أول 200 سطر.
BONUS LANGSUNG SAMPAI 300% === BONUS SETIAP HARI! ===
Kuambil ini. Terima kasih.
Di tempatku dibesarkan, Louisiana, Cedar Grove.
Tenis bukanlah permainan yang dimainkan orang.
Kami terlalu sibuk lari dari Klan.
Tapi itu dia.
Saat aku tertarik pada suatu hal, kupelajari.
Bagaimana kerjanya,
bagaimana orang-orang terbaik di dunia melakukannya.
Dan itulah yang kulakukan dengan tenis, dengan para putriku.
Jika kau lihat serve terhebat,
Sampras, Lendl, Connors,
Kau akan melihat ayunan pergerakan tangan mereka seperti menepuk,
seperti melakukan tos.
Itulah yang kau cari saat kau memukulnya.
Bunyi pukulan itu.
Kami hanya butuh klub untuk latihan,
dan klinik, semuanya.
Semua yang dibutuhkan putriku dari berbakat jadi profesional.
Kutulis rencana 78 halaman untuk seluruh karir mereka
bahkan sebelum mereka lahir.
Saat itu, 1977, aku menonton pertandingan tenis
dan kulihat mereka merekrut gadis ini, Virginia Ruzici,
$40,000 untuk empat hari kerja.
Dan karena kutahu aku hanya hasilkan $52.000 setahun,
Aku sadar aku berada di bisnis yang salah.
Saat pulang malam itu, kuberitahu istriku,
"Kita perlu buat dua anak lagi."
Jadi malam itu kubuat rencananya.
Satu untuk Venus, satu untuk Serena.
- Baiklah. - Mendanai seluruh tenis mereka...
- Maju sedikit lagi. -...membiayai pendidikan mereka,
bahasa asing, semuanya.
- Dan sekarang rencana itu menyatakan... - Singkat saja.
...saatnya kami datang menemuimu
untuk membantu mengubah mereka jadi juara.
Aku tahu yang kau pikirkan.
Keluarga ini dari lingkungan kumuh.
Bagaimana mereka akan membayarku saat aku tua?
Jangan khawatir soal itu.
Kami di sini bukan untuk merampok.
Kami di sini untuk membuatmu kaya.
Pernah berpikir soal basket?
Semoga kau sukses.
Oke, kau buat kesalahan, tapi kubiarkan kau salah.
- Baiklah. - Oke.
- Celana itu terlihat mahal. - Ya, memang.
Jika aku punya satu dolar untuk setiap orang tua gila
yang bilang padaku kalau anak mereka akan jadi nomor satu,
Aku pasti orang kaya.
Kau terlihat cukup kaya menurutku.
Itu dia.
Kau perlu membuka Stance-mu sedikit lagi.
Stance-mu terlalu tertutup.
Serena, buku itu lebih besar darimu.
Tidak. Bisa kubawa lebih banyak darimu.
Dan mematahkan punggungmu saat kau membawanya?
Mau bertaruh?
Serena!
Buku telepon.
Buku telepon.
Buku telepon.
Buku telepon.
- Buku telepon. - Anak-anak.
- Hai. - Sudah kubilang aku akan menang.
- Hai, Nyonya Strickland. - Terima kasih.
Sekarang, kau harus pergi beritahu ayahmu
untuk berhenti bekerja terlalu keras.
Kulihat kalian berlatih di tengah hujan.
Orang itu gila.
Anak-anak. Kalian kembali ke rumah.
Beritahu saudarimu kita akan pergi beberapa menit lagi.
Baik.
Kita akan antar sisa buku mereka nanti.
Aku tak akan bilang lagi, jangan bicara dengan anak-anakku.
Maaf. Mereka datang ke halamanku.
Dan seseorang harus bekerja keras sepertimu.
Mereka bekerja sekeras sesuai yang mereka butuhkan
untuk menjauh dari jalanan.
Urusanku membesarkan juara.
Aku menulis buku soal itu yang akan segera terbit.
Mungkin akan kuberikan salinannya untuk putrimu.
Ingatkan aku di sudut mana putrimu bekerja?
Keluar dari propertiku.
Richard, tinggalkan wanita menyebalkan itu.
Berhenti bicara dengan anak-anakku.
Celana pendekmu kekecilan.
Kau butuh celana pendek yang lebih besar.
Dia hanya mau membuatmu kesal.
Aku harus mulai kerja.
Kau membuatku kesal dengan sepatu perawat kecil itu.
Aku suka sepatu perawat.
Suruh anak-anak itu berlatih.
- Baik. Semoga harimu menyenangkan. - Kau juga.
Terus putar pinggul itu jika kau mau dapatkan kekuatan.
- Baik. - Sampai jumpa, Bu.
- Tunde, kau kutu buku. - Berhenti.
Kenapa kau kerjakan PR hari Sabtu?
Karena aku berusaha dapat nilai A.
Kau harus mencoba nilai B-Plus.
Di mana kita latihan hari ini, Ayah?
Ya, di mana kita latihan?
Di klub.
Dan, Serena, berhenti meniru ucapan Venus.
Semoga mereka tak mencuri bola kita lagi.
Lyn, kau mungkin menyuruh mereka mencurinya
sehingga kita tak perlu berlatih.
Kita punya mobil yang penuh dengan bola.
Dan kau tak perlu khawatir
apa yang dilakukan orang lain.
Kau perlu khawatir dengan apa yang kau lakukan.
Kita di sini untuk menjadi hebat,
itu yang perlu kita khawatirkan.
Kalian mengerti itu?
Ya, Ayah, kami mengerti.
Bagus.
Beri salam pada orang-orang yang sudah meninggal.
Hai orang-orang yang sudah meninggal.
Aku merasa seperti di gereja.
Hey, siapa yang siap kerja?
- Katakan lagi? - Kami siap, Ayah.
Itu yang kusuka dengar.
Pertahankan kakimu.
Kau terlalu ribut.
Raja Richard, jarang istirahat, ya?
Yang datang pada orang tidur hanya mimpi.
Tidak, awas.
Itu dia. Pertahankan pergelangan tangan itu seperti menampar.
Seperti melakukan tos.
Lemparkan ke langit. Lempar melewati pagar.
Aku suka itu. Ya, bagus.
Itu dia!
Latihan pertama. Siapa pun yang mengenai ini, satu dolar.
Ya, kekuatan yang bagus.
Ya, Itu dia.
Ya! Awas, Martina.
Percepat raket itu di sini.
Hampir, Venus Williams!
Forehand.
Ya, kau tetap Stance terbuka
atau aku akan ke sana menggelitikmu.
Bagus sekali.
Bersiap untuk itu.
Itu dia.
Tunggu bolanya. Ayo ambil itu. Ya.
Tembakan Depth yang bagus.
Beralih ke Backhand.
Jangan terlalu bersemangat. Ini permainanmu.
Ambil semuanya.
Sampai ke langit.
Ya, Venus Williams. Kemari.
Itu hari yang sangat baik.
Kerja bagus.
Venus Williams...
... siapa teman terbaikmu?
Kau, Ayah.
Serena Williams, siapa sahabatmu?
Venus, lalu Ayah.
- Lalu Ayah. Setelah Venus. - Sulit dipercaya!
- Sulit dipercaya! - Tak apa.
Beri ayahmu ciuman.
Terima kasih. Bagus.
Kenapa kalian tak pergi ke depan,
memungut bola dan semuanya?
Apa kabar? Maaf, siapa namamu, Bu?
Jangan seperti itu, Sayang.
Kami hanya mencoba ngobrol denganmu, itu saja.
Tunde!
Bawa barang-barangmu,
Bawa saudarimu, pergi ke mobil.
Kau Tunde? Itu namamu?
Hei, aku mau bicara denganmu.
Tapi, Tunde, jangan bersikap seperti itu, sayang.
Dia sedang belajar. Mau kemana dia?
Jangan jatuhkan ranselmu, sayang.
Kau selalu membual.
Tun!
Tunde, aku masih di sini.
Aku akan mengatakan cinta di sini …
Kau harus berhenti bersikap seperti...
Apa yang dia lakukan?
Dia bertingkah seperti dia takut atau semacamnya …
Anak muda, aku memintamu beberapa kali...
Anak muda?
Gadis itu usianya baru 16 tahun.
Dan dia di sini berlatih.
Jangan ganggu dia.
Jangan ganggu dia.
Aku bicara ke siapapun yang kumau.
Dia marah, negro.
Jangan ganggu gadis-gadis itu.
Hei, ayolah, kawan.
Jangan ganggu negro tua itu.
Kau merasa lebih baik dari kami
atau apa, bung?
Hei, bocah rumahan, kau dengar aku bicara padamu.
Ada apa, kawan, ada yang mau kau katakan?
Sudah kukatakan yang mau kukatakan.
Pikirkan saja urusanmu. Dia tak tertarik padamu.
Ya, sekarang kau urusanku, bajingan.
No comments yet. Be the first to leave one.