أول 186 سطر.
BERDASARKAN MANGA ORISINAL INUYASHA OLEH RUMIKO TAKAHASHI
Saat aku melewati
kehidupan penuh kesulitan di dunia fana ini,
aku pun mendambakan bulan tengah malam yang pernah kulihat.
Jangan biarkan dia lolos, Kagura.
Dia memakan silumannya.
Hei, Goryomaru, kau ini apa?
Kenapa Naraku mengurungmu?
Jika ingin tahu jawabannya, kau harus melepaskan Goryomaru.
Hakudoshi.
Kau takut pada Naraku karena ini saatnya bertindak?
Jadi, kau mampu mengkhianati Naraku?
Buat pilihanmu, Kagura.
Kau akan mati setia pada Naraku
atau melarikan diri bersamaku dan meraih kebebasan?
Kebebasan?
Ya, kebebasan.
Jika kau sungguh ingin lepas dari Naraku,
tak ada pilihan selain membunuhnya.
Benar.
Awalnya, jantung Naraku direnggut di Gunung Hakurei.
Setelah itu, seorang biksu aneh membelahnya
menjadi Hakudoshi dan si Bayi.
Bagaimana, Kagura?
Saat waktunya tiba,
aku bisa mengambil jantungmu sebelum menghancurkan Naraku.
Lalu?
Kau ingin aku melakukan apa setelah melepaskan Goryomaru?
Kekuatan kita masih kurang untuk mengalahkan Naraku.
Itu yang harus kita dapatkan.
Aku mengerti.
Pecahan Bola Empat Arwah, ya?
"Jantung Naraku."
Ini cukup, Miroku?
Wah. Luar biasa, Shippo.
Ya, tampak sepertiku dari tiap sudut.
Kau hanya harus duduk di sekitar Sango dalam wujud itu.
Selama Inuyasha berada di tempat Kagome?
Ya, aku akan bentangkan sayapku.
Aku tak melakukan apa pun!
Aku tahu itu.
Aku tak tahu.
Aku bahkan tidak tahu apa yang tak aku tahu.
Kagome ikut ujian susulan sendirian.
Akhir-akhir ini, dia sering absen.
Ujian masuk sebentar lagi. Apa dia baik-baik saja?
Ternyata kalian.
Tenang dan ingatlah.
Aku yakin ini ada di panduan belajar!
Aku tahu! Bisa! Aku bisa melakukan ini!
Apa? Kau ingin menjemput Kagome?
- Manis sekali. - Aku tahu.
Fokus! Aku hampir memecahkannya!
Aku mendengar suara patah.
Apa itu suara konsentrasinya yang dipatahkan?
Itu biasa terjadi.
Duduk!
Kagome! Itu untuk apa?
Sudah kubilang tunggu di rumah!
Kau terlalu lama.
Itu sebabnya aku berusaha keras agar bisa keluar lebih cepat!
Namun…
Kau membuatku melupakan persamaan yang hampir kuingat.
Seram. Kagome menyeramkan.
Tampaknya Kagome yang mengendalikan dia dengan rasa takut.
Semua jawaban salah.
Akan sulit masuk ke sekolah pilihanmu.
Kau tak apa, Kagome?
Jadi? Untung aku datang, bukan?
Mereka mesra sekali.
Kami akan pergi agar tak mengganggu.
- Sampai jumpa. - Tunggu!
Ya sudah.
Aku pulang!
Selamat datang, Kagome. Oh.
Kakak sudah mau pergi?
Kau memang tak bisa diam.
Aku bisa belajar untuk ujian masuk di sisi lain.
Ayo, Kagome.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa. Hati-hati.
Hei, Kagome! Kau ingin aku menaklukkan
sekolah pilihan dan ujian masuk itu?
Tidak, itu mustahil.
Mereka mungkin siluman payah.
Nama-nama itu membuat mereka terdengar selemah Jaken.
Master Jaken, kau sakit?
Tidak, mungkin seseorang bicara buruk tentangku?
Jaken.
Ada perubahan dengan kristalnya?
Aku masih merasakan aura siluman.
Artinya, kita belum mendekati Fuyoheki,
- yang menyembunyikan jantung Naraku. - Jaken!
- Ada di mana, ya? - Jaken! Kami meninggalkanmu
Tuan Sesshomaru! Tunggu!
Oh! Tunggu.
Sial, yang kumasukkan terlalu banyak.
Astaga, kau sedang apa?
Bagaimana jika kau bantu aku?
- Saimyosho! - Naraku ada di sini?
Lama tak jumpa.
Aku cemas karena kau tak kelihatan.
Hakudoshi!
Kagome!
Pecahan Bola Empat Arwah diambil!
Nona Kagome!
Jangan buka Lubang Angin, Biksu Baik.
Racun Saimyosho akan membunuhmu.
Dan kau akan menyedot Pecahan Bola Empat Arwah!
Karena sudah mendapat ini, aku tak lagi punya urusan denganmu.
Tak akan kubiarkan lari! Luka Angin!
Selamat tinggal, Inuyasha!
Sial! Dia lolos!
Tak apa. Aku masih bisa rasakan Pecahan Bola Empat Arwah.
Kita bisa mengejar dia.
- Tunggu, Koga! - Aku tak akan menunggumu!
- Sial! - Kenapa kau terburu-buru?
Ada bau amis di sekitar sini!
Pecahan Bola Empat Arwah tiba.
Kohaku, burulah siluman kuat.
Itu tubuh aslinya?
Di sana?
Ada apa, Taichi?
Ayah…
Tanganmu baik-baik saja?
Terasa sakit?
Tidak, aku tak apa sekarang.
Seharusnya ini cukup.
Terima kasih.
Dia dirasuki siluman!
- Taichi! - Jangan! Belum!
Ayah.
Berhenti!
Taichi, kenapa?
Dia dikendalikan! Dia hanya sedang dikendalikan!
Taichi!
Jangan cemas! Dia akan kuselamatkan!
Aku tidak bisa biarkan siapa pun berakhir sepertiku! Tidak bisa!
Tarian Pedang.
- Halo. - Kagura!
Aku mengetahui lokasi jantung Naraku.
Sungguh?
Ya. Namun, Kohaku, kau tak akan bisa melawannya.
Jadi, mati saja di sini!
- Itu dia! - Dia mendapatkannya?
Sial. Dia terus regenerasi, tak peduli berapa kali kuserang!
Hampir seperti Naraku.
Aku paham! Itu bau amis tadi!
Kau salah satu milik Naraku!
Bagaimana jika itu benar?
Kubunuh kau! Akan kubalas dendam kelompokku!
Akan kurampas kau dan Pecahan Bola Empat Arwahmu!
Apa?
Aku dihentikan?
Akan kubalas!
Apa itu Panah Suci?
Artinya, itu Nona Kagome?
Bukan.
Satu tembakan dan kekuatan spiritualku berkurang drastis.
Siluman Moryomaru itu tampak sangat berbeda dari sebelumnya.
Seakan dia sudah mendapat sebuah jiwa.
Jika kau tahu di mana jantungnya, beri tahu aku!
Aku butuh Pecahan Bola Empat Arwahmu dahulu!
Kau mati setelah kurebut pecahanmu.
Akan kucoba membunuhmu dengan cepat.
Kau tak bisa lari. Sudah siap mati?
Sudah lama aku bersiap untuk mati!
Namun, bukan di sini!
Jika butuh pecahan, kau bisa bawa aku sebagai persembahan!
Akan kutusukkan pedangku ke jantung Naraku!
Walau nyawa taruhannya!
Bukankah itu alasanmu memberiku kristal ini, Kagura?
Meski berada di bawah kendali Naraku,
akulah yang membunuh ayah dan kawan-kawanku.
Ke sana!
Tak apa. Hakudoshi belum pergi jauh.
Ada apa?
Aku merasakan Pecahan Bola Empat Arwah lain.
- Pecahan lain? - Apa itu Koga?
Tidak, rasanya berbeda.
Jadi, apa itu Kohaku?
Aku melakukan banyak dosa saat mengikuti perintah Naraku,
juga menyebabkan kakakku satu-satunya terluka dan bersedih.
Namun, aku terus bertahan hidup selama itu.
Demi balas dendam, ya?
Itu kewajibanku.
No comments yet. Be the first to leave one.