أول 200 سطر.
Kau mau ke mana?
Aku bertanya.
Kau tidak bisa mendengarku?
Aku terlihat seperti manusia kan?
Kau datang dan pergi kapan pun kau mau.
Kau ingat kalau aku tinggal di rumah kita?
Kenapa kau memperlakukanku buruk, Jairam?
Apa aku hanya sebuah benda, seperti TV atau perabotan di rumah, ya?
Aku berteriak sekeras-kerasnya, tapi kau tidak peduli?
Tidakkah kau lihat ada perbedaan antara aku yang berteriak dan anjing yang menggonggong di luar?
Katakan, Jairam.
Temanku, Dr. Vijay Kumar.
Dia seorang psikiater.
Pergi dan temui dia.
Kau pikir aku orang gila, ya?
Oke, aku akan ke dokter.
Lalu, siapa yang kau kunjungi?
Model? Atau perempuan panggilan?
Kau membuat janji temu?
Kau memesan kamar di hotel bintang lima?
Apa? Kau pikir aku tidak tahu?
Tentangmu, karaktermu, mentalitas busukmu.
Kau pikir aku tidak bisa memahamimu?
Kau mau ke mana? Tidur dengan seseorang?
Bu, harap tenang.
Bu?
Bu?
Bu, anakmu menangis.
TITIK BUTA
Kau yang menelepon?
Ya, Pak.
Kau Lakshmi?
Ya, Pak.
Pak.
Alamatnya benar, Pak.
Di mana mayatnya?
Di lantai atas.
Di mana itu?
Di kamar tidur di lantai atas, Pak.
- Rambabu. - Ya Pak.
Berikan tas buktinya.
Siapa namanya?
Divya, Pak.
Siapa namamu?
Lakshmi, Pak.
Divya keluar tadi malam?
Tidak, Pak.
Dia tidak pernah keluar.
Dia selalu ada di kamar ini, Pak.
Di mana kau sampai kau melihat mayat itu?
Aku ada di dapur, Pak.
Kau tidak pernah pergi keluar di sela-sela itu?
Tidak, Pak.
Apa yang terjadi dengan wajahmu?
Ceritakan apa yang terjadi, Lakshmi.
Di mana Jairam sekarang?
Dia pergi ke bandara, Pak.
Ke mana dia pergi?
Ke Mumbai, Pak.
Jam berapa penerbangannya?
Aku tidak tahu, Pak.
Berikan nomor teleponnya.
Nomornya 98482-12549.
Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif.
- Rambabu... - Ya Pak?
Semua penerbangan harus ditunda karena hujan.
- Ya Pak. - Telepon bandara.
- Oke, Pak. - Cari tahu Jairam ada di sana.
Jika dia ada di sana, beritahu mereka segera membawanya.
Hubungi juga tim forensik dan minta mereka segera datang.
Halo.
Halo, Manohar.
Bisa kau mendengarku?
Jalan Kokapet No. 5.
Datang segera.
Ada perempuan bunuh diri di sini.
Ini bukan bunuh diri, Rambabu.
Ini pembunuhan.
Rambabu.
- Ya Pak. - Bandara.
Ada yang punya hubungan dengan Divya?
Tidak, Pak. Dia yatim piatu.
Ada yang punya hubungan dengan Jairam?
Dia punya saudara lelaki, Pak.
Siapa namanya?
Aditya, Pak.
Oke.
Kau seharusnya lebih waspada pada lingkungan sekitarmu, Aditya.
Kalau tidak, suatu hari kau akan terjebak seperti ini.
- Oke, Pak. Aku akan lebih berhati-hati. - Hati-hati.
Semoga beruntung lain kali.
- Tidak apa-apa, Aditya. - Ya.
Apa?
Hei, berhenti.
Siapa kau?
Pak Aditya.
Ya?
Jika kau tidak keberatan...
Ke mana saja kau sejak jam 8 tadi malam?
Maaf?
Ke mana saja kau sejak jam 8 tadi malam?
Di kantorku.
Bekerja sampai sekarang?
Kantor yang mana?
BIN.
Badan Investigasi Nasional.
Kau di BIN?
Peserta pelatihan.
Oh.
Pak.
Departemen forensik meneleponku, Pak.
Jalanan diblokir karena hujan lebat, Pak.
Mereka bilang akan datang terlambat, Pak.
Minta mereka datang sesegera mungkin.
Bagaimana dia bisa bunuh diri, Lakshmi?
Itu bukan bunuh diri, Pak Aditya.
Itu pembunuhan.
Jika dia bunuh diri, peredaran darahnya seharusnya berhenti.
Dan wajahnya akan menjadi gelap sepenuhnya.
Tapi tidak seperti itu.
Divya juga terluka di kakinya.
Itu bangku yang digunakan Divya untuk bunuh diri.
Kalau Divya menginjak, pasti ada bercak darah.
Tapi tidak ada.
Jika kau mau bunuh diri, kau bisa melakukannya dengan sari atau syal.
Tidak perlu melakukannya dengan tali.
Melihat luka di lehernya...
jelas ada yang menyerangnya.
Jadi... ada yang membunuh Divya dan membuatnya seolah bunuh diri.
Pak...
Pak Jairam pernah datang ke rumah kami.
- Rambabu. - Ya Pak?
Jaga kamar itu sampai tim forensik tiba.
- Siap Pak. - Tidak seorang pun dibolehkan masuk.
Oke, Pak.
Kemari.
Kau tunggu di luar.
Apa yang terjadi, Pak?
Polisi memintaku segera datang sementara aku menunggu di bandara.
Aku ada rapat penting besok pagi.
Kenapa kau membawaku ke sini, Pak?
- Rambabu. - Ya Pak.
- Tutup pintunya. - Oke, Pak.
Duduklah. Aku akan memberitahumu.
Apa yang terjadi, Pak?
Kenapa polisi ada di sini?
Apa yang terjadi?
Kenapa tak seorang pun bicara?
Lakshmi.
Ambil air.
Istrimu meninggal.
Apa?
Ya.
Dia gantung diri di dalam kamarnya.
Tidak mungkin.
Maaf, Pak Jairam.
Kami menyita kamar itu untuk penyelidikan.
Kami tidak akan mengizinkan siapa pun masuk sampai tim forensik tiba.
Bagaimana dia bisa bunuh diri?
Aku tak bisa mempercayainya.
Itu bukan bunuh diri, Pak Jairam.
Itu pembunuhan.
Pembunuhan?
Di mana kau dari jam 8 sampai jam 2 tadi malam?
Pak?
Kau berada di mana saat meninggalkan rumah?
Di bandara.
Apa kau yakin?
Ya, Pak.
Lakshmi.
Lakshmi.
Ceritakan apa yang kau ceritakan sebelumnya.
Jangan takut, Lakshmi.
Beri tahu aku.
Aku melihat Pak Jairam kembali ke rumah, Pak.
Apa ini, Lakshmi?
Pak Jairam bilang dia ada di bandara, tapi kau bilang dia pulang ke rumah.
Pak, Pak.
Aku lupa beberapa dokumen yang sangat penting, Pak.
Aku datang mengambilnya.
Ya.
Tepat.
Kau datang mengambil dokumennya.
Kau mengambilnya.
Tapi alih-alih pergi, kau malah ke kamar Divya.
Kau mencoba meyakinkan Divya.
Divya tidak dalam posisi untuk mendengarkan.
Terjadi pertengkaran antara kalian.
Kau membunuh Divya dalam pertengkaran itu.
Kau tidak tahu harus berbuat apa.
Kau merencanakannya seolah bunuh diri dan pergi.
Benar kan?
Pak...
Aku datang mengambil dokumennya dan langsung pergi, Pak.
Benarkah itu, Lakshmi?
Anu..
Aku hanya melihat Pak memasuki rumah.
Aku tidak melihatnya pergi.
Apa yang kau katakan itu, Lakshmi?
Bukankah kau melihatku pergi?
No comments yet. Be the first to leave one.