أول 200 سطر.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai untuk pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
Senang bisa bertemu kalian lagi.
Mulai hari ini,
aku akan bertanggung jawab akan kebangkitan
Meesa Apparel.
Meesa Apparel sedang mengalami
tahap paling kritis dalam sejarahnya, tapi
kita bisa mengubahnya.
Meesa Apparel pernah melewati
krisis seperti ini sebelumnya.
Kita punya pengalaman dan kemampuan.
Menurutku krisis ini terjadi
bukan karena kurangnya kinerja kalian.
Pihak manajemen tidak mengerti kondisi pasar
dan membuat keputusan yang salah.
Karena itu,
kalian tidak akan disalahkan atas krisis ini.
CEO sebelumnya, Min Hyo Sang,
salah langkah dengan secara agresif mendorong pertumbuhan
dengan semangat mudanya.
Tapi,
dia menawarkan aset pribadinya untuk menormalisasi perusahaan.
Dia berupaya yang terbaik sebagai CEO.
Jadi, kita jangan
saling menuding.
Ini rencanaku.
Pertama.
Aku akan memangkas pengeluaran dengan mengurangi
departemen bisnis yang tidak menguntungkan di perusahaan.
Kedua.
Kita akan mengoperasikan pusat distribusi terintegrasi.
Kita akan menjual sisa real estat untuk menambah kas perusahaan.
Ketiga.
Kita akan mempromosikan teknik produksi setelan siap pakai
dan meningkatkan keuntungan jangka panjang.
Aku yakin bahwa Meesa Apparel bisa memanfaatkan tantangan ini
untuk meningkatkan kualitasnya.
Dan sumber daya utamanya
adalah kalian semua.
"Kartu Pegawai, Departemen Desain, Min Hyo Won"
"Tim Desain Satu"
Astaga. Nona Min. - Nona Min!
Apa kabar kalian semua?
Kami baik-baik saja. Kami senang Nona kembali.
Selamat datang kembali.
Terima kasih.
Aku akan bekerja ekstra keras untuk menebus kepergianku,
dan aku akan membutuhkan bantuan kalian.
Ayo bekerja keras.
Baik. - Baik.
Dong Jin.
Maksudku, Pak Lee.
Bagaimana kabar ibumu?
Masih mengeluh, tentu saja.
Tapi berkat kemurahan hatimu,
aku bisa kembali bekerja
dan Hyo Sang tidak menjadi pengangguran,
jadi, ibuku sangat berterima kasih.
Aku juga berterima kasih.
Bagaimana rasanya bisa kembali setelah pergi sekian lama?
Aku termotivasi dan merasa bisa melakukan apa pun.
Kamu tidak akan menjadi orang buangan seperti dulu, bukan?
Itu tidak akan terjadi.
Aku sudah jauh berubah sejak bertemu dengan Tae Yang.
Aku bukan Min Hyo yang dulu.
Tentu saja. Kamu tampak jauh lebih dewasa sejak bertemu dia.
Aku ingin bekerja keras
dan membantumu serta perusahaan.
Kuharap kemauan itu tidak hilang dan kamu sungguh bekerja keras,
Nona Min Hyo Won.
Ya, Pak Lee Dong Jin.
Panas sekali. Aku tidak tahan.
Halo?
Hai, Ibu.
Apa lagi?
Bu, aku sungguh tidak bisa melakukan ini.
Bagaimana bisa aku, Min Hyo Sang,
bisa menjadi penjahit di toko jahit kecil?
Ini konyol, Bu.
Ini tidak mungkin terjadi.
Berhenti mengeluh.
Dong Jin juga pernah melakukannya.
Itu karena dia tumbuh dengan ayah yang menjalani bisnis toko jahit.
Aku putra tunggal pendiri Meesa Apparel.
Kami tidak sama. Ibu tidak bisa membandingkan kami.
Benar. Kamu membuat perusahaan itu berantakan
selama setahun menjadi CEO.
Bagaimana kamu bisa dibandingkan? - Ibu!
Bangun dan hirup aroma kopi. Merangkak dengan tangan dan kakimu
dan lakukan yang Dong Jin suruh. - Ayolah.
Aku merasa sesak di sini.
Dong Jin berjanji akan mengembalikanmu ke kantor pusat
jika sudah mempelajari cara membuat setelan di sana.
Jadi, bersabarlah.
Ibu, aku bisa menghadapi apa pun,
tapi ada penjahit gila di sini bernama Bae Sam Do.
Orang itu sungguh aneh. Dia sangat cerewet.
Dia selalu mengomeliku. Aku bisa gila.
Dia memperlakukanku seperti bawahannya.
Ya, Pak. Akan kuperiksa dan mengabari Anda. Baiklah.
Apa yang kamu lakukan?
Setiap ada kesempatan,
kamu menelepon atau di depan komputer.
Kenapa kamu selalu bermalas-malasan?
Kenapa kamu...
Kamu selalu mengomeli dan memerintahku.
Apa aku asistenmu? - Untung kamu membahasnya.
Ya, kamu adalah asistenku.
Hyo Sang adalah asisten. Sam Do adalah bos.
Kamu sadar betapa ketatnya hierarki di industri ini, bukan?
Jika tidak mau dipecat, kembalilah bekerja.
Dan jangan terlalu sering minum kopi atau belilah sendiri.
Aku bisa gila.
Akan kuuji kemampuan menjahitmu sejam dari sekarang, bersiaplah.
Siapa kamu mengujiku?
Apa? Kurasa kamu tidak mau kembali ke kantor pusat.
Akan kugabungkan nilai sikap dan ujian menjahitmu
untuk kukirim ke Pak Lee Dong Jin setiap hari.
Jika di bawah 60, kamu gagal.
Sulit dipercaya.
Dengar.
Ada musibah yang menyebabkan aku terjebak di sini,
kamu pasti salah jika berpikir kondisi kita sama,
tapi dengarlah, level kita benar-benar berbeda.
Aku putra pendiri Meesa Apparel.
Benarkah itu? - Benar!
Kamu putra pendirinya? - Benar!
Kamu mengira aku akan begitu?
Berhenti menggonggong seperti anjing gila.
Sadarlah kalau tidak mau dihajar.
Minum teh ini dan tenanglah.
Astaga. Terima kasih.
Sulit untuk diperlakukan seperti manusia di sini.
Panas.
Siapa?
Tae Yang, Ibu.
Apa yang kamu lakukan di sini?
Latihanku dimulai hari ini, dan aku membeli sup iga
dalam perjalanan pulang.
Menurutmu aku bisa makan sekarang?
Aku merasa ingin gantung diri.
Berhenti mengatakan hal seperti itu.
Aku sudah mencicipinya dengan rekan kerjaku,
dan sup ini rasanya luar biasa.
Kenapa kipas anginnya...
Aku butuh udara.
Ibu bisa flu. Ibu harus tetap hangat dan makan makanan bergizi.
Cobalah sedikit.
Aku tidak berselera.
Ini harus dimakan sebelum dingin.
Kemarilah.
Tenanglah, Bu.
Hidup kejam sekali.
Bagaimana ini bisa terjadi kepadaku?
Aku selalu menangis di depanmu.
Menurutmu aku menyedihkan, bukan?
Tentu saja tidak.
Setiap Ibu menangis, hatiku sedih.
Apa kamu menjilatku?
Tidak. Aku bersungguh-sungguh.
Jangan harap
aku berubah pikiran hanya karena kamu melakukan ini.
Aku tahu.
Makanlah sebelum dingin.
Masukkan nasi sedikit. - Baik.
Pak, Nona Min Hyo Joo akan masuk.
Selamat atas hari pertamamu sebagai CEO, Pak Lee Dong Jin.
Terima kasih.
Akhirnya, pemiliknya yang sah kembali ke ruangan ini.
Kini kamu telah kembali,
rasanya semuanya kembali ke tempat yang seharusnya.
Ada yang harus kujelaskan kepadamu.
Aku kembali ke Meesa Apparel karena berpikir
tidak ada apa-apa lagi di antara kita.
Aku merasa tidak enak terhadap istriku
karena kembali ke perusahaan tempatmu bekerja,
tapi aku tetap melakukannya karena dia sangat memercayaiku.
Sebenarnya apa maksudmu?
Untuk berjaga-jaga,
jangan melakukan apa pun yang bisa membuat istriku salah paham.
Aku mengatakan ini berjaga-jaga jika kamu berharap atau salah paham.
Kita tidak akan bertemu kecuali ada urusan pekerjaan,
jadi, jangan ke ruanganku kecuali ada urusan bisnis yang mau dibahas.
Haruskah kamu sedingin ini?
Aku tidak mau istriku sakit hati gara-gara kamu.
Berhenti membahas soal istrimu.
Apa kamu sengaja melakukannya?
Kamu tidak melihat bahwa aku sakit hati karena kamu?
Bukan karena aku,
tapi karena kamu tidak mau merelakanku.
Jadi, relakan aku. Berhenti menempel padaku.
Aku mengerti maksudmu.
Tidak perlu mengatakannya lagi.
Mendengarnya berulang-ulang
hanya memperburuknya.
Ini aku.
Kamu baik-baik saja?
Kamu terdengar agak lelah.
Ada rapat begitu aku sampai di sini,
No comments yet. Be the first to leave one.