معلومات الإصدار

Arang and the Magistrate E12 120920 HDTV H264 720p-KOR IDFL FanSub
تعليق من CalVter
Visit us @ http://idfl.us

الوسوم

HDTV
hdtv
720p
720
HD
نشرت في: 2012-09-22
تنزيلات: 42
ضعاف السمع: Yes

معاينة ترجمة Indonesian

أول 200 سطر.

Episode 12

Diterjemahkan oleh : iamklopers , CalVter , miss_p1nky

Ada urusan apa kau kemari?

Ada urusan apa kau kemari?

Aku ingin bertemu ayahmu.

Kamar ayahku bukan di sini.

Tempat ini adalah...

...kuil suci keluarga kami.

Walaupun kau hakim...

...kau tak berhak masuk tanpa izin.

Aku tak tahu tempat ini sepenting itu.

Kalau begitu pasanglah tanda dilarang masuk.

Pintunya terkunci.

Bagaimana kau bisa masuk?

Kau pasti meloncati tembok.

Walaupun kau tergesa-gesa...

...bagaimana bisa anak seorang bangsawan meloncati tembok?

Aku takkan pernah berpikir untuk melakukan hal seperti itu.

Bagaimana kabar nona Arang?

Singkirkan dia dari otakmu.

Kurasa kalian tak cukup dekat untuk menanyakan itu.

Itulah yang kukatakan.

Tapi...

...ini aneh.

Entah kenapa dia tak tampak asing.

Bahkan saat pertama kali aku memandangnya.

Seolah-olah aku sudah kenal lama dengannya.

Jadi, aku tak bisa menyingkirkannya dari otakku.

Tempat ini tak terpelihara dengan baik selama musim hujan.

Bau apek ini...

Baunya seperti bau jamur.

Pokoknya, baunya sangat mencurigakan.

Jadi, aku tak mau tinggal di sini lebih lama.

Katakan ini pada ayahmu.

Mulai saat ini...

...jika dia punya urusan denganku datang langsung padaku.

Katakan padanya, sebaiknya dia tak mengusik Arang.

Katakan padanya untuk tidak meletakkan jari pada Arang dari kepala sampai kaki.

Jangan melihatnya, jangan memikirkannya.

Dengan kata lain,

Sebaiknya dia menyingkirkan arang dari otaknya.

Aku tak bisa menyingkirkannya dari otakku?

Dia bahkan tak tahu dia telah terpikat oleh hantu.

Siapa dia?

Dia hakim baru.

Hakim?

Kenapa dia datang ke sini?

Apa yang kau lakukan?

Isteriku, kenapa kau sangat marah?

Orang tua bodoh.

Saat kau masih muda, kau tahu apa yang harus kau lakukan.

Sekarang setelah kau tua dan lemah, kau menjadi bodoh!

Aku tahu kecerdasanmu memudar...

Tapi aku tak tahu kau akan menjadi sebodoh ini!

Isteriku.

Jangan sentuh gadis itu.

Jika kau lakukan itu sekali lagi...

Kau takkan lagi berada dalam posisi itu!

Kau boleh pergi sekarang.

Kenapa kau hanya berdiri di sana saja?

Apa tak ada perkembangan?

Saat kubilang aku ingin memiliki anak itu...

Kau bertanya padaku apa maksudku, kan?

Apa anda akan membunuhnya?

Tidak.

Bukankah sudah kukatakan dia tak bisa mati?

Kalau begitu...

Kau bilang namanya Arang?

Jika kudapatkan anak itu...

Dia bukan lagi Arang yang kau kenal.

Anda tak bermaksud...

Benar.

Aku tak menginginkan rohnya.

Aku menginginkan tubuhnya.

Kau mengerti?

Tubuhnya tetap dia, tapi...

...yang berada di dalam tubuhnya adalah aku.

Dia tak bisa menjadi milikmu.

Singkirkan perasaanmu.

Sebelum terlambat, hilangkan perasaanmu padanya.

Kenapa dia lama sekali?

Apa terjadi sesuatu?

Tak bisa begini. Aku harus ke sana.

Kenapa kau hanya berdiri saja di situ?

Karena aku tak ingin duduk.

Apa kau mengkhawatirkanku?

Tidak.

Kau khawatir.

Tidak.

Wajahmu menunjukkan kau benar-benar khawatir.

Aku tahu.

Itu tertulis di seluruh wajahmu.

Kau mengkhawatirkanku. Mengkhawatirkan. Diriku.

Banyak hal lain yang kukhawatirkan. Untuk apa aku mengkhawatirkanmu?

Lebih baik aku mengkhawatirkan buah persik.

Yang Mulia. Apa anda memanggilku?

Masuklah.

Kau.

Kau bilang ada yang ikut campur kemarin?

Ya, tuan.

Apa itu Joo Wal?

Apa itu Joo Wal?

Ya, tuan.

Aku lihat dari jauh, tapi sepertinya dia tuan muda.

Apa rencana mereka?

Kau.

Apa katamu yang terjadi pada gadis itu?

Bukankah kau bilang dia sudah mati?

Dia sudah mati.

Kau yakin?

Aku pastikan dia sudah tak bernafas.

Tapi kenapa mereka mengatakan padaku jangan menyentuhnya?

Kalau begitu, apa yang akan kau lakukan sekarang?

Tak bisakah kau menerobos masuk saja dan tanyakan pada mereka apa yang terjadi?

Tak bisa.

Karena mereka memiliki jimat yang sama dengan yang di kuburan...

...tangkap saja mereka

Tak bisa.

Baiklah.

Bagaimana kalau begini?

Masuk saja diam-diam dan...

...memeriksa jika ada sesuatu yang mencurigakan di rumah itu.

Aku akan mengawasinya untukmu.

Aku hebat dalam mengawasi sejak aku menjadi hantu.

Apa kedengarannya aku sedang bercanda?

Cukup.

Aku sedang memikirkan sesuatu.

Sesuatu?

Tapi masalahnya tak ada penjaga yang bisa kupercaya.

Penjaga?

Kenapa kau butuh penjaga?

Jika kau ingin menangkap rakun, kau harus membuat asap.

Aku mau menemui Yang Mulia Choi.

Tapi dia takkan memberitahu segalanya begitu saja.

Tentu saja tidak.

Tapi...

...jika ada sesuatu yang mengganggunya dia akan membuat gerakan yang mencurigakan.

Masalahnya aku tak punya penjaga untuk memata-matainya...

...dan melaporkan kembali padaku setiap pergerakannya.

Bagaimana bisa tak ada penjaga di kantor?

Ini konyol.

Baiklah.

- Kalau begitu aku akan... - Lupakan saja.

Jangan pernah berpikir tentang itu.

Bukan itu. Aku akan membawakanmu beberapa penjaga.

Bukankah yang kau inginkan penjaga rahasia?

Mereka tepat untuk pekerjaan itu.

Apa maksudmu?

Hakim, kau tahu apa maksudku.

Beri salam.

Dia hakim di kota ini.

Hakim.

Apa yang kau lakukan?

Coba pikir. Bukankah mereka jauh lebih baik daripada manusia?

Mereka tak terlihat, mereka tak terdengar, dan mereka tak meninggalkan jejak.

Mereka bisa naik ke atas atap atau ke kolong teras.

Mereka sangat tepat untuk tugas rahasia.

Kau tinggal masuk saja dan mencari segala hal yang mencurigakan.

Dan katakan pada kami segala yang dilakukan dan diucapkan orang tua itu.

Sudah kubilang, aku benar.

Baik.

Yang kau katakan masuk akal. Mari kita kerjakan.

Kalau begitu...

Pertama-tama aku akan menemui Yang Mulia Choi, jadi...

Tapi, hakim...

...ini tidak gratis.

Hakim, kumohon singkirkan penyesalan menyedihkanku!

Bagaimana kau bisa membuat janji seperti itu?

Tapi bukankah kau khawatir karena tak ada penjaga untuk menyamar?

Itu benar, tapi...

Kukira kau benar-benar khawatir, jadi...

Aku tahu kau benci hantu, tapi...

Kali ini situasinya berbeda.

Aku mengerti.

Aku tak berpikir jernih.

Aku bahkan tak tahu bagaimana perasaanmu.

Sudah kubilang. Aku mengerti.

Jika kau tak suka, aku akan menyuruh mereka pergi.

Paling aku hanya akan diganggu oleh mereka selama sebulan.

Sudah kubilang. Aku mengerti.

Kalau begitu...

Akan ada lingkar hitam di mataku, dan...

Hentikan.

Aku takkan bisa tidur.

Hentikan. Hentikan. Hentikan!

Apa yang kau lakukan?

Gunakan kata-kata.

Bagaimana kau bisa memakai kekerasan pada seorang gadis?

Kekerasan?

Siapa yang memakai kekerasan?

Keluarlah.

Aku mengerti.

Kalau begitu, akan kukatakan kau setuju.

Tapi apa penyesalan menyedihkan mereka?

Bukan sekarang. Tunggu saja.

Tentang Moo Yeon...

Apa aku salah mengusirnya waktu itu?

Kau sudah lakukan yang seharusnya kau lakukan.

Tapi ekspresimu jadi seperti itu sejak saat itu.

Ekspresiku sudah seperti ini sejak 1000 tahun yang lalu.

More Indonesian subtitles for Arang and the Magistrate

التعليقات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left