Sarusuberi: Miss Hokusai

Sarusuberi: Miss Hokusai (百日紅 〜Miss HOKUSAI〜)

تنزيل الترجمة Indonesian

معلومات الإصدار

Miss Hokusai (2015) BluRay 720p - mutia r
تعليق من KuehLemon
FOR MORE REQUEST EMAIL ME AT : [email protected] HAPPY WATCHING, FELLAS.

الوسوم

BluRay
720p
720
نشرت في: 2017-01-16
تنزيلات: 40
ضعاف السمع: No

معاينة ترجمة Indonesian

أول 200 سطر.

Ada seorang pria tua aneh...

Dia melukis Bodhidharma yang sangat besar

pada selembar kertas besar.

Ini belum selesai.

Dia menggambar sepasang burung pipit pada sebutir beras.

Namanya Tetsuzo. Tapi mungkin kau lebih mengenalnya sebagai Hokusai Sang Pelukis?

Orang tua gila itu adalah ayahku.

Aku menginjak kotoran anjing...

Gelembung! Aku menjual gelembung sabun!

Edo, musim panas tahun 1814.

- Siapa? - Aku.

Oh, O-Ei.

Aku beli makan siang.

Terima kasih.

Aku dengar ayahmu tidak sibuk.

Siapa bilang?

Katanya. Aku ingin tahu apakah kau makan dengan baik.

Tentu saja.

Dengan dua kuas dan empat sumpit, kami bisa dapat dari mana saja.

Oh, katanya kau pergi menemui O-Nao.

Aku membawakan kimono baru, dan dia bilang kau baru saja pergi.

Dan membawakannya ikan mas.

Iya.

Dia melihatnya setiap hari.

Meskipun dia tidak bisa melihat mereka.

Dia bisa, kok.

Ibu, mungkin aku akan pindah ke sini.

Aku sih boleh saja. Tapi ayahmu...

Tetsuzo tidak peduli mau dia sendiri atau tidak.

Jangan bicara seperti itu tentang dia.

Kain sutera murad ini bermekaran.

"Cepat mekar, mekar sungguh-sungguh," ya.

Festival panjang sudah dimulai.

Nona Hokusai

Inilah di mana aku dan Tetsuzo hidup.

Kami tidak memasak. Kami tidak beres-beres.

Jadi semakin kotor, kami pindah.

Tetsuzo hanya tertarik pada lukisan.

Tidak minum atau merokok.

Dia melukis gambar erotis, jadi aku kira dia suka perempuan.

Sudah diselesaikan, kemudian hancur?!

Tidak bisa diterima. Bawa ayahmu.

Aku saja tak tahu di mana dia...

Jawab yang benar pertanyaanku!

Dia tidak di sini.

Dia memang tidak tahu.

Tuan Hokusai! Naganya?!

Begitu aku selesai, naganya terbang.

Batas waktunya bulan ini.

Masih ada sehari lagi.

Kembalilah besok. Naganya juga mungkin balik lagi besok.

Dan kalau tidak?!

Lakukan yang terburuk.

Memenggalmu tidak akan memuaskan rajaku.

Jika itu yang terjadi...

Kau mau mengoyak perutmu?

Itu pasti sakit...

Aku tidak mau dari ulang lagi.

Aku tahu.

Tidak usah lakukan ini lagi.

Hah? Aku bilang aku akan memperkenalkanmu.

Si pemabuk ini adalah Zenjiro.

Dia tinggal dengan kami, dan selalu mengejar para wanita.

Dia menyerah jadi samurai. Sekarang dia jadi pelukis.

Aku bertemu orang ini di penerbit.

Hei kau, kalau kau seorang pelukis, lebih baik kau bersyukur.

Orang tua ini adalah Hokusai yang agung.

Senang bertemu denganmu.

Aku Utagawa Kuninao. Dari sekolah Utagawa.

Aku tahu kita saingan, tapi aku mengagumi pekerjaanmu tuan.

Kumohon jangan berprasangka jelek padaku.

"Kuninao"?!

Kenapa kau tidak beritahu aku?

Kau tidak tanya padaku.

Jadi, kau Kuninao. Kau masalah besar.

Oh, tidak sama sekali!

- Sini masuk. - Terima kasih.

- Dan umurmu 19 tahun? - Benar.

Empat tahun lebih muda, ya.

Telan!

Tapi...

Diam dan makan, dasar ayam kate!

Tenang, Zenjiro!

Maaf sudah berisik.

Oh! Kotoran anjing itu...

Tidak, maksudku...

Sudah saling kenal? Dia putri tuan Hokusai, O-Ei.

Kau O-Ei?

Kau tidak bilang. Aku kau sering melihat di jembatan Ryogoku.

Seekor naga?

Ada bakat untuk melukisnya.

Lukisan dengan tangan melemahkannya. Jadi berpikir untuk melakukan hal yang sama.

Kau hanya harus... Menunggunya.

Saat muncul, lukis dalam sekaligus.

Ini tidak seperti binatang lainnya. Dan tak ada yang melukisnya.

Oh, tapi itu bukan kata-kataku. Orang Cina yang bilang begitu.

Lancang sekali!

Mendekati O-Ei di depan ayahnya!

Bukan begitu! Aku tidak pernah bermaksud...

Tuan Pelukis Besar ini memang sangat pandai berbicara manis.

Dasar kau...

Beraninya kau!

Hei!

Keluar!

Hah? Dia menendangmu juga?

Tuan Hokusai, mari kita jalan-jalan.

Ya, main sekali-kali!

Lihat, wanita seksi itu memanggil kita.

Hei, dia tertawa!

Naga itu tidak ada!

Waktu kecil, aku pernah melihatnya.

Tornado barangkali.

Benturan angin lembah dan pegunungan, jatuh dan memutar-mutar. Hanya itu.

Aku juga melihatnya.

Aku melihat cakar dan sisik di awan.

Cuma di kepalamu.

Makanya kau jadi pelukis jelek.

Orang-orang yang kau gambar itu palsu,

sehingga ketika mereka bergerak, mereka roboh.

Tapi aku suka bau gambarmu.

Ini mengisi ruanganmu saat mereka berbohong.

Kau pintar, dan itu berbahaya.

B-Berbahaya?

Ya, kau tidak aman.

Perhatikan belakanganmu ada rivalmu.

Baik.

Kalian pria yang tidak jelas.

Hei, kenapa wanita jalang sepertimu bisa masuk?

Jahat sekali ucapanmu.

Apa kau tidak tahu? Ini adalah Hokusai Yang Agung.

Jangan menggodaku!

Hanya menggoda!

Jahat sekali!

Teman-temanmu sudah pada pulang.

Mereka tidak membangunkanku, sialan.

Hus! Hus!

Apa?

Dasar bodoh, berkeliaran di sini.

Sama seperti aku, ya?

O-Nao?

Kakak!

Aku dapat izin, jadi mari kita pergi keluar.

O-Nao terlahir buta.

O-Ei, ada tinta di wajahmu.

Sudah dihapus?

Ya.

Mau ke mana?

Jembatan.

Lagi? Kau suka jembatan, ya?

Paprika, paprika pedas!

Pangsit manis!

Ada begitu banyak suara.

Dan bau.

Ini menyenangkan, bukan? Aku juga suka jembatan.

Oh, kue beras? Kue beras Ishiwara?

Ya, dari Tozaki. Makanlah.

Ayah tidak pernah datang untuk menemuiku. Kenapa, ya?

Dia hanya sibuk dengan pekerjaan. Bukan berarti dia tidak suka padamu.

Karena sifatku, aku tidak bisa jadi anak yang baik buat ayah dan ibu.

Jika aku mati, aku rasa aku akan pergi ke neraka.

Tidak!

Tetsuzo, dasar lemah! Dasar cengeng!

O-Ei?

Ini anak paling kecil?

Dia O-Nao. Dia tinggal dengan Suster Anju.

Ya, ayahmu sudah bilang.

Hai, O-Nao. Aku Hatsugoro, murid ayahmu.

Aku yang melukis atas nama Totoya Hokkei.

Totoya? Seperti penjual ikan?

Ya, dulu aku penjual ikan.

Mengapa kau di sini?

Pemandangan, suara, bau... Kau tahu.

Hebat. Jembatan memang menyenangkan.

Itu mengingatkanku.

Kau pelukis wanita dengan gambar yang indah saat ini. Aku tidak bisa bersaing denganmu.

Itu tidak benar.

Tidak, tidak, Manjido juga bilang begitu.

Aku mau pergi ke penerbit.

Sampai jumpa lagi, O-Nao.

Bawa ini.

Ada noda.

Bersihkanlah. Itu menghancurkan kecantikanmu.

Da-dah.

Kelihatannya dia baik.

Ya, dia pria yang baik.

Kau bertingkah aneh.

Tidak, aku... Tidak.

Ayo kita naik perahu.

Bagaimana? Enak, ya?

Tahu tidak? Kita ada di bawah jembatan.

Kau takut?

Seberapa jauh perahu ini pergi?

Laut.

Laut itu besar. Lebih besar dari Honjo atau Asakusa.

Wow.

Tetsuzo sering melukisnya. Dia suka ombak.

Cukup besar untuk menelan perahu ini.

Ombak?

Aduh, aduh, aduh!

Berikan aku istirahat, Guru!

التعليقات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left