أول 200 سطر.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Modal recehan jadi Jutawan! Visi Mis Foya Foya, cuma di RECEH88
Sial.
POLISI
Pelacak itu ide cerdas.
Tak cukup pintar.
Ya. Jadi, siapa yang mau beri tahu?
Kau akan beri tahu dia?
Dia kehilangan putri dan uangnya.
Tidak.
Mozes sudah dapat tebusan, jadi, gadis itu harus dilepaskan,
atau dia akan melanggar salah satu perintah.
Dia menodongkan pistol dan menarik pelatuk.
Lalu mencuri tas uang. Dia sangat tak konsisten.
- Lalu, soal Marnix. - Itu bunuh diri.
Ya.
Untuk saat ini, kita anggap...
AYAH, BISA DATANG? DARURAT
dia akan lepaskan gadis itu. Sial.
Sara?
Terima kasih sudah datang.
Kau tak apa?
Tenanglah.
Ceritakan.
Ya, aku...
Aku menginap di rumah Lieze dan...
saat pulang...
semua sudah hancur berantakan.
Ada yang diambil?
Entahlah, belum kuperiksa.
Tetangga melihat sesuatu?
Tidak.
Tunggu, biarkan saja.
Akan ayah panggil tim forensik.
Kenapa?
Tidak perlu.
Aku minta Ayah datang hanya untuk memeriksa wastafelku.
Ini pembobolan yang aneh, bukan?
Mungkin mereka melihat di laman Facebook bahwa aku tak ada di rumah.
Tetap akan ayah panggil.
- Sungguh, tak perlu. - Perlu.
Jika mau klaim uang asuransi, kita perlu laporan polisi.
Atau kau mau berkata jujur?
Aku mengadakan pesta syukuran kemarin.
Namun, aku bersumpah hanya mengundang lima orang.
Mereka mengajak teman-teman.
Orang-orang yang tak kukenal.
Teman-teman yang baik.
Tidak.
Aku yakin seseorang menaruh obat di minumanku.
Ayah antar kau ke rumah ibumu.
- Jangan, Ayah, dia akan marah. - Ayah antar kau ke rumah ibumu.
Seharusnya kita menolak uang tebusan.
Dan membiarkan dia mengancam lagi?
Kita harus bertindak.
Jika penculiknya bukan Mozes?
Ya? Ini Vicky.
Apa?
Baik.
- Kita mendapatkannya. - Apa?
Ditemukan sidik jari di tas uang itu.
Apartemenmu tampak sekacau dirimu?
Kusarankan kita tenang dahulu.
Ya, tunggu hingga pengarnya hilang?
Ibu pernah muda, bukan?
Pasti pernah berbuat salah.
Ya, tapi tak terus-menerus.
Dan tak separah ini. Apa yang kau pikirkan?
Aku tahu Ibu akan marah. Sudah kukatakan, bukan?
Kita akan bicarakan ini besok.
Ayah juga marah.
Jangan salah sangka.
Terima kasih atas dukunganmu.
Aku mau mengundangmu masuk, tapi...
Ya.
Rekanku.
- Ya, Vicky? - Peter.
Kita mendapatkannya.
Kami menemukan kecocokan sidik jari.
Kau kenal dia.
Informanmu, orang Bulgaria itu.
Kami akan menyergapnya.
Ya, aku menuju ke sana.
POLISI
Polisi!
Polisi!
- Ruangan ini aman. - Aman.
Aman.
POLISI
Tempat ini aman. Kirim para penyidik masuk.
BALAS DENDAM?
MOZES MENGIRIM SUREL KE MEDIA
Dapat.
Aku mengatakan ini kepada penculik putriku, Chloë.
Permintaanmu sudah kuturuti.
Kini, kuminta kau menepati janji.
Chloë adalah putri tunggalku.
Tolong jangan ambil dia dariku.
Chloë, jika kau bisa dengar ini, Ayah menyayangimu...
dan merindukanmu.
Demikianlah pernyataan Henri Clement...
Ya, ini yang kita perlukan.
Siapa yang menyarankannya?
- Kopi? - Tidak, terima kasih.
Tunggu.
Lihat ini.
Hanya kau dan aku.
- Tunggu, bukankah kita harus... - Tidak.
Jangan. Tetap tenang. Polisi. Semua baik-baik saja.
Diam. Tetap tenang.
Letakkan pistolmu.
- Hristo. - Letakkan pistolmu.
- Hristo, dengar. - Letakkan pistolmu sekarang.
- Letakkan pistolmu! - Tenang.
Jika kau memberiku izin tinggal, ini tak akan terjadi.
Itu bukan kesalahanku.
Itu bukan kesalahanku.
Jatuhkan pistol!
Jatuhkan, kataku. Sekarang!
Istriku sudah melarikan diri. Aku disangka berkhianat.
- Jatuhkan pistol! - Kau saja!
Tembak dia!
- Kau tak apa? - Ya!
Kau tak apa?
Akan kulepas ikatan dan penutup mulutmu.
Tak apa.
- Aku akan kembali. - Tidak! Jangan pergi!
- Aku akan kembali. - Jangan, kumohon!
- Aku segera kembali. - Tidak, tolonglah!
- Sebentar saja. - Tidak, jangan!
Peter?
Peter?
Kenapa tak meneleponku?
Harus bertindak cepat.
Sadarkah kalian mengambil risiko besar?
Kalian bisa memanggil unit khusus.
Tidak.
Dia akan panik. Itu keinginanmu?
Gadis itu dijadikan sandera?
Ditodongkan pistol?
Pelaku tertangkap.
Dan Chloë selamat.
Itu yang penting.
Uang tebusan itu?
Tidak ada di mobil.
Masih dicari di hanggar.
Baik.
Aku tak percaya Hristo membuat kesalahan besar.
Kau mengasihaninya?
Pertanyaan apakah penculik Chloë Clement adalah Mozes
tetap belum terjawab.
Dalam jumpa pers hari ini, Kejaksaan Penuntut Umum mengakui
bahwa bukti-bukti memang mengarah ke sana.
Yang perlu dicatat, Hristo Bodurov adalah informan polisi...
Kejaksaan Penuntut Umum tak berkomentar lebih jauh,
tapi mungkin akan memberi tahu lagi dalam konferensi pers besok.
Jika pria itu adalah Mozes, rangkaian kejahatan yang terinspirasi
oleh Sepuluh Perintah ini akan berakhir.
Ada peringatan cuaca.
Sejak pukul 19.00 kemain, hujan es pertama turun di Flandria Barat dan Timur.
PANGGILAN MASUK FELIX
Hai.
Bisakah kau pastikan yang ditahan adalah Mozes?
Tunggulah. Ada konferensi pers nanti
saat kau boleh bertanya.
Ya? Terima kasih.
Kupikir aku harus datang...
- Apa-apaan? - menunjukkan dukungan pada Mozes,
dan menjelaskan bahwa menurutku, misinya lebih penting daripada aksinya.
Pria itu sudah gila.
MOZES, INSPIRASI KITA SEMUA
Kenapa wanita itu di sini?
Selamat pagi.
Kami menerima instruksi untuk melarang siapa pun masuk. Jadi...
Ya, siapa pun kecuali keluarga dan pengacaranya.
Kurasa jelas aku bukan keluarganya.
Kau akan mewakilinya?
Tiap orang berhak diwakili pengacara.
Oleh korbannya sendiri?
Tidak ada hukum yang melarangnya.
- Memang benar. - Kau mau apa?
Aku akan menanyai klienmu.
Pak Bodurov adalah informanmu. Hubungan kalian erat.
Dia juga menyatakan tak mau ditanyai olehmu.
Kami yang akan menanyainya.
Pak Bodurov, aku Inspektur Vicky Degraeve.
Ini kolegaku, Tony Vermeire. Kami akan rekam interogasi ini.
Pengacaramu akan dapat salinannya.
Akan kupastikan semua berjalan sesuai aturan.
Baik.
Nama?
Perlukah bertanya?
Hristo Bodurov.
- Ya? - Peter.
Aku harus menginterogasi Hristo.
Dia tak mau bicara padamu.
Ini bukan kali pertama. Benar, Liesbet?
Hasil laboratorium pertama datang.
Kami menemukan DNA hampir semua korban.
- Mozes sudah tertangkap. - Aku tahu.
No comments yet. Be the first to leave one.