أول 200 سطر.
Di mana Manny?
Beri tahu dia si tukang es krim datang.
Mematung. Saatnya menari.
Kita bisa langsung ke bisnis?
Kau punya uangnya?
- Beri tahu dia. - Dia bilang takkan beri satu sen pun
hingga kau katakan apa rasa es krimnya.
Vanili. Itu yang kau pesan.
- Beri tahu dia. - Ya.
Yang penting adalah uang!
Bawa barangnya.
Bawa barangnya!
- Arnold Schwarzenegger, pria lucu! - Dia lucu!
Itu es krimmu.
Kuberi tahu. Aku melihat dia. Dia datang dan berkata...
Kukatakan, aku bilang, "Yesus!"
Dia datang dan berkata...
- Beri tahu dia. - Katanya...
FBI. Kau ditahan.
- Dia akan lari. - Takkan.
Kau utang satu dolar.
Mau ke mana, Jagoan?
Sial! Kini aku harus menghajarmu.
Sial!
Cuma itu kemampuanmu?
- Cukup! - Kevin!
Kevin! Tolong!
Baik, kalian kemari, sekarang. Sungguh, akan kutembak kalian.
Kevin!
Marcus, kenapa kau selalu memilih yang terbesar?
Entah. Aku suka tantangan.
Lihat, apa yang kukatakan?
- Kita berhasil, 'kan? Sudah kubilang? - Ya.
- Tanpa pertolongan. - Kau jagoan.
Kita dapat semua pujian.
- Penangkapan terbesar kita. - Ya.
Sebanyak 400 kg...
- es krim vanila? - Apa?
Hei, Bung! Di mana narkobanya?
Aku tak tahu apa pun tentang narkoba.
Aku menjual es krim. Misalnya, stroberi, vanila, Neapolitan.
Hei. Beri tahu Manny kiriman es krimnya tiba.
Lupakan. Salah toko.
- FBI! - Jangan bergerak!
- Marcus? - Aku tak apa.
- Mereka lari. - Ayo.
- Yang mana? - Entah.
Astaga.
Sial.
Kubilang kita harus minta bantuan.
Kau tahu Ketua akan bunuh kita, 'kan?
Biar aku beri kalian saran.
Jika kalian hendak bertindak di luar jalur resmi,
melakukan tindakan "polisi murtad",
kau mungkin ingin memastikan kalian mendapatkan orang yang tepat.
Ya...
Ketua, kami hampir menangkap orangnya.
Intelijen kami sedikit meleset.
- Hanya... - Tunggu. Intelijen?
Lihat, Copeland. Tak ada yang cerdas dari hal ini.
Aku lelah dengan ulah kalian. Hentikan.
Aku tak ingin menjadi bahan tertawaan FBI.
Terlebih lagi...
Tunggu.
- Sayang, aku tak bisa bicara. - Hai, Marcus.
Ketua memarahiku. Kuhubungi nanti.
- Maaf, Ketua. - Seperti kataku tadi...
- Ini Gordon. - Ketua, ini Gina. Marcus di sana?
- Ada. - Bisa bicara dengan dia?
- Untukmu. - Terima kasih.
- Aku masih bersama Ketua. - Tak punya hormat.
Dia tak terlalu senang.
Aku harus pergi. Sampai jumpa. Terima kasih, Ketua.
Kalian... Bersihkan tempat ini.
Kutunggu laporan lengkap di mejaku esok.
- Baik. - Baik.
Sementara itu,
aku akan tanya FBI apakah mereka punya lowongan.
Di Irak.
Duet Dinamis beraksi lagi. Bagus sekali, Baskin dan Robbin.
Ataukah Haag dan Dazs?
- Haag dan Dazs? Kau menulis itu? - Itu bagus. Aku suka.
- Sampai jumpa, Haag. - Sampai nanti, Dazs.
- Aku benci mereka. - Ya ampun.
Baik, mari bersihkan tempat ini.
Baik.
Kau urus lantainya, bersihkan semua es krim,
- aku akan panaskan mobilnya. - Baik.
Baik. Makanan panas apa?
- Sayang. - Jangan berkata begitu.
Kau membuatku duduk semalaman mencemaskanmu.
Semalaman? Sayang.
Ini baru pukul 20.00.
Usai kerja, aku dan Kevin ke bar dan minum-minum sedikit.
Aku tahu. Kutelepon barnya. Kau pergi pukul 19.45.
Kuperiksa MapQuest. Hanya enam menit untuk pulang.
Jika kau punya orang lain, katakan kepadaku.
Dengar ucapanmu tadi.
MapQuest bilang butuh enam menit untuk kemari.
Aku tiba dalam delapan menit.
Ada dua menit tak terduga.
Jika selingkuh, bukankah butuh lebih dari dua menit?
Kau tahu? Aku takkan menghadapi ini.
Aku lelah. Lelah sekali di tempat kerja. Aku ditembaki.
Lihat, itulah yang aku maksud.
Kita tak berkomunikasi.
- Baik. Kau ingin berkomunikasi? - Ya.
Ayo. Mari berkomunikasi.
Baik. Mari mulai dengan pekan lalu.
Pekan lalu.
Kita seharusnya belanja bersama. Kita pergi ke mal.
Aku membeli gaun indah. Aku menata rambutku.
Kau tak bilang apa-apa.
Entah, mungkin kau tak mau...
Marcus!
Kau dengar aku tadi? Katakan yang kukatakan.
Aku dengar semua, kau bicara.
Marcus, jangan main-main. Aku tak berminat.
Aku tak percaya kau telat...
Marcus! Kau tertidur lagi. Aku sedang bicara kepadamu.
Aku bukan tidur. Aku menutup mata dan bayangkan ucapanmu.
- Sungguh? Membayangkan? - Ya.
Kenapa tak buatkan gambar dari ucapanku tadi?
- Sebentar. - Kau tahu?
Sebab kau tertidur lagi. Marcus. Marcus!
BIRO INVESTIGASI FEDERAL
Lihatlah Ben dan Jerry.
Biar aku tanya kalian.
Saat Ketua ke toilet, siapa dari kalian yang memegangi skrotumnya
- dan siapa yang mengelap? - Itu si pemegang skrotum.
Ya. Kita bisa tahu dari tangkupan tangannya.
Lihat, itulah sikap
yang membuat kalian tangani kasus remeh
sementara kami menangani kasus penculikan sosialita.
Kalian mendapatkan kasus penculikan sosialita itu?
Benar.
Apa itu? Sepertinya aku dengar Ketua menggelontor.
Sebaiknya kita pergi. Giliran siapa mengelap? Giliranmu?
Sepertinya giliaranmu mengelap dan aku akan pegangi skrotumnya.
Benar.
Kita menerima ini dari Tn. Andrew Wilson,
Dirut Wilson Cruise Lines.
Ini dikirim ke rumahnya.
Para gadis di foto ini adalah putrinya dan ahli waris kekayaan Wilson.
Kami meyakini mereka korban penculikan selanjutnya.
Tuan Wilson beri kita izin mengikuti putrinya.
Kita siapkan pengintaian.
Jika si penculik beraksi, kali ini, kita akan siap.
Para putri Wilson akan terbang ke JFK pagi ini.
Siapa yang menjemput?
Baik.
Jelas, semua telah membaca profil para gadis itu.
Tetap saja, harus ada yang melakukan.
Aku rasa ini bukan ide bagus.
- Kevin! - Aku tak peduli.
Kita pantas tangani ini seperti Gomez dan Harper.
Ya, tapi jangan menyela saat pengarahan.
- Harus ada yang menentang dia. - Kevin.
- Ketua. - Apa?
- Marcus mau bilang sesuatu. - Apa?
Kami ingin tahu bolehkah kami menangani kasus itu.
Silakan.
Intel tampaknya menduga si penculik adalah pria bernama Ted Burton.
Burton adalah rekan Wilson dan beberapa rekanan lain
dalam usaha yang gagal.
Dia dikurung di penjara federal dan kehilangan harta.
Dia hilang sejak dibebaskan
dan semua tanggal itu cocok dengan penculikan awal.
- Bagaimana? - Kerjaan mengasuh ini menyebalkan.
Bung, tenang.
Kita hanya perlu menjemput para gadis ini,
antar ke The Hamptons, kita disukai Ketua lagi.
Aku tak bergabung dengan FBI untuk jadi pengasuh.
Aku ingin ke jalan tempat aksi terjadi.
Blackie Chan, kau akan bisa. Bisa kita lakukan ini dulu?
- Baik. - Ini tak pakai susu, 'kan?
- Tidak. - Sebab aku alergi laktosa.
Terakhir, aku nyaris tak sampai toilet.
Kenapa aku ingin usik perutmu?
Itu gadis-gadismu.
- Mari lakukan ini. - Gawat.
- Hai, aku Kevin Copeland. Ini... - Kami sudah menyumbang United Negro Fund.
Ya.
Apa?
- Tunggu. - Permisi.
Kami kemari untuk mengawal kalian ke The Hamptons.
- Tasnya di pesawat. - Bawa Baby dan bersihkan tasnya.
Ia tak meminum koloniknya dan buang air di mana-mana.
- Apa ini? - Baby harus duduk di kursi.
Lalu aku harus duduk di mana?
Ini tak benar.
Kalian membawa banyak tas untuk satu akhir pekan.
- Ini bukan akhir pekan biasa. - Ini akhir pekan penting.
Hari Buruh di The Hamptons. Akhir pekan terakhir musim sosial.
Hanya orang-orang terkeren yang akan hadir.
Hanya yang terkeren dari yang terkeren yang akan bisa tampil di sampul
Hamptons Magazine dan ini tahun kami.
Ya.
Buka jendelanya. Baby suka embusan udara segar.
Semoga jet pribadi Vandergeld jatuh dalam perjalanan ke sana.
No comments yet. Be the first to leave one.