أول 200 سطر.
Setelah kehilangan pekerjaan di pabrik mobil karena suatu hal,
aku mencoba memulai hidup baru.
Surat dari JAXA...
Apa aku masih punya kesempatan penuhi impianku
Ujian Seleksi Astronot Baru
Ujian
untuk menjadi astronot?
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Lamaran Anda sudah diterima.
Ibu yang mengirim resumemu.
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Ah
Berbeda dari biasanya, Feel So Good
Aku tak tahu apa yang terjadi
Feel So Good
Aku tak pernah mengerti apa yang terjadi di sekitarku
Tak ada yang membuatku tertarik
Penuh tanda tanya
Feel So Moon
Ku berdansa denganmu di gurun yang bercahayakan sinar rembulan
Aku takkan kalah pada kelinci dan terbang tinggi
Aku akan terbang tinggi
Aku bisa saja ceritakan soal UFO itu lagi,
tapi bukan itu inti ceritanya.
#02 Bintangku yang Bersinar
#02 Bintangku yang Bersinar
Anda membuat saya penasaran.
Di hari aku melihat UFO itu,
aku dan kakakku berjanji.
Kakak Anda? Janji apa?
Kami akan menjadi astronot bersama-sama.
Romantis sekali!
Mu.
Kau sedang berusaha keras, 'kan?
Hmm...
Kau pernah bekerja di pabrik mobil?
Mengesankan.
Kau jelas diterima di sini.
Te-Terima kasih banyak.
Hibito,
aku senang mengetahui perasaanmu.
Tapi kalau begini, sang adik malah akan memimpin kakaknya.
Lebih baik begini.
Selamat malam, Bibi Sharon!
Nona Tamura juga!
Selamat malam.
Selamat datang, Mutta.
Kau sendirian hari ini?
Ya, Hibito masih belajar di rumah.
Bibi sudah lihat bulan?
Sudah.
Bibi Tamura bantu Bibi menyiapkan semuanya.
Wah!
Terang sekali!
Luar biasa!
Ayo coba lagi, Hibito!
Bibi Sharon!
Siap... dan...
Bibi Sharon?
Aku datang!
Sudah lama sekali sejak kupakai Teropong Sharon ini.
Wah!
Bibi dengar kau akan datang, jadi Bibi arahkan.
Bibi Sharon.
Selamat datang, Mutta. Kau sendirian hari ini?
Ya, Hibito sedang latihan di NASA.
Oh! Lagu ini terdengar tak asing.
Ini adalah rekamanmu dengan Hibito.
Hibito, kenapa kau tertawa?
Soalnya wajahmu kelihatan lucu sekali!
Ibuku
mengirimkan resumeku ke JAXA tanpa bilang.
Sepertinya Hibito yang menyuruhnya.
Dari 1.225 lamaran, hanya 315 yang diterima.
Lalu kau lulus dengan baik.
Ah, aku 'kan tak berbuat apa-apa.
Hibito pasti tahu kau itu pantas.
Nanti adalah ujian pertama,
tes tertulis yang sangat sulit.
Aku takkan ikut.
Kenapa?
Guncangan sedikit,
dan semuanya gagal.
Hanya ada dua atau tiga dari 315 orang yang tersisa
yang bisa jadi astronot.
Itu mustahil.
Mau main musik?
Aku sudah lupa caranya.
Hah?
Hei, Mutta.
Bibi punya trompet.
Bibi juga punya piano.
Gitar dan gendang juga.
Bahkan harmonika bibi juga punya.
Yang mana yang ingin kaumainkan?
Semuanya!
Oh? Kau mau mainkan semuanya?
Ya, aku 'kan tak bisa tentukan kalau belum coba semua.
Ingat saat Bibi tanyakan pertanyaan yang sama saat kau masih kecil?
Lalu kau coba semua alat musiknya.
Satu jam tanpa henti.
Akhirnya kau memilih trompet.
Saat bibi tanya sebabnya...
Soalnya ini yang paling sulit dimainkan.
Seperti itulah kau yang dulu.
Kau selalu tumbangkan tantangan terbesar yang kautemukan.
Apa benar begitu?
Kurasa aku pilih trompet itu karena trompetnya bersinar.
Itu juga boleh.
Sekarang, apa yang kaupertimbangkan untuk menjadi bintangmu yang bersinar?
Sekarang?
Sekarang, cobalah mainkan trompetnya.
Tak apa kalau suaranya sumbang.
Takkan ada yang menyalahkanmu kalau salah, Mutta.
Kau harus membuat kebisingan dulu.
Kau harus buat kebisingan sebelum kau bisa membuat musik.
Sebelum aku bisa membuat musik.
Bintangku yang bersinar.
Apa? Mutta tadi ke sini?
Ya.
Dia tak yakin apa dia ingin ikut ujian pertama JAXA itu atau tidak.
Benarkah?
Mutta selalu saja terobsesi
saat dia memikirkan sesuatu.
Hibito tak pernah memiliki masalah itu.
Mutta ingin menjadi kakak yang hebat yang bisa melakukan segalanya.
Sehingga dia jadi takut berbuat salah di depan Hibito.
Bagaimana wajah Mutta saat dia pulang?
Selamat siang!
Kami dari Reparasi Yoshiwara menawarkan reparasi otomotif dengan harga murah.
Yang ini.
Ah, tampaknya model lama.
Anak baru, bisa kautangani ini?
Heh.
Gampang!
Beres.
Ce-Cepatnya!
Terima kasih banyak!
Tidak. Justru kami sendiri bangga akan kecepatan kami!
Ya, hanya ini yang bisa kulakukan sekarang.
Setidaknya untuk sekarang.
Bibi Sharon.
Begini...
Aku bilang pada Hibito kalau aku mau ke Mars,
tapi aku ingin ke bulan dulu.
Bibi bilang kalau kita arahkan teropong ke bulan, kita bisa lihat lebih jauh ke luar angkasa, 'kan?
Benar.
Aku akan jadi astronot, jadi aku bisa ke bulan.
Bibi sudah ajarkan aku bahasa Inggris,
jadi aku tinggal kuasai sains dan dapatkan gelar doktor.
Kau sudah selesaikan penelitianmu?
Kedengarannya kau serius soal ini.
Aku tak bisa biarkan Hibito mengalahkanku.
Aku akan tiba di bulan sebelum Hibito.
No comments yet. Be the first to leave one.