أول 160 سطر.
Alice Rondo.
Hadir.
Chloe Aubert.
Hadir.
Bagus, semuanya hadir.
Seperti yang kalian tahu,
aku akan meninggalkan Akademi Mandiri akhir semester ini.
Guru…
Jangan sedih begitu.
Aku akan sering mengunjungi kalian.
Tidak usah repot-repot.
Ya, justru lebih baik kalau Guru tidak ada.
Tidak usah sok tegar begitu.
Dasar orang yang tidak bisa jujur.
Guru Rimuru benar-benar akan mengunjungi kami, 'kan?
Ya, tentu saja.
Meski bilang begitu, masih ada waktu sebulan sebelum aku pergi.
Apalagi, kalian juga akan menghadapi ujian akhir,
jadi, belajar yang giat, ya!
Ujian akhir, ya?
Permisi, Guru Rimuru.
Sudah jamnya Bu Tiss, ya?
Silakan masuk.
Kalian jangan sampai menyusahkan Bu Tiss, ya?
Itu tidak akan terjadi.
Kita jadi akrab dengan Bu Tiss sejak pergi bersama ke Kota Guratol, 'kan?
Ya, mereka semua anak yang baik.
Anak yang baik, ya?
Kalau begitu, Bu Tiss,
- kuserahkan mereka kepadamu. - Baik.
Memang Guru Rimuru mau melakukan apa?
Sepertinya mau tidur siang.
Tidak. Alice, kau tahu aku sibuk.
Sampai jumpa semuanya.
Selamat jalan, Guru Rimuru.
Mari kita mulai pelajarannya.
Baik!
Sepertinya mereka sudah akrab, ya?
Ya.
Dengan begini, mereka bisa kuserahkan kepada Bu Tiss.
Sekarang…
Itu benar, aku ini sibuk.
Tidak hanya mengurus anak-anak di Akademi Mandiri,
ada banyak yang harus kulakukan untuk negara monster kami, Tempest.
Setelah berhasil menganalisis roh elemen ruang,
aku mendapat Teknik Pergerakan Ruang yang sangat berguna.
Ya, hari ini pun Tempest tetap damai seperti biasanya.
Aku Rimuru Tempest.
Sesosok Slime biasa.
Aku yang dulunya manusia, ditikam orang asing dan mengira sudah meninggal,
tapi ternyata malah bereinkarnasi di dunia ini sebagai Slime.
Kemudian berteman dengan Veldora sang Naga Badai,
membangun negara para monster,
bertarung untuk melindungi semuanya,
menyelesaikan penyesalan Shizu.
dan…
berhasil menyelamatkan anak-anak itu.
Satu masalah sudah terselesaikan.
Kehidupanku sebagai pengajar pun akan segera berakhir.
Bisa dibilang sudah begitu banyak hal yang terjadi hingga aku bisa sampai sejauh ini.
Benar, 'kan, Ranga?
Pasti menyenangkan kalau semua terus damai seperti ini.
Aku menandatangani kesepakatan dengan Raja Iblis Carrion
untuk sama-sama tidak saling menyerang.
Setelah menerima usulan dari Carrion,
Federasi Jura Tempest dan Kerajaan Binatang Eurazania
memutuskan untuk mengirimkan delegasinya.
Aku menunjuk Benimaru sebagai ketuanya.
Asistennya adalah Rigur.
Tidak kusangka Rigur bisa serapi ini!
Para delegasi tersebut akan berangkat pada hari ini.
Aku pun kembali ke Tempest untuk mengantar kepergian mereka.
Ya, boleh juga.
Bentuk ini lumayan sulit juga.
Tuan Rimuru, maaf membuatmu menunggu.
Aku sudah memilihkan beberapa pakaian untuk kau kenakan di upacara pelepasan.
Terima kasih.
Sini, biar kucoba.
Rasanya ini agak aneh.
Kalau begitu, bagaimana dengan yang ini?
Ini… Bagaimana, ya?
Aku menyarankan yang ini.
Tuan Rimuru, kau terlihat gagah!
Cocok sekali!
Begini, Shuna, Shion.
Lebih baik aku mengenakan pakaian yang rapi dan pantas untuk acara hari ini.
Pakaian yang rapi dan pantas?
Ini misi yang penting untuk masa depan Tempest.
Aku ingin mengantar mereka dengan sebaik-baiknya.
Aku mengerti.
Kami punya pakaian yang rapi dan pantas untukmu.
Hei, sudah mau mulai.
Tuan Rimuru!
Tuan Rimuru memang luar biasa! Benar, 'kan, Gobzo?
Ya.
Keren sekali!
Kau juga keren, Tuan Gabiru!
- Benar! - Lumayan juga.
Tuanku, kau terlihat tampan!
Semuanya, tenang!
Untuk kalian yang akan berangkat, lakukanlah yang terbaik!
Hanya itu saja?
Tadi itu terlalu singkat, ya?
Baiklah, akan kutambahkan sedikit.
Dibanding sebelumnya, saat ini Tempest sudah semakin maju dan makmur,
tapi negara kita masih terbilang cukup baru.
Kalau berhasil membangun hubungan baik dengan Eurazania,
kita bisa belajar banyak dari negara mereka
untuk makin mengembangkan dan memajukan Tempest.
Akan tetapi…
Eurazania dipimpin oleh Raja Iblis Carrion
yang terkenal dengan julukan Beastmaster dan gemar bertarung.
Kurasa dia tipe yang mementingkan kekuatan di atas segalanya.
Kalau kalian sampai harus bertarung di sana, segeralah kembali.
Tujuan kalian bukan untuk bertarung.
Pastikan apakah kita bisa menjalin hubungan baik dengan mereka atau tidak.
Sebagai utusan Tempest, kalian tidak perlu segan selama bernegosiasi dengan mereka.
Semoga berhasil!
Siap!
Tuan Rimuru!
Aku sangat tersentuh mendengarnya!
Sudahlah.
Seharusnya aku juga ikut dengan kalian.
Tidak.
Sebaiknya tak memasuki wilayah kekuasaan Raja Iblis sampai kupastikan keadaannya.
Akan kupastikan sendiri apakah Raja Iblis Carrion bisa dipercaya.
Baiklah.
Ingat, jangan sampai membuat keributan, ya.
Tidak perlu khawatir.
Sungguh melegakan! Benimaru makin bijak saja.
Rigur dan yang lainnya, berjuanglah!
Baik!
Akan kusampaikan kepada yang lain juga!
Baiklah, kami berangkat.
Selamat bersenang-senang!
Selamat jalan!
Berjuanglah!
Hati-hati di jalan, ya!
Satu langkah untuk masa depan telah ditapaki.
Semoga hubungan diplomatik yang terjalin
dengan negara lain bisa saling menguntungkan.
Delegasi pertama sudah dalam perjalanan untuk melaksanakan tugasnya.
Sementara itu, di sini kami sedang
menyiapkan segala keperluan untuk menyambut delegasi dari Eurazania.
Bagus, sepertinya penginapan untuk para tamu akan selesai tepat waktu.
Bagaimana dengan para juru masak?
Ya.
Nona Shuna sedang melatih mereka.
Mereka cepat belajar dan latihannya berjalan lancar.
Baiklah, coba tambahkan sedikit garam lagi.
Para pelayan yang bertugas di penginapan dilatih oleh Tuan Vesta.
Mereka diajari tata krama, ya?
Bangsawan asli memang beda.
Lalu, selain itu,
jadwal kunjunganmu ke Negara Bersenjata Dwargon sudah diputuskan.
Raja Gazel memintaku datang
untuk mengumumkan hubungan diplomatik dengan Tempest secara resmi.
Sepertinya dia tidak puas saat Charybdis dibereskan oleh Milim,
jadi, harus kujelaskan langsung kepadanya.
Treyni!
No comments yet. Be the first to leave one.