أول 200 سطر.
Ayahku selalu berkata,
jadikan hal kedua yang paling kau suka sebagai pekerjaanmu
dan biarkan hal yang paling kau suka sebagai hobimu.
Episode 2
Karena itu ayah menjadi pengacara yang khusus menangani kasus melawan polisi
dan pekerjaan sampingannya sebagai pemilik cafe.
Karena pelayanannya sangat baik,
cafe di lantai paling bawah gedung ini, dipenuhi para mantan napi.
Para mantan napi yang pernah ditolong oleh ayahku
telah menjadi penggemar ayahku.
Para penggemar ini mencari ayahku setelah mereka bebas
dan mereka datang untuk meminta makan serta pekerjaan.
Jadi, mereka semua adalah temanku.
Teman-temanku telah banyak mengajariku.
Pelajaran yang tak dapat kau pelajari di sekolah.
Bagus sekali! Ya!
Menakjubkan.
Halo...
Oh, kau datang... Yeong Sin.
Om...
Kau datang sangat pagi.
Sudah bersih, kan?
- Kenapa? - Ini.
Kenapa yang di sini? Ini sudah bersih.
Cepat! Cepat! Apa?
Apa?... Hyung!
Ah! Dasar.
Hey.. tunggu.
Ini, bagaimana?
Ini disebut "Kopi Musim Panas"
Preman kambuhan, mantan napi, penipu,
dari mereka aku mempelajari kemampuan penting yaitu, insting (indra keenam).
Seolah aku memiliki sepasang mata di belakang kepalaku,
aku bisa mengetahui jika seseorang menatapku tanpa harus membalikkan badanku.
Lalu, aku bisa kabur.
Jangan main-main dan membuat kita mengulang semuanya
seperti waktu itu, bawakan saja beberapa helai rambutnya.
Cara terbaik adalah mengambil sampel darahnya
atau membuka mulutnya dan mengambil sampel air liurnya.
Tapi itu akan sulit dilakukan olehmu... iya, kan?
Apa maksudmu telat? Aku sudah di kantor.
Apa maksudmu di mana? Aku sudah di lapangan.
Seorang reporter bekerja di lapangan, memang ke mana lagi?
Direktur... aku belum tidur dua hari ini.
Aku dalam penyamaran sepanjang malam dan kulitku menjadi kusam,
rambutku berminyak sampai aku tak bisa menyembunyikan itu.
Bagaimana ini?
Meski begitu, selalu saja ada laki-laki yg mengikutiku.
Aku terlihat menarik, ya?
Kurasa dia tahu kalau kau membuntutinya.
Gadis ini luar biasa cepat mengerti, Sungguh menyebalkan.
Oh! Sungguh menyebalkan. Jika saja aku bisa menyeretnya ke lorong gelap dan mengambil darahnya.
- Tas. - Hah?
Kelihatannya dalam tas itu, dia membawa sikat gigi dan sisir.
Rampas saja tasnya.
Sekarang.
Aduh...
- Kau tak apa-apa? - Ya.
Pak, apa yang kau lakukan?
Astaga.
Bagaimana bisa terjual kalau semua rusak begini!?
Tolong perhatikan dengan baik jalanmu!
Itu, ada sesuatu yang melayang...
Semuanya hancur berantakan. Bagaimana ini!?
Oh tidak...
Bagaimana bisa terjual ini?
Anu... seseorang...
Tak ada apa-apa di tasnya.
Apa-apaan ini?
Pencuri! Itu tasku, kan!?
Dan kau pencurinya.
Ya, aku menemukannya. Kami di toilet pria gedung Dong Shim.
Di mana?
Aku sudah menahannya didalam, cepatlah datang.
Bukankah ada patroli polisi di sekitar sini?
Diamlah.
- Anu... - Aku tak mau.
Sakit.
Jika kau bergerak, kau akan terluka.
Mulai sekarang, jangan ketakutan lagi.
Dengan begitu, kau takkan mati.
Hyung, sudah lama tak jumpa!
Hyung... apa tumpanganku tak terlihat beda?
Aku baru saja mengganti lampu dan warnanya.
Bagaimana? Keren, kan?
Hyung, karena aku sudah memodif motor ini
bisakah kau bilang pada bosmu?
Meski aku tak sehebat dirimu,
aku bisa mengerjakan tugas dengan mudah.
Kau tahu bahwa aku bisa melakukan sesuatu lebih dari sekedar mengantar.
Kali ini saja...
Aku akan melakukan dengan baik, jika itu boleh...ah..
Biarkan aku... tolong... ya!
Hati-hati di jalan.
Hyung!
Ah! Dasar.. huh!
[ Loker 08 Kode 0808 ]
Oh.. hai.
Hai.
Kau dari mana saja?
Oh...
ini...
Perusahan Soo Sun menelpon. Kau bertemu mantan pekerja mereka, kan?
Aku?
Jangan lakukan itu. Percuma. Takkan ada yang disiarkan.
Ini sungguh sangat menarik!
Direktur Kang, aku hanya mewawancarainya.
Perusahaan ini dibiayai dari iklan perusahaan Soo Sun.
Kau tahu berapa nilainya?
- Kau juga dibayar dari pendapatan iklan itu. - Aku tahu.
Aku selalu berterima kasih akan hal itu.
Kau tahu, kalau stasiun TV ini sedang menghadapi masalah keuangan.
Ini berbeda dari sebelumnya. Menerima sebuah iklan adalah...
Ini aneh..
Kenapa direktur penyiaran khawatir dengan kontrak-kontrak iklan?
Ada banyak karyawan ahli di departemen periklanan.
Biarkan mereka melakukan pekerjaan mereka.
Aku sudah mengincar ini selama 3 bulan.
Jika saja kau bisa memberiku waktu, aku bisa membicarakannya selama 3jam!
- Aku punya jadwal siaran dan wawancara! - Apa kau terkurung dalam ketenaranmu?
Aku tahu setiap kau habis siaran, internet dan jejaring sosial selalu heboh.
"Reporter Jujur," "Reporter yang Menyuarakan Kalangan Minoritas,"
dan dia "sangat tampan".
Karena kau punya banyak penggemar dan menerima banyak pujian, kau kehilangan fokus.
Ketenaran adalah candu. Begitulah dirimu sekarang.
- Aku kecanduan ketenaran? - Ya.
Kau tak bisa mengatasi itu sendiri.
Setiap hari kau ingin pujian yang makin melimpah.
Orang-orang yang saat ini begitu riuh memujimu, akan dengan mudah mencampakkanmu sewaktu-waktu.
- Dengan begitu mudahnya. - Kau pikir aku akan dicampakkan begitu saja?
Mereka akan mengoyakku dan menempeli keberadaanku.
- Kim Moon Ho... - Aku akan melakukannya hingga saat itu...
Hingga mereka mencampakkanku. Atau saat aku tak bisa berbuat apa-apa lagi.
Ini baju baru?
Kau mau menarik perhatian seorang pria?
Kenapa kau dandan begitu cantik?
Mantan pacarmu ini bisa cemburu!
Hey...
Senior, aku mencetak ini setelah mencari keseluruh berkas
tapi ini catatan 2 tahun lalu.
- Bagaimana dengan tahun lalu? - Aku tak bisa menemukan apa-apa!
Sudah kubilang tahun lalu.
Baiklah... Aku akan kembali.
- Dong Soo... - Ya?
Tolong bantu aku.
Di perjalanananmu, bisakah kau serahkan ini ke lab yang sama seperti sebelumnya?
Kau tahu temanku, kan?
- Lagi? - Ya.
Di sana sudah ada sample pembanding, jadi kau tinggal bawa ini.
Senior, tes DNA ini...
Sudah kubilang ini rahasia.
Siapa yang sedang kau cari?
Apa mungkin, Senior...
DaeMo.
Tak jadi.
Aku sedang melacak sebuah kasus.
Apa itu?
Kau akan kuberitahu jika aku mendapat prespektif lebih bagus.
Kau yang berjanji ini.
Jika kau menarik janjimu, aku akan bicara sembarangan kemanapun.
- Menurutmu ini akan baik baik saja? - Apa?
Para pengelola sedang ricuh!
Senior, kudengar kali ini takkan selesai sebatas peringatan saja.
- Cepat cari. - Apa?
Hasil tahun lalu.
Ya
Moon Ho...
Apa kau harus kutelpon untuk ke sini kalau aku ingin melihat wajahmu?
Kakak... kau terlalu melebih-lebihkan.
Meski kau sibuk, makanlah bersama kami seminggu sekali.
Reporter Moon kami yang terkenal dan sangat sibuk.
Ini, sebagai permintaan maaf.
BiMoRan!
Ini sangat cantik.
Apa menunya? Apa yang bisa kubantu?
Aku sedang membuat Porcini Sapi kukus
dengan sauce anggur diatas daging bakar
Apa kau bisa mencuci sayuran itu untuk salad?
Ya.
Tapi ini bau tomat, keju dan kentang... apa ini?
Aku membuatkanmu Gratin untuk dibawa pulang.
Kau bisa menghangatkannya dalam microwave kalau kau sibuk.
Kakak...
- Apa? - Mari tinggalkan kakakku dan ayo ke Seoul.
Aku akan membeli rumah dengan dapur yang peralatannya lengkap.
Kakak...
Berhenti memanggilnya kakak.
Ini sudah 20 tahun dan kau masih tak memanggilnya kakak ipar?
Memang kenapa? Jika dia memanggilku kakak ipar, aku harus memanggilnya adik ipar
dan semuanya akan terlihat kikuk.
Apa kau ingin menginap?
Aku harus pergi nanti.
Banyak pekerjaan yang harus kulakukan.
Kudengar Pengelola sedang memperhatikanmu.
Aku hanya sedikit terkenal sekarang ini.
Kudengar kau tak mengikuti script saat siaran, dan itu bukan pertama kalinya terjadi.
Apa kau makan malam dengan direktur perusahan?
Buatlah surat pengunduran diri dan datanglah padaku. Aku akan membuatkanmu kantor berita sendiri.
Lalu kau bisa dengan bicara leluasa tanpa ada larangan.
Daripada menjadi ekor naga, kau bisa menjadi kepala ular berbisa.
No comments yet. Be the first to leave one.