat dengannya.
Ya...
Kita butuh seseorang untuk mengawasi, bukan?
Kau jelas orang kami, Inspektur.
Aku membawamu ke dalam penyelidikan.
Awasi apartemennya.
Jika dia kembali, jangan langsung menangkapnya.
Kita harus mengikuti jejaknya, menemukan seluruh jaringan.
Tutup rapat operasinya...
...hanya satu atau dua petugas dan kau melapor kepadaku...
...bukan Von Bulow.
Dia tak boleh tahu apa-apa, mengerti?
Kuharap itu tidak akan menjadi masalah bagimu.
Semua baik-baik saja, Ibu?
Max, kau datang lebih awal.
- Ya. Bagaimana tamu kita? - Naik dan lihatlah.
Dia bersama Leah.
Max, katakan sejujurnya. Sedang apa dia di sini?
Sudah kubilang, dia...
...mungkin saksi penting dan kami butuh kesaksiannya.
Kenapa kau mengunci pintunya?
Max, aku tidak tahu siapa dia.
Dia jelas pengemis, dilihat dari pakaiannya.
Aku tidak bisa membiarkannya berkeliaran di rumah. Rasionallah!
Aku harus mencari tahu dari mana asalnya.
Dia pasti punya keluarga di suatu tempat.
Jika aku bisa membuatnya terbuka kepadaku...
...mungkin kami bisa membantunya kembali kepada mereka.
Max. Aku harus memperkenalkanmu.
Ini Lily.
Senang bertemu denganmu, Lily.
Sepertinya kau merasa lebih baik.
Aku akan meninggalkan kalian berdua sebentar.
Teman barumu juga tampak lebih baik.
Tetap saja, aku ingin tahu ada apa dengannya.
Apa kalian sempat bicara?
Aku tahu dia hanya beruang.
Aku tahu dia tidak nyata.
Tetap saja...
...bagaimana jika dia nyata?
Apa yang akan dia rasakan?
Mau minum?
Ada apa, Inspektur?
Bukan apa-apa. Kenapa harus ada masalah?
Kau belum pernah menawariku minum.
Kita sudah bertahun-tahun bekerja sama.
Baiklah.
Aku ingin menanyakan sesuatu.
Ada rumah di Hollandstrasse. Aku harus melakukan pengawasan.
- Tentu saja. - Tidak. Tunggu sebentar.
Dengarkan aku.
Itu tak boleh resmi.
Aku tidak mengerti.
Jasad di Landstrasse.
Von Bulow tidak boleh tahu rencana kita.
Sungguh?
Atas perintah Kepala Polisi...
...Von Bulow sudah memikirkan banyak kasus.
Dia tak akan menyadari kita.
Dua petugas, dua sif 12 jam.
Kita akan menemukan kamar yang menghadap...
...ke apartemen tersangka.
Ini tempatnya.
Kemarilah.
Bagus.
- Kau ingat ini, Sayang? - Aku ingat.
- Terima kasih banyak. - Sama-sama.
- Ini Sofia. - Ya, halo, Sofia.
Di mana kalungmu?
Kuharap kau akan sedikit ceria.
Ada apa denganmu malam ini?
Bukan apa-apa.
Bersenang-senanglah, aku hanya menunggu tamuku.
Ya, Nn. Lydgate yang terkenal.
Ibumu dan aku tak sabar.
Itu masalahnya dengan Wina.
Kau terus bertemu orang yang lebih baik kau hindari.
Senang bertemu denganmu, Clara.
Ini tak menyenangkan. Kurasa kita bisa jujur, kau dan aku.
Inspekturmu ada di sini? Kalian hampir tak terpisahkan.
Sebenarnya, tidak.
- Aku hanya bercanda, Max. - Benar juga.
Tentu aku masih boleh melakukan itu.
Apa ada orang baru dalam hidupmu?
Clara, kumohon.
Kau sepertinya tak membawa tamu malam ini?
Bagaimana dengan wanita yang membuatmu menghindariku?
- Clara. - Di mana dia, Max?
Aku sangat penasaran untuk mengenalnya.
Kau bisa mengatakan apa pun yang kau inginkan.
Itu tidak penting sekarang.
Kau belum dengar? Jonas dan aku bertunangan.
Ya, sebenarnya Ayah memberitahuku.
Semua undangan sudah disebar.
Selamat.
Dia memujaku...
...selama bertahun-tahun.
Apa yang terjadi antara kau dan aku sudah berlalu.
Aku sungguh ingin kau bahagia.
Itu akan membuatnya jauh lebih baik untuk kita semua.
Apakah ilmuwan itu?
Itukah yang kau harapkan datang?
Apa kau mencintainya?
Kau mungkin bahkan tidak mengenal dirimu sendiri.
Apa kau bahagia, Clara?
Aku bukan pasienmu.
Kau tak berhak menanyakan itu.
- Clara yang cantik. - Halo, Clara.
- Selamat. - Selamat.
Kami baru saja membicarakanmu.
Tolong jangan lihat aku. Jangan lihat aku.
Kau baik-baik saja?
Pergilah. Tolong pergi.
Dia akan kembali. Tolong pergi.
Dia tak bisa menyakitimu. Aku akan melindungimu.
Pergi saja, kumohon.
Tolong pergi saja, kumohon.
Aku hampir tidak datang.
Aku tidak mau mengambil risiko menjadi bahan gosip.
Hanya dua orang biasa.
Aku tak mengharapkan diriku digambarkan sebagai biasa, Max.
Ayo.
Sayang, aku tak tahu siapa mereka.
Keluarga Leopold.
Leopold satunya.
Max, ini saatnya kau memperkenalkanku...
- ...ke orang tuamu. - Ya, tentu saja.
- Nama mereka Mendel dan Rachel. - Benar, Ibu.
Ayah, ini...
Amelia. Lydgate.
Aku berutang maaf kepada kalian.
Kali terakhir kita bertemu, itu sangat disayangkan.
Max membicarakan kalian dengan hangat...
...dan aku ingin mengenal kalian.
Aku ingin tahu apa kita bisa mulai berkenalan lagi.
Selamat datang di pesta kami.
Senang berkenalan denganmu.
Sepertinya kau lebih pandai bicara daripada putraku.
Bukannya itu perbedaan besar.
Istriku, Rachel.
Masuklah, kami akan ambilkan minuman.
Lily?
No comments yet. Be the first to leave one.