أول 200 سطر.
"Sedang siaran"
"Bae Chul Soo's Music Camp"
Aku punya kisah lain dari Pulau Gukhwa.
Judul kisahnya yaitu "Buku Harian Pasangan Berdikari,"
Choi Min Yong dan Jang Do Yeon.
Di bulan Maret bunga bermekaran,
mereka bertemu di bawah mercusuar merah.
Kapan dia datang?
Dia tidak datang naik kapal, bukan?
Aku tidak bisa melihat apa pun karena daya pandangku kurang baik.
Cuacanya dingin.
Sayang.
Sayang.
"Di mana suaminya Do Yeon?"
Dia tampak bagai suami yang pulang bekerja berbulan-bulan dari laut.
Benar. / - Gelar "pelaut" cocok baginya.
Pelaut Choi.
Astaga. / - Ini sangat indah.
"Min Yong mendekati Do Yeon"
Dia sudah tiba. / - Dia datang.
"Pelaut Choi tiba di pelabuhan"
Jujur, aku mengharapkan pertemuan karena takdir.
Dia hebat. / - Ingin kuterima dia jadi takdirku
dan mulai berkencan seperti pasangan lain yang mulai berkencan.
"Di mana takdirku?"
Mereka saling melihat. / - Mereka akan bertemu.
"Dia tidak yakin siapa pria itu"
Astaga.
"Seseorang mendekat"
Dia bukan komedian, bukan?
Dia tidak tahu. Dia tidak tahu siapa pria itu.
Dia berharap pria itu bukan komedian.
"Mereka tidak tahu tentang satu sama lain"
"Mereka berjalan saling mendekati"
Aku gugup. / - Astaga.
Penampilannya hebat. / - Ini seolah
kami akan sungguh menikah.
Aku seperti mempelai pria, dan dia juga merasa seperti mempelai wanita.
Entah apa suamiku akan hebat.
Aku ingin dia berpikir istrinya cantik
saat kali pertama dia melihatku. Hanya itu yang bisa kupikirkan.
"Semakin dia dekat kepadanya, jantungnya semakin berdebar"
"Dia juga gugup"
Aku yakin dia masih belum tahu siapa pasangannya.
Daya pandangnya buruk. / - Ya.
Dia tidak tahu. / - Sungguh?
"Apa dia melihat suaminya?"
Saat kulihat betapa tingginya dia, kukira dia Kim Yeong Cheol.
Mataku sungguh buruk.
Kukira dia pramugari.
Dia berpakaian seperti itu, dan tubuhnya tinggi.
Siapa dia?
"Dia menatap sang pria"
"Dia tertawa"
Dia melihatnya. / - Dia baru saja melihatnya.
"Dia tertawa sangat keras"
"Dan Min Yong berhenti"
"Wajah mempelai wanita tertutup tudung"
"Min Yong membeku"
Astaga. Aku pusing.
"Dia tertawa"
Dia suamimu. / - Do Yeon malu. Astaga.
Dia tampak terkejut. Apa yang harus kulakukan?
"Dia berteriak"
Ini terjadi terlalu cepat.
Saat aku bertemu Do Yeon, siapa dirinya menjadi tidak penting.
Aku tidak tahu harus berkata apa.
Selama beberapa detik pertama, kami hanya kagum.
Saat aku sadar dia siapa, kupikir wajahnya seperti kera.
Dia mengingatkanku pada kera.
Dia tampak seperti kera, bagaimanapun aku melihatnya.
Astaga.
Dia kera berusia mapan.
Halo. / - Anginnya sangat kencang.
Jika kurapikan rambutku, aku akan tampak cukup cantik.
"Dia malu"
Kudengar kamu suka biru kobalt. / - Ya, aku suka biru kobalt.
Jadi, aku memakai ini. / - Do Yeon suka biru.
Dia memakai syal dengan warna yang disukai Do Yeon.
Kamu bisa memberiku bunga saat kamu menginginkannya.
"Dia membungkus bunga dengan selendang biru kobalt"
Biru kobalt.
Terima kasih. / - Senang bertemu denganmu.
Astaga. Itu sangat indah.
Ini terbungkus dengan koran bahasa Inggris. Tampak sangat berkelas.
"Kesunyian canggung kembali melanda mereka"
Mereka pasti merasa canggung. / - Sebenarnya aku tidak buruk.
Aku dengar banyak hal tentangmu. / - Benarkah?
Apa kamu tidak akan melepas kacamata hitammu?
Kamu benar. Aku minta maaf. / - Aku tidak bisa melihat wajahmu.
"Dia lupa melepas kacamata hitamnya"
Bagus.
Aku lupa melepas kacamata hitamku.
Kamu pasti sangat terkejut.
Omong-omong
Mereka tidak melihat kartu misi. / - Ya, benar.
Haruskah kuambil? Kamu tampak terkejut.
Terima kasih.
Di sini ditulis kita pasangan menikah.
"Mereka melihat misi pertama mereka"
Rumah pernikahan kalian
sudah menunggu di Pulau Gukhwa
untuk Min Yong yang bermimpi hidup di pulau.
Kamu bermimpi hidup di pulau?
Ya. Apa tidak masalah bagimu?
Aku? / - Ya.
Maksudmu, menikah? / - Ya.
Maksudmu... / - Ini keputusan besar.
Jika aku tidak setuju, kamu akan batalkan pernikahan?
"Bingung"
Do Yeon bingung.
Bagaimana menurutmu?
Kurasa ini tidak akan lancar.
Lagi pula kamu juga tidak menjalani hidup yang lancar.
Aku tidak masalah dengan ini. Kita lihat bagaimana selanjutnya.
Baiklah. Bagaimana jika mencari ruangan?
Apa ini milikmu? / - Mereka pergi ke pulau.
Itu akan sulit bagi Do Yeon.
Arahnya ke sini? / - Ya.
Ini sedikit canggung.
"Tertawa"
"Luar biasa semua ini terjadi hanya dalam beberapa menit"
Astaga, ini gila.
"Pernikahan tidak terduga mereka dimulai"
Kamu tampak kecewa. / - Aku? Tidak.
Mereka pergi ke Pulau Gukhwa dan kehidupan pernikahan mereka dimulai.
Kurasa aku tidak akan mabuk laut hari ini.
"Mereka memulai hidup baru di dunia baru yang asing!"
Kurasa kita telah tiba.
"Mereka tiba di Pulau Gukhwa, rumah baru mereka"
"Mereka akhirnya mengambil langkah pertama di pulau itu"
Aku merasa kasihan kamu memakai sepatu hak tinggi.
Aku tahu.
Aku tidak tahu kita akan kemari.
Kukira kita akan bertemu di kota.
Tentu saja.
"Mereka akan tinggal di Pulau Gukhwa yang indah"
Itu tampak indah.
Apa mereka akan bertani di pulau itu?
"Rumah mereka dikelilingi ombak dan alam"
"Apa itu?"
"Traktor kuning menunggu pasangan itu"
Itu pasti mobil pernikahan kita.
Itu mobil pernikahan. / - Apa itu mobil pernikahan?
Mobil pernikahan itu tampak berdebu.
"Berjuang"
"Mobil pernikahan mulai penuh"
"Penuh sesak"
Kaki kita panjang.
"Mobil itu kecil"
Apa kamu tahu cara mengendarai mobil ini?
"Tentu saja aku tahu"
Astaga. Pasang sabuk pengamanmu.
Apa Do Yeon malu? / - Hanya berjaga-jaga.
Do Yeon sangat pemalu. / - Begitu rupanya.
Ini...
"Berjuang"
"Menatap"
Perlahan saja. / - Astaga.
"Terkesan"
Biar kubantu.
Min Yong sangat sopan.
Astaga.
Lihatlah Do Yeon.
"Min Yong memperbaiki sabuk pengaman Do Yeon"
"Terima kasih, sabuk pengaman"
Apa Do Yeon baru saja menyukainya?
Do Yeon menyukainya.
Do Yeon bereaksi seperti ini. / - Apa Do Yeon jadi gugup?
Benar. / - Apa dia segugup itu?
Kamu bisa melihatnya.
"Mereka mengelilingi pulau dengan mobil pernikahan"
Jadi, mereka naik ini di pulau.
"Setelah mereka mendaki lorong kecil menggemaskan"
"Mereka akan menemukan rumah baru mereka"
Kita sudah tiba.
Itu tampak menggemaskan.
"Itu rumah manis beratap merah"
Tampaknya kita akan punya perapian.
Biar kuparkir mobilnya di sini.
"Tertawa"
"Kita sudah tiba"
Dia membantunya kembali.
Silakan. / - Baiklah.
Kurasa itu rumah baru kita. / - Jadi, ini rumah baru kita.
"Hal pertama yang mereka temukan adalah"
Lihat ini.
"Mereka menemukan inisial mereka di lantai kayu"
Min Yong dan Do Yeon. / - Itu manis.
Itu membuat rumahnya tampak seperti rumah pengantin baru.
Benar.
"Dia perlahan membuka pintu"
Kamu ingin masuk lebih dahulu?
Ya, terima kasih.
Astaga.
Ini sangat nyaman.
Ini sangat mewah.
TV-nya sangat besar.
"Rumah nyaman itu punya semua yang mereka butuhkan"
Astaga. Semuanya baru.
No comments yet. Be the first to leave one.