أول 200 سطر.
Diterjemahkan oleh : iamklopers , CalVter , miss_p1nky
Turun.
Darimana kau dapatkan ini? Darimana kau...?
Hei, hilang ingatan.
Kenapa kau mengambil tusuk rambutku?
Darimana kau dapatkan itu?
Ini punyaku.
Tak mungkin itu punyamu. Dimana kau menemukannya?
Aku sudah memilikinya sejak aku mati.
Berarti kau sudah memilikinya sejak kau masih hidup?
Tentu saja. Karena ini punyaku.
Apa itu artinya dia pernah bertemu ibuku sebelumnya?
Tapi gadis ini tak ingat apa-apa, jadi apa yang bisa kulakukan?
Bagaimanapun juga, terima kasih. Aku akan membalasmu...
...jika aku punya kesempatan. Silahkan lanjutkan perjalananmu.
Aku akan mencari tahu.
Jika aku mengembalikan ingatannya, mungkin aku bisa menemukan petunjuk keberadaan ibuku.
Aku akan mencari tahu namamu dan siapa dirimu.
Benarkah? Kau mau? Kenapa kau berubah pikiran?
Mataku benar. Kau pemberani, dan kau begitu murah hati.
Aku pandai menilai orang.
Aku benar, kan? Kau orang baik.
Yang pertama mungkin benar, tapi yang selanjutnya tidak benar.
Tidak, aku benar.
Kau mungkin terlihat dingin di luar tapi sebenarnya kau sangat murah hati.
Berhenti menilaiku sesuka hatimu.
Yang kubilang itu benar. Aku pandai menilai orang.
Jika kau sudah mati, kau seharusnya pergi saja.
Kenapa repot-repot tinggal di sini dan melalui semua kesulitan itu?
Jika kau belum pernah mati, jangan bicara apa-apa. Kami semua memiliki alasan keputus-asaan kami.
Mencari tahu siapa namamu... Apa itu alasan keputus-asaanmu?
Aku putus asa. Sama putus asanya seperti kau yang mencari ibumu.
Apa kau tahu bagaimana frustrasinya tak mengetahui siapa dirimu?
Ada pepatah mengatakan tak mengetahui adalah hal yang baik.
Bagaimana jika nantinya kau tahu kalau kau itu bukan siapa-siapa?
Tetap saja. Itu lebih baik daripada tak mengetahui apa-apa.
Itulah yang kupelajari selama tiga tahun bergentayangan.
- Mereka memanggilmu Arang? - Ya.
Aku tak akan memanggilmu sesuai nama. Bagiku kau adalah 'Si Hilang Ingatan'.
Terserah kau saja. Lagipula kebersamaan kita juga tak akan lama.
Kau benar.
Apa yang kau lamunkan?
Apa kau sedang memikirkan adik perempuanmu?
Tidak.
Beberapa takdir adalah bagaikan kompor tanpa api, menantu pria tanpa anak gadis.
Selama kau menjadi mahkluk langit, kau harus...
...memutuskan semua takdir dari kehidupanmu yang lampau.
Apa kau sudah menangkap gadis yang kabur itu?
Belum. Maafkan aku.
Kau belum menangkapnya?
Yeom La.
Tak peduli berapa kali aku memikirkannya aku tetap tak mengerti.
Bagaimana talinya bisa lepas waktu itu?
Dia akan datang dengan sendirinya.
Aku menyebarkan benih takdir, jadi tinggal menunggu waktu bunganya mekar.
Seperti inilah takdir...
Selalu berputar-putar, dan suatu hari nanti akan kembali ke tempatnya semula.
Kenapa hatiku begitu gundah?
Ke mana dia pergi?
Tuan muda.
Ayo kita kembali ke kantor.
Apa? Kenapa kembali ke kantor?
Aku harus menjadi hakim.
Apa?
Apa yang salah denganmu?
Apa ada sesuatu yang salah denganmu saat dipukul kemarin?
Kenapa? Aku ingin bertindak seperti hakim sesekali.
Aku tak akan lama melakukannya.
Ini semua salah para lelaki tua itu.
Hei. Hei. Hei!
Bagaimana bisa dia masih hidup?
Apa itu artinya semua yang terjadi selama ini bukan kerjaan hantu?
Namun, bukankah lebih baik begini?
Kami mengangkat seorang hakim untuk menghilangkan kekhawatiran raja atas peristiwa Miryang,
tapi beliau meninggalkan Miryang dan pergi tanpa alasan khusus,
dan tindakan ini menyebabkan orang beranggapan bahwa beliau mengejek raja...
...dengan memandang rendah negara suci.
Apa tepat jika kita mengatakan beliau memandang rendah negara suci?
Aku pikir itu tepat. Bukankah itu yang sering pejabat tinggi katakan?
Ya, benar.
Yang berarti beliau juga memandang rendah Raja Miryang.
Tak mengapa bagi kita dipandang rendah untuk seratus, bahkan seribu kali tapi...
Sialan kalian!
Apa yang kalian lakukan pada kepala majikanku?
Hentikan!
Apa yang kita lakukan sekarang? Apa dunia kita akan hancur sekarang?
Kita bahkan tak bisa berbuat apa-apa padanya karena dia adalah anak dari Yang Mulia Kim.
Dia mungkin bukan anaknya.
Kudengar ada seorang lelaki tua bernama sama di Kimhae yang menyembuhkan kaki burung pipit.
Apa mungkin dia anaknya?
Kurasa bukan.
Mungkin ini sebenarnya sesuatu yang baik.
Jika posisinya kosong, pemerintah akan merepotkan kita lagi untuk mengisinya.
Itu akan menjadi beban bagi Yang Mulia Choi lagi dan...
...pada akhirnya kita yang akan menjadi korban.
Bukan ide buruk membuatnya tetap pada posisinya sebagai boneka.
Apa menurutmu dia punya potensi untuk menjadi boneka?
Lihat dia. Dia begitu plin plan. Sepertinya dia tak punya prinsip.
Dia cukup potensial, tapi kita harus lebih mengawasinya untuk melihat orang seperti apa dia.
Kuharap dia adalah orang yang berdiam diri saja bahkan saat dia melihat ketidakadilan.
- Aku juga. - Aku juga.
Lalu, apa yang harus kita katakan pada Yang Mulia Choi?
Siapa yang mau memberitahunya?
Bagaimana bisa kau bertindak sendiri atas sesuatu yang begitu besar?
Maafkan aku, tapi itu perintah raja.
Mereka melakukan sesuatu yang bodoh, tapi boneka bukanlah ide yang buruk juga.
Ya. Itulah apa yang kami pikirkan dan kami memilih orang yang cocok.
Namun, fakta bahwa dia adalah anak Yang Mulia Kim membuatku sedikit khawatir.
Yang Mulia Kim diketahui sudah pensiun dan pergi ke pedesaan untuk belajar...
...tapi beliau masih memiliki kekuatan politik.
Dan karena beliau, anda berada di sini setelah jabatan anda diturunkan, bukan begitu?
Kim? Tapi, dia punya seorang putra?
Apa yang dia lakukan sekarang?
Ada seorang gadis...
Seorang gadis?
Jangan bergerak.
Sudah selesai.
Bagus sekali.
Ini.
Apa aku terlihat seperti itu?
Tidak.
Tidak, Alis matanya kepanjangan.
Tidak, ini salah. Coba gambar sekali lagi.
Beliau menggambar wajah seorang gadis sepanjang hari...
...dan sekarang beliau punya pelukis yang melukis untuknya sepanjang hari.
Melukis seorang gadis? Kenapa?
Aku kurang yakin.
Apa saja kerjamu?
Cari tahu untuk apa semua itu. Jangan lepaskan dia dari pantauanmu!
Ya, tuan!
Berikan padaku. Bahkan jika kita memajang ini, tak ada seorangpun yang akan mengenalimu.
Kau bilang kau mati di mana? Kita ke sana saja sebagai gantinya.
Mungkin ada sedikit petunjuk disana.
Dimana aku mati?
Aku tak tahu.
Apa? Bagaimana bisa kau tak tahu di mana kau mati?
Aku hilang ingatan. Berapa kali harus kukatakan padamu?
Kau terbangun setelah kau mati dan lupa semuanya.
Jadi katakan padaku kau terbangun di mana.
Aku terbangun di jalan. Jalan menuju dunia lain!
Sudah kubilang padamu saat aku terbangun aku melihat diriku mengikuti malaikat maut!
Apa kau mendengar kata-kataku dengan kakimu?
Kau benar-benar tak tahu apa-apa dari kepala hingga ujung kaki.
Sudah kubilang aku tak ingat.
Tapi aku tahu dua hal.
Kau tahu sesuatu? Apa?
Satu. Aku sudah gentayangan tanpa ingatan selama tiga tahun.
Hebat.
Apa lagi?
Dua. Bagian sini kadang-kadang sakit seolah-olah aku telah ditusuk dengan pisau.
Mungkin aku ditusuk sampai mati?
Hei. Kenapa kau baru ceritakan fakta penting ini sekarang?
Kaulah yang bilang padaku yang perlu kita lakukan adalah memajang gambar wajahku di tembok.
Apa? Catatan kasus pembunuhan?
Hanya kasus yang belum terpecahkan selama tiga tahun terakhir yang melibatkan seorang gadis.
Kenapa anda memerlukan itu?
Kau tidak perlu tahu kenapa. Berikan saja padaku.
Kata "kenapa" itu begitu penting. Seorang gadis lagi?
- Ini sudah semuanya? - Ya, Hakim.
Karena tak ada pejabat di sini selama tiga tahun.
Bahkan jika ada kasus, tak seorang pun akan mengatakannya.
Ya, karena disini kota yang sangat damai.
Dari enam pejabat menyusut hingga sisa kami bertiga,
dan karena kami kekurangan uang, kami harus memecat polisi.
Kami bertiga melakukan semua ini, yang mana terlalu banyak...
...jika anda memikirkan semua keadaan yang mengerikan...
Aku mengerti. Kalian bisa pergi sekarang.
Ya, tuan.
Bertengkar karena lelaki.
Bertengkar dengan ibu mertua... Pertengkaran sepasang kekasih...
Kenapa semua kasus ini terkait dengan masalah cinta?
Tidak ada apa-apa.
Tak ada yang tampak seperti dirimu.
Berarti bukan pembunuhan? Mungkin tubuhku belum ditemukan?
Mungkin karena itu.
Sendirian di suatu tempat, dalam kesepian, pastinya sudah membusuk.
Apa itu lucu?
Bisakah kau sedikit lebih serius?
Hei. Aku benar-benar serius sekarang.
Apa yang dia kerjakan di dalam sana memeriksa berkas-berkas siang dan malam?
Hakim. Apa anda perlu sesuatu?
Hakim.
Benar-benar...
Membusuk dalam kesepian?
Siapa yang kau bilangi membusuk dalam kesepian?
Memangnya dia melihatnya?
Mungkin aku buta sesaat.
Dia hanya pemberani saja.
Sudah jelas dia tak murah hati.
Apa benar tak ada cara lain? Apa yang harus kulakukan sekarang?
Bagaimana bisa dia membawa tusuk rambut Ibu?
Bukankah ini tempat umum? Kenapa dikunci begitu erat?
Tampaknya hanya pemilik kamar yang menghilang.
Apa ini?
Sedang apa mereka di sana?
Hei, jangan perhatikan. Begitu seseorang keluar...
Ada apa? Apa yang terjadi?
Hei. Ada apa? Apa yang terjadi?
- Hey, ada apa? - Ritual leluhur.
Tampaknya kau belum lama di sini, karena kau belum terlalu membusuk.
No comments yet. Be the first to leave one.