أول 200 سطر.
"Episode 48"
Kita harus bagaimana? / - Di mana Jae Soon?
Dia pergi membawa kopernya. Kalian tidak melihatnya pergi?
Bagaimana dengan Ddol Ee? / - Dia pasti membawanya.
Aku bersama Ddol Ee tadi. Dia pergi membawanya begitu datang.
Aku bahkan tidak bisa bicara dengan dia karena takut.
Kenapa kamu tidak mencegah dia? Kenapa malah dibiarkan?
Kenapa kamu menyalahkan Dal Pa?
Apa yang harus kita lakukan?
Dia tidak punya uang dan tujuan.
Mungkin dia menemui Geum Sik.
Dia sudah pergi ke Amerika.
Amerika? Kenapa?
Dia dipindahkan oleh perusahaannya.
Kita harus bagaimana sekarang?
Halo?
Ya, Paman. Maaf.
Terjadi sesuatu.
Aku akan menjelaskannya nanti.
Aku terlalu malu untuk bertemu dengan kerabat lain.
Maafkan aku.
Ya.
Seperti yang kukatakan tadi, akan kujelaskan nanti.
Apa yang ingin kamu tahu?
Kenapa pertanyaanmu banyak sekali?
Kamu sangat cemburu dengan anakku. Sudah, ya.
Aku tidak mau minyak wijenmu.
Nomor yang Anda tuju tidak aktif...
Tidak dijawab?
Setelah nada berikut, panggilan akan dikenakan biaya.
Dia mematikannya.
Nomor ini tidak aktif. Panggilan dialihkan ke pesan suara.
Setelah nada berikut, panggilan akan dikenakan biaya.
Sudah kubilang dia mematikannya.
Dia mematikannya beberapa saat lalu dan tidak akan menjawab.
Kenapa dia tidak menjawab ponselnya?
Dia tidak punya tempat tujuan.
Kenapa dia mau menjawabnya?
Dia pasti kesal sekarang.
Ayah, aku haus.
Ayo beli air. Cho Rong, ikutlah.
Aku di sini saja.
Ayo.
Kakak mau minum sesuatu?
Tidak.
Jangan jauh-jauh. / - Baiklah.
Ayah.
Kenapa?
Apa yang mengganggumu?
Ada yang ingin kamu katakan?
Katakanlah.
Apa kita harus pergi ke Amerika?
Bolehkah kita tidak pergi?
Kenapa kamu bilang begitu saat kita sudah di sini?
Kamu sudah setuju. Kenapa tiba-tiba mengatakan ini?
Bibi Shin seharusnya menikah hari ini.
Jika dia tidak menikah,
Ayah bisa menemuinya lagi.
Jangan konyol.
Ayah.
Kenapa?
Tidak apa-apa.
Ini menyenangkan. / - Benarkah?
Akan lebih baik saat pesawatnya terbang.
Cho Rong.
Ayo nikmati saja situasi ini.
Maaf karena ayah marah tadi.
Mereka sudah bersiap-siap.
Perutku sakit.
Ada apa?
Ayah, perutku.
Perutmu sakit? Sakit bagaimana?
Bagaimana ini?
Ada apa?
Cho Rong sakit perut.
Kita harus turun sekarang.
Ayo pergi ke rumah sakit. Cepat.
Masuk. / - Astaga.
Kenapa dia harus sakit sekarang?
Astaga.
Kakak. Bolehkah aku ke Amerika sendiri?
"IGD"
Ayo keluar. Hati-hati.
Cho Rong, tidak apa-apa. Tidak apa-apa.
Ayah, aku baik-baik saja sekarang.
Apa? / - Aku tidak merasa sakit lagi.
Kamu yakin? / - Ya.
Kamu bisa berjalan?
Lihat.
Syukurlah. Ayah sangat khawatir.
Karena kita sudah di sini, ayo periksa.
Tidak perlu. Aku baik-baik saja.
Kamu hanya berpura-pura karena tidak mau pergi, bukan?
Aku sangat kesakitan tadi.
Kamu...
Sekarang bagaimana? / - Kita harus membeli tiket baru.
Ayo tinggal di hotel malam ini.
Bibi tahu kamu tidak mau pergi ke Amerika.
Kamu yakin tidak pura-pura?
Kakak, kita pasti akan ke Amerika, bukan?
Tentu saja. Ini soal pekerjaan.
Ayah akan mengantar kalian ke hotel, lalu pergi ke kantor.
Kakak harus mengirim surel ke cabang Amerika. Ayo.
Pak, Anda tidak pergi ke Amerika?
Aku ketinggalan pesawat. Aku harus pergi dalam pekan ini.
Kalau begitu, Anda bisa membantuku?
Ini bisa menjadi masalah besar. / - Apa?
Ini mengenai saluran belanja rumahan yang Anda tangani.
Sebenarnya, aku belum pernah menangani saluran belanja rumahan
dan telah membuat kesalahan besar.
Apa? Kesalahan apa?
Aku memberikan angka persediaan yang salah kepada pabrik.
Sepertinya pabrik akan kesulitan memenuhi tenggat waktu.
Kami harus rapat lagi dengan perusahaan belanja rumahan,
tapi aku tidak tahu harus apa dahulu.
Tenggatnya sebentar lagi, bukan?
Besok.
Ini tiba-tiba terjadi. Ini membuatku gila.
Ayo pergi. Pakai mobilmu.
Minum obat, lalu tidur.
Jika terus begini, Ibu juga akan terkena masalah.
Entah dia mati atau hidup. Ibu tidak mendengar kabarnya.
Dia tidak akan meninggal. Jangan cemas.
Dia tidak punya uang dan membawa anak di cuaca dingin.
Astaga.
Ibu, ini obatnya.
Ibu, semangatlah.
Dia akan baik-baik saja.
Maksudku, Jae Soon.
Gab Dol, tolong tinggalkan kami.
Baik.
Ibu, semangatlah.
Semua akan baik-baik saja.
Biarkan Gab Dol pulang. Ini memalukan.
Tidak perlu malu. Dia keluarga kita.
Secara teknis, dia bukan keluarga kita.
Ibu merasa tidak nyaman.
Ibu sakit dan keberadaannya di sini membuat ibu merasa tidak nyaman.
Tapi ibu tidak bisa memintanya pergi.
Baiklah.
Kenapa? Situasinya sedang suram. Aku harus di sini untuk membantu.
Kamu bisa membantu dengan pergi.
Lagi pula, tidak ada yang bisa kamu lakukan di sini.
Tentu ada. Aku bisa membawakan air dan membelikan sesuatu.
Jika terjadi sesuatu, aku yang membantu
karena Se Gye lebih lamban dariku.
Saat kita kesulitan, lebih baik ada banyak orang.
Aku bilang jangan.
Bukan soal jumlah orangnya.
Lebih baik kamu pergi. Aku akan menyusul.
Baiklah. Lagi pula aku lapar.
Baik. Jangan katakan apa-apa kepada ibumu.
Baik, tidak akan. Lagi pula ini bukan kabar baik.
Berjanjilah. / - Baik.
Aku bukan anak kecil. Aku tidak akan mengatakan apa pun.
Ibu, aku pulang. / - Kamu terlambat.
Pernikahan macam apa yang memakan waktu lama begitu?
Aku ingin makan.
Kenapa kamu tidak makan di pernikahan?
Aku lapar sekali.
Katamu pernikahannya dilangsungkan di hotel, bukan?
Kemarin kamu pamer karena akan menyantap makanan mahal.
Kenapa kamu tidak makan apa-apa?
Apa mereka melarangmu makan di sana?
Bukan begitu.
Astaga, ibu yakin mereka begitu.
Ibu sudah mengatakannya berkali-kali.
Jika ingin diperlakukan baik, kamu harus berusaha.
Mereka pasti menjadikanmu budak karena kamu tampak mudah.
Gab Soon diam saja saat kamu diperlakukan seperti itu?
Ibu harus memberinya pelajaran.
Jangan katakan apa pun kepadanya. Sekarang bukan saatnya.
Baik sekali kamu.
Ibu bahkan tidak bisa mengatakan yang ibu mau kepada menantu.
Beraninya kamu dibiarkan kelaparan saat mereka makan enak.
Kamu bodoh sekali. Seharusnya kamu bisa lebih baik.
Kamu juga bisa sering makan makanan mahal.
Kamu pasti banyak disuruh-suruh untuk mengesankan mereka.
Ibu tidak mau punya anak sepertimu.
Bukan begitu.
Bukan aku saja yang tidak makan. Pernikahannya dibatalkan.
Ibu tidak tahu apa-apa.
Aku menariknya.
Pernikahannya batal? Kenapa? Apa yang terjadi?
Astaga.
Kenapa dibatalkan?
Ibu tidak mendengar apa-apa.
Apa yang kamu sembunyikan dari ibu?
Kejam. Ternyata kamu berpihak kepada keluarga itu sekarang.
Itu tidak benar. / - Sudahlah.
Jangan beri tahu siapa-siapa.
Tidak akan. Tidak ada yang bisa ibu ajak bicara.
Apa yang terjadi?
Jadi, yang terjadi adalah...
Bibi takut kita harus mengadakan pemakaman mereka.
Jaga ucapan Bibi.
Bibi bilang begitu karena mereka terus berbaring.
Tolong jawab teleponnya.
Kakak tidak punya uang. Apa yang akan Kakak lakukan?
Berikan nomor rekening Kakak.
No comments yet. Be the first to leave one.